
"Aku tidak tahu pasti, ke mana mereka pergi. Tapi aku yakin, mereka tidak ingin kamu menemukan mereka." Isabella menggelengkan kepala seakan-akan sedang merasa frustasi.
Roberto berpikir sejenak mendengar penjelasan yang diberikan oleh Isabella. Ia berpikir bahwa Ella, belum bisa menerima dirinya. Atau bisa jadi, ini memang permintaan dari Reo sendiri.
Dalam suasana yang tidak menentu, Isabella tampak tersenyum sinis. Tapi tentu saja Roberto tidak pernah mengetahui perubahan raut wajah kekasihnya.
"Tidak! Aku hanya ingin memastikan bahwa semuanya baik-baik saja. Aku juga tidak tahu tentang rencana ini," ujar Roberto dengan rasa kecewanya.
"Baiklah, kalau begitu, apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Isabella merasa berkuasa dengan caranya.
Roberto terdiam, mencoba memikirkan langkah berikutnya. Ia sendiri baru pulang dari luar kota, dan tidak tahu menahu tentang situasi yang sebenarnya terjadi.
"Aku akan mencoba menghubungi Ella, memastikan semuanya baik-baik saja."
Isabella hanya mengangguk tidak peduli, berharap supaya Roberto berhenti dan tidak mengejar Ella dan Reo, lagi.
"Lakukan apa yang kau mau. Tapi ingat, Roberto, aku tidak akan membiarkan mereka mengambil semuanya dariku."
"Apa maksudnya, Isabella?" tanya pria itu bingung dengan perkataan kekasihnya barusan.
Roberto merasa dilema di antara tuntutan Isabella dan keinginan untuk memastikan keselamatan Reo dan Ella. Dia tahu bahwa situasi semakin rumit dan kompleks, dan dia harus berusaha menemukan cara untuk menyelesaikannya dengan bijaksana.
"Kamu, selalu mengabaikan aku jika sudah berurusan dengan wanita murahan bersama anaknya itu!" teriak Isabella, menumpahkan segala rasa marahnya.
"Ck, kamu tidak bisa melakukan hal ini padaku!"
"Tentu saja aku bisa, Roberto!" sahut Isabella dengan masih berteriak.
"Aku, tidak peduli. Kita putus!"
"Apa? Putus? Hahaha ... kamu lupa, siapa aku, Sayang?" tanya Isabella dengan tersenyum sinis.
Roberto yang sedang marah, memutuskan hubungan dengan Isabella. Tapi Isabella bukanlah gadis biasa. Ia adalah anak seorang pejabat negara yang punya kuasa, yang dulu pernah berjasa menolong dan membantu Roberto
__ADS_1
"Isabella, aku tidak bisa lagi menerima semua ini. Cara kamu memperlakukan Ella dan Reo, itu tidak bisa diterima."
Roberto marah, melihat sikap Isabella yang terang-terangan tidak menyukai Ella dan Reo.
"Hehhh, jadi, kau memutuskan untuk menjadi pahlawan dalam hidup mereka, ya? Setelah apa yang aku lakukan untukmu, dulu?" tanya Isabella lagi, dengan tertawa sinis.
Roberto merasa marah dan frustrasi, diingatkan kembali dengan masa lalunya yang kelam.
Sekarang pria itu sadar jika kebebasannya adalah harga yang murah bagi Isabella, jika ingin menekan dan mencampakkan.
"Aku tahu kamu punya pengaruh besar karena ayahmu yang adalah pejabat negara. Tapi aku tidak bisa terus membenarkan tindakanmu jika itu merugikan orang lain, Bella."
Pria itu, mencoba untuk bersikap lebih lembut supaya Isabella bisa memahami dan mengerti bagaimana keadaannya yang sekarang ini.
Isabella berdiri dengan sikap merendahkan, seakan-akan ia tidak pernah peduli dengan apapun.
"Kau tahu, ayahku lah yang membantumu lepas dari jeratan Mafia dan mendapatkan pekerjaan itu, dulu. Kamu tidak akan pernah mencapai apa-apa tanpa bantuan dari keluargaku," ungkap Isabella, mengungkit semua yang sudah dilakukan orang tuanya.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang, Roberto? Apa kau ingin kehilangan pekerjaanmu lagi? Atau, kembali ke dalam tahanan? Aku bisa mengubah segalanya dengan satu telepon," ancam Isabella, mengeluarkan kartu kekuasaannya.
Roberto mengangkat kepala, penuh tekad. Ia tidak ingin selalu ditindas, karena selalu mengalah dengan kemauan Isabella.
"Jika harga untuk mempertahankan integritas dan kebenaran adalah pekerjaanku, maka aku siap menerimanya."
Isabella tersenyum penuh kemenangan, dengan semua ancaman yang sudah Ia berikan pada Roberto. Ia tahu jika pria itu adalah orang yang begitu keras kepala. Tapi ia tidak peduli.
"Ingat, Roberto! Kamu tidak akan pernah bisa menghindari pengaruh dan kekuasaan ku," ucapnya penuh penekanan.
"Mungkin begitu. Tapi aku juga tidak akan pernah mengorbankan nilai-nilai yang aku yakini karena ancaman atau tekanan dari siapa pun," ujar Roberto, menyahuti dengan suara tegas.
Isabella segera berbalik pergi dengan emosi dengan memberikan satu ancaman yang sangat jelas ditelinga Roberto.
"Kau, akan menyesal telah memutuskan hubungan denganku, Roberto. Aku akan memastikan itu!"
__ADS_1
Roberto ditinggalkan dengan perasaan campur aduk. Meskipun dia tahu bahwa keputusannya berarti menghadapi potensi konsekuensi besar, dia juga merasa lega telah memilih jalan yang benar. Dia menyadari bahwa terlepas dari pengaruh dan kekuasaan Isabella, integritas dan harga dirinya lebih berharga.
Di sisi lain, Isabella tidak akan pernah membiarkan Roberto sesuka hatinya memutuskan hubungan mereka. Ia akan mendapatkan cara agar Roberto tidak bisa lepas darinya
'Aku, tidak akan membiarkan ini berakhir begitu saja. Aku harus menemukan cara agar Roberto tidak bisa lepas dariku,' batin Isabella dengan rahang mengeras.
***
Beberapa hari kemudian, Isabella mulai merencanakan langkah-langkah untuk menjaga Roberto tetap dekat dengannya. Dia menyadari bahwa pengaruh dan kekuasaan keluarganya bisa digunakan untuk mencapai tujuannya.
"Halo, ini Isabella. Aku butuh bantuanmu dalam sebuah masalah, dan aku berharap kamu bisa menyelesaikannya dengan baik."
Isabella menghubungi seseorang, untuk melakukan rencananya. Ia akan bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
"Tentu saja, apa yang bisa kubantu?" tanya orang tersebut dari seberang sana.
"Aku butuh informasi dan kelebihan akses mengenai pekerjaan dan situasi Roberto, yang sekarang. Aku ingin tahu segala sesuatu yang dia lakukan, termasuk interaksi dan perkembangannya."
Isabella, mulai memberikan instruksi dengan penjelasannya mengenai pekerjaan yang harus dilakukannya.
"Kau tahu apa yang kau lakukan, Isabella? Ini bukanlah hal yang sederhana," tanya Orang itu dengan nada misterius.
"Aku tahu risikonya, tapi aku juga tahu kemampuanmu. Ayahku membantu keluargamu dalam masa sulit dulu. Ini saatnya kau membayar hutang itu." Isabella mengungkit kebaikan keluarganya.
"Baiklah, aku akan melihat apa yang bisa kuperbuat. Tapi ingat, apa yang kamu lakukan memiliki konsekuensi yang besar." Orang misterius berpikir sejenak.
"Aku siap menerimanya. Aku tidak akan membiarkan Roberto lepas dariku begitu saja. Dan yang pasti, ada imbalan besar untuk pekerjaan ini!"
"Baiklah."
Isabella mendapatkan dukungan dari seseorang yang memiliki keahlian dan akses yang dibutuhkannya. Dengan rencana yang matang dan rencana yang rumit, dia berusaha untuk memastikan bahwa Roberto tidak bisa dengan mudah melepaskan diri darinya.
Wanita itu, juga akan melakukan apa saja untuk menghalangi Roberto menemukan Ella dan Reo. Bagaimanapun caranya, Isabella akan menjadi penghalang untuk mereka.
__ADS_1