Cahaya Cinta ( Anak Genius )

Cahaya Cinta ( Anak Genius )
Bab 18. Panik


__ADS_3

Roberto merenung sendiri di ruangan tempat Ella dirawat. Wanita itu tertidur setelah mendapatkan perawatan akibat mengalami stress dan tekanan darah rendah, setelah penculikan anaknya sehingga tubuhnya lemas.


Ingatan Roberto kembali, saat ia berbincang dengan Isabella melalui panggilan telepon beberapa waktu lalu saat ia berhasil kabur dari orang-orang yang mengepungnya.


"Kau tahu jawabannya, Roberto. Aku ingin kau kembali padaku. T-api, aku rasa itu tidak mungkin kamu lakukan." Begitulah kata Isabella dengan nada sinis.


"Itu tidak akan terjadi, Isabella. Aku telah meninggalkan dunia gelap itu, dan aku tidak akan merusak hidupku dan Ella lagi."


"Pikirkan baik-baik, Roberto. Reo dalam bahaya, dan hanya kamu yang bisa menyelamatkannya. Hahaha ..." Isabella memberikan ancaman.


"Tolong, Isabella, biarkan Reo. Kita bisa mencari solusi lain," pinta Roberto, berusaha memohon.


"Tidak ada solusi lain, Roberto. Kamu harus membuat pilihan sekarang." Isabella justru menjawab dengan dingin.


Pria itu tahu jika Polisi sudah mencari keberadaan Isabella, dengan menggunakan teknologi canggih untuk melacak pergerakannya. Mereka telah berhasil menemukan lokasi persembunyian Isabella di sebuah rumah terpencil di pedesaan.


Setelah menemukan lokasi Isabella, polisi dan Roberto memang sudah memiliki merencanakan penyergapan. Mereka memilih waktu yang tepat untuk melancarkan aksi ini agar tidak membahayakan Reo.


Tapi karena perkataan ayah Isabella, mereka gak berani bertindak dengan gegabah. Jika mereka tidak melakukan sesuatu dengan hati-hati, keselamatan Reo bisa terancam.


"Kita tunggu hasilnya. Ayahnya Isabella, sedang menuju ke tempat persembunyian Isabella bersama dengan beberapa polisi."


Roberto, berbicara sendiri seakan-akan Ella bisa mendengarnya. Ia hanya ingin memastikan Ella baik-baik saja sebelum ia menyusul ke lokasi penyergapan Isabella.


Setelah ada perawat yang datang, perawat ini ditugaskan untuk menjaga Ella, Roberto segera pamit pergi.


"Sus, tolong jaga dia. Saya, pergi dulu."


"Baik, Pak."


***


Di lokasi yang dijadikan target, ayahnya Ella sudah datang dan menemui Isabella. Mereka, ayah dan anak itu, sedang berbicara di dalam rumah tersebut. Sayangnya, Isabella justru memberontak dan kabur.

__ADS_1


Saat polisi yang bersembunyi mengetahuinya, terjadilah kejar-kejaran yang tidak seimbang karena Isabella mencoba melarikan diri dengan membawa Reo. Tetapi dia tidak berhasil, karena kerepotan.


"Tidak! Biarkan aku pergi!" teriak Isabella dengan memukuli tangan para polisi yang mencekalnya.


"Brengsek! Pergi!"


"Langsung borgol, biar tidak bisa melawan." Satu polisi, memberikan instruksi pada yang lainnya.


Reo, sudah diambil alih oleh polisi yang lain. Sedangkan ayahnya Isabella, hanya memandang anaknya dengan prihatin.


Reo akhirnya diselamatkan oleh polisi, tepat saat Roberto datang. Dia segera meminta Reo dan membawanya ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit, agar segera mendapatkan perawatan sebab kondisinya yang lemah.


Isabella sendiri ditangkap oleh polisi dan dibawa ke tahanan, dengan didampingi ayahnya. Dia harus menghadapi konsekuensi hukum atas tindakannya.


***


"Terima kasih, Roberto, Dokter Samuel."


Ella, mengucapkan terima kasih kepada dua pria tersebut yang sudah banyak membantunya menemukan Reo.


Selain tubuhnya yang lemas, Reo juga mengalami trauma akibat penculikan tersebut. Dia harus menjalani konseling dan mendapatkan dukungan emosional agar bisa pulih sepenuhnya.


Setelah aksi penyelamatan yang menegangkan, suasana di rumah sakit menjadi lebih tenang. Ella duduk di samping tempat tidur Reo, memegang tangannya dengan penuh kasih sayang.


Roberto dan Dokter Samuel berdiri di sisi lain, memberikan mereka ruang untuk berdua. Mereka melihat ke arah Ella dan Reo dengan senyum lega.


"Demi keamanan Reo, saya rela melakukan apapun," ujar Roberto dengan tulus.


Dokter Samuel mengangguk setuju, "Reo adalah prioritas utama kita. Kami akan terus memberikan dukungan dan perawatan terbaik untuknya."


Beberapa hari berlalu, Reo mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Dengan dukungan dari Ella, Roberto, dan tim medis, dia mulai membangun kembali kepercayaan dirinya.


Sementara itu, Ella juga mendapatkan bantuan konseling untuk membantunya mengatasi trauma yang dialaminya. Mereka berdua saling mendukung dan membangun kembali kehidupan mereka setelah krisis yang mereka alami.

__ADS_1


Meskipun masa depan masih penuh dengan tantangan, mereka tahu bahwa dengan cinta, dukungan, dan kesatuan, mereka akan mampu melewati semua rintangan yang mungkin datang.


"Aku, harus tetap berhati-hati dan menjaga Ella dan Reo. Isabella, bukanlah gadis biasa. Dia suka nekat!"


Roberto, meskipun berhasil menyelamatkan Reo, merasa beban dari ancaman Isabella yang masih mengintai. Setiap langkah yang diambilnya harus dipertimbangkan dengan hati-hati, dan keamanan mereka harus diutamakan.


Mereka memutuskan untuk meningkatkan sistem keamanan mereka dan meminta bantuan dari pihak berwenang untuk menjaga keamanan mereka. Roberto juga meminta saran dari teman-temannya yang memiliki pengalaman dalam dunia keamanan.


Sementara itu, polisi bekerja keras untuk memastikan bahwa Isabella tidak bisa lagi membahayakan mereka. Mereka memastikan bahwa tindakan hukum diambil untuk melindungi Roberto dan keluarganya.


"Roberto, proses hukum ini begitu rumit. Aku, khawatir bahwa ayah Isabella akan menggunakan kedudukannya untuk mempengaruhi hasilnya." Ella berbicara dengan gelisah.


"Aku juga merasa demikian, Ella. Tapi kita harus tetap kuat dan percaya pada keadilan. Tim hukum kita akan bekerja keras untuk memastikan bahwa kasus ini ditangani dengan adil." Roberto mencoba memahami, dengan berusaha menenangkan.


"Aku hanya ingin Reo bisa hidup dengan tenang dan bebas dari ancaman ini," ucap Ella dengan memandang anaknya.


"Kita akan melaluinya bersama, Ella. Reo akan memiliki masa depan yang cerah, dan kita akan menjaganya dengan baik."


Roberto menyentuh bahu Ella dengan nada rendah, memberikan ketenangan pada wanita tersebut.


Proses hukum terhadap Isabella terbukti lebih rumit dari yang mereka bayangkan. Ayah Isabella yang merupakan pejabat tinggi membuat kasus ini menjadi sulit untuk dijalankan dengan adil.


Tapi, pihak polisi tidak menyerah begitu saja. Mereka bekerja keras untuk memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai dengan aturan, meskipun menghadapi tekanan dari pihak luar.


Tim hukum yang mewakili Roberto dan Ella juga harus berjuang keras. Mereka harus menyiapkan kasus yang kuat, mengumpulkan bukti-bukti yang meyakinkan, dan menemukan cara untuk mengatasi pengaruh dari ayah Isabella.


Sementara itu, Roberto dan Ella harus bersabar dan mempercayai proses hukum. Mereka tahu bahwa keadilan harus tetap dijunjung tinggi, meskipun menghadapi rintangan yang sulit.


Dalam situasi ini, kekuatan, kesabaran, dan tekad mereka diuji sampai batas. Mereka berharap bahwa akhir dari proses hukum ini akan membawa keadilan untuk Reo dan menjamin keamanan mereka di masa depan.


Di kantor polisi, Isabella sedang berbicara dengan ayahnya. Mencoba untuk mencari solusi yang terbaik untuk kondisi dan keadaan Isabella saat ini.


"Ayah, Bella butuh bantuan Ayah. Bella, tidak bisa membiarkan mereka menghancurkan hidupku seperti ini!" Isabella berbicara dengan penuh amarah.

__ADS_1


"Tenanglah, Bella. Ayah akan menyelesaikan masalah ini. Kita akan mencari jalan keluar bersama-sama," jawab Ayah Isabella dengan berpikir, menyusun rencana.


__ADS_2