
Dengan mudahnya, Isabella sudah mengumpulkan semua informasi terbaru mengenai Reo dan Ella.
Dan sekarang, ia akan segera memulai aksinya saat Reo dan Ella berada di rumah sakit!
"Hehhh! Kalian pikir dengan mudahnya lepas dari aku," gumam Isabella dengan suara rendah dan senyum sinis.
Isabella yang terlatih dalam penyusupan, berhasil mendekati Reo tanpa dicurigai. Dengan cepat, dia mengeluarkan secarik kain yang telah dicelupkan dalam obat bius dan menutupi mulut Reo.
"Empphh ... mam ..."
Reo pun pingsan!
"Anak manis, diam-diam ya!"
Isabella segera membawa Reo ke dalam mobil yang sudah dia persiapkan sebelumnya. Dalam hitungan menit, mereka telah meninggalkan tempat itu. Reo, yang masih tidak sadar, dibawa ke lokasi persembunyian yang telah dipersiapkan oleh Isabella.
Sedangkan Ella, yang baru saja keluar dari kamar mandi panik tidak bisa menemukan Reo di tempatnya.
"Reo! Reo!" teriak Ella terus berlarian.
Wanita itu mencari anaknya ke taman rumah sakit, bertanya pada orang-orang yang ia temui, tapi tetap saja tidak bisa menemukan anaknya.
"Di mana kamu, Reo? Reo!" teriak Ella lagi.
"Apa ... di ruangan dokter Samuel?"
Akhirnya Ella pergi ke ruangan dokter Samuel, dokter yang telah menampung dirinya dan Reo selama ini.
Ella masuk ke ruangan dokter Samuel dengan napas terengah-engah. "Dokter Samuel, apakah Anda melihat Reo? Saya tidak bisa menemukannya," katanya panik.
__ADS_1
Dokter Samuel yang sedang duduk di meja kerjanya, terkejut oleh kedatangan Ella.
"Ella, apa yang terjadi? Reo seharusnya ada di sini bersama Anda," tanyanya dengan heran.
Ella menjelaskan situasinya dengan cepat, dan dokter Samuel segera memberikan bantuannya. "Mari kita periksa ke ruangan CCTV rumah sakit. Mungkin ada informasi tentang keberadaannya," kata dokter Samuel kemudian berdiri dari duduknya.
Dokter Samuel dan Ella segera menuju pusat pengawasan CCTV rumah sakit. Mereka berharap dapat menemukan rekaman yang bisa memberikan petunjuk tentang keberadaan Reo.
Sesampainya di sana, mereka berbicara dengan petugas keamanan rumah sakit dan segera memulai pengecekan rekaman kamera keamanan. Mereka melihat rekaman dari beberapa kamera yang memantau area sekitar tempat Reo terakhir kali dilihat.
Sementara mereka menelusuri rekaman tersebut, detik demi detik terasa seperti jam bagi Ella yang semakin cemas. Mereka berharap bisa menemukan petunjuk yang dapat membantu mereka melacak keberadaan Reo.
Tiba-tiba, pada salah satu rekaman dari kamera keamanan, mereka melihat seorang wanita membawa Reo keluar dari rumah sakit dan memasukkannya ke dalam sebuah mobil. Ella tidak bisa mengenali wajah Isabella yang tertutup masker dan kacamata hitam.
"Dokter Samuel, itu dia! Itu ... wanita itu! Dia membawa Reo pergi!" seru Ella, penuh kepanikan.
Meski Ella tidak dapat melihat wajah Isabella dengan jelas karena tertutup masker dan kacamata hitam, mereka memiliki informasi berharga tentang mobil yang digunakan Isabella. Ini menjadi petunjuk penting bagi polisi untuk mengidentifikasi mobil tersebut.
"Dokter Samuel, apa yang akan terjadi dengan Reo? Dia dibawa pergi begitu lama, dan saya tidak tahu di mana dia berada! Saya sangat khawatir!" Ella berbicara dengan panik.
"Ella, saya tahu ini sangat menakutkan, tetapi polisi sedang bekerja keras untuk melacak Reo. Mereka akan melakukan yang terbaik untuk membawanya kembali dengan selamat. Anda harus tetap kuat dan bersabar. Reo akan kembali dalam pelukan Anda segera."
Dokter Samuel mencoba untuk menenangkan Ella, dengan mengajaknya duduk menunggu kedatangan polisi yang akan melakukan penyelidikan di sekitar tempat Reo menghilang.
"Tapi bagaimana jika dia dalam bahaya? Bagaimana jika wanita itu melakukan sesuatu yang buruk padanya?" Ella masih panik, belum bisa lebih tenang.
"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi Reo, dan polisi akan segera menangkap wanita itu. Kami memiliki bukti dari rekaman kamera keamanan, dan itu akan membantu mereka. Anda tidak sendirian dalam ini, Ella." Dokter Samuel berbicara dengan penuh empati.
Ella berusaha untuk tenang, mengambil nafas dalam-dalam percaya dengan ucapan dan perkataan dokter Samuel.
__ADS_1
"Terima kasih, Dokter Samuel. Saya hanya ingin Reo kembali dengan selamat. Saya tidak akan bisa bertahan jika sesuatu terjadi padanya."
"Berdoa dan sementara pihak terkait bekerja keras untuk membawa Reo kembali kepada Anda, Ella. Mari kita bersama-sama tetap kuat dan berharap yang terbaik."
Dokter Samuel mencoba untuk menghibur Ella. Dokter itu juga meminta pada salah satu perawat untuk menemani Ella, sementara ia melaksanakan tugasnya terlebih dahulu untuk memeriksa pasien lain.
Tak lama, dua orang polisi tiba di rumah sakit, Ella memberikan deskripsi mobil tersebut sebaik mungkin, termasuk nomor plat yang samar dan cuma sekilas terlihat. Pihak Rumah Sakit juga memberikan rekaman dari kamera keamanan CCTV sebagai bukti.
Dengan semua informasi ini, polisi segera memulai pengejaran terhadap mobil Isabella dan berusaha melacak rute yang ia ambil. Semua orang berharap agar Reo bisa segera ditemukan dan aman.
"Baik. Kami sudah menghubungi pihak-pihak yang terkait untuk ikut bersama mencari dan menemukan korban."
"Ya, Pak. Cepat temukan Reo ya, Pak! Hiks ..." pinta Ella dengan menangis.
Polisi bekerja dengan cepat, menggunakan semua sumber daya yang mereka miliki untuk melacak mobil yang dicurigai. Mereka menghubungi jaringan polisi lainnya, mengaktifkan pemberitahuan penculikan, dan berkoordinasi dengan angkatan darat untuk memeriksa jalan-jalan utama.
Sementara itu, Ella ditemani oleh beberapa staf rumah sakit yang juga memberikan dukungan moral dan berusaha menenangkan. Mereka tahu bahwa situasinya sangat tegang dan stres, tetapi Ella tetap kuat, berharap agar Reo segera ditemukan.
Waktu terus berlalu, dan setiap menit terasa seperti jam bagi Ella dan semua orang yang terlibat dalam pencarian ini. Semua yang mereka harapkan adalah berita baik yang memberitahu bahwa Reo telah ditemukan dengan selamat.
***
Di tempat lain, Isabella sedang mengirim pesan kepada Roberto dengan foto Reo yang ditangkapnya. Dia memberikan ultimatum yang jelas.
..."Roberto. Kamu harus meninggalkan Ella dan lupakan niatmu untuk kembali padanya, jika ingin melihat Reo selamat!"...
Roberto, tentu saja panik mendapat pesan tersebut. Pria itu putus asa dan takut untuk keselamatan Reo, merasa terjebak dalam situasi ini. Dia tahu bahwa dia harus berbuat sesuatu, tetapi dia juga sadar bahwa jika dia melakukan apa yang diminta Isabella, itu bisa merusak hidupnya dan Ella.
Perangkat telepon Isabella berdering, dan nama Roberto tertera di layar. Hal ini membuat Isabella tersenyum lebar, berpikir bahwa rencana dan ancamannya berhasil.
__ADS_1