Cahaya Cinta ( Anak Genius )

Cahaya Cinta ( Anak Genius )
Bab 20. Belum Usai


__ADS_3

Ketika giliran Isabella untuk memberikan kesaksiannya, dia memasuki ruang sidang dengan tampilan yang tenang namun memancarkan kebingungan yang dalam. Dia menatap hakim dengan mata penuh keputusasaan, mencoba menyampaikan betapa sulitnya situasi yang dia alami.


"Saudara Hakim, s-aya ... mengakui bahwa saya telah melakukan tindakan yang salah. Namun, tolong pahami, keadaan kesehatan mental saya sedang sangat buruk. S-aya merasa terjebak dalam kegelapan yang tidak bisa saya kendalikan."


Dia berbicara dengan suara yang lembut dan penuh emosi, berusaha menyakinkan hakim tentang ketidakstabilan emosionalnya.


"S-aya tidak pernah bermaksud untuk menyakiti siapapun, terutama Reo. Tidak, saya tidak pernah punya maksud seperti itu. S-aya, hanya merasa terpinggirkan dan kehilangan arah. S-aya, membutuhkan bantuan untuk pulih dan menjadi versi diri saya yang lebih baik."


Isabella terlihat rapuh, mencoba menarik simpati dari semua pihak yang hadir. Dia berusaha meyakinkan bahwa dia ingin memperbaiki keadaannya, dan bahwa keamanan Reo adalah hal yang juga sangat penting baginya.


"Saudara Hakim, kami memohon agar Anda mempertimbangkan kondisi kesehatan mental Isabella dalam putusan Anda. Kami percaya bahwa dengan bantuan dan perawatan yang tepat, dia dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif dan aman."


Pengacara Isabella, menambahi dengan pernyataan yang menyakinkan Hakim, berusaha untuk memberikan arahan agar keputusan berpihak pada Isabella.


Isabella kemudian duduk kembali dengan penuh harap, menunggu keputusan dari hakim. Wajahnya mencerminkan kombinasi dari ketidakpastian dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.


Pengacara Ella dengan tegas menyiapkan argumen dan bukti yang mendukung kasus mereka. Mereka mempresentasikan laporan medis dan kesaksian dari ahli kesehatan mental yang mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan mental Isabella memang membutuhkan perhatian serius.


"Maaf, Saudara Hakim. Kami juga memiliki bukti yang mendukung bahwa saudari Reo, mengalami trauma serius akibat dari upaya penculikan ini. Dia membutuhkan waktu dan perawatan untuk pulih sepenuhnya."


Mereka juga mempertunjukkan dokumentasi dan catatan tentang upaya penculikan yang sebelumnya dilakukan oleh Isabella. Semua bukti ini menguatkan argumen mereka bahwa Reo dan Ella perlu mendapatkan perlindungan hukum dari Isabella.


"Kami memohon kepada Anda, Saudara Hakim, untuk mempertimbangkan fakta-fakta ini dalam keputusan Anda. Keamanan dan kesejahteraan Reo harus menjadi prioritas utama dalam kasus ini."


Pengacara pihak Ella, mengajukan keberatan atas pernyataan dari pihak pengacara Isabella.


Hakim mendengarkan dengan penuh perhatian, mempertimbangkan semua argumen yang telah dipresentasikan oleh kedua belah pihak. Dia menyadari bahwa keputusannya akan memiliki dampak besar terhadap kehidupan semua orang yang terlibat.


Setelah mendengar semua argumen dan bukti, hakim mengambil waktu untuk mempertimbangkan keputusannya dengan cermat. Dia menyadari bahwa ini adalah keputusan yang sangat penting dan memengaruhi banyak orang. Masa depan Reo dan keamanan keluarga ini bergantung pada keputusan yang akan diambilnya.

__ADS_1


"Saya rasa kasus ini membutuhkan penilaian yang lebih rinci untuk memastikan keadilan dan keamanan semua pihak terlibat. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menunda sidang ini hingga tanggal yang akan diumumkan lebih lanjut."


Tok tok tok


Hakim, menyadari kompleksitas dan kepentingan besar dari kasus ini, akhirnya membuat keputusan bijak untuk menunda sidang. Dia menyatakan keputusannya dengan tegas.


"Huhfff ... makin rumit."


"Iya, makin banyak permasalahan yang ada."


"Sabar, pihak tersangka bukan orang sembarangan."


Suasana di ruang sidang memanas. Pengacara dari kedua belah pihak berdiskusi intensif dengan kliennya, memastikan bahwa setiap argumen dan bukti telah dipersiapkan dengan baik untuk sidang berikutnya.


Pengacara Ella dan Roberto membicarakan strategi mereka dengan penuh kehati-hatian, memastikan bahwa keamanan dan kesejahteraan Reo adalah prioritas utama dalam kasus ini.


"Kita harus memastikan bahwa kita memiliki semua fakta yang diperlukan untuk membuktikan bahwa keputusan ini adalah untuk kebaikan Reo." Pengacara Ella, berbicara dengan Roberto.


Sementara itu, tim hukum Ayah Isabella bekerja keras untuk menyusun argumen yang kuat tentang kondisi kesehatan mental Isabella.


"Kita harus memastikan bahwa hakim memahami betapa seriusnya kondisi kesehatan mental Isabella dan bagaimana itu mempengaruhi keputusannya." Pengacara Ayah Isabella, memberikan penjelasan pada ayahnya Isabella.


Sidang berikutnya akan menjadi momen penting dalam kasus ini, dan semua pihak terlibat mempersiapkan diri dengan penuh tekad untuk memastikan bahwa keadilan akan terwujud.


Sementara itu, Ella dan Roberto menghabiskan waktu bersama Reo, memberikan dukungan dan kasih sayang yang sangat dibutuhkan untuk membantu dia pulih dari traumanya. Mereka berusaha keras untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi Reo.


Ella dan Roberto membawa Reo ke taman bermain di dekat rumah sakit. Mereka ingin memberinya kesempatan untuk bersantai dan melupakan sejenak tentang semua kejadian yang terjadi.


Reo, meskipun masih sedikit tertutup, mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Dia memegang tangan Ella dengan erat, merasa aman di antara kedua orang yang dekat dengannya.

__ADS_1


"Bagaimana perasaanmu, sayang? Apakah kamu ingin bermain di ayunan atau perosotan?" tanya Ella dengan lembut.


"Ayunan!" teriak Reo, menjawab dengan antusias.


Roberto tersenyum melihat ekspresi gembira di wajah Reo. Dia mendekati ayunan dan membantunya untuk naik.


"Nah, ayo Reo, kita akan naik ayunan bersama-sama."


Mereka berdua berayun bersama, membuat Reo tertawa kecil. Suasana ceria terasa di antara mereka.


"Mama, sini Mama! Iya, Mama!" teriak Reo.


Mereka menghabiskan waktu bersama di taman bermain, menciptakan kenangan yang akan selalu diingat oleh mereka bertiga. Meskipun masih ada tantangan di depan, saat ini mereka fokus pada kebahagiaan dan pemulihan Reo.


***


Isabella, di dalam tahanan, tidak lagi menjadi tahanan luar tapi tetap dengan ruangan khusus atas permintaan ayahnya, menggunakan waktu ini untuk merenungkan keputusannya dan mencoba untuk memahami konsekuensi dari tindakannya. Dia juga mulai mempertimbangkan pilihan dan langkah selanjutnya yang akan diambilnya.


Isabella duduk sendirian di ruangannya yang khusus, memandangi dinding-dinding dingin penjara. Meskipun ruangan ini lebih nyaman daripada sel tahanan biasa, ia tetap merasa terkurung dan terisolasi.


"Semua ini adalah kesalahan, Ella. Saya tidak seharusnya berada di sini. Mereka semua memaksa saya!" Isabella bergumam sendiri dengan nada pahit.


Meskipun dia berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia adalah korban, ada bagian dari dirinya yang tahu bahwa tindakannya adalah hasil dari pilihannya sendiri.


"Tidak masalah, saya akan menemukan cara untuk keluar dari sini. Mereka tidak akan bisa menahan saya selamanya." Isabella berbicara lagi, dengan tersenyum sinis.


Dia mulai merenungkan konsekuensi dari tindakannya. Dia menyadari bahwa masa depannya sekarang sangat tidak pasti, dan bahwa dia akan menghadapi tantangan besar untuk memulihkan hidupnya.


"Mereka semua akan membayar atas ini. Tidak ada yang bisa menghentikan saya untuk mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milik saya!" Isabella, seakan-akan masih berkuasa, berbicara sendiri dengan nada menuntut.

__ADS_1


Sementara dia berusaha untuk mempertimbangkan pilihan dan langkah selanjutnya, ada keteguhan dalam matanya. Isabella tetap egois dalam tekadnya untuk mendapatkan kembali kehidupannya, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebahagiaan dan keamanan orang lain.


__ADS_2