Cahaya Cinta ( Anak Genius )

Cahaya Cinta ( Anak Genius )
Bab 16. Bertarung


__ADS_3

Roberto dengan gemetar menghubungi Ella untuk memberitahunya tentang penculikan Reo. Dering pertama, Ella langsung menerima panggilannya.


"Hal-llo ..." jawab Ella dengan suara gemetaran.


"Ella, kamu baik-baik saja?" tanya Roberto khawatir.


"Iya, iya. A-ku baik-baik saja."


"Ella, harus dengarkan aku dengan baik. Reo ... dia diculik."


Roberto, khawatir dengan keadaan Ella yang terdengar tidak baik-baik saja. Tapi ia juga harus menyampaikan berita ini. Ia berpikir bahwa Ella, tidak tahu keadaan Reo yang sebenarnya.


"Apa? Diculik? Siapa yang melakukan ini?" tanya Ella panik. Sepertinya, Ella juga ingin tahu siapa wanita yang tertangkap kamera CCTV rumah sakit.


"Itu Isabella, Ella. Dia ... dia ingin aku kembali padanya." Roberto berkata dengan menghela napas panjang.


"Isabella? Apa yang ada di dalam pikirannya? Aku tidak bersamamu," sahut Ella marah dan khawatir dengan keselamatan anaknya.


"Tapi dia memberikan ultimatum. Dia mengancam akan melukai Reo jika aku tidak meninggalkanmu dan kembali padanya. Apalagi, jika melapor pada polisi."


"Aku tidak bisa menyerah pada ancamannya, Roberto. Aku dan pihak Rumah Sakit sudah melaporkan hilangnya Reo pada polisi."


Ella, segera menceritakan kronologi kejadian saat Reo hilang. Kamera CCTV rumah sakit, menangkap gambar Isabella yang membawa Rio dengan mobilnya. Jadi, saat ini polisi sedang mengejar mobil Isabella.


"Baiklah. Aku, akan pura-pura memenuhi permintaannya. Tapi kamu harus bilang pada pihak kepolisian untuk tetap berhati-hati, seakan-akan tidak tahu tentang niat dan tujuanku."


"Ya, baiklah. Aku hanya ingin Reo kembali dalam keadaan selamat, tidak peduli dengan yang lain."


Klik!


***


Roberto memenuhi permintaan Isabella untuk bertemu di tempat rahasia yang telah dia tentukan.


Saat pria itu tiba di tempat yang ditentukan, ia memanggil-manggil Isabella sebab tak tampak satupun orang di tempat tersebut.

__ADS_1


"Isabella, apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu menculik Reo?" tanyanya kemudian.


Roberto, mencari Isabella sebab di tempat tersebut tidak tampak satu orang pun. Ia tahu, ini adalah jebakan. Sebab, bisa jadi yang muncul nanti orang lain dan bukannya Isabella bersama Reo.


Roberto mengamati sekelilingnya dengan waspada, menyadari bahwa dia telah terjebak dalam situasi berbahaya. Pikirannya berputar cepat, mencoba mencari jalan keluar dari situasi ini.


Dia merasa adrenalinnya meningkat, menyadari bahwa dia harus tetap tenang dan berpikir cepat. Dia mencoba untuk tidak membuat keputusan terburu-buru yang dapat memperburuk keadaan.


Sementara itu, dia terus memanggil Isabella, berharap agar dia dapat mendengar atau melihat tanda-tanda keberadaannya. Namun, keheningan tetap memenuhi tempat itu, dan Roberto tahu bahwa dia harus mencari cara untuk keluar dari jebakan ini dengan selamat.


Tiba-tiba ...


"Hahaha ... datang juga dia!"


"Pastinya! Tidak mungkin dia biarkan anaknya, mati! Hahaha ..."


Roberto menyadari bahwa situasinya semakin serius. Lima orang yang datang menunjukkan bahwa ini adalah rencana yang sangat terorganisir. Dia memahami bahwa mencoba melawan dalam situasi ini tidak akan menguntungkan.


Dengan hati-hati, Roberto mencoba untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan. Dia berbicara dengan suara mantap, mencoba memahami motif di balik penculikan ini.


Para penculik mengamati Roberto dengan ketat, memastikan bahwa dia tidak membawa polisi atau bantuan lainnya. Mereka memberikan petunjuk lebih lanjut tentang apa yang diinginkan dari Roberto, sementara dia berusaha mencari celah untuk bertindak atau mencari bantuan tanpa menarik perhatian mereka.


Roberto mengandalkan pengalaman masa lalunya sebagai mantan anggota mafia untuk mempertahankan ketenangannya dalam situasi ini. Dia memahami pentingnya tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan atau kepanikan.


Dengan kepala dingin, Roberto mencoba membaca situasi dengan cermat. Dia mencari tanda-tanda apakah ada kesempatan untuk mengambil inisiatif atau mencari celah untuk melarikan diri. Seiring dengan itu, dia mencoba menjaga percakapannya dengan para penculik agar tetap terjaga dan tidak menarik perhatian mereka.


'Aku harus tenang dan tidak membuat pergerakan apapun.'


Roberto juga tahu bahwa ia harus memilih waktu yang tepat untuk bertindak. Mungkin ada momen yang bisa dia manfaatkan, atau mungkin dia harus menunggu hingga situasi berubah lebih menguntungkan.


Dengan pengalaman dan nalurinya yang tajam, Roberto berusaha membuat keputusan bijak demi keluar dari situasi berbahaya ini dengan selamat.


Ketegangan di udara semakin terasa. Roberto merasa bahwa situasi ini semakin sulit untuk dihindari. Para penculik terus mempertahankan posisi mereka dengan ketat, tetapi Roberto tahu bahwa jika dia tidak bertindak sekarang, kesempatan untuk keluar bisa hilang.


"Hup!"

__ADS_1


Dugh!


"Erghh ahhh!"


Tanpa memberi isyarat apa pun, Roberto tiba-tiba melompat ke arah salah satu dari mereka, mengambilnya dengan kejutan. Kilatan kekerasan dari masa lalunya sebagai anggota mafia muncul, memberinya keunggulan sekejap.


Namun, para penculik tidak mengalah begitu saja. Mereka cepat bereaksi dan segera situasi berubah menjadi kekacauan. Pukulan, tendangan, dan serangan cepat terjadi di sekeliling mereka.


"Sialan!"


"Brengsek! Anjingg!"


Mereka memaki, sebab Roberto unggul dalam pertarungan yang tidak seimbang. Lima lawan satu, tapi mereka kewalahan.


Roberto menggunakan setiap insting bertahan hidup yang dimilikinya. Dia mencoba memanfaatkan kekuatan dan pengalaman bertarungnya untuk mendapatkan keuntungan. Setiap gerakan harus dipilih dengan hati-hati, setiap serangan harus diarahkan ke titik lemah lawan.


Namun, ia juga menyadari bahwa mereka dalam jumlah yang lebih banyak, dan situasi ini bisa berbalik melawan dirinya. Roberto harus mencari cara untuk mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin atau mencari celah untuk melarikan diri sebelum situasi semakin memburuk.


"Ayo, habisi dia!"


"Jangan biarkan dia lolos! Kita harus mengendalikannya!"


"Maju, kalian semua!" tantang Roberto, ingin menaikkan emosi mereka.


Pertarungan terus berlanjut, suara benturan dan teriakan memenuhi ruang. Roberto mencoba untuk tetap fokus, memilih serangan dengan hati-hati sambil mencari celah untuk melarikan diri.


"Hati-hati, dia cukup lihai. Jangan membiarkan dia mengambil alih situasi!"


Roberto memanfaatkan setiap peluang yang muncul, mencoba mempertahankan kendali atas pertarungan. Dia berusaha mencari celah untuk keluar dari situasi ini, mencari titik lemah para penculik.


"Cepat, beri tahu yang lain. Kita harus segera mengakhiri ini!" teriak dari dari mereka yang sudah kepayahan.


Roberto merasa adrenalinnya meningkat, dan insting bertahan hidupnya bekerja keras. Dia tahu bahwa dia harus bergerak dengan cepat sebelum situasi semakin rumit.


Setelah beberapa saat, ada momen singkat di mana perhatian para penculik terpecah, memberikan Roberto kesempatan untuk melarikan diri. Dengan gerakan yang cepat dan tepat, dia berusaha untuk mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan keunggulan dan mencari jalan keluar dari pertarungan ini.

__ADS_1


"Awas kau, Isabella!" geram Roberto, dengan mengusap darah di sudut bibirnya.


__ADS_2