
Setelah berhasil melarikan diri dari pertarungan, Roberto mencari tempat yang aman untuk bersembunyi sejenak. Dalam keadaan terengah-engah, dia mengambil ponselnya dan mencari nomor Isabella.
Dengan suara yang penuh emosi, Roberto menghubungi Isabella, "Isabella! Apa yang kamu rencanakan? Kamu telah membuat jebakan ini dan hampir saja aku tertangkap! Apa maksud semua ini?"
Isabella di seberang telepon terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Roberto, aku tidak punya pilihan lain. Aku melakukan ini demi Reo. Kamu harus percaya padaku."
Roberto, masih penuh kemarahan dan kebingungan, membalas dengan keras, "Percaya? Bagaimana aku bisa percaya padamu setelah semua yang terjadi?"
Percakapan mereka dipenuhi dengan ketegangan dan emosi yang memuncak. Keduanya berusaha untuk memahami situasi yang rumit ini, sambil mencari cara untuk menyelesaikannya dengan selamat, terutama untuk keamanan Reo.
Roberto mendengar kata-kata Isabella dengan campuran perasaan marah, kecewa, dan kesedihan. Dia menyadari bahwa Isabella menggunakan situasi ini untuk membalas dendam dan mengaduk emosinya.
Rasanya seperti pisau yang menusuk hatinya!
"Demi apapun yang kau lakukan, ini bukan cara untuk menyelesaikan masalah kita, Isabella," ujar Roberto dengan suara bergetar karena emosi.
Isabella hanya terdiam sejenak, seolah mengambil napas dalam-dalam sebelum berkata, "Roberto, aku tahu bahwa kau tidak akan pernah mau kembali padaku. Ini adalah satu-satunya cara untuk membuatmu merasakan apa yang aku rasakan."
Roberto merasa kebingungannya semakin bertambah. Dia menyadari bahwa situasi ini telah melampaui hubungan mereka yang rumit, dan sekarang prioritasnya adalah menemukan Reo.
"Demi Reo, Isabella, mari kita cari jalan keluar dari situasi ini. Kita harus bekerja sama untuk menyelamatkannya," kata Roberto dengan tekad, meskipun masih dipenuhi dengan kebingungan dan emosi yang bergejolak.
Ancaman Isabella membuat hati Roberto berdegup kencang. Kini, situasinya semakin genting. Dia menyadari bahwa Isabella mungkin benar-benar bersedia melakukan sesuatu yang mengerikan jika dia merasa terdesak.
"Dengarkan, Isabella. Apapun yang terjadi di antara kita, Reo tidak terlibat dalam hal ini. Dia tidak pantas menderita akibat masalah kita," ucap Roberto dengan suara bergetar.
Isabella hanya tertawa dengan nada yang penuh dengan kebencian, "hahaha ... Roberto, kau selalu terlalu naif. Kau tahu betapa besar rasa sakit yang kualami selama ini. Sekarang, saatnya kalian merasakan hal yang sama."
__ADS_1
Roberto tahu bahwa dia harus berpikir dengan cepat. Keputusan yang harus diambilnya sangat berat, tetapi keselamatan Reo menjadi prioritas utama. Dia memikirkan rencana untuk membebaskan Reo tanpa menarik perhatian Isabella.
"Dengarkan baik-baik, Isabella. Kita akan mencari cara untuk menyelesaikan ini, tapi Reo tidak boleh menderita karenanya. Kita akan temukan solusinya, tapi jangan lakukan hal bodoh ini," ucap Roberto dengan tekad.
Sekarang, Roberto harus segera bertindak, mencari cara untuk membebaskan Reo tanpa mengorbankan nyawa anak itu. Setiap detik menjadi semakin berharga dalam misinya untuk menyelamatkan Reo dari bahaya.
Beberapa saat kemudian.
Situasi ini semakin rumit dengan ketidakpercayaan ayah Isabella terhadap laporan polisi. Karena saat pihak kepolisian melakukan pembicaraan dengan ayahnya Isabella, sang ayah justru menyalahkan pihak Ella dan Reo.
Roberto menyadari bahwa waktu semakin berlalu dan mereka harus segera menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini.
"Dokter Samuel, kita harus mencari cara lain. Ayah Isabella tidak akan membantu kita," ujar Roberto, frustasi.
Dokter Samuel, yang juga merasa tertekan oleh situasi ini, mengangguk setuju. "Kita harus memikirkan rencana alternatif. Mungkin ada sumber atau bantuan lain yang bisa kita dapatkan," kata dokter Samuel.
Keduanya berpikir keras, mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan ini. Mereka tahu bahwa kehidupan Reo tergantung pada kecepatan dan ketepatan tindakan mereka.
Ketidakpercayaan dari ayah Isabella membuat situasi semakin rumit. Roberto dan Dokter Samuel merasa semakin terjepit, menyadari bahwa mereka harus menemukan jalan keluar dari situasi ini dengan cepat.
Roberto berpikir keras, mencoba mencari cara untuk membuktikan kebenaran dari apa yang mereka alami. Dia menyadari bahwa mereka membutuhkan bukti yang kuat untuk meyakinkan ayah Isabella.
"Dokter Samuel, apakah ada dokumen atau bukti lain yang dapat membantu kita membuktikan bahwa Isabella mengalami riwayat kesehatan mental? Mungkin berupa tekanan dari pihak-pihak tertentu?" tanya Roberto dengan penuh harap.
Dokter Samuel menggelengkan kepala, "Saya tidak tahu, Roberto. Tapi saya akan mencoba mengakses catatan medis Isabella untuk melihat apakah ada petunjuk tentang tekanan tersebut."
Keduanya bekerja keras untuk mencari informasi yang dapat membantu mereka membuktikan kebenaran dari situasi ini. Mereka tahu bahwa mereka harus bertindak dengan cepat untuk menyelamatkan Reo.
__ADS_1
Informasi tentang kondisi mental Isabella membuka pandangan baru bagi Roberto dan Dokter Samuel. Mereka mulai memahami alasan di balik tindakan Isabella, meskipun itu tetap tidak membenarkan penculikan Reo.
"Dokter Samuel, ini membuat semuanya menjadi lebih rumit. Kita harus menangani situasi ini dengan sensitif dan memastikan kesejahteraan Reo tetap menjadi prioritas utama," kata Roberto dengan penuh keprihatinan.
Dokter Samuel mengangguk setuju, "Anda benar, Roberto. Kita harus mencari cara untuk membantu Isabella dan Reo, tanpa mengorbankan keselamatan keduanya."
Mereka berdua menyadari bahwa mereka harus berusaha mencari solusi yang dapat memenuhi kebutuhan dan keamanan semua pihak terlibat. Ini adalah tantangan besar, tetapi mereka bersama-sama berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan bijak dan hati-hati.
Situasi semakin kompleks dengan pemahaman bahwa Isabella dapat melakukan tindakan ekstrem jika merasa terdesak. Roberto dan Dokter Samuel merasa semakin tertekan untuk menemukan solusi yang tepat.
"Dokter Samuel, kita harus berpikir dengan hati-hati tentang langkah selanjutnya. Kita harus mempertimbangkan risiko dan mencari cara untuk mendekati situasi ini dengan bijak," kata Roberto dengan serius.
Dokter Samuel mengangguk, "Anda benar, Roberto. Kita tidak bisa mempertaruhkan nyawa Reo. Kita perlu mencari jalan untuk mengendalikan situasi dengan hati-hati."
Mereka tahu bahwa keputusan yang mereka ambil akan memiliki konsekuensi besar, dan mereka harus berusaha untuk memastikan keselamatan Reo tanpa membahayakan pihak lain. Mereka terus berdiskusi dan merencanakan langkah selanjutnya dengan cermat, dengan harapan dapat menyelesaikan masalah ini dengan bijak dan aman.
"Ayah Isabella, bersedia untuk menghubungi anaknya dan berbicara dari hati ke hati."
Usaha dari ayah Isabella untuk berbicara dengan anaknya dengan hati-hati juga dilakukan, dan ini adalah langkah yang bijak.
Roberto dan Dokter Samuel berharap bahwa percakapan tersebut dapat membawa solusi yang aman bagi semua pihak terlibat.
"Kita harus memberi kesempatan pada ayah Isabella untuk berbicara dengan anaknya. Semoga percakapan tersebut dapat membawa pemahaman dan membantu kita menyelesaikan masalah ini dengan selamat," kata Roberto dengan harap.
Dokter Samuel menambahkan, "Kita harus tetap waspada, tapi juga memberikan kesempatan pada mereka untuk memecahkan masalah ini secara damai. Semoga semua berjalan dengan baik."
Mereka berdua berharap bahwa percakapan tersebut dapat membuka jalan menuju penyelesaian yang aman dan memastikan keselamatan Reo.
__ADS_1
Semua yang mereka inginkan adalah agar Reo dapat kembali dengan selamat dan situasi dapat diselesaikan tanpa menimbulkan lebih banyak korban.
Lalu, bagaimana keadaan Ella sekarang?