
Beberapa saat kemudian, keputusan sulit ini masih membebani pikiran Ella dan Roberto. Mereka mempertimbangkan tawaran ayah Isabella dengan cermat. Keamanan Reo adalah prioritas utama mereka, tetapi mereka juga tidak ingin melihat Isabella terus menderita.
Ella dan Roberto duduk bersama, berbagi pikiran dan perasaan mereka tentang situasi ini.
"Roberto, ini adalah keputusan yang sangat sulit. Saya ingin Isabella mendapatkan bantuan yang dia butuhkan, tetapi Reo adalah anakku, dan keamanannya harus menjadi prioritas." Ella berbicara dengan penuh keprihatinan.
"Saya setuju, Ella. Kita harus memastikan bahwa Reo akan selamat dan memiliki masa depan yang baik." Roberto mengangguk setuju.
"Saya juga tidak ingin Isabella terus menderita. Tapi, aku tidak ada hubungannya dengan dia. Dan ini adalah kesalahannya sendiri," keluh Ella, memandang ke luar jendela merenung.
Roberto menyentuh tangan Ella dengan lembut, memberikan kenyamanan dan ketenangan tanpa harus berkata-kata.
Mereka berdua tahu bahwa tidak ada keputusan yang mudah dalam situasi ini. Mereka akan membutuhkan waktu untuk memikirkan semuanya dan memutuskan jalan yang terbaik untuk keamanan dan kesejahteraan keluarga mereka.
"Ella, maukah kau menikah denganku?" tanya Roberto tiba-tiba.
Deg deg deg
Ella cukup terkejut dengan pertanyaan tak disangkanya selama ini. Meskipun ini adalah hal yang dulu ia impikan dan inginkan, tapi sekarang tidak menjadi tujuan utamanya.
"A-ku__"
"Kamu, tak perlu menjawab sekarang. Pikirkan, demi Reo."
***
Hari telah berganti, dan keputusan akhirnya harus diambil. Ella dan Roberto menyadari bahwa mereka harus mengutamakan keamanan dan kesejahteraan Reo di atas segalanya. Mereka memutuskan untuk melanjutkan proses hukum dengan harapan bahwa keadilan akan terwujud.
Sebelum waktunya sidang, Ella dan Roberto menyempatkan diri untuk berbicara dengan ayahnya Isabella.
"Pak, kami memahami bahwa ini adalah situasi yang sulit bagi semua orang. T-api, saya minta maaf." Ella meminta maaf, tidak bisa menerima tawarannya yang kemarin.
"Kami menghargai apapun bantuan dan dukungan yang Anda tawarkan, Pak. Namun keputusan ini telah kami pikirkan dengan matang. Kami percaya bahwa melanjutkan proses hukum adalah langkah yang tepat."
__ADS_1
Roberto menyambung permintaan maaf Ella, berharap agar ayahnya Isabella mau memahami keadaan mereka saat ini.
Ayah Isabella tersenyum tipis setelah mengambil napas dalam-dalam. Dia sepertinya sudah menduga kalau mereka menolak tawarannya.
"Saya mengerti bahwa keputusan ini tidak diambil dengan sembarangan. Saya juga ingin memastikan bahwa Isabella mendapatkan bantuan yang dia butuhkan."
"Terima kasih, Pak. Kami tahu bahwa situasinya sulit bagi Anda juga, kami minta maaf." Ella sekali lagi meminta maaf dengan tulus.
Mereka mengakhiri perbincangan ini dengan keyakinan masing-masing. Meskipun keputusan ini tidak mudah, mereka tahu bahwa mereka semua sedang berjuang untuk kebaikan kepentingan mereka juga.
Mereka mengajukan keputusan mereka kepada ayah Isabella dengan tegas namun penuh rasa hormat. Mereka berusaha menjelaskan bahwa keamanan Reo adalah prioritas utama mereka, dan mereka harus mengambil langkah-langkah yang terbaik untuk melindunginya.
Ayah Isabella, meskipun kecewa, akhirnya memahami keputusan ini. Dia tahu bahwa situasi ini sangat rumit dan sulit untuk menemukan solusi yang memuaskan semua pihak.
Sementara itu, persiapan untuk sidang berlanjut. Tim hukum dari kedua belah pihak mempersiapkan argumen dan bukti dengan penuh tekad, siap untuk membela kasus mereka dengan sebaik mungkin.
Di saat waktu sidang tiba, dan ruang sidang kembali menjadi pusat dari semua perhatian. Semua pihak hadir dengan perasaan tegang, menyadari bahwa keputusan akhir akan segera diambil.
"Kita harus memastikan bahwa setiap argumen kita disampaikan dengan jelas dan tegas." Pengacara Ella dan Roberto mulai berdiskusi dengan tekun.
Sidang dimulai, dan kedua belah pihak mempresentasikan kasus mereka dengan tekun. Argumen dan bukti disampaikan dengan penuh keyakinan, dengan harapan bahwa keadilan akan terpenuhi untuk semua pihak yang terlibat.
Para pengacara dari kedua belah pihak duduk di meja mereka, bersiap untuk mempresentasikan kasus mereka dengan tegas.
Para saksi yang akan memberikan kesaksian juga bersiap di luar ruang sidang, menunggu giliran mereka untuk memberikan kesaksian.
Hakim memasuki ruang sidang dengan wibawa, menandakan dimulainya proses hukum yang penting ini.
"Kita buka persidangan ini, lagi."
Tok tok tok
Hakim ketua, mengetuk palu tanda dimulainya waktu sidang, membuat ruang sidang terasa tegang, hening diisi dengan antusiasme dan kekhawatiran.
__ADS_1
"Kami berkumpul di sini hari ini untuk memeriksa kasus ini dengan seksama. Saya meminta setiap pihak untuk mempresentasikan kasus mereka dengan jujur dan adil," sambung hakim ketua lagi, memberikan penjelasan.
"Kami akan melakukannya, Yang Mulia Hakim." Pengacara Ella mengangguk paham.
Begitu juga dengan pihak pengacara ayahnya Isabella. Mereka, menyampaikan hal yang sama, yaitu patuh pada aturan sidang.
Sidang dimulai, dengan para pengacara mempresentasikan kasus mereka dengan tekun dan penuh keyakinan. Argumen dan bukti disampaikan secara hati-hati, dengan harapan bahwa keadilan akan terwujud untuk semua pihak yang terlibat. Suasana tegang tetapi fokus memenuhi ruang sidang.
Hakim mendengarkan dengan serius, mempertimbangkan setiap rincian dengan cermat. Dia menyadari betapa pentingnya keputusan ini dan berkomitmen untuk memastikan bahwa keadilan akan terwujud. Akhirnya, keputusan sidang diumumkan, menentukan nasib dari semua orang yang terlibat dalam kasus ini.
Hakim mempertimbangkan dengan cermat semua argumen dan bukti yang telah dipresentasikan di depannya. Setelah beberapa saat yang terasa seperti berjam-jam bagi semua orang yang hadir, akhirnya hakim ketua mengambil keputusan.
"A-ku, aku deg degan."
"Tenanglah, Ella. Aku pun sama, seperti sedang menantikan malaikat maut."
Roberto, menenangkan Ella yang khawatir dengan keputusan Hakim ketua beberapa detik lagi dibacakan.
"Setelah mempertimbangkan semua fakta dan argumen yang disampaikan, saya telah mencapai keputusan ini. Untuk keamanan dan kesejahteraan Reo, serta demi keadilan bagi semua pihak yang terlibat, saya memutuskan bahwa ..."
Suasana di ruang sidang sangat tegang. Ella, Roberto, Isabella, dan ayah Isabella menahan napas mereka, menantikan keputusan hakim.
"Saudara Isabella akan diwajibkan untuk menjalani perawatan dan konseling yang sesuai dengan kondisinya. Dia juga akan tetap berada di bawah pengawasan hukum selama periode yang ditentukan."
Keputusan itu akhirnya diumumkan, dan suasana di ruang sidang terasa seperti terangkat. Berbagai macam suara akhirnya terdengar, mengomentari keputusan hakim ketua atas persidangan ini.
'Bagaimana bisa, tersangka bebas?'
'Apa ada sesuatu?'
'Ah, ini tidak dibenarkan!'
'Melawan orang yang punya kuasa, memang tidak mudah!'
__ADS_1
Meskipun keputusan ini mungkin tidak memuaskan semua pihak, itu adalah sebuah keputusan kompromi yang bertujuan untuk melindungi kepentingan terbaik Reo.
Setelah sidang berakhir, semua pihak meninggalkan ruang sidang dengan perasaan campuran dari lega dan kecemasan tentang masa depan. Mereka tahu bahwa tantangan masih akan ada di depan, tetapi mereka juga memiliki keyakinan bahwa mereka akan menemukan cara untuk melalui semuanya bersama-sama.