
"Baik, mari kita periksa TKP dengan seksama. Apakah ada saksi mata atau bukti lain yang bisa membantu kita dalam penyelidikan?" tanya salah satu polisi, yang sedang menyelidiki kasus kecelakaan Roberto.
"Kami sudah mengumpulkan beberapa bukti di sekitar lokasi kejadian. Sepertinya ini adalah kecelakaan tunggal, tapi kami akan memeriksa lebih lanjut."
"Baik, mari kita lanjutkan dengan pemeriksaan. Saya ingin memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal."
Petugas berusaha keras untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam kecelakaan ini. Mereka tahu bahwa penjelasan yang jelas tentang insiden ini adalah kunci untuk memastikan kebenaran.
Sayangnya, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut adalah hasil dari kelalaian Roberto sendiri. Informasi ini menambahkan beban emosional pada pihak keluarga korban.
"Oh Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi ..." Ella, mengeluh saat menerima laporan hasil penyelidikan.
"Sabar, Ella. Kamu, harus tetap kuat untuk Reo dan Roberto. Dia sangat membutuhkan dukunganmu, lebih dari sebelumnya sekarang." Dokter Samuel, menasehati Ella.
Ella, Dokter Samuel, dan semua orang terlibat harus berhadapan dengan kenyataan pahit ini. Mereka tahu bahwa dukungan dan kebersamaan mereka akan menjadi sangat penting dalam proses pemulihan Roberto dan juga untuk menghadapi konsekuensi dari kecelakaan ini.
"Berdasarkan bukti yang kami temukan, kami menduga bahwa Roberto lalai saat mengemudi. Tidak ada tanda-tanda pengereman mendadak atau upaya menghindari tabrakan. Selain itu, kami juga menemukan bahwa dia tidak memakai sabuk pengaman."
"Oh Tuhan, ini begitu mengerikan ..."
Ella, tidak bisa membayangkan apa yang dialami dan dirasakan oleh Roberto saat terjadinya kecelakaan.
"Kita harus menghadapi kenyataan ini, Ella. Yang terbaik yang bisa kita lakukan sekarang adalah mendukung dan tetap ada di samping Roberto dalam proses perawatan dan pemulihannya."
Dokter Samuel, kembali menasehati Ella. Pria bijaksana itu juga memegang beberapa kertas hasil penyelidikan yang dibuat dan ditunjukkan oleh pihak kepolisian tadi.
Di kertas-kertas tersebut menunjukkan bahwa, Roberto lalai saat mengemudi. Mereka mencatat dengan keterangan bahwa tidak ada tanda-tanda pengereman mendadak atau upaya menghindari tabrakan atas sesuatu yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.
Selain semua itu tadi, temuan lainnya ditambahkan keterangan yang menunjukkan bahwa Roberto tidak memakai sabuk pengaman.
"Terima kasih atas penjelasan yang diberikan, Pak." Ella, mengucapkan terima kasih pada polisi tersebut.
"Sama-sama, Bu. Semoga, korban secepatnya pulih." Polisi itu, menggangguk.
Setelah mendapat penjelasan dari pihak kepolisian, kini Ella dan dokter Samuel menghadapi penjelasan yang diberikan oleh dokter yang menangani Roberto.
__ADS_1
"Saat ini, saudara Roberto mengalami cedera serius di bagian kepala dan toraks. Kami telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mendeteksi beberapa patah tulang dan luka dalam. Kondisinya membutuhkan perawatan dan pemulihan yang intensif."
Dokter yang menangani Roberto memberikan penjelasan kepada Ella dan Dokter Samuel tentang kondisi Roberto.
Ella, langsung menangis tersedu-sedu, memegang tangan Roberto dengan penuh kekhawatiran.
"Hiks hiks hiks ... bagaimana ini bisa terjadi? Apakah Tuhan ... menghukum kita?" kesah Ella, merasa putus asa.
"Sabar, sabar Ella. Ini adalah cobaan dan ujian kalian, yang berniat untuk ke jalan yang baik."
Dokter Samuel mengangguk serius, setelah memberikan nasehat pada Ella. Pria bijaksana itu, memahami bagaimana perasaan Ella yang baru saja ingin memulai hidup baru bersama dengan Roberto tapi justru mendapatkan cobaan berat ini.
"Kami, akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu Roberto pulih."
"Ya, terima kasih, Dokter."
Dokter Samuel, mengucapkan terima kasih, mewakili Ella. Ia tahu, Ella tidak sanggup untuk berbicara karena dari tadi menangis dengan memegangi tangan Roberto. Sedangkan Roberto, masih tidak sadarkan diri.
"Pastikan perawatan yang terbaik, dengan keseluruhan."
"Tidak masalah, yang penting pasien mendapatkan perawatan dan perhatian yang maksimal."
Sekarang mereka merencanakan langkah-langkah selanjutnya untuk pemulihan Roberto. Dokter Samuel, meminta pada tim dokter yang menangani untuk memberikan perawatan terbaik dan memobilisasi sumber daya medis untuk membantu dalam proses pemulihan.
Proses pemulihan ini akan menjadi perjalanan panjang, tetapi dengan dukungan dan kebersamaan mereka, mereka yakin bahwa Roberto bisa pulih sepenuhnya dari kecelakaan ini.
Mereka semua memusatkan perhatian mereka pada pemulihan Roberto. Ella, dengan penuh kesabaran, menjadi pendamping setia bagi Roberto. Dia menghabiskan waktu di sampingnya, memberikan dukungan dan kasih sayang yang tak terbatas.
***
"Ma, Mama makan dulu, ya?" Reo, menyodorkan kotak makan pada mamanya.
Anak kecil itu datang bersama dengan dokter Samuel dan istrinya untuk menjenguk ayahnya, dan memberikan mamanya semangat.
"Papa Roberto, pasti sembuh, Ma. Papa udah janji, jika Reo tidur mau baca buku cerita untukku."
__ADS_1
"Eh, iya Sayang. Sini!" ajak Ella, supaya Reo bisa mendekat dan melihat keadaan Roberto.
Reo ingin turut ambil bagian, meskipun dalam usianya yang masih sangat muda. Dia mencoba memberikan semangat dan keceriaannya pada Roberto, seolah tahu bahwa kehadiran dan senyumannya bisa membantu dalam proses penyembuhan.
Dokter Samuel juga memberikan bantuan berupa fasilitas medis terbaik yang bisa dia berikan. Dia bekerja sama dengan tim medis yang menangani untuk memastikan bahwa Roberto mendapatkan perawatan yang paling efektif dan efisien.
Setiap hari, mereka melihat kemajuan kecil dalam kondisi Roberto. Itu adalah tanda kecil namun penting bahwa pemulihan telah dimulai. Semua orang di sekitarnya terus memberikan dukungan dan semangat, memastikan bahwa Roberto merasa didukung dalam setiap langkahnya menuju kesembuhan.
"Ella, kamu yang sabar, ya! Begitu Roberto sembuh, kalian pasti akan melangsungkan pernikahan kalian."
"Terima kasih, Bu. S-aya, tidak lagi memikirkan pernikahan tersebut yang penting Roberto itu bisa sehat kembali."
Ella, berbincang dengan istrinya dokter Samuel. Sedangkan Reo dan Dokter Samuel sedang mengajak bicara Roberto yang masih belum bisa berbicara lancar.
Walaupun rencana pernikahan dan pindah kota harus ditunda, mereka semua tahu bahwa kesehatan dan keselamatan Roberto adalah prioritas utama. Mereka berkomitmen untuk tetap bersama dan melewati masa sulit ini bersama-sama.
Tak lama kemudian, teman-teman Roberto datang menjenguk. Ada Fadli, Ali dan Sari, teman-temannya Roberto yang bergabung dalam usaha.
"Hai, Bro. Wah, ada jagoan kecil yang nungguin, ini!" Ali, menyapa Roberto dan Reo.
"Siang, semuanya ..."
Mereka juga menyapa yang lainnya, kemudian saling berjabat tangan dan berbincang-bincang.
Kedatangan mereka ini membawa kehangatan dan rasa persatuan di antara mereka semua.
Saat teman-teman Roberto pergi, mereka meninggalkan pesan harapan bahwa mereka akan segera melanjutkan rencana bisnis mereka bersama-sama setelah Roberto pulih. Mereka yakin bahwa dengan semangat dan kerja sama, mereka dapat mengatasi segala rintangan yang muncul di depan mereka.
***
Di tempat lain, Isabella tersenyum lebar mendapatkan berita tentang kecelakaan Roberto.
"Ini baru awal, ayah."
"Ya, sayang. Kau, akan mendapatkan apa yang kamu inginkan."
__ADS_1