Cahaya Cinta ( Anak Genius )

Cahaya Cinta ( Anak Genius )
Bab 12. Sebuah Tantangan


__ADS_3

Roberto mulai menyiapkan diri, teguh dalam keputusannya untuk berubah. Dia tahu bahwa perjalanan ini akan penuh dengan tantangan, tetapi dia juga merasa yakin bahwa ini adalah langkah yang benar.


"Aku tahu perjalanan ini tidak akan mudah. Aku mungkin akan menghadapi rintangan dan godaan dari masa lalu. Tapi aku harus kuat dan berpegang pada keputusan ini," gumamnya seorang diri.


"Aku harus memberi tahu Ella dan Reo tentang keputusanku. Aku harus jujur pada mereka dan berbicara terbuka tentang keadaan sebelumnya, dan meminta maaf karena Isabella."


Roberto merasa penting untuk membagikan rencana dan niat baiknya kepada Ella dan Reo. Dia tahu bahwa mereka adalah bagian penting dari hidupnya, sekarang. Dan dia ingin menghadapi perubahan ini bersama-sama dengan keduanya.


Roberto berusaha keras untuk memulai perubahan dalam hidupnya, meninggalkan dunia hitam di belakang dan mencari jalan menuju kehidupan yang lebih jujur dan bermakna. Juga hubungannya dengan Isabella yang telah berakhir.


Drettt Drettt Drettt


Ponsel Roberto bergetar, sebagai tanda ada seseorang yang menghubunginya.


"Halo?"


Roberto menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal, karena nomor telepon tersebut tanpa ID.


"Apa yang sedang kau rencanakan, Roberto? Mencoba keluar dari dunia hitam?" tanya seseorang dengan Suara Misterius. Nada suaranya seperti sinis--merendahkan.


"Siapa ini? Kenapa kau tahu tentang rencanaku?" tanya Roberto terkejut.


"Hahaha ... Aku tahu segalanya, Roberto. Aku memiliki informasi tentangmu yang bisa merusak segalanya," sahut Suara Misterius dengan tertawa jahat.


"Siapa pun kau, aku tidak takut dengan ancamanmu!" Roberto menyahut dengan nada tegas.


"Hemmm, kau benar. Aku tidak akan mengancammu, tapi aku akan memberimu tawaran." Suara Misterius menghela napas, menawarkan suatu rencana.


"Apa tawarannya?" tanya Roberto curiga.


"Kau ingin keluar dari dunia hitam, bukan? Baiklah, tapi dengan syarat." Suara Misterius memberikan jawaban dengan santai.


"Syarat, syarat apa?" tanya Roberto lagi, dengan was-was.


"Aku memiliki tugas yang perlu kau lakukan. Jika kau menolak, maka aku akan memberi tahu Ella dan Reo tentang masa lalumu yang lebih gelap dari perkiraan mereka!" Suara Misterius menyeringai licik.


"Kau, tidak boleh menyentuh mereka! Aku tidak akan membiarkanmu melukai mereka!" teriak Roberto marah.


"Hehehe ... Jadi, apa keputusanmu, Roberto? Apakah kau bersedia melakukan apa yang kuperintahkan?" Suara Misterius itu terkekeh dengan maksud mengejek.

__ADS_1


"Aku akan melakukan tugasmu."


Roberto langsung memberikan jawaban, karena berpikir bahwa ia harus melindungi Ella dan Reo dari orang-orang jahat yang ada di sekitarnya.


"Baiklah. Aku akan memberimu instruksi lebih lanjut. Jangan pernah melupakan siapa yang memiliki kendali, Roberto. Hahaha ..." Suara Misterius tertawa puas, setelah berhasil menekan lawan bicaranya.


Klik


Tuuutt ...


Panggilan telepon terputus.


Roberto merasa terjebak dalam perangkap yang rumit. Dia harus memilih antara mengkhianati keputusan sendiri atau melindungi Ella serta Reo dengan menghadapi ancaman yang mungkin bisa menghancurkan segalanya.


Konflik ini mempertaruhkan integritasnya dan membuatnya dalam situasi yang sulit dan penuh tekanan.


Roberto mendapatkan tugas yang tidak sesuai dengan prinsip dan integritasnya. Dia terjebak dalam situasi di mana dia harus melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dia yakini. Pekerjaan ini membuatnya merasa terancam dan bingung.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tahu ini tidak benar, tapi aku juga tidak ingin Ella dan Reo terluka." Roberto berbicara pada dirinya sendiri, dalam kebimbangan.


***


Di tempat lain.


"Semuanya berjalan sesuai rencana. Kau, telah berhasil menjebak Roberto dan membuatnya mengikuti kehendakmu. Hahaha ..." Isabella berbicara dengan seseorang.


"Tentu saja, Nona. Roberto tidak mungkin bisa, menolaknya.


Selain tugas yang dia harus lakukan, Roberto juga merasa tekanan dari pihak lain yang memiliki kepentingan di dunia hitam. Dia merasa tertekan dan bingung karena terjebak dalam situasi yang semakin rumit.


Roberto harus mencoba memikirkan solusi untuk menemukan jalan keluar dari semua permasalahan yang dihadapinya.


Tapi bagaimana caranya?


***


Di tempatnya Roberto, ia telah mendapatkan informasi dari orang yang ia percaya di mana Ella dan Rio sekarang berada.


"Mereka ada di rumah dokter, yang membantu Reo operasi kemarin."

__ADS_1


"Bagaimana bisa mereka ada di rumah dokter tersebut?" tanya Roberto tidak percaya.


"Aku sendiri tidak tahu, tapi aku melihat Reo dan Ella bersama dokter tersebut saat masuk ke rumah sakit. Dan sewaktu pulang, Reo dan Ella masuk lagi ke mobil tersebut dengan diantar sopir pulang."


Roberto masih belum yakin dengan keterangan yang diberikan oleh orang tersebut. Ia akhirnya kembali bertanya untuk meyakinkan diri.


"Apakah kamu, mengikuti mobil tersebut sampai ke mana?" tanyanya dengan nada serius. Dia tidak mau kecolongan lagi dengan menghilangnya keberadaan Reo dan Ella.


"Ya, dan aku tahu itu rumah dokter tersebut dari salah satu pedagang yang ada di sekitar rumah tersebut."


Robert menggangguk mengerti. Dia paham, jika memata-matai seseorang memang harus tuntas, sama seperti yang biasa dia lakukan di dunia gelap.


"Baiklah, terima kasih atas informasinya. Bayaranmu, aku transfer sekarang."


"Ok Roberto, makasih."


Setelah selesai urusannya dengan orang tersebut, Roberto bersiap-siap untuk datang ke rumah salah satu dokter yang membantu operasi Reo dengannya kemarin.


"Aku harap, kedatanganku tidak membuat keributan di rumah itu."


Tak lama kemudian, Roberto sudah berada di jalan menuju ke arah perumahan besar di kawasan Jakarta Selatan. Ia terus ke jalan gang perumahan yang lebar seperti jalan raya, sesuai dengan alamat yang didapatkan.


Setelah dekat dengan rumah tersebut, jantung Roberto serasa berlarian. Degupnya lebih cepat dari biasanya, membuatnya harus berhenti terlebih dahulu.


"A-ku ... aku tidak tahu apakah keputusanku ini benar atau salah. T-api, aku harus meluruskan permasalahan sehingga Ella dan Reo tidak salah paham."


Setelah meyakinkan diri dan berhenti beberapa saat, Roberto melanjutkan perjalanannya.


"Itu, itu rumahnya. Ya, sepertinya memang benar sesuai alamat yang ada. Ciri-ciri rumahnya juga benar."


Yakin jika rumah yang dituju benar sesuai alamat, Roberto menghentikan mobilnya. Ia turun dari dalam mobil, kemudian mendekati pintu gerbang rumah besar tersebut.


Dengan hati-hati dan teliti, Roberto mencari tombol bel. Tidak mungkin ia mengetuk pintu pagar besar ini, sedangkan rumah itu terlalu besar. Jadi tidak mungkin suara ketukan terdengar dari dalam sana.


"Ah, ini dia!" Akhirnya, ia menemukan tombol bel dan langsung memencetnya.


Beberapa kali menekan bel, pintu gerbang terlihat bergeser.


"Tidak terdengar langkah seseorang dari dalam, apa pagar ini menggunakan remote control?" tanya Roberto dalam hati.

__ADS_1


Tapi lamunannya tidak berlangsung lama, sebab dari teras rumah terlihat seseorang yang baru saja datang.


Jadi benar, jika pintu pagar tadi terbuka menggunakan remote control bukan digeser oleh seseorang.


__ADS_2