
"Aku pergi dulu. Ini harus secepatnya dilakukan, sebab tidak ada banyak waktu untuk rencana pernikahan kita."
"Ya, berhati-hatilah. Hujan sangat deras," sahut Ella, yang sedikit merasa cemas.
"Ya, aku akan berhati-hati."
Klik.
Roberto, menghubungi Ella sebelum pergi ke kantor administrasi untuk mengurus surat-surat lengkap sesuai dengan rencana pernikahan mereka.
Sengaja Roberto berangkat sendiri, sebab hujan turun dengan lebat. Ia tidak mau jika Ella, meninggalkan Reo sendiri bersama dengan istrinya dokter Samuel dalam keadaan hujan deras, meskipun mereka berada di rumah besar dokter Samuel.
Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Roberto tampak melaju pelan di jalan raya. Hujan deras yang mengguyur Jakarta, membuat jarak pandang terbatas. Itulah sebabnya, Roberto harus berhati-hati.
"Deras sekali hujannya, dan seperti ada kabut yang membuat pandangan semakin kabur."
Roberto, berbicara sendiri di dalam mobil. Ada lagu jazz yang menemani perjalanannya kali ini.
Teh teg ...
"Eh, kok tak berfungsi?"
Panik. Ya, Roberto merasakan rasa panik karena rem mobilnya tiba-tiba tidak berfungsi dengan benar.
"Tadi, masih bisa. Kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Roberto, dengan wajah tegang.
Akhirnya, Roberto membelokkan kemudi menuju ke arah jalan yang lebih sepi. Ia tidak mau jika terjadi sesuatu, dan itu di tempat yang ramai, sebab akan mengakibatkan hal yang lebih fatal.
Hingga akhirnya ...
Bruakkk!
Dugh brukkk!
Duarr!
Kecelakaan tragis itu terjadi di tengah hujan deras di sebuah jalan yang cukup sepi. Roberto sedang menuju ke lokasi kantor EO, untuk rencana pernikahannya bersama Ella.
Namun, jalanan yang licin membuat kendali mobilnya sulit untuk dipegang, ditambah remnya yang bermasalah. Tanpa peringatan, mobilnya terpeleset dan kehilangan kendali. Dalam sekejap, mobil itu berputar dan terguling.
Suara kaca pecah dan suara benturan menyayat udara hujan. Kondisi mobil yang terbalik dan remuk menandakan kecelakaan yang berakibat fatal. Dalam sekejap, rencana bahagia mereka tergantikan oleh keadaan yang tidak pernah terduga sebelumnya.
"Sialan, apa yang terjadi di sana?" teriak seseorang dari warung kopi.
__ADS_1
"Aku dengar suara benturan dari sana! Cepat, panggil bantuan!"sahut yang lain.
"Apakah ada kecelakaan? Ayo ke sana, mungkin ada yang terluka!"
Akibat curah hujan yang tinggi, sebenarnya mereka malas untuk pergi dari warung kopi ini. Tapi kecelakaan membuat mereka harus segera bertindak.
Setelah beberapa saat, penduduk setempat yang mendengar kecelakaan segera mendekati tempat kejadian. Mereka berusaha memanggil bantuan darurat dan berusaha untuk menyelamatkan Roberto dari mobil yang rusak parah.
"Aku lihat mobil terbalik! Ada seseorang di dalamnya!"
"Tunggu, ada telepon darurat di sini. Aku akan menelepon 911."
"Coba lihat, mungkin kita bisa membantu orang di dalam mobil itu!"
"Hati-hati, mobilnya bisa meledak! Jangan mendekat!"
Mereka, para warga setempat, berbicara saling sahut menyahuti, menunjuk dan memperingatkan satu sama lain.
Namun, keadaannya sangat kritis. Darah mengalir dan nafas korban terengah-engah. Pria yang sebelumnya penuh harapan itu, sekarang terlihat rapuh dan terluka.
"Sudah ada bantuan darurat dalam perjalanan, mereka akan menangani situasi ini." Satu dari mereka, mencoba menenangkan.
"Semoga orang di dalam mobil itu baik-baik saja. Ini kecelakaan yang mengerikan."
"Mari kita berdoa untuk keselamatan mereka. Semoga bantuan medis tiba dengan cepat."
"Itu, mereka datang!"
Tim medis tiba dengan cepat setelah panggilan darurat. Mereka segera mengevaluasi situasi dan memulai proses penyelamatan. Polisi juga tiba untuk mengamankan area sekitar dan memastikan kelancaran operasi penyelamatan.
Petugas medis bekerja dengan sigap untuk mengevakuasi Roberto dari mobil yang rusak parah. Mereka dengan hati-hati memindahkannya ke brankar dan memeriksa kondisinya dengan cermat. Mereka bekerja dengan penuh konsentrasi dan kehati-hatian, menunjukkan profesionalisme tinggi dalam menangani situasi darurat ini.
Sementara itu, petugas polisi meminta keterangan dari saksi-saksi mata yang berada di sekitar TKP. Mereka mencatat informasi yang diperlukan untuk penyelidikan lebih lanjut. Suasana di sekitar TKP terasa tegang, dengan suara deru kendaraan darurat dan cahaya lampu berkedip-kedip.
Situasi ini menciptakan ketegangan dan kecemasan yang mendalam di antara semua yang terlibat. Mereka menyadari bahwa hidup korban bergantung pada bantuan medis dengan segera.
"Ini harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit," ujar tim medis, memberitahu polisi.
"Ya, segera bawa! TKP, biar kami yang menangani."
Tim medis akhirnya memutuskan untuk segera membawa Roberto ke rumah sakit terdekat. Mereka bekerja cepat dan terorganisir, memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan secepat mungkin. Kedatangan mereka dan tindakan respon yang cepat memberikan bisa sedikit harapan bagi kehidupan Roberto.
Sementara itu, warga sekitar menyaksikan dengan perasaan campur aduk antara kekhawatiran dan harapan. Mereka berdoa agar korban, Roberto, dapat pulih dari cedera serius yang dialaminya.
__ADS_1
Kecelakaan ini telah mengubah suasana hati di sekitar TKP, meninggalkan aura ketegangan dan kekhawatiran atas nasib Roberto.
Kejadian ini sangat mengguncang semua pihak yang terlibat. Mereka menyadari betapa rapuhnya kehidupan dan betapa tak terduga nasib seseorang.
***
"Oh Tuhan, Roberto! Kami harus segera ke rumah sakit." Ella, terkejut saat mendapatkan kabar kecelakaan calon suaminya.
"Ada apa, Ella?" tanya isterinya dokter Samuel.
"Roberto, dia ... Dia kecelakaan!"
"Saya akan membantu mengurus semuanya. Suamiku, akan mengurus di rumah sakit."
Dengan cepat, istri dokter Samuel menghubungi suaminya, memberitahukan berita ini.
Ella, bergegas ke rumah sakit, menitipkan Reo pada istrinya dokter Samuel. Ia, tidak mengajak Rio sebab keadaan yang "panik" ini.
Meskipun awalnya Reo tidak mau, tapi karena dibujuk dan cuaca juga masih ekstrim, hujan deras, akhirnya Reo menurut.
Mereka sangat khawatir tentang keadaan Roberto dan berharap bahwa dia akan segera pulih dari kecelakaan ini. Mereka tahu bahwa dukungan dan kebersamaan mereka sangat penting dalam saat-saat sulit seperti ini.
Di rumah sakit, atmosfernya terasa tegang. Dokter Samuel tampak menunggu dengan gelisah untuk mendengar perkembangan tentang keadaan Roberto.
"Dok," sapa Ella, begitu ia sampai.
"Dokter sedang menangani Roberto di dalam, Ella. Berdoalah untuk keselamatannya," ucap dokter Samuel menasehati.
"Hiks ... Iya, Dokter."
Tak lama kemudian, pintu ruangan IGD terbuka. Dokter yang menangani Roberto, keluar.
"Keluarga Korban atas nama, Roberto?"
"Kami di sini, bagaimana keadaannya dok?" tanya Ella, berdiri cepat.
"Roberto mengalami cedera serius, tapi kami melakukan yang terbaik untuk merawatnya. Kami akan melakukan operasi segera."
Ella terkejut mendengar penjelasan dokter. Ia hampir saja terhuyung karena tiba-tiba tubuhnya terasa lemas. Untungnya, dokter Samuel langsung menopang tubuh Ella.
"Tolong, lakukan yang terbaik untuknya dok."
Dokter Samuel, mewakili Ella untuk berbicara, supaya dokter tersebut memberikan penanganan terbaik untuk Roberto.
__ADS_1
"Kami akan memberikan yang terbaik. Mohon bersabar."
Mereka kembali menunggu dengan cemas, berdoa agar operasi berjalan lancar dan Roberto dapat pulih dengan cepat.