Cahaya Cinta ( Anak Genius )

Cahaya Cinta ( Anak Genius )
Bab 13. Menemukan Alamat


__ADS_3

Setelah menyampaikan masuk kedatangannya pada asisten rumah tangga, akhirnya Roberto bisa menemui Ella dan Reo.


"Ella, Reo. Maaf, a-ku ... aku tidak jujur pada kalian kemarin." Roberto, mengucapkan permintaan maafnya.


Ella merasa curiga dengan perubahan perilaku Roberto. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikannya, sedangkan Reo hanya diam saja menyimak.


'Ada sesuatu yang tidak beres. Aku merasa Roberto tidak jujur. T-api, apa maksud kedatangannya ke sini.' Ella membatin dengan rasa khawatir.


'Mengapa, Om Roberto berperilaku aneh?' tanya Reo dalam hati.


Ank kecil itu, bisa merasakan suasana yang tidak biasa kali ini. Semuanya karena sebelumnya Roberto tidak terlalu bersikap ramah seperti sekarang.


Ella, merasa bahwa ini ada hubungannya dengan Isabella. Kekasih Roberto, yang membuatnya harus pergi dari rumah susun yang kemarin.


"Untuk itu, ayo ikut denganku, Ella, Reo."


"Tidak, Roberto. Kami, tidak mungkin bisa ikut denganmu." Ella, menolak ajakan Roberto.


"Kenapa? Apa ini karena, Isabella?" tanya Roberto cepat.


"Salah satunya, tapi bukan hanya karena itu."


Ella, memberikan jawaban tapi tidak semua alasan karena Isabella saja. Ia merasa tidak aman dan nyaman jika harus hidup bersama dengan Roberto di saat situasi dan kondisi mereka seperti sekarang.


"Bagaimana dengan kamu, Reo? Kamu mau ikut denganku? Dengan papa?" tanyanya, beralih kepada Reo.


Anak kecil itu tidak memberikan jawaban apa-apa, sebab tidak mengenal Roberto sebelumnya. Tentu saja, naluri seorang anak lebih memilih dengan orang yang selalu ada di dekatnya yaitu mamanya sendiri.


Setelah beberapa saat kemudian, Roberto akhirnya menyerah. Ia tidak berhasil membujuk Ella dan Reo untuk ikut bersama dengannya, dan ia tidak mau memaksa.


Setelah dipikir-pikir lebih jauh, Roberto juga merasa bahwa keduanya jauh lebih aman berada di rumah dokter ini dibandingkan jika berada bersama dengannya.


"Baiklah. Aku, tidak akan memaksa. T-api, biarkan aku bisa bertemu dengan kalian. Atau setidaknya, berikan aku nomor ponselmu, Ella."

__ADS_1


"Emhhh, baiklah."


Akhirnya, Ella juga mengalah untuk memberikan nomor ponselnya daripada Roberto harus sering datang ke rumah ini menemuinya.


Mungkin itu lebih baik, jadi mereka tidak seperti berhubungan karena sering bertemu. Ia tidak mau jika Isabella datang melabraknya lagi seperti kemarin-kemarin.


Sepulangnya Roberto, Ella duduk di tepi tempat tidur yang terasa begitu kosong. Anak laki-lakinya sudah tertidur pulas di sampingnya, tetapi dalam hatinya, ada kekosongan yang tak bisa diisi. Dia merasa kehilangan dan terombang-ambing di lautan perasaan yang tidak pasti.


"Maafkan Mama, Sayang."


Ella, terpaksa mengambil keputusan ini demi keselamatan mereka berdua. Ia juga terpaksa tinggal di rumah dokter ini, secara tidak sengaja saat melakukan cek up di rumah sakit, sedangkan dokter tersebut secara tidak sengaja bertanya bagaimana keadaannya.


Dengan sangat terpaksa, bila akhirnya menceritakan kesusahan dan kesulitan hidupnya untuk sementara ini. Dia memang terpaksa tinggal di kota ini, sampai kesehatan Reo dinyatakan baik-baik saja.


"Jika demikian, boleh saya membantu?" tanya dokter, pada saat itu.


"Apa, Dok?" tanya Ella bingung.


Begitulah alasan dokter, yang meminta Ella untuk tinggal bersamanya. Dengan demikian, Ella bisa merawat dan menemani istri sang dokter yang sedang sakit selama setahun ini.


Sebenarnya, ada perawat yang menjaga istri dokter tersebut. Tapi, sebagai teman istrinya masih belum merasa nyaman.


"Kita bisa mencoba, dan jika istri saya nyaman kamu bisa tinggal di rumah saya. Tapi jika tidak, kamu bisa menjadi pembantu di rumah saya. Tidak apa-apa kan?"


Setelah berpikir panjang, akhirnya Ella setuju. Semua sudah dipikirkan karena dia juga tidak memiliki banyak uang untuk menyewa rumah.


Sekarang, nalam semakin larut, langit penuh dengan bintang yang bersinar terang. Ella masih betah melihat anaknya yang tidur lelap, kemudian berjalan ke jendela dan menatap keluar. Dia merasa dirinya kecil dan rapuh di tengah alam semesta yang begitu luas dan tak terduga. Namun, dalam keheningan malam itu, ada tekad yang tumbuh dalam dirinya.


"Sayang. Setelah ini, kita akan kembali ke kota yang kemarin hidup dengan tenang berdua saja."


Ella kembali ke tempat tidur, menggenggam tangan anaknya dengan erat kemudian mencium keningnya dengan lembut.


Meskipun dia merasa terombang-ambing oleh badai emosi dan ketidakpastian, ada api dalam dirinya yang mulai menyala. Dia tahu bahwa dia harus menjadi kuat, harus melindungi anaknya, dan harus melanjutkan perjalanannya meski tantangan terasa begitu besar.

__ADS_1


Dalam pandangan anaknya yang tertidur pulas, Ella menemukan semangat yang dia butuhkan. Meskipun hidupnya telah berubah dengan dramatis, dia bertekad untuk menghadapi segala hal dengan keberanian dan tekad yang baru ditemukannya.


"Mama, hanya butuh kamu, Sayang."


Di bawah cahaya bintang-bintang yang bersinar terang, Ella memutuskan untuk menjalani hidup dengan penuh kekuatan dan tekad, meskipun jalan yang harus dia tempuh mungkin penuh dengan rintangan yang sulit.


***


Isabella, seorang wanita cerdas dan licik, merancang sebuah rencana yang rumit untuk menjebak Roberto dalam jaringan yang membuatnya tidak bisa lepas darinya.


Wanita itu telah mengumpulkan informasi tentang masa lalu Roberto, termasuk pekerjaannya di dunia hitam dan segala macam rahasia yang disimpan, tentang banyaknya hubungan Roberto dengan beberapa wanita termasuk Ella.


Dia menggunakan orang-orang dan jaringan yang dimilikinya untuk mendapatkan informasi ini.


"Dengan semua yang sudah ada di tanganku, kau tidak bisa berkutik, Roberto!"


Isabella juga telah mengetahui tentang Ella dan Reo, serta pentingnya mereka dalam hidup Roberto. Dia tahu bahwa Roberto sangat melindungi mereka dan tidak akan membiarkan mereka terluka.


Wanita itu melihat ini sebagai kelemahan dan kesempatan baginya untuk mengendalikan Roberto, agar mantan kekasihnya itu tidak semena-mena dengannya.


Isabella menggunakan informasi yang dikumpulkannya untuk merancang tugas dan situasi yang tidak masuk akal bagi Roberto. Dia memastikan bahwa tugas tersebut bertentangan dengan keputusan dan integritas Roberto, sehingga dia merasa terjebak dan bingung.


"Hehhh, aku bisa melakukan apa saja. Dan kamu, melupakan itu, Robert!"


Isabella telah menghubungi Roberto, melalui orang lain dan mengungkapkan bahwa dia memiliki akses ke segala informasi tentang masa lalunya. Dia mengancam akan mengungkapkan semuanya kepada Ella dan Reo jika Roberto tidak setuju untuk mengikuti instruksinya.


Dengan demikian, Isabella membuat Roberto merasa tidak aman dan bingung dengan memberinya tawaran yang sulit untuk ditolak. Dia juga secara tak terduga mengungkapkan sebagian informasi tentang masa lalu Roberto kepada Ella dan Reo, menciptakan keraguan dan ketidakpercayaan dalam hubungan mereka.


Isabella juga dengan bangga, menggunakan pengaruh dan kekuasaan ayahnya yang merupakan seorang pejabat negara untuk memperkuat posisinya.


"Hahaha ... Aku tidak mungkin kalah, hanya karena wanita murahan dari masa lalunya."


Wanita itu mengancam akan menggunakan kekuasaan tersebut untuk merusak karir dan reputasi Roberto, jika berani menolak atau melawannya. Dan ia sangat yakin, Roberto tidak akan mampu melawannya.

__ADS_1


__ADS_2