Cahaya Cinta ( Anak Genius )

Cahaya Cinta ( Anak Genius )
Bab 25 . Keputusan Yang Sulit


__ADS_3

"Ella, aku sudah memikirkannya dengan serius. Tawaran untuk memimpin anak cabang di kota lain adalah peluang yang besar untuk kita. Selain itu, ini juga akan memberikan kesempatan kepada Reo untuk memulai kembali tanpa beban masalah kemarin."


Roberto, berbicara pada Ella tentang rencananya, akan memegang kantor cabang perusahaan di kota lain.


Ella, cukup senang mendengar berita ini. Seandainya itu benar, maka mereka akan memulai kehidupan yang benar-benar baru.


"Roberto, aku akan mendukung keputusanmu sepenuhnya. Yang terpenting adalah kebahagiaan dan keamanan untuk Reo, dan kita semua." Ella, mengangguk setuju.


Roberto merasa lega mendengar dukungan Ella. Mereka berdua sepakat bahwa ini adalah langkah yang tepat untuk masa depan mereka. Mereka menyadari bahwa mereka bisa memulai babak baru dalam hidup mereka bersama-sama dengan Reo, setelah menikah nanti.


Setelah memutuskan hal ini, mereka mulai membuat rencana untuk menetapkan tanggal pernikahan, sebelum mereka ke kota baru.


Dengan demikian, mereka juga harus memastikan bahwa semua kebutuhan Reo terpenuhi. Ini adalah langkah besar menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bahagia bagi mereka semua.


"Tapi, kita harus meminta izin pada dokter Samuel. A-ku, aku sudah berhutang budi banyak dengannya."


Ella, ingat dengan pekerjaannya yang menjaga istri dokter Samuel. Ia tidak mau jika pergi tanpa meminta izin mereka terlebih dahulu, apalagi istrinya dokter Samuel sangat sayang dengan Reo.


Di saat Ella berbicara dengan istrinya dokter Samuel, wanita lumpuh tersebut justru tidak memberikan izin.


Istrinya dokter Samuel sudah telanjur sayang dengan Reo, sehingga tidak mengijinkan mereka pergi dari rumahnya.


Situasi ini kembali menimbulkan dilema bagi semua pihak yang terlibat. Mereka menyadari bahwa keputusan ini tidak bisa diambil dengan mudah.


"Saya memahami keinginan kalian untuk memulai kehidupan baru di kota lain, namun istri saya sangat membutuhkan Ella di sisi nya. Ini adalah situasi yang sulit," ungkap dokter Samuel, tidak menginginkan istrinya bersedih hati.


"Kami memahami pentingnya kebutuhan istri Anda, Dokter Samuel. Namun, kami juga harus memikirkan kebutuhan Reo dan keamanan kami semua." Roberto, mencoba mempertahankan keinginannya.


"Kami ingin mencari solusi yang terbaik untuk semua pihak, Dokter Samuel. Apakah ada cara lain yang bisa kita pertimbangkan?" Ella, meminta mereka berpikir.


Diskusi pun berlanjut, mencari jalan keluar yang dapat memenuhi kepentingan semua orang tanpa mengorbankan satu pihak untuk kepentingan yang lain. Mereka tahu bahwa harus ada jalan tengah yang bisa memuaskan semua pihak.


"Mungkin ada satu solusi saja, yaitu saya akan mencoba berbicara dengan istri saya dengan pelan-pelan."

__ADS_1


"Kami sangat menghargai upaya Anda, Dokter Samuel. Kami percaya bahwa Anda adalah orang yang bijak begitu juga dengan, Nyonya." Ella, berharap banyak.


Roberto mengangguk, mendukung apapun yang akan menjadi keputusan mereka. Ia hanya bisa berharap agar semuanya baik-baik saja tanpa ada yang merasa terbebani.


Semua pihak menyadari bahwa mereka harus bersatu dan mencari jalan keluar yang dapat memuaskan semua kepentingan. Dalam situasi ini, komunikasi dan kerjasama adalah kunci untuk menemukan solusi yang adil dan terbaik bagi semua pihak.


"Saya, memahami perasaan Nyonya terhadap Reo. Tapi kami juga harus memikirkan keamanan dan kesejahteraan kami, demi masa depan Reo."


Dokter Samuel, mengangguk. Ia paham akan maksud perkataan dan niatan mereka untuk pindah ke luar kota.


"Kami mencintai Reo dan ingin yang terbaik untuknya," sambung Roberto.


"Saya tahu ini adalah situasi yang sulit. Saya akan mencoba berbicara dengan istri saya, mencari solusi yang dapat memenuhi kepentingan semua pihak."


Semua pihak merasa terjebak dalam dilema yang rumit ini. Mereka tahu bahwa harus ada jalan keluar yang dapat memuaskan semua kepentingan, namun mereka juga sadar bahwa solusi ini mungkin tidak akan mudah ditemukan.


Ella dan Roberto, menyetujui usulan dokter Samuel, agar dokter tersebut bisa berbicara secara pelan-pelan untuk memberikan pengertian pada istrinya.


***


"Sayang, saya memahami betapa pentingnya kehadiran Ella dan Reo untukmu. Namun, kita juga harus memikirkan kebaikan dan masa depan mereka. Mereka juga membutuhkan keamanan dan kenyamanan."


"Tapi, Mas! Aku sudah terlalu terbiasa dengan mereka di sekitarku. Aku merasa nyaman dengan mereka," sahut istrinya dokter Samuel, dengan menggeleng.


"Tapi kita juga harus memikirkan kehidupan mereka sendiri. Apakah kita benar-benar ingin menahan mereka di sini dalam keadaan seperti ini?" tanya dokter Samuel, minta istrinya untuk berpikir dan tidak egois.


Istri Dokter Samuel memikirkan kata-kata suaminya dengan serius. Dia menyadari bahwa keputusan ini tidak hanya tentang dirinya sendiri, tetapi juga tentang kebahagiaan dan masa depan Ella, Reo, dan Roberto.


Setelah beberapa saat berpikir, istrinya dokter Samuel mengambil nafas panjang kemudian mengeluarkannya perlahan-lahan.


"Hmmm ... huhfff .... Baiklah, jika itu yang terbaik untuk mereka, maka aku akan melepaskan mereka."


"Sayang, aku mengerti bahwa ini bukan keputusan mudah untukmu. Terima kasih karena mau mempertimbangkan kebahagiaan mereka."

__ADS_1


Dokter Samuel mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Mereka tahu bahwa meskipun ini adalah keputusan sulit, tapi ini adalah keputusan yang benar untuk kebahagiaan dan kesejahteraan Reo, supaya mendapatkan keluarga yang utuh.


"Kita, bicarakan ini pada Ella dan Reo langsung, yuk!"


"Ya, Mas. Ini memang sulit, tapi aku ingin yang terbaik untuk mereka. Ayo, kita bicarakan langsung dengan mereka."


Mereka berdua kemudian menuju ke ruang di mana Ella dan Reo berada.


Secepatnya, dokter Samuel mengajak istrinya untuk berbicara sendiri dengan Ella dan Reo. Dia tahu, meskipun keputusan ini berat, istrinya bukan wanita egois, yang dengan sengaja menahan kebahagiaan Ella dan Reo, yang ingin bersatu dengan Roberto.


"Ella, kami telah memikirkan keputusan ini dengan matang. Kami siap untuk melepaskan kalian agar bisa membangun masa depan bersama."


"Terima kasih, dokter Samuel, terima kasih banyak." Ella, mengucapkan terima kasih.


Reo, yang ada di sana hanya memperhatikan bagaimana orang-orang dewasa berbicara dan membuat keputusan.


"Kami sangat berterima kasih atas kebaikan hati kalian, Dokter Samuel, Nyonya." Ella, kembali mengucapkan terima kasih.


"Kami berharap kalian bisa menjadi keluarga yang bahagia. Kami akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian," istrinya dokter Samuel, berharap dan berdoa untuk kebaikan mereka.


Percakapan mereka diakhiri dengan kehangatan dan harapan terbaik dari semua pihak. Mereka tahu bahwa keputusan ini akan membawa perubahan besar dalam hidup mereka, namun mereka siap untuk menghadapinya bersama-sama.


Dan malam ini juga, Ella memberikan kabar bahagia ini pada Roberto, dengan panggilan telepon.


"Halo, Roberto. Aku, punya kabar baik. Dokter Samuel dan istrinya setuju untuk melepaskan kami, agar kita bisa membangun masa depan bersama."


"Benarkah, Ella? Itu berita luar biasa! Aku, tidak bisa percaya. Apakah kamu yakin mereka benar-benar setuju?" tanya Roberto, seakan-akan belum percaya dengan berita ini.


"Ya, Roberto. Mereka sudah mempertimbangkan dengan matang. Mereka ingin yang terbaik untuk kita dan untuk Reo."


"Ini adalah langkah besar bagi kita, Ella. Aku, sangat senang dan bersyukur atas kebaikan hati mereka."


"Tentu, Roberto. Kita harus menjaga kepercayaan dan harapan yang telah mereka berikan kepada kita. Bersama, kita akan bisa membentuk keluarga yang bahagia untuk Reo."

__ADS_1


Hati dan perasaan mereka penuh dengan kebahagiaan dan harapan baru. Ella dan Roberto menyadari bahwa mereka memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang cerah bersama-sama dengan Reo, dan mereka siap untuk mengambil langkah ini bersama-sama.


__ADS_2