Cahaya Cinta ( Anak Genius )

Cahaya Cinta ( Anak Genius )
Bab 28. Sesuai Rencana


__ADS_3

Isabella duduk dengan anggun di ruang tamu rumah besar mereka, senyumnya menyiratkan kepuasan atas berita yang dia dengar dari ayahnya. Dia merasa bahwa rencananya mulai berjalan sesuai keinginannya.


"Semua berjalan sesuai rencana," gumam Isabella dengan senyuman puas.


Isabella tahu bahwa dengan keadaan Roberto yang seperti ini, dia memiliki keunggulan untuk mencapai tujuannya.


Ayah Isabella melihat putrinya dengan ekspresi campuran dari bangga dan khawatir. Dia tahu bahwa Isabella adalah wanita yang sangat berambisi dan dia berharap bahwa dia tidak akan terlalu jauh dalam mengejar tujuannya.


Tapi rasa sayangnya, memang mengalahkan beberapa hal yang harusnya tidak dilakukan. Namun, karena ia memiliki kekuasaan dan wewenang, ia pun memanfaatkannya.


"Ingatlah, Isabella, ayah akan selalu ada untukmu."


Isabella hanya mengangguk singkat, dengan pandangannya yang tampak senang dan puas. Dia telah memutuskan jalannya sendiri, dan tidak ada yang bisa mengubah keputusan itu, karena ia tahu ayahnya pasti akan menuruti keinginannya.


Di rumahnya yang besar, yang ada di kawasan elit, Isabella tersenyum lebar mendengar berita yang dibawa ayahnya terkait kecelakaan yang dialami Roberto. Ini adalah langkah pertama dalam rencananya untuk mencapai tujuannya.


"Terima kasih, yah. Aku, sayang, ayah!"


Cepat Isabella menghampiri ayahnya, kemudian memeluknya erat.


***


"Bagaimana perasaanmu hari ini, Roberto?" tanya Ella, sambil memegang tangan Roberto.


"Sedikit lebih baik, terima kasih, Ella. Kamu benar-benar luar biasa. Aku tak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu," jawab Roberto dengan mengangguk perlahan.


"Tidak perlu berterima kasih, Roberto. Kita akan melewati ini bersama-sama," sahut Ella.


Setiap hari, Ella menghabiskan waktu berjam-jam untuk merawat Roberto. Dengan ketelatenan yang luar biasa, dia membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Roberto, mulai dari membersihkan luka-lukanya hingga membantu dalam proses rehabilitasi fisiknya.


Tak hanya itu, Ella juga memastikan bahwa Roberto mendapatkan nutrisi yang cukup dan mengawasi jadwal minum obatnya. Dia selalu memberikan dukungan emosional dan memberikan kata-kata semangat untuk memotivasi Roberto selama proses pemulihannya.


Ella juga selalu sabar ketika Roberto mengalami rasa frustasi atau kesulitan dalam mengatasi hambatan-hambatan selama masa pemulihan. Dia selalu berusaha mencari solusi dan memberikan bantuan dengan penuh kasih sayang.


Setiap hari, ketelatenan dan kesabaran Ella tercermin dalam setiap tindakan dan kata-katanya. Dia adalah pilar kuat dalam proses pemulihan Roberto, dan keberadaannya memberikan harapan dan kekuatan bagi mereka berdua.


"Aku tahu ini tidak mudah, apalagi dengan semua rencana kita yang tertunda."

__ADS_1


"Yang terpenting sekarang adalah kesembuhan kamu. Rencana kita, bisa kita wujudkan nanti.


Roberto menatap Ella dengan penuh rasa terima kasih, merasa sangat beruntung memiliki Ella didalam hidupnya.


Setiap percakapan di antara mereka penuh dengan kehangatan dan dukungan. Mereka saling menguatkan satu sama lain dan bersama-sama menghadapi setiap tantangan dalam proses pemulihan Roberto.


Reo datang ke kamar Roberto setelah selesai bermain di taman rumah sakit, bersama dengan istrinya dokter Samuel. Dia membawa beberapa tangkai bunga kecil yang dia ambil dari taman.


"Papa, ini untukmu!"


Reo menyerahkan bunga-bunga tersebut dengan senyum cerianya, sedangkan Roberto menerimanya dengan tersenyum lebar.


Terima kasih, Reo! Bunga-bunga ini sangat cantik."


Roberto memeluk Reo dengan lembut, bersyukur memiliki Reo yang tidak pernah ia ketahui dan bayangkan sebelumnya.


"Papa sangat beruntung memiliki anak sehebat kamu, Reo." Roberto memuji.


"Papa juga hebat!" Reo ikut tersenyum bangga.


Sebulan kemudian, Roberto sudah pulang dari rumah sakit. Roberto telah pulih secara signifikan, meskipun masih membutuhkan sedikit bantuan dalam beberapa hal.


Dan untuk sementara, ia diminta untuk tinggal di rumah dokter Samuel agar ada yang menjaga dan merawatnya.


Ella, Reo, dan dokter Samuel dan istrinya, telah menjadi pilar kuat dalam proses pemulihan Pria itu.


Pagi itu, mereka semua duduk bersama di ruang keluarga, tersenyum dan tertawa. Reo sedang asyik memainkan puzzle di lantai sementara Ella dan Roberto duduk di sofa, berbicara tentang rencana masa depan mereka.


"Kita sudah melewati banyak hal, ya?" tanya Roberto dengan wajah tersenyum.


"Ya, begitulah." Ella menjawab dengan tersenyum juga.


"Ya, dan aku bersyukur memiliki kalian di sisiku. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpa kalian," sahut Roberto, kemudian menggenggam tangan Ella.


"Kalian adalah keluarga yang luar biasa. Saya bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan kisah kalian ini," ungkap dokter Samuel.


"Reo juga keluarga, ya Om Dokter?" tanya Reo, yang ingin ikut merasa bangga.

__ADS_1


Semua tertawa gembira mendengar ucapan Reo. Kini, mereka memiliki tujuan yang lebih kuat tentang masa depan mereka. Mereka tahu bahwa bersama-sama, mereka dapat menghadapi segala rintangan dan kesulitan.


Beberapa hari kemudian, mereka mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk hari istimewa itu. Dari pemilihan tempat hingga memilih gaun pengantin, semuanya dilakukan dengan cermat dan penuh antusiasme.


Ella dan Roberto juga memutuskan untuk melibatkan Reo dalam proses ini sebanyak mungkin, karena mereka ingin memastikan bahwa hari itu adalah momen yang tak terlupakan bagi seluruh keluarga mereka.


"Roberto, apakah kamu yakin kita harus memilih bunga-bunga ini? Mungkin ada pilihan lain yang lebih cocok." Ella bertanya dengan memilih-milih.


"Sayang, bunga-bunga ini indah, seperti dirimu. Mereka akan sempurna untuk hari istimewa kita," jawab Roberto, dengan sedikit bumbu merayu.


Ella tersipu malu-malu, mendengar kiasan yang diberikan oleh calon suaminya itu!


"Kamu mulai kembali tahu kata-kata manis, ya?" ledek Ella, ingat dengan julukan Roberto sewaktu kuliah.


"Sekarang, semuanya hanya untukmu, yang tercinta. Kita ingin semuanya menjadi sempurna, bukan?"


Untuk menutupi rasa malu, Roberto memberikan alasan yang tepat.


"Tentu, ini adalah hari yang sangat penting. Aku hanya ingin semuanya berjalan lancar," harap Ella.


Roberto: Jangan khawatir, semuanya akan berjalan dengan baik. Kita akan membuat kenangan yang tak terlupakan.


"Mama, aku suka gaun itu!"


Tiba-tiba, Reo datang menghampiri mereka dengan berteriak, memberikan penilaiannya.


"Mama terlihat seperti seorang putri, Ma. Mama memang sangat istimewa," ucap Reo, dengan tatapan kagum.


"Terima kasih, Sayang. Reo, sangat istimewa untuk mama dan papa."


Reo tertawa-tawa senang, dengan berlari kecil berputar-putar mengelilingi mamanya yang mencoba gaun pengantin.


"Papa, papa juga senang melihat mama seperti ini, kan?" tanya anak kecil itu lagi, berganti pada papanya.


"Pasti, sayang. Papa pasti akan sangat senang melihat mama cantik, dan Reo yang sehat!" jawab Roberto, dengan menarik anaknya itu ke dalam pelukan.


"Aku juga senang. Aku suka keluarga kita," ucap Reo, dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


__ADS_2