
"Apa yang sedang terjadi? Semua ini semakin rumit. Aku tahu pekerjaanku sendiri ada di dunia yang gelap, dan aku selalu mendapatkan perlindungan dari ayahnya Isabella." Roberto berbicara sendiri, menyadari keadaannya.
Roberto sendiri bingung, sebab pekerjaannya yang dulu memang ada di dunia hitam. Ia hanya selalu beruntung berkat bantuan dari ayahnya Isabella.
Roberto merenung tentang situasinya yang semakin kompleks. Dia menyadari bahwa tanpa bantuan dari ayah Isabella, mungkin ia tidak akan pernah berhasil di dunia yang penuh risiko dan tantangan.
"Aku, harus mempertimbangkan keputusanku. Aku ingin menjalani hidupku dengan integritas dan jalanku sendiri. Tetapi, apakah aku bisa melakukannya tanpa melibatkan ayah Isabella?"
Roberto berbicara pada dirinya sendiri, belum yakin dengan kemampuannya sendiri sehingga tidak bisa membuat keputusan dengan cepat.
Roberto merasa terjebak dalam dilema yang sulit. Dia menyadari bahwa pekerjaannya memiliki konsekuensi yang serius, dan bantuan dari ayah Isabella telah memberinya banyak keuntungan.
"Hm ... Aku harus menemukan jalan keluar dari situasi ini. Aku, tidak bisa terus bergantung pada bantuan dari ayah Isabella. Tapi aku juga tidak bisa membiarkan Ella dan Reo menjadi korban dari masalahku."
Roberto merasa terpanggil untuk membuat keputusan yang sulit dan berani. Dia tahu bahwa dia harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya, apa pun yang terjadi.
"Aku akan menemukan cara untuk memperbaiki hidupku, tanpa harus bergantung pada bantuan dari dunia hitam. Aku juga akan melindungi Ella dan Reo sebaik-baiknya."
Roberto berbicara dengan niatannya. Dia sadar, jika rasa sayang dan cintanya pada Reo, bukan hanya karena rasa kemanusiaan. Itu karena ada pertalian darah antara mereka.
Dalam usahanya untuk menemukan solusi, Roberto berusaha memutuskan hubungan dari dunia hitam dan mencari jalan untuk memulai kehidupan yang lebih jujur dan bermakna.
"Aku harus mencari pekerjaan yang lebih baik dan lebih jujur. Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi aku harus melakukannya." Roberto bertekad akan niatannya itu.
***
Hari telah berlalu dengan cepat. Roberto mulai mencari pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan pengalaman yang dimilikinya, sambil mencari keberadaan Ella dan Reo.
Pria itu ingin menemukan pekerjaan yang memberikan rasa kepuasan dan kebenaran, tanpa harus terlibat dalam dunia hitam sehingga saat bertemu keduanya dia bisa bercerita dengan rasa bangga.
__ADS_1
"Aku perlu bantuan dan dukungan untuk melakukan perubahan ini. Mungkin aku bisa mencari saran dari teman yang tahu lebih banyak tentang transisi ini," gumam Roberto.
Roberto memutuskan untuk membicarakan niatnya kepada teman-teman yang dapat dipercayai dan memiliki pengetahuan tentang dunia pekerjaan. Dia ingin membangun jaringan dan mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk mengubah jalur karirnya.
Roberto telah berkumpul dengan beberapa teman dekatnya di kafe favorit mereka. Mereka adalah teman-teman yang telah lama mengenal Roberto dan memiliki pemahaman yang dalam tentang dunia pekerjaannya.
Beberapa hari kemudian, Roberto sedang duduk di meja dengan cangkir kopi. Pria itu sedang berbincang-bincang dengan beberapa temannya.
"Terima kasih, kalian semua, telah bersedia datang meskipun aku tidak bisa menyediakan tempat dan hidangan yang ... ya, seadanya ini!" ungkap Roberto, dengan tersenyum tipis.
"Tentu saja, Roberto. Kami selalu ada untukmu. Ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan, ya?" tanya Ali, teman pertamanya.
Roberto mengangguk mengiyakan, kemudian berkata dengan suara yang pelan tapi penuh ketegasan.
"Iya, sebenarnya ada. A-ku ... ingin mengubah jalur karir yang biasa aku geluti. Aku, ingin keluar dari dunia hitam."
"Oh, itu besar, Roberto. Tapi apa yang membuatmu tiba-tiba ingin, keluar?" tanya Fadli, teman kedua yang juga tahu seluk beluk pekerjaan Roberto.
"Ini berkaitan dengan anakku, Reo, dan juga Ella. Reo sakit, dia butuh donor sumsum tulang belakang, dan aku adalah pendonor yang cocok."
Semua temannya, memandangnya dengan tatapan tidak mengerti maksud dari cerita tersebut. Mereka memang tidak mengetahui apa yang terjadi pada Roberto setiap saat.
Jadi jika ada berita seperti ini, dan tidak didengar langsung dari mulutnya Roberto mereka memang tidak tahu. Apalagi Roberto, biasanya sedikit tertutup untuk sesuatu hal yang bersifat privasi.
"Itu luar biasa, Roberto! Tetapi, mengapa ini membuatmu ingin keluar dari pekerjaanmu?" Sari, temannya yang ketiga bertanya.
"Aku, takut kehidupan gelap akan membahayakan mereka. Kalian tahu sendiri seperti apa duniaku. Aku, ingin memberikan Reo dan Ella kesempatan hidup yang lebih baik." Pria itu, mengungkapkan keinginan hatinya.
Fadli merespons dengan simpati, mengerti keadaan yang ada pada Roberto. Tapi ia juga tidak tahu, apa yang diinginkan oleh Roberto sekarang ini.
__ADS_1
"Lalu, apa rencana kamu setelah keluar dari dunia itu?" tanyanya kemudian.
"Aku, belum tahu pasti. Tapi aku ingin mencari pekerjaan yang lebih jujur, mungkin membantu orang lain seperti kalian-kalian ini! Tapi, aku memerlukan bantuan dan dukungan dari kalian."
Roberto mulai berbicara dengan niatannya, yang ingin memulai usaha meskipun memulainya dari nol.
Ali menyentuh lengan Roberto, menepuknya dengan maksud memberikan dukungan.
"Kami akan selalu ada untukmu, Roberto. Kami bisa membantu kamu mencari peluang baru dan membangun jaringan yang dibutuhkan."
Fadli mengangguk mengiyakan perkataan Ali, sebab mereka berdua memang rekan kerja yang dulunya sama-sama merintis usaha dari awal juga.
"Dan jika ada yang bisa kami lakukan untuk membantu Reo dan Ella, beri tahu kami." Fadli, meyakinkan Roberto.
Pria itu, memang sudah menceritakan tentang Reo dan Ella para mereka, dan hubungannya yang berantakan bersama Isabella.
Roberto berbicara dengan tersenyum, mengucapkan terima kasih pada mereka, teman-temannya.
"Aku, benar-benar menghargai dukungan kalian. Ini adalah langkah besar bagiku, tapi aku ingin memberikan yang terbaik untuk keluargaku di masa yang akan datang."
Di kafe yang nyaman itu, Roberto merasa lega setelah berbicara terbuka kepada teman-teman dekatnya. Mereka berjanji untuk membantunya dalam perubahan jalur karirnya dan mendukungnya dalam upaya memulai kehidupan yang lebih baik untuk Reo dan Ella.
Roberto telah memutuskan untuk memulai usaha baru yang berbeda dari dunianya setelah keluar dari dunia hitam. Namun ia juga tahu, bahwa perjalanan ini penuh dengan rintangan dan tantangan.
"Kamu harus yakin dengan niatan kamu ini, Roberto. Tanpa itu, kamu tidak akan punya tujuan saat berjalan.
Mendengar nasehat Ali, Roberto menggangguk. Temannya yang satu ini, sudah seringkali memberi nasehat untuk segera meninggalkan dunia hitamnya. Sayangnya, Roberto belum memiliki tujuan yang pasti begitu keluar dari dunia hitam.
Setelah mengetahui keberadaan Reo dari Ella, ini ia memiliki tujuan hidup yang sebagaimana manusia normal pada umumnya.
__ADS_1
"Aku, akan memiliki keluarga kecil yang bahagia " Roberto, bergumam dengan impiannya sendiri.