Cahaya Cinta ( Anak Genius )

Cahaya Cinta ( Anak Genius )
Bab 21. Sebuah Tawaran


__ADS_3

Ketika hari sidang tiba, suasana di ruang sidang kembali tegang. Semua pihak bersiap untuk mempresentasikan kasus mereka dengan penuh tekad dan harapan. Mereka menyadari bahwa saat ini adalah saat penting untuk memastikan keadilan dan keamanan bagi semua pihak yang terlibat.


Ayah Isabella, sebagai seorang ayah yang mencintai anaknya, merasa terpanggil untuk melakukan segala yang dia bisa untuk membebaskan Isabella dari masalah hukum yang dihadapinya. Dia berusaha mencari jalan keluar dengan berbagai cara.


Dia menyewa tim hukum terbaik dan bekerja sama dengan mereka untuk mengembangkan strategi yang kuat. Mereka memeriksa setiap rincian kasus dan mencari celah hukum yang bisa mereka manfaatkan.


"Kita harus memastikan bahwa setiap detil kasus ini telah diperiksa. Setiap bukti dan saksi harus dipersiapkan dengan rinci," ujar sang pengacara.


Pertemuan ruang rapat hukum tampak serius dan penuh perhatian. Ayah Isabella duduk di ujung meja, mengamati dengan tekun anggota tim hukum yang sedang membahas strategi kasus.


"Saya setuju. Kita tidak boleh melewatkan apa pun yang bisa menguntungkan kasus ini." Ayah Isabella berbicara dengan suara tegas khas para pejabat negara.


Mereka membahas setiap kemungkinan skenario dan mencari celah hukum yang dapat mereka manfaatkan untuk membela Isabella. Ayah Isabella memberikan pandangan dan masukan berharga berdasarkan pengetahuannya sebagai pejabat tinggi.


"Saudara, apakah Anda bisa memastikan bahwa pihak berwenang memperlakukan kasus ini dengan adil?" tanya pengacara keduanya.


"Saya akan berbicara dengan kolega-kolega saya di sistem hukum. Saya tidak akan membiarkan ada intervensi yang tidak sah dalam kasus ini." Ayah Isabella menjawab dan bersikeras dengan niatannya.


Dia merasa terbebani oleh tanggung jawabnya sebagai ayah, dan dia tahu bahwa dia harus melakukan segalanya yang dia bisa untuk membantu Isabella.


Saat mereka terus berdiskusi, keputusan-keputusan penting diambil, dan strategi kasus terus dikembangkan dengan tekun. Ayah Isabella memastikan bahwa tim hukum bekerja dengan efisien dan efektif, karena masa depan Isabella bergantung pada upaya bersama mereka.


Ayah Isabella juga memanfaatkan kedudukannya sebagai seorang pejabat tinggi untuk memastikan bahwa pihak berwenang memperlakukan kasus ini dengan adil. Dia berkomunikasi dengan koleganya di sistem hukum untuk memastikan bahwa proses berjalan dengan transparan dan sesuai dengan aturan.


'Bagaimanapun juga, aku tidak akan membiarkan Isabella berada di dalam penjara.'


Meskipun tujuannya adalah untuk membebaskan Isabella, dia juga menyadari pentingnya keadilan dalam kasus ini. Dia ingin memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil untuk membantu Isabella tidak akan membahayakan orang lain, terutama anak kecil yang menjadi korban Isabella, Reo.


Ayah Isabella terus berjuang dengan penuh tekad, berharap bahwa kebenaran akan terungkap dan keadilan akan terwujud dalam kasus ini. Dia berharap masa depan Isabella akan menjadi lebih baik, tanpa mempertaruhkan orang lain.

__ADS_1


***


Hari ini, sehari sebelum persidangan dilakukan. Ayah Isabella dengan sengaja bertemu dengan Roberto dan Ella. Pria berwibawa itu ingin membicarakan tentang cara yang damai sebagai keluarga.


"Roberto, Ella, saya memahami bahwa situasi ini sangat sulit bagi kita semua. Saya, ingin berbicara dengan tulus dari hati saya sebagai seorang ayah." Ayah Isabella mulai berbicara dengan wajah yang terlihat kekhawatiran.


"Apakah Anda berusaha untuk meminta kami menghentikan proses hukum ini?" tanya Roberto menebak. Ia memandang ayah Isabella dengan serius.


"Ya, itu benar. Saya berbicara sebagai seorang ayah, yang ingin melihat anak saya mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki hidupnya." Ayah Isabella membenarkan.


"Tapi bagaimana dengan keamanan anak saya, Reo? Saya, tidak bisa mengabaikan risiko yang mungkin dihadapi oleh anak saya kedepannya." Ella memberikan tanggapan dengan wajah was-was.


"Saya berjanji bahwa Isabella akan mendapatkan perawatan dan bimbingan yang ia butuhkan. Saya akan memastikan bahwa tidak ada bahaya yang akan dihadapi Reo, kedepannya." Ayah Isabella berusaha meyakinkan.


Tapi Roberto tampaknya masih ragu, begitu juga dengan Ella.


"Kami perlu memikirkan ini dengan hati-hati. Keamanan Reo adalah prioritas utama kami, saat ini." Roberto mendahului Ella yang mau membuka suara.


Hal ini juga berlaku untuknya, jadi ayah Isabella bersikap dan bertindak sangat hati-hati.


"Saya mengerti, Roberto. Saya akan melakukan segalanya untuk memastikan bahwa Reo aman. Selain itu, saya akan memastikan bahwa Anda, Ella, dan Reo akan hidup dalam kenyamanan finansial."


Ella berpikir sejenak, mendengar penjelasan dari orang tuanya Isabella. Ia tahu, salah satu pejabat negara ini ingin menyuapnya dengan iming-iming uang untuk kehidupannya bersama Reo kedepannya nanti.


"Ini adalah keputusan yang besar, dan kami perlu waktu untuk memikirkannya." Ella, tidak mau gegabah dalam memberikan jawaban.


Masing-masing dari mereka memiliki kepentingan yang kuat dan tantangan yang harus dihadapi. Keputusan akhir akan memengaruhi seluruh masa depan mereka, dan mereka harus mempertimbangkannya dengan hati-hati.


"Saya mengerti betapa sulitnya keputusan ini. Tapi saya ingin Anda tahu bahwa saya berkomitmen untuk memastikan bahwa Isabella mendapatkan bantuan yang dia butuhkan dan bahwa Reo akan tetap aman."

__ADS_1


Ayah Isabella berbicara lagi, seakan-akan sedang memahami dengan penuh pengertian situasi yang ada pada kasus anaknya yang menculik Reo.


"Kami akan mempertimbangkan tawaran ini dengan serius, Pak. Tapi, keamanan Reo adalah hal yang paling penting bagi kami."


Roberto juga menjawab dengan hati-hati, memikirkan setiap kata-kata yang keluar agar tepat untuk ayah Isabella.


Waktu yang cukup lama mengenal Isabella, tentu saja memberinya banyak pengalaman bagaimana harus bersikap dengan pria berkuasa ini. Apalagi, pria itu juga yang pernah membantunya saat masa-masa sulit beberapa waktu lalu.


"Baiklah. Saya menghormati keputusan kalian. Saya hanya ingin yang terbaik untuk Isabella dan bagi Anda semua," ujar ayah Isabella dengan wajah datar.


"Maaf," ucap Roberto menunduk.


"Tak apa, Roberto. Saya mengerti," sahut ayahnya Isabella.


"Tapi, saya juga minta maaf jika membela Isabella semampu saya. Dengan berbagai macam jalan, karena saya juga seorang ayah."


Pria Berkuasa itu, seakan-akan memberikan penjelasan tentang siapa dirinya. Bisa jadi, ini adalah sebuah ancaman yang tersirat.


"Tidak apa-apa, Pak. Saya mengerti, dan saya minta maaf jika tidak bisa memenuhi permintaan Bapak."


"Hm," sahut ayah Isabella.


Roberto, hanya mampu meminta maaf saat keadaan sulit seperti ini. Ia tahu, ayahnya Isabella bisa melakukan apa saja untuk membantu mantan kekasihnya. Tapi ia juga tidak ingin menyerah.


"Ok, kita bertemu besok di persidangan!"


Roberto dan Ella, hanya mengangguk saat ayah Isabella pamit. Mereka berdua tahu, besok adalah persidangan yang sulit dengan perlawanan yang sengit dari ayah Isabella demi sang anak tercintanya.


"Kamu tenang, ya! Aku, usahakan untuk tetap mempertahankan Reo."

__ADS_1


Ella mengangguk, meskipun dalam hati ada keraguan untuk ucapan Roberto.


'Apakah bisa, melawan pria berkuasa itu?' pikir Ella dalam hati.


__ADS_2