
Isabella bertemu dengan seseorang, yang juga terlibat dalam dunia hitam untuk membantunya melakukan rencana penculikan anak kecil.
"Kita harus menjalankan rencana ini dengan sangat hati-hati. Aku tidak bisa kehilangan anak kecil itu, kali ini." Isabella terlihat gelisah saat berbicara.
"Kita punya tim yang sangat terampil. Mereka tahu caranya bekerja, tanpa meninggalkan jejak." Orang itu mengangguk paham.
"Aku, tidak ingin mereka menyakiti Reo. Aku hanya ingin dia ada bersamaku, membuat Roberto merindukanku." Isabella marah, karena orang itu tidak mengerti maksudnya.
Orang itu sedikit bingung dengan keinginan Isabella, tapi sebisa mungkin menenangkan wanita tersebut.
"Kita akan menjalankan rencanamu sesuai instruksi. Tapi kamu tahu ini risiko besar, Isabella. Jika kita tertangkap ..."
"Aku siap menghadapi konsekuensinya, jadi jangan ragu. Aku tidak akan kalah lagi, tidak kali ini." Isabella menatap tajam orang tersebut.
Isabella, semakin terobsesi untuk membalas dendam kepada Roberto dan mendapatkan kembali perhatiannya, merencanakan tindakan yang sangat berbahaya, yaitu menculik Reo. Dia merasa bahwa dengan cara ini, dia bisa mendekati Roberto lagi dan membuatnya kembali padanya.
Isabella dan sekutunya merencanakan operasi penculikan yang rumit dan berbahaya. Mereka tahu bahwa langkah ini bisa merusak hidup banyak orang, tetapi Isabella sangat terobsesi dan dendamnya terhadap Roberto.
Isabella berencana untuk menyusup ke dalam kehidupan Ella dan Reo dengan cermat. Dia mencari tahu tentang rutinitas harian mereka, seperti jadwal bersekolah Reo dan kapan Ella pergi bekerja. Sebab kali ini, ia belum mendapatkan kepastian di mana Ella dan Reo berada.
Setelahnya, Isabella meminta orang tersebut untuk memantau Ella dan Reo dari kejauhan, mencatat waktu dan tempat di mana mereka sering berada. Isabella juga mengumpulkan informasi tentang teman-teman Reo dan orang-orang yang dekat dengan mereka.
"Tapi, di mana keberadaan mereka sekarang?" tanya seseorang itu, ingin tahu kejelasan dari tempat yang harus ia mulai.
"Aku, belum tahu pasti. Tapi tak lama lagi, aku pasti akan menemukannya dengan membuntuti Roberto terlebih dahulu."
Isabella menunggu momen yang tepat untuk menculik Reo. Dia akan memilih saat Ella sedang bekerja atau ketika Reo sedang bermain di taman. Dia ingin melakukannya dengan cepat dan tanpa jejak.
Tapi sebelum itu, ia akan meminta seseorang untuk memata-matai Roberto. Ia sangat yakin, bahwa Roberto pasti mengetahui di mana mereka berada saat ini.
Isabella dan sekutunya melanjutkan pembahasan mereka tentang rencana penculikan Reo.
"Baiklah, kita harus merinci rencana ini. Bagaimana kita akan mendekati Reo tanpa menimbulkan kecurigaan?" tanya orang tersebut.
__ADS_1
"Reo itu adalah seorang anak kecil yang cerdas. Kita harus menciptakan situasi di mana dia merasa nyaman dan aman, sebelum mengajaknya pergi." Isabella berpikir bahwa Reo, tak mudah untuk dibujuk.
"Hem, kalau begitu kita perlu menyusun rencana yang sangat terstruktur. Bagaimana dengan menggunakan wanita yang dia tidak kenal sebagai perantara? Wanita yang bisa mendekati Reo di taman atau tempat bermain, mungkin?" usul orang tersebut.
Isabella mengangguk-anggukkan kepalanya, mengerti maksud dari usulan tersebut. Ia juga yakin, jika itu bisa berhasil.
"Tapi kita harus memastikan bahwa perempuan itu tidak tahu apa-apa tentang identitas kita sebenarnya, jadi ia hanya orang lain yang tidak pernah mengetahui kita."
Orang itu mengangguk mengerti, maksud dari perkataan dan keinginan Isabella.
"Kita akan merekrut seseorang yang tidak ada hubungannya dengan kita, seperti penjual di jalanan atau ... pokoknya yang lain. Setelah Reo bersama mereka, kita akan mengambil langkah-langkah selanjutnya, sesuai dengan rencana."
"Dan ketika waktu yang tepat tiba, kita akan menghubungi Roberto. Aku akan memberinya ultimatum yang akan memaksanya kembali padaku, hehehe ..."
Isabella terkekeh kecil, setelah berpikir bahwa semua rencananya akan berhasil, padahal dilakukan saja belum.
"Ingatlah Nona, ini adalah langkah berbahaya. Kami juga perlu memiliki rencana pelarian yang sangat baik, jika sesuatu berjalan salah."
Orang itu mengingatkan, bahwa mereka harus memiliki rencana lain jika rencana mereka gagal.
Rencana penculikan Reo yang rumit dan berbahaya ini terus disusun dengan rinci oleh Isabella dan orang tersebut, menjadi sekutunya. Mereka sangat fokus pada tujuan mereka untuk membalas dendam kepada Roberto, dengan menculik Reo.
Setelah menculik Reo, Isabella merencanakan untuk menyembunyikannya di tempat yang aman, jauh dari pandangan semua orang. Dia pastikan akan berpindah-pindah tempat, demi mengaburkan pencarian untuk menghindari penemuan.
Setelah itu, Isabella akan mengirim pesan kepada Roberto, memberitahunya bahwa Reo dalam genggamannya. Dia akan menggunakan Reo sebagai alat untuk memaksa Roberto untuk kembali kepadanya.
"Aku, akan melakukannya dengan sebaik mungkin. Termasuk tempat-tempat yang dijadikan sebagai tempat pelarian, pertemuan maupun tempat yang terakhir."
"Ya, atur saja sesuai dengan yang kamu inginkan, Nona."
Dia akan mengatur pertemuan rahasia dengan Roberto untuk memberikan rincian bagaimana dia dapat mengembalikan Reo dengan satu syarat, yaitu Roberto harus meninggalkan Ella dan kembali padanya.
Rencana ini sangat berbahaya, dan jika Isabella melaksanakannya, itu bisa menjadi sesuatu yang bahaya bagi Reo dan semua orang yang terlibat.
__ADS_1
Isabella, yang semakin terobsesi dengan rencananya, memutuskan untuk melaksanakan rencana ini secepatnya. Dia akan menculik Reo pada suatu hari nanti, ketika Ella sedang bekerja dan Reo sendirian di dalam rumah.
"Sekarang, cari seseorang yang bisa membututi Roberto, setiap harinya."
"Tentu Nona, yang penting ada uang transport untuk mereka yang di lapangan."
"Ck, soal uang aja cepat!"
Tapi, meskipun berdecak, Isabella segera meraih ponselnya, mengetik sesuatu di layar tersebut kemudian menunjukkan hasil transfer di m-banking pada orang tersebut.
"Nih, sudah aku transfer sekian. Jadi, cepat lakukan pekerjaan!"
"Ok, Nona!"
Setelah dirasa cukup, Isabella pergi meninggalkan orang tersebut dengan memberikan penjelasan singkat mengenai kebiasaan Roberto dari pagi hingga malam.
"Lakukan sesuai dengan yang aku beritahu, dan hasilnya harus sesuai dengan yang aku harapkan!"
"Pasti, Nona. Tenang saja, dan Nona cukup terima beres!"
Tak lama setelah Isabella pergi, orang tersebut menghubungi seseorang yang akan dia pekerjakan.
Orang itu memberikan instruksi kemudian mengirim gambar dan beberapa pesan yang harus dilakukan oleh seseorang tersebut.
"Bagaimana, ada yang tidak jelas?" tanyanya kemudian, setelah selesai memberikan penjelasan.
"Cukup, Bos. T-api, jangan lupa uang bensinnya!"
"Hahaha ... tenang saja, ini jelas kakap. Uang sudah aku transfer ke rekeningmu, sisanya jika pekerjaanmu beres!"
"Ok, Bos!"
Klik!
__ADS_1
Senyum puas, terlukis di wajah orang tersebut. Dia tahu, pekerjaan ini tidak mudah. Tapi pekerjaan ini juga yang menghasilkan banyak uang, dengan waktu yang lebih cepat!