Cantik (The Queen Of Power)

Cantik (The Queen Of Power)
Cantik (Bab X) { Romi } 1


__ADS_3

Aku adalah Dave Alexander Guliver, sebenarnya itu bukan namaku sejak lahir. Namaku sebenarnya adalah romi, hanya itu yang aku ingat dan aku tidak ingat nama lengkap ku. Mungkin kalian mengira aku aneh karena tidak mengingat namaku, itu karena aku diculik saat umur 6 tahun. Yang aku ingat selain itu yaitu aku mempunyai saudari kembar dan adik yang masih dalam kandungan ibu. Saudari kembarku yaitu rosella, aku sering memanggilnya Little Berry. Alasannya ya ia sangat menyukai buah berry, khususnya strawberry. Seperti hal biasa pada anak kembar, kami pun sangat dekat dan juga tidak jarang kami bertengkar. Oh ya mungkin kalian berpikir kami ini pasti mirip satu sama lain. Kenyataan nya enggak, karena kami adalah anak kembar tidak identik.


Dan untuk orang tuaku, mereka lumayan kaya. Sampai kami pun ada pengasuh, dan inti permasalahannya. Aku dan rosella sedang di ajak ke taman. Pengasuh kami yang umurnya mungkin masih muda tanpa sepengetahuan orang tua kami saat menemani kami bermain di taman, ia tidak sepenuhnya menjaga kami. Pengasuh itu malah mengambil kesempatan untuk berpacaran, tentu saja kami yang masih anak bau kencur pasti main kemana aja. Saat tanpa sadar kami main jauh dari pengasuh, ada mobil yang mendekati kami. Lalu orang yang keluar dari mobil itu mencoba membawa kami. Aku menggigit orang yang membekap ku lalu memukul tepat alat kelamin nya. Setelah itu aku segera mencoba melepaskan rosella.


Memang berhasil rosella lepas hanya saja aku yang tertangkap. Rosella yang memandang ku seperti enggan pergi tapi aku menyuruhnya segera lari. Salah satu dari mereka mengejarnya, kemudian tak lama orang itu kembali. Aku sangat lega rosella berhasil melarikan diri. Mereka segera membawa ku kedalam mobil. Selama perjalanan mereka mencubit ku sebagai pelampiasan kekesalan mereka, aku hanya bisa menangis karena kesakitan. Mereka menyekapku disebuah rumah, dan tentu saja mereka tidak memperlakukan ku dengan baik. Walau tidak terlalu parah, setidaknya hanya sebatas memarahi dan mencubitku. Untung nya mereka masih memberiku makanan yang layak.


Sampai suatu hari mereka lengah, aku berhasil melarikan diri dari rumah itu. Hanya saja setelah itu, aku menyadari mereka membawa ku ke tempat yang sangat jauh. Aku pun menangis dijalan karena tidak harus apa. Hingga aku bertemu sepasang suami istri yang kelak menjadi orang tua angkat ku. Sepasang suami istri menghampiri ku karena iba. Mereka menanyakan kenapa ku menangis dan dimana orang tuaku. Aku sambil menangis menceritakan semua, lalu mereka menanyakan dimana aku tinggal. Tentu saja aku yang masih kecil tidak mengingat alamat rumah ku. Akhirnya mereka membawa ku ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian penculikan ku.


Hanya saja masalah nya saat ditanya identitas ku seperti namaku dan orang tua, alamat dan lain sebagainya. Yang aku bisa beritahukan hanya namaku romi, nama saudariku lalu untuk yang lainnya aku tidak mengingat nya. Dan ini menyulitkan penyelidikan sekaligus membawa ku pulang. Akhirnya sepasang suami istri itu memutuskan membawa ku ke rumah mereka. Mereka memperlakukan ku sangat baik seperti anak mereka. Mereka menghiburku berkata pasti aku akan bertemu dengan orang tua dan saudara ku lagi. Waktu pun berlalu hingga dua bulan, masih belum ada hasil penyelidikan karena minimnya informasi. Mereka khawatir dengan kedepannya aku bagaimana. Sehingga mereka akhirnya mengangkat ku sebagai anak. Karena aku tidak mengingat nama lengkap ku, mereka memutuskan memberi namaku Dave Alexander Guliver.


Sebenarnya aku baru mengetahui saat umur 15 tahun bahwa mereka gak bisa memiliki keturunan karena keduanya mandul. Seiring berjalannya waktu, aku juga menyadari bahwa orang tua angkat ku ini adalah miliarder. Ayah angkat ku adalah seorang CEO dan mempunyai saham di beberapa perusahaan. Sedangkan ibu angkat ku merupakan CEO disuatu perusahaan besar. Makanya mereka sangat mampu untuk membesarkan dilingkungan yang sangat baik. Bahkan mereka sangat memanjakan ku, walau tidak sepenuhnya memanjakan. Mereka mendidikku bahwa kekayaan mereka tidaklah abadi, dan juga bukan sesuatu yang dibanggakan.


Kesederhanaan adalah konsep yang mereka terapkan, walau rumahnya sangat mewah. Karena menurut mereka kalau mereka bermewah-mewah, akan mengundang bahaya. Mereka juga mengajarkan ku untuk tidak sombong, karena sifat sombong merupakan hal yang norak. Kejujuran pun juga diajarkan kepada ku, tapi mereka mengatakan kebohongan kadang ada perlunya dipakai. Hanya saja itu lebih baik mengutamakan kejujuran. Dan masih banyak lagi yang mereka ajarkan kepada ku, termasuk menghadapi perjalanan kehidupan di dunia yang sulit ini.

__ADS_1


Hingga saat aku berumur 17 tahun, waktu aku kelas 11. Orang tua angkat memberitahu ku tentang keluarga ku. Sebenarnya penyelidikan di polisi belum membuahkan hasil, hingga mereka pun menyewa detektif swasta. Sayangnya rumah keluarga ku telah pindah delapan tahun yang lalu. Aku pun menyerah untuk mencari keluarga ku, walau mereka tetap ingin mencari nya, aku tidak ingin merepotkan mereka. Jadi aku memutuskan untuk melanjutkan kehidupan ku. Ada saat nya aku melupakan kehidupan ku yang dulu, namun saat menjelang tidur aku keluargaku yang tanpa sadar membuat air mata mengalir. Sampai tak terasa waktu berlalu, aku sebentar lagi akan lulus sekolah SMA.


" Dave apa rencana mu kedepannya?" tanya ayah angkat ku. "Mungkin aku kuliah sambil kerja ayah" jawabku. "Bukankah itu terlalu berat nak? Ayah dan ibu kan sangat sangat mampu menguliahkan mu. Bahkan kalau kamu ingin kuliah di luar negeri pun bisa." kata ibu angkat ku bergabung dengan kami di ruang keluarga. " Apa yang dikatakan ibumu benar nak, kuliah sambil kerja itu sangat sulit." kata ayah angkat ku. " Bukan begitu bu, ayah, jika lulusan kuliah tanpa pengalaman kerja itu akan sulit juga. Karena dari yang terbiasa hanya belajar saja, jika kerja nanti akan kebingungan. Pasti akan belajar lagi kerjaan nya gimana." jelasku. Orang tua angkat ku terdiam sejenak memikirkan perkataan ku.


"Baiklah sepertinya kamu benar. Kalau gitu lakukanlah kalau itu mau mu. Hhhmm.. memang pekerjaan atau kuliah apa yang kamu inginkan?" tanya ayah angkat ku. "Aku ingin jurusan teknik komputer, karena aku ingin jadi IT" kataku. "Sepertinya minatmu pada komputer masih sama sejak SMP dave. Kalau begitu kau ingin kerja di perusahaan mana? Salah satu perusahaan tempat ayahmu atu yang saham ayahmu investasi disana, atau diperusahaan tempat ibu ?" tanya ibu angkat ku. "Ibu, perusahaan tempat ibu kan juga salah satu yang ayah investasi juga." kataku. "Yaudah, intinya kamu mau kerja dimana?" tanya ibu angkatku. Entah kenapa pandangan mata mereka seperti berharap diantara mereka dipilih.


"Itu perusahaan tempat senior ku kerja kebetulan mereka ada lowongan kerja" kataku, wajah orang tua angkat ku terlihat kecewa. "Mengapa kamu tidak memilih yang disebutkan ibumu?" tanya ayah angkat ku. "Karena aku ingin memulai dari 0, bukan dari koneksi dalam" jelasku. "Baiklah kalau begitu, lalu kamu ingin kuliah dimana?"tanya ayah angkat ku. Aku menyodorkan brosur kampus Mak Lampir. "Kampus apa ini? Kampus abal-abal ya?" tanya ayah angkat ku. " Bukan ayah, mana mungkin sih aku milih kampus kayak gitu." jawabku. "Baiklah aku jelaskan kenapa aku milih itu. Pertama itu lumayan dekat dengan rumah kita. Kedua aku bisa bersosialisasi dengan siapa saja, karena aku agak bosan berteman dengan ya seperti kayak kita. Jujur ayah, ibu, aku bosan dengan pembahasan mereka yang memikirkan jalan kemana, barang yang dipakai apa, pacaran lah dan lain sebagainya." Jelasku.


"Hahahaha... sepertinya anak kita telah dewasa." aku hanya tersenyum mendengar perkataan ayah angkat ku. "Iya, padahal seingat ibu kamu itu masih sangat kecil." kata ibu angkat ku. "Baiklah, kalau gitu ayah menyetujui nya. Tapi dengan satu syarat, walau kamu sudah kerja semua berkaitan dengan kuliahmu kami yang mengurus nya." kata ayah angkat ku. "Baiklah " kalau ayah angkat sudah mengatakan itu maka gak bisa ditolak. Singkatnya setelah lulus, kebetulan aku diterima diperusahaan itu dibagian IT. Dan aku telah di daftarkan oleh ayahku disana, yang mengejutkan ia langsung lunas membayar 8 semester. Ayah pun berkata " Uang segitu lebih kecil dari pas kamu daftar SMA jadi biar gak ribet langsung saja lunas 8 semester" aku hanya menghela nafas mendengar nya.


Namun ada yang menarik saat aku semester 5, ternyata juniorku pas SMA yaitu kirana dan kevin ternyata mulai ngampus. Hal itu membuat ku heran, karena mereka kan orang kaya tapi mengapa kuliah disini? Kalau Kirana aku gak heran soalnya ada kevin, tapi kevin itu sungguh menjadi sebuah pertanyaan. Kirana kadang beberapa mencoba akrab, walau ya percuma karena aku udah tau topeng nya atau bisa dibilang kirana itu wanita berbahaya. Kalau kevin sama seperti SMA dia masa bodo amat denganku. "Humas dapet tugas ya pastiin jangan ada yang keluar kampus sebelum pemilihan selesai." kata tina, aku pun hanya mengiyakan. Sebenarnya aku agak heran kenapa maksa sih, kan ini juga bukan pemilu.


"Mau kemana dave?" tanya kiki, "ya keluar aja bentar, sumpek nunggu disini" kataku keluar. Aku keluar gedung lalu melihat langit dan menghela nafas. "Kyaa.." suara pekikan kecil itu sedikit mengejutkan ku. Aku mencari sumber suara itu, kulihat disebuah balkon ada seorang mahasiswi. Dan ia melihat pohon, ku fokuskan penglihatan ku untuk melihat ada apa. Ternyata ada yang mau kabur lewat pohon, "wah wanita itu pasti udah gila." aku pun diam-diam memperhatikan nya. Wanita itu berhasil turun, wajahnya terlihat... tunggu dulu, bukankah itu rosella? Walau badannya berisi dan berjerawat, hanya saja wajahnya masih sama. Perasaan senang menyelimuti diriku yang akhirnya menemukannya. Ternyata sifat ke bar bar an nya masih sejak kecil.

__ADS_1


Aku segera menghentikan nya sebelum kehilangan dia, "berhenti!!" tanpa menoleh ia berlari. "Astaga anak ini" aku pun lari mengejar nya, ternyata larinya makin cepat aja. Hingga beberapa lama, aku lihat ia berhenti mungkin merasa aku sudah tidak mengejar nya. Aku tidak menyiakan kesempatan ini, aku pun segera menangkap nya. "Akhirnya ketangkap" aku pun mengatur nafasku sejenak dengan masih memegang tangannya agar tidak kabur. "Ayo kembali ke kampus" lalu aku membawa nya alias memegang tangan nya untuk kembali ke kampus. Memegang tangan nya rasanya seperti kembali ke masa lalu, kami berpegangan tangan saat ke taman. "Aakkhh.." tiba-tiba tangan ku dipelintir olehnya, lalu kembali lari lagi. "Astaga .." segera kukejar, hanya saja kebetulan ada angkot lewat ia pun naik angkot itu. Aku pun hanya memandang nya, "Little Berry kamu ini semakin bar-bar ya".


Aku pun memutuskan untuk kembali ke kampus. "Dave habis darimana kamu? lama amat, keringatan lagi." tanya rafael. "Bukan urusan mu" jawabku judes, "oh ya percuma kita jaga kalau masih ada yang kabur" tanpa sadar aku keceplosan. "Siapa kak dave?" tanya tina, "gak tau, udah ya aku pergi dulu ada urusan." aku segera ke ruang administrasi kampus. Dan aku menanyakan apakah ada yang bernama rosella dikampus? Dan ternyata ada, hhmm..ternyata dia semester 3 .Ia satu angkatan plus jurusan sama kevin dan kirana. Sayang sekali aku udah semester akhir, tapi kenapa semester ini. Harusnya kan sama kayak aku, apa yang terjadi ?


Esoknya aku memutuskan untuk langsung bertemu dengannya, berpura-pura seperti pria mendekati nya. Kenapa aku gak bilang langsung aku adalah saudara kembarnya? Karena kemungkinan besar ia tidak percaya. Saat aku ke kelasnya, rosella sedang tiduran mungkin ia mengantuk. "Permisi, saya mau mencari seorang gadis cantik yang menarik" namun perkataan ku ternyata tidak membuat nya bergeming. Justru malah si uler yang nanggepin, aku pun menghampirinya. Setelah tidak ada respon juga, aku pun mencoba menjahilinya. Ya memang akhirnya ia jadi kesel, namun aku sadar wajahnya sangat pucat. Badannya hampir kehilangan keseimbangan, aku yang khawatir diam-diam mengikuti nya ternyata ia ke toilet.


Aku bisa mendengar ia sepertinya muntah, aku mendengar nya sangat khawatir. Apa yang terjadi setelah aku diculik? Setauku rosella mempunyai daya tahan tubuh kuat kalau gak salah ingat. Melihat ia sakit lemas kayak gini, benar-benar membuatku sedih. Ku lihat teman nya ke toilet menghampiri rosella. Setelah keluar dari toilet, aku menawarkan untuk mengantar pulang. Namun disela oleh kevin, ternyata ada serangga yang mendekati adikku. Untung nya rosella menolak nya, memang seharusnya kamu jangan menerima ajakan pria mengantar pulang. "Jangan sekali-kali kak dave mendekati nya" Hooh..serangga ini sekarang sedang mengancamku rupanya.


"Bagaimana kalau aku tidak mau? Memang nya kau siapa? Pacarnya? Aahh.. jangan-jangan friendzone ya hahaha.." kulihat muka kevin memerah, terlihat sekali dia sangat marah dengan ku. "Atau kau belum mengatakan perasaan mu? pria apa yang pengecut seperti itu" kataku, lalu menepuk pundaknya. Little berry tidak cocok dengannya seorang pria macam seperti kevin. Aku ini pandai menilai orang, dia ada satu sifat tersembunyi nya. Aku tidak tau apakah itu buruk atau baik. Yang pasti jika benar dia tulus dengan rosella, ia harus berusaha 100 kali lipat lagi agar dapat restu ku.


Esoknya aku terkejut mendengar kevin jadian dengan rosella. Aku hanya tersenyum kecil mendengar nya, ""Kalau pacar memang nya kenapa? Belum suami juga kan, kan pacaran juga belum tentu nikah" kataku dengan sengaja memancing amarahnya. "Perasaan manusia kan bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Dan aku yakin kalau aku bisa mengikis perasaan itu." kataku. "Oohh.." kata rosella, setelah itu ia pergi dengan kevin. Anak nakal berani nya dengan kakakmu ini. Dan kevin entah kenapa aku jadi semakin tidak suka dengannya.


Aku memutuskan untuk mengganggu saudariku ini. Aku tidak peduli dianggap super buaya darat penggoda atau sebagai nya. Hingga suatu hari, aku tidak sengaja mendengar percakapan antara kirana dan rosella disaat aku ingin mengejutkan nya. Aku memang tidak terkejut lagi dengan sifat kirana, tapi melihat dia mengganggu rosella. Tidak akan pernah kubiarkan, beraninya gadis seperti dia mengganggu saudariku. Setelah kurasa rosella sudah keluar dari ruangan, aku keluar dari persembunyianku. "Kak dave sejak kapan kakak disitu?" tanya kirana terkejut melihat ku ada disini. "Kenapa? Takut muka asli ketahuan? Saya sudah lama tau, jadi jangan khawatir." lalu ku berjalan menghampiri nya.

__ADS_1


"Aku gak peduli kamu tukang cari muka atau bermuka dua atau ular atau lainnya. Yang pasti jangan pernah kau mengusik rosella" kataku menatapnya dengan tajam. "Jika kau masih mengusiknya, kau akan tau akibatnya" kataku dengan nada mengancam. "Memangnya apa yang akan kak dave lakukan?" tanya kirana menantang. Aku tidak percaya ada manusia seperti ini, " kau putri direktur perusahaan Giga Corp?" tanyaku. "Tentu saja" kata kirana dengan percaya diri. "Ciihh..cuma segitu aja. Kau tau ayahku adalah salah seorang pemegang saham terbesar di perusahaan ayahmu itu?" kulihat mukanya sangat terkejut. "Aku bisa saja meminta ayahku untuk menarik investasi nya dari perusahaan ayahmu. Jadi jika aku mengetahui sekali saja kau menyentuh rosella bahkan seujung rambut pun." Lalu aku mendekati nya untuk membisik "Bersiaplah perusahaan ayahmu menghadapi krisis perusahaan." setelah itu aku pergi meninggalkan nya. Sekarang harus nya ia tahu posisinya, dan tidak boleh melewati batasnya.


__ADS_2