
Aku masih termenung atas kematian pak David. Aku masih ingat tatapannya saat membicarakan tentang makalah ku tadi. Kepalaku benar-benar pusing memikirkan ini. "Sella kamu tidak apa-apa ?" tanya Vika dengan khawatir. " Lalu bagaimana menurut mu bagaimana aku terlihat ?" ia menggaruk kepalanya dengan bingung tidak tau harus merespon apa. "Btw kamu bukannya tadi pulang?" sebelum aku ke pak david, ia pamit duluan pulang. "Ah itu..Kevin telepon. Dia bilang kamu shock atas kematian pak david, dan katanya kamu nge blank."
Sebelum vika datang memang kevin menemaniku, ia memang mengajak ku bicara untuk menenangkan ku. Pikiranku benar benar kacau, semua perasaan seperti teraduk-aduk. Karena itu aku memutuskan untuk tidak merespon nya dan membiarkan diriku tenang. " Sella aku antar kamu pulang ya? Karena kondisi kamu shock begini, bahaya kalau naik angkutan umum." "Baiklah" aku menjawab lemah. selama perjalanan kami hanya diam. Bayangan tentang pak david yang berbicara masih terbayang olehku.
"Vika, kalau kamu jadi aku. Orang yang baru saja berbicara menasehatimu, 5 menit setelah kamu berbicara dengannya ia meninggal. Bagaimana perasaan mu?" tanyaku. "Ya tentu aku shock juga, apalagi dia dosen yang baik. Pasti aku sedih banget." Ia terdiam sebentar lalu melanjutkan nya"Jika itu orang yang baik saja mungkin kita tidak akan kehilangan. Tapi jika orang itu sangat baik dan perhatian hampir seperti orang tua sendiri, kita akan kehilangan banget. Jadi gak cuma kamu yang kehilangan, tapi yang lain juga." Apa yang dikatakan vika memang benar, pak david ia benar benar tulus dalam mengajar. Semoga ia tenang di alam sana.
Sesampainya dirumah aku segera makan, lalu segera mandi. Setelah mandi dan berpakaian pasti nya, kulihat diriku dikaca. Jerawat ku mulai memerah, mungkin karena stress. "Haahh.. jika dibandingkan kirana aku emang bukan apa apa" seketika pikiran ku kosong. Lalu aku sadar apa yang aku pikirkan, "Aiisshh.. kenapa tiba-tiba aku bandingin diriku dengan kirana? Aargghh.. seperti nya aku benar-benar gila!!" Kuhempaskan diriku ke kasur dan kupejamkan mataku.
Tiba-tiba terdengar lagu summer rain gfriend, itu dering hpku. Dan kulihat kevin yang menelepon ku. Aku tidak mengangkat nya, hanya ku biarkan saja. Saat ia menelepon ke dua kalinya, aku memutuskan untuk mengangkat nya. "Halo sella" aku sempat terdiam mendengar suaranya. "Halo, ada apa?", "bagaimana keadaan mu sekarang?" suaranya terdengar khawatir. Sampai dalam hati aku bertanya-tanya apakah ia benar-benar mengkhawatirkan ku? "Entahlah aku tidak tau" terdengar suara helaan nafasnya.
Lalu kami terdiam beberapa saat, "aahh..Kya eumm" aku sangat terkejut ia tiba-tiba mengeluarkan suara aegyo. "Hahahaha... apa-apaan kamu ini"aku tidak bisa menahan tawaku. " Apakah sekalang lebih baik?"dengan masih suara aegyo. Tawaku semakin pecah, "Astaga, udah geli jadinya" aku yakin 100% dia pasti malu banget setelah melakukan itu. "Terimakasih", "Iya sama sama, aku harap kamu tidak terlalu kepikiran atas kejadian tadi" perkataan nya membuat ku tenang.
"Iya" jawabku dengan singkat, setelah kami mengobrol dengan santai seperti biasanya. Berbagai macam yang kita bahas, sampai tidak terasa sudah 2 jam kami teleponan. "Kev, udah dulu ya, udah jam 11 lewat nih. Nanti kalau ketauan ortu masih telepon an, bisa kena omel aku." "Yaudah, good night yaaa..", good night too" entah kenapa setelah berbicara dengannya perasaanku jauh lebih tenang. Aku sangat beruntung mempunyai teman dekat seperti dia. Tring..tring.. ada notif dari grup wa kampus, dan itu pemberitahuan meninggal nya pak david.
Dan penyebab kematian nya adalah komplikasi diabetes melitus. Memang yang aku dengar kalau pak david menderita diabetes, tapi aku gak tau jika ia komplikasi. Malangnya pak david, apa karena sibuk jadi ia tidak sempat merawat kesehatan nya? Semoga ia tenang di alam sana, dan kebaikan dia tidak akan lupa kan walau sudah tidak ada di dunia ini lagi. Ku lihat lagi banyak notif dari grup, mungkin mereka membahas pak david.
Esoknya hari minggu, di grup masih ramai membahas pak david. Banyak mahasiswa/i yang akan datang melayat, kecuali aku. Bukan karena males, hanya saja aku takut melihat orang meninggal. Membayangkannya membuatku keringat dingin, entah kenapa sejak kecil aku kayak gini. Walau jujur aku merasa gak enak karena tidak melayat. Hanya saja rasa gak enakku tidak sebesar rasa takutku. "Maaf pak aku gak bisa melayat" setelah itu aku hanya bisa menghela nafas.
Tring..tring.. kulihat hpku, dan ada chat dari grup SMK aku dulu. "Reuni? Hari ini?" salah satu teman SMK ku mengajak reunian. Dan sepertinya banyak yang akan datang. "Haaahh.. seperti nya aku tidak usah datang aja mungkin." Kulihat diriku dicermin, apakah aku harus datang? Jujur aku sedikit takut, kalau mereka akan seperti yang lain. Tapi dilain sisi aku ingin bertemu teman dekat SMK ku juga, karena sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Sebenarnya menurutku mungkin lebih baik teman-teman smkku dibandingkan teman-teman kampus.
Karena mereka tidak menyinggung penampilan ku. Walau aku tau sudah lama aku tidak bertemu mereka, tapi aku yakin mereka tidak berubah. Sebenarnya masih ada perasaan takut kalau mereka berubah " tidak rosella, jangan berpikir negatif" aku berusaha meyakinkan diriku dan memutuskan untuk ikut reuni. Kuambil baju kaosku dan celana jeansku, lalu segera mandi dan berpakaian. Ku ikat rambutku seperti biasanya. "Haahh...entah kenapa diriku masih kusam aja" kalau boleh jujur aku sedikit kesal dengan penampilan ku.
Setelah 3 jam 45 menit 25 detik kemudian, aku sampai di cafe tempat reuni. Dan dari jendela cafe aku bisa melihat mereka semua sedang berkumpul. Dan aku benar-benar gugup melihat penampilan mereka yang trendi. Setelah bersiap diri, aku pun masuk ke cafe. "Hai..Rosella, akhirnya datang juga" wina menyambut ku, ia adalah sahabat ku di SMK. Lalu ia bergeser, untuk memberiku tempat duduk. " Rosella gimana kabarmu sekarang?" tanya nila, dia lumayan dekat sih denganku. Nila sangat ramah dan berteman dengan siapa saja, itulah mengapa ia sangat populer.
Selain itu, ia juga lumayan cantik walaupun kulit nya berwarna sawo matang. "Iya lumayan baik" jawabku dengan singkat. "Rosella kamu tau gak kalau raina udah jadi model?" tanya doni. "Iya tau kok, kamu kalau gak salah satu agensi sama Kirana kan?" tanyaku, aku tau raina sangat cantik. Bahkan dia jadi idola saat sekolah SMK, entah ini kebetulan atau enggak dia satu agensi sama kirana sang idola kampus. Raina terkejut mendengar nya" Kamu tau kirana?" tanyanya balik. Aku mengangguk mengiyakan, "Bagaimana kamu tau? Dia baru saja masuk di agensi" tanyanya balik kepada ku.
__ADS_1
Duuhh..aku lupa kalau Kirana baru masuk agensi itu. Kabar kirana masuk agensi Starlight sebagai model sudah tersebar luas di kampus 3 hari lalu. Tentu ia beda dengan raina yang sudah debut selama 4 bulan, dan menjadi model beberapa produk. Kirana yang baru saja masuk pasti belum terkenal. "Ah, itu Kirana satu kampus denganku. Dan kabar ia masuk agensi Starlight udah tersebar dikampus" jawabku. "Kalau begitu orang bernama Kirana itu seperti apa?" tanya lisa dengan muka yang sangat penasaran.
" Ia sangat cantik, dan populer dikampus" jawabku menjelaskan. " Ini orang nya " raina memperlihatkan foto ia dengan kirana. Teman-teman smkku sangat kagum dengan kecantikan Kirana. "Kayaknya dia bakal terkenal saat debut" kata dita. Yang lain mengangguk setuju, " Iya, bahkan aku terkejut melihat kecantikan nya saat dikenalkan."tambah raina menjelaskan. Dan perbincangan itu penuh dengan membahas Kirana. Entah kenapa firasat ku tidak enak, saat pembicaraan ini berlanjut.
Selagi mereka berbincang, aku memutuskan memanggil pelayan untuk memesan minuman. Yang lain pun juga ikut memesan minuman dan juga ada yang memesan makanan. Bahkan saat pesanan telah diantar pelayan, perbincangan mereka masih sekitar raina dan kirana. Dan beberapa ada yang membandingkan raina dan kirana, yang membuat raina mulai kesal karena dibandingkan. Aku dan Wina hanya diam menikmati minuman yang kami pesan. Yang aku pesan adalah jus strawberry, menurut ku lumayan enak juga.
"Oh ya Ros, kalau dilihat kamu lebih cantik dari kirana" aku tersedak mendengar celetukan Leto. Sesaat pembicaraan hening seketika, dan mereka menjadi memperhatikanku. Aku merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi ini." Iya benar, kalau dilihat kamu lebih cantik dari kirana kalau kamu urus penampilan" kata raina ikut menambah kan sambil memperhatikan ku. "Kalian apaan sih ! kok tiba-tiba aku dikaitkan?"jawabku dengan sedikit kesal. Aku daritadi diam langsung dikaitkan, membuat moodku jadi sangat buruk.
"Emang benar kok, kamu ini juga cantik. Coba deh kamu perawatan, dan urus penampilan kamu. Pasti kamu lebih cantik dari kirana." kata dita menambah kan. Yang lain membenarkan, dan mereka kecuali Wina(Karena hanya dia yang tau betul betapa stress nya aku jika berkaitan dengan ini) pun mulai menceramahi ku agar merawat wajah dan badanku, dan lain sebagainya. Mungkin karena sangat tidak nyaman dan aku juga ingin buang air kecil, jadi aku permisi ke toilet .
"Haaahh..lega rasanya" ya setidaknya di toilet aku mendapat ketenangan. Mungkin aku dihukum bukannya ngelayat, malah main reuni. Tapi dipikir-pikir gak ngelayat kan bukan dosa. Tau ah, hari ini sial banget bisa ada topik kayak gini. Kalau tau gini harusnya aku jangan sebut kirana. Setelah selesai dengan urusan panggilan alam, aku segera mencuci tangan ku. Mungkin karena kebanyakan pikiran, aku semakin cepat gerakan cuci tangan ku. Sampai aku sadar tanganku mulai perih. "Aiisshh.." aku menyudahi cuci tanganku dan bergegas kembali.
"Wina kamu nasehatin ke temanmu itu biar jaga penampilan" kata nila. Sebenarnya jarak dinding mau ke toilet dengan tempat duduk sangat dekat. Sehingga sebelum aku ke tempat mereka, dibalik dinding pun aku bisa dengar perkataan mereka. Aku memutuskan diam dan mendengarkan apa yang mereka katakan lagi."Kalian apaan sih! Kan itu terserah dia, udahlah jangan bahas itu" bales wina. Dia memang yang paling ngerti keadaanku, terbaik lah kamu.
"Kita kan gini karena ini juga demi kebaikan rosella" wina diam mendengar nya. Karena ia tidak tau harus berkata apalagi, karena jika ia terus ngomong bisa-bisa ia keceplosan tentang tertekan nya aku. Memang bukan masalah besar sih kalau dia keceplosan, hanya saja aku memang meminta nya untuk tidak membicarakan apa yang membuat stress karena aku tau mereka mungkin tidak akan bersimpati kepada ku, mereka akan terus memberi nasihat kepadaku sampai aku mengikuti keinginan mereka.
" Semuanya saya pamit pulang dulu ya, tadi aku dapet telepon disuruh pulang sama ortu" setelah mengatakan itu aku menaruh uang buat pesenanku, lalu mengambil tasku yang kutitipkan di wina. Lalu keluar dari cafe, "Ros?" ternyata wina menyusulku. Aku segera memeluknya, "terimakasih wina" ia menghela nafas " Mereka benar benar keterlaluan" katanya dengan kesal. "Udahlah kita lupakan saja, daripada kita makin kesel. Dan mungkin aku dihukum karena aku bukannya ngelayat malah reunian" kataku sambil nyengir.
"Ada-ada aja kamu ini, gak ngelayat kan gak dosa" kata wina. "Oh ya kamu langsung pulang?" tanya wina. "Enggak kayaknya, kalau lagi gak mood gini pengen ke ropang gabut sih" ya memang tadi juga aku cuma mesen minum dan juga aku lagi lapar. "Ropang yang pernah kamu lumayan sering kesana?" tanya wina. "Iya"jawabku, "Kalau gitu aku ikut dah sela, jadi penasaran" kebetulan ia membawa motor jadi kita langsung pergi kesana.
Selama perjalanan kami berbincang tentang saat kami masih SMK. Banyak hal yang kita bicarakan, dari awal kita ketemu. Lalu tentang tingkah kita yang konyol. Apalagi saat kelas dua, waktu itu saat pelajaran sedang kosong. Kami bermain truth or dare, dan yang kena adalah wina. Ia memilih dare, tantangannya itu harus nyanyi dan nari di depan kelas. " Masih ingat banget dulu kamu nyanyi dan nari lagu Miss a judulnya only you" kataku dengan geli mengingat itu.
"Memang rese yang buat dare itu" jawabnya dengan kesal. Yang membuat dare untuk nya adalah aku, makanya dia kesel saat aku membahas nya. Tanpa terasa kami sudah sampai di ropang gabut. "Eehh..maaf"aku hampir bertabrakan dengan orang yang mau masuk ke ropang gabung. Seorang pria dengan wajah memakai topi dan masker hitam. Ia membawa tas laptop, tadi aku hampir menabrak nya saat aku jalan sambil mengobrol. "Iya tidak apa apa" jawabnya.
Lalu ia masuk, "kamu hati hati dong sela" kata wina aku hanya menyengir. Aku lihat pria itu ke lantai dua, aku berharap dia tidak ke meja favoritku. Karena di meja itu ada stopkontak, ditambah posisi tengah nya itu posisi pas melihat pemandangan. Memang ini berada di pinggir jalan, dan tidak ada pemandangan alam/taman. Hanya saja jika sore menjelang malam, entah karena posisi ropang nya pemandangan matahari terbenam nya sangat indah begitu juga dengan nuansa malam jalannya.
__ADS_1
Itulah mengapa meja yang dikatakan favorit ku itu sangat pas, dan juga itu menjadi meja inceran orang-orang juga. Ok begitu penjelasan ku lanjut dengan orang tadi. Untung nya saat dilantai dua, dia memilih meja dibelakang meja favoritku. Posisi ia membelakangi kami, dan ia mulai mengeluarkan laptop nya. Dan aku segera menarik wina untuk duduk di meja itu. Aku duduk di kursi dekat orang tadi( Jadi saling membelakangi) dan temanku duduk dihadapan ku. "Tara..ini adalah meja favoritku disini" wina menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkahku.
"Kamu ini ada ada aja" aku hanya nyengir menanggapi nya. "Kamu mau pesan apa?" tanyaku sembari menatap kertas menu. " Kalau kamu sendiri apa ?" tanya balik wina. "Hhhmm..kalau aku sih biasanya makan mie jumbo goreng dengan telur setengah matang dan minumannya lemon tea" jawabku. " Emang kamu habis?" tanya wina keheranan, aku mengangguk mengiyakan. "Lagipula kalau satu kan dikit, biasalah porsi mie instan biasa. Jadi gak sebanyak kamu kira." wina mengangguk mengerti penjelasan ku." Kalau gitu samain aja deh cuma aku yang kuah".
Setelah itu kami memencet bel untuk memanggil pelayan untuk memesan pesanan kami. Dan kebetulan juga, pria yang duduk dibelakang ku juga memesan makanan. Entah kenapa aku sangat penasaran dengan pria dibelakang ku. Jujur dari perawakannya mirip anggota member running man(acara variety show korea). Coba aku ingat lagi tentang penampilan pria itu( karena aku tidak mungkin bangkit dari tempat duduk dan ketempat nya untuk melihat). Mungkin seperti campuran Kim jong kook dengan lee kwang soo?
Tapi tidak mirip sampai 50 persen, walau mukanya tertutup oleh topi dan masker aku merasa dia agak mirip yang se chan. Mungkin juga tidak, dan aku mefokuskan pikiran ku. Tingginya mungkin hampir sekitar 190 dan badannya lumayan berotot, itulah mengapa aku mengatakan ia campuran kjk dan lks. Dan wajahnya, aku benar-benar penasaran. "Astaga.. apa yang kupikirkan" aku menggelengkan kepala ku mengenyahkan ke kepoan yang tidak diperlukan. Bisa-bisanya aku penasaran dengan pria dibelakang ku.
"Memangnya apa yang kamu pikirkan?" tanya wina dengan wajah yang sangat penasaran. Aku benar-benar lupa ada wina didepan ku, aku hanya mengangkat bahuku. "Apakah orang itu?" tebak wina, jangan bilang orang itu dia maksud pria dibelakang ku. Sangat memalukan kalau sampai terdengar olehnya. "Orang itu siapa ya?"tanyaku sedikit gugup. Dia mendekat kepadaku lalu dengan nada sedikit berbisik, "Kevin..." aku menghela nafas lega ternyata kevin yang dimaksud nya.
"Oh jadi bukan dia?" tanya wina setelah melihat respon ku. "Ah..itu, hmm...aku lagi memikirkan orang pertama yang dulu aku suka" jawabku. "Yaelah.. belum move on kamu? gila awet banget dari smp." aku hanya menghela nafas, ngapain juga aku tiba-tiba bahas orang itu. " Udahlah..gak usah bahas." kataku. Saat wina mau membahas nya lebih lanjut lagi, pesanan kami sudah tiba. Dan kami segera makan, "lumayan juga" kata wina sambil makan. " Ya iyalah lumayan, ini juga kan mie instan" balesku.
"Oh ya sela, kamu sering kesini sama Kevin?" pertanyaan wina membuat ku sedikit tersedak. "Kalau aku sendiri ya lumayan sering, tapi kalau sama kevin gak terlalu sering sih. Paling.." aku mencoba menghitung berapa kali aku pernah kesini bersama kevin." Mungkin cuma 5 kali" jawabku. "Lagipula kamu kenapa tanya itu dah?" tanyaku. " Yaaa.. penasaran aja. Kamu ini kan susah sekali dekat sama cowok" jawabnya" Cuma dekat secara chat kok. Waktu kesini, dua kali waktu kerja kelompok. Sekali pas gak sengaja dia mau makan bareng yang lain, aku lagi disini sama vika. Dua kali secara pribadi, biasanya saat kita habis bareng ngerjain tugas" jelasku.
"Ngobrol pribadi saat dikampus ? Atau main kemana gitu?" aku menggelengkan. "Kok kalian aneh sih?" tanya wina, "entahlah, lagipula aku jadi teman dekatnya aja aku gak berani. Cukup chat aja" jawabku. "Sela, kamu coba move on kek. Buka hati kamu untuk yang lainnya. Kalau kayak gini terus nanti kamu sakit loh. Tapi kamu yakin kalian gak ada sesuatu sedikit pun?" aku terdiam sebentar lalu menghela nafas. "Wina, aku dan kevin cuma teman dekat secara chat. Lagipula mana mungkin Kevin tertarik sama aku. Liat aku wina, apakah mungkin dia tertarik sama aku? Sementara banyak wanita cantik disana seperti Kirana."
"Lagipula dibandingkan dengan ku, kevin lebih banyak menghabiskan waktu dengan kirana mana ada dia bisa tertarik denganku." jelasku lebih lanjut. Tiba-tiba wina menjentikkan jarinya kepada ku. " Sela, maaf bukannya aku sok tau. Tapi sepertinya kamu mulai ada perasaan ke dia." aku menggeleng kan kepala. "Dibilang enggak iihh.."jawabku sedikit kesal. " Kalau enggak, darimana kamu tau kalau dia menghabiskan waktu dengan kirana? Dan juga tadi kamu minder atas penampilan mu, juga kamu menyebut kan nama kirana dua kali aku merasakan sedikit ada nada kecemburuan."
Sebenarnya aku ingin menyanggah lagi, hanya saja seperti tertahan sesuatu. Dan itu membuat ku terdiam beberapa saat. " Ya,i.itu semua dikampus tau kok mereka kadang sering bareng" jawabku. "Terus kamu kenapa ada kata lagipula dibandingkan denganku? Bukankah itu artinya tanpa sadar kamu membandingkan waktu bersamamu dengan ia bersama kirana? " pertanyaan wina membuat ku skak mat. Aku tidak tau harus mengatakan apa lagi. Apa aku benar menyimpan perasaan dengan kevin?
"Sela seperti nya kita lanjut makan aja ya" kata wina seakan ia mengerti perasaan bimbang ku. Lalu kami melanjutkan makannya, dan saat makanan hampir habis. Tiba-tiba pelayan menghampiri kami membawa sepiring roti bakar dengan toping eskrim. Kami cukup kebingungan karena kami tidak memesannya. "Kami tidak memesan ini" kataku kepada pelayan itu. "Ini dipesankan oleh seorang pria, dan ia membayar pesanan anda juga." aku cukup terkejut. Pria? Apakah itu Kevin? Tapi aku tidak memberitahunya aku ada disini.
Lalu pelayan itu meyerahkan kertas dan katanya itu berasal dari orang itu.
Maaf tadi sepertinya aku mendengar pembicaraan kalian. Memang harusnya saya tidak menguping pembicaraan kalian. Jadi saya memesan makanan ini, agar kamu bisa lebih bersemangat. Oh ya sebagai tambahan aku juga membayar pesanan kalian juga, sebagai permintaan maaf atas ketidaksopanan menguping dan hampir menabrak anda.
__ADS_1
dari pria yang duduk dibelakang anda, semangat :)
Aku segera menoleh kebelakang, dan benar saja orang itu gak ada. "Astaga..ini benar-benar memalukan."ujarku sambil sedikit membenturkan sedikit kepalaku kemeja. Wina menyambar kertas yang kuletakkan dimeja." Aahh..so sweet banget nih cowok" kata wina dengan penuh kagum. Mau so sweet atau apa yang intinya aku sangat malu. Seperti nya lain kali kalau berbicara harus dikontrol nadanya agar keras. Tapi pria itu sangat baik dan perhatian. Siapa pria itu? Tidak bukan itu pertanyaan nya, apakah aku bisa bertemu pria itu lagi?