Cantik (The Queen Of Power)

Cantik (The Queen Of Power)
Cantik (Bab XII)


__ADS_3

" Jadi kamu punya saudara kembar, lalu saudara kamu diculik karena menyelamatkan mu. Dan kak dave adalah kakak kembar mu?" aku mengangguk mengiyakan, sudah berapa kali vika memastikan itu. "Dan kalian akan melakukan tes DNA, itu kapan akan dilakukan?" tanya vika, "tadi sudah kubilang kan malam ini" kata kak dave(romi). "Bisakah kita lanjut membahas nya di tempat lain?" tanya hans. "Aahh.. baiklah, bagaimana kalau di ropang gabut?" tanya vika, "yaudah disana" kata hans. "Tapi rosella akan bersama siapa kesana?" tanya vika. " Kau sama saudara kembar mu saja, lagipula sepertinya ia tidak tau tempatnya." kata hans. "Baiklah aku sama kakak saja" kataku, aku pun ikut kakak ke mobil nya.


Selama perjalanan kami hanya diam saja, suasananya menjadi sangat canggung. "Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada mu, tapi aku bingung ingin mulai darimana." kata kakak. "Oh ya kak, bagaimana kakak selamat dari penculikan itu? Dan bagaimana kakak hidup selama ini?" tanyaku. " Agak bingung menceritakan nya, saat mereka lengah aku berhasil kabur dari rumah tempat aku disekap. Lalu saat aku sadar aku jauh sekali dari rumah, aku hanya bisa menangis. Saat itu orang tua angkat ku melihat ku dan membantu ku." jelas kakak. Entah kenapa seperti ada cerita yang terlewat. " Bagaimana keadaan kalian?" tanya kakak.


Sebelum menjawab aku menghela nafas, " sejak kejadian kakak diculik, beberapa kali ada yang meminta uang tebusan. Saat uang itu telah diberikan, tidak ada kabar lagi. Papa dan mama sangat depresi, kadang beberapa kali bertengkar. Sampai akhirnya ibu melahirkan prematur, akhirnya mereka memutuskan untuk pindah. Dan mencoba memulai awal yang baru."


Aku terdiam sebentar mengingat hal menyedihkan itu lagi, " mama telah berhenti bekerja memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. Dan beberapa bulan kemudian papa dipecat dari pekerjaannya. Kami hidup dalam kesulitan, papa dan mama berjualan untuk menyambung hidup. Penghasilan yang tidak menentu membuat kami kadang sehari kelaparan. Aku masih ingat rasanya saat SMA, hanya ada uang untuk ongkos. Jika aku mau jajan, maka dihari itu mau tidak mau aku jalan. Makanya aku lebih mengutamakan makan daripada penampilan." jelasku. Setelah itu kami terdiam tidak ada pembicaraan lagi. "Maafkan aku, gara-gara ku kalian menderita." kata kakak dengan nada bergetar."Tidak kakak ini semua bukan salah kakak, justru ini adalah salahku." kata ku dengan menyesal.


" Tidak ini semua salahku" kata kakak, " sudahlah kak, yang penting kakak selamat dan tumbuh dengan baik." kataku dengan lega. Kakak tersenyum dan mengusap lembut kepalaku. Tidak lama kemudian kami sampai ke ropang gabut. Aku segera membawa kakak duduk ditempat biasa kami duduk. Hans dan vika pun baru datang. Setelah kami memesan makanan, kami hening sejenak. " Oh ya kalian beda berapa menit?' tanya vika memulai pembicaraan. "Kami beda 15 menit" kata kakak, aku mengangguk mengiyakan. "Berarti kak dave itu kakaknya, dan rosella adiknya?" tanya vika. Kami dengan serempak menjawab iya, vika memandang kami dengan takjub."Oh ya hans kamu tau kak dave adalah kakakku sejak kapan?" pertanyaan ku membuat hans terkejut.

__ADS_1


"Sebenarnya baru tau hari ini, kalau waktu itu aku taunya dave itu dapat amanah dari saudara kembar mu untuk menjaga mu. Katanya dia gak bisa kasih tau siapa orangnya" mendengar perkataan hans, aku memandang kakak meminta penjelasan. "Itu karena menurut ku belum waktunya" jelas kakak, "Kapan kalian bertemu? Setauku hans sudah lulus, bahkan dia beda kampus sama kita" tanyaku. "Rahasia?" kata kakak, aku mendelik kesal karena main rahasia an. " Sudahlah itu gak penting, sekarang yang terpenting adalah kamu" kata kakak. "Sekarang aku minta kamu putus dengan kevin" aku terdiam mendengar permintaan kakak. "Maaf kak sepertinya sulit" kataku memalingkan mukaku.


Iya ini memang sulit untukku, aku masih tidak percaya kevin melakukan ini. Aku yakin pasti karena sesuatu kevin menjadi seperti ini. "Kamu masih mau mempertahankan orang seperti dia? Setelah apa yang dilakukan nya kepada mu?" tanya kakak tidak percaya. "Aku bingung mau mengatakan apa, tapi sella kalau dia sayang sama kamu gak bakal dia seperti itu."kata vika. "Tapi kevin yang aku kenal gak kayak gini, aku yakin pasti ada sesuatu yang membuat nya seperti ini." kataku dengan yakin. Kakakku menggaruk kepalanya dengan frustasi, "emang kamu kenal dia berapa lama? Paling cuma 3 semester, apalagi aku dengar kamu dekat secara chat. Mana mungkin kamu tau semua karakter dia" kata kak dave. " Aku tau, tapi aku yakin pasti ada sesuatu dia seperti ini." kataku.


"Hans gimana menurut mu? Bukankah kamu yang lebih lama kenal dia?" tanya kakak. Hans terdiam beberapa saat, "menurut ku perkataan kalian semua benar. Aku sudah mengenal kevin sejak smp. Dan menurut ku memang kevin tidak ada watak seperti itu. Sekarang tekanan mental dia masalah perjodohan, yang aku tau dia takut kehilangan rosella. Beberapa hari yang lalu saat aku berbicara pada kevin, ia pernah mengatakan ada yang memberi nya ide untuk menghamili rosella. Jika ia melakukan itu maka orang tua nya akan membiarkan ia menikah dengan rosella. Waktu aku menegurnya itu sangat buruk, dia bilang bercanda. Aku kira dia memang bercanda, hanya saja aku masih mewaspadainya dan lebih mengawasi nya lagi. Kejadian hari kelengahan ku, jadi aku minta maaf" kata hans.


"Oh ya dave, saya penasaran waktu itu kamu kenapa gak bisa menemukan keluarga mu?" tanya hans. "Itu karena aku tidak mengingat lokasi tempat tinggal ku, nama lengkap orang tuaku, rosella bahkan diriku. Yang aku ingat hanya romi namaku, entah romi apa kepanjangan nya" jelas kakak yang membuat ku terkejut. "Jadi kakak hanya nama panggilan kakak?" kakak kebingungan mendengar nya. "Panggilan? Maksudnya?" tanya kakak, memang seingat ku kakak sangat buruk dalam mengingat nama. Tapi tidak sangka seburuk ini, "nama kakak kan Romeo Hermes Satria, romi itu nama panggilan kakak. Karena kakak dan aku waktu kecil kesulitan menyebut romeo, yang bisa kita sebut itu romi." jelasku.


"Astaga...pantes penyelidikan nya gak berjalan." kata kakak. "Detektif swasta aja baru bisa menemui rumah lama kita dengan petunjuk taman dan namamu rosella." kata kakak. "Nama kalian unik ya" kata vika, "iya memang unik"kata ku. "Oh ya kak udah jam segini, gimana kalau sekarang tes DNAnya ? Takut kemalaman kak" kataku setelah melihat jam. "Yaudah kita pulang aja , udah selesai makan ini" kata hans. Kakak membayar semua pesanan kami, walau kami menolak kakak bersikeras untuk membayar nya. Aku dan kakak segera ke rumah sakit untuk tes DNA. "Katanya besok sudah ada hasil tesnya. Yang pasti hasilnya udah pasti" kata kakak, "setelah ini kakak akan tinggal dimana?" tanyaku mengingat kakak ada orang tua angkat. "Hhhmm..mungkin berganti an" kata kakak. "Apakah tidak apa-apa?" tanyaku lagi, "Iya gak apa-apa" jawab kakak.

__ADS_1


Setelah itu kakak mengantar ku pulang sekaligus bertemu dengan orang tua kami. Sesampainya didepan rumah, kakak sangat gugup. Aku menenangkan kakak, lalu aku mengetuk pintu rumah. Adikku membukakan pintunya kebingungan melihat kakak, "ini siapa kak?" tanya adikku. "Angela ini kak romi." kataku, adikku masih kebingungan. "Angela cepat panggil mama sama papa, bilang kalau aku nemu kak romi." adikku menurutiku pergi memanggil orang tua ku. "Ayo masuk kak" kataku, "jadi itu adik kecil kita" tanya kakak. Aku mengangguk mengiyakan, mata kakak berkaca-kaca melihat sekeliling. "Romi!!" panggil mama, "kamu benar-benar romi?" tanya mama. Tidak banyak bicara kakak menunjukkan tanda lahir ditangan nya. "Ini benar kau romi, kenapa kamu baru muncul nak" kata mama menangis memeluk kakak.


"Romi" panggil papa, kakak segera menghampirinya. "Kau sudah besar nak" kata papa lalu memeluk kakak. Kulihat air mata kakak mengalir, aku yang melihat nya menahan air mataku yang menggenang. Kami semua terkecuali angela yang kebingungan, terharu karena akhirnya kami bisa berkumpul kembali. "Rosella dimana kamu bisa bertemu romi nak?" tanya papa, "Di kampus pa kebetulan kami satu kampus. Aku baru tau hari ini, saat aku gak sengaja melihat tanda lahir kakak" sebelum sampai rumah, aku udah sepakat sama kakak untuk menyembunyikan apa yang terjadi. " Kalau begitu untunglah kamu ngampus disitu, jika tidak kamu tidak akan menemukan romi" kata ibu. " Iya itu benar" kata kakak mengusap kepalaku. "Kamu kebiasaan ya darikecil mengusap kepala adikmu" kata ibu, "tau nih padahal bukan anak kecil lagi juga" kataku menyenggol kakak, ia hanya tersenyum saja.


"Angela mungkin kamu kebingungan sekarang, ini adalah kakak mu yang diculik waktu itu." jelas papa. "Jadi kamu angela ya, sayang sekali kakak belum liat kamu pas masih kecil" kata kakak dengan sedih. "Halo kak" kata adikku dengan kaku. "Nak ceritakan bagaimana kamu hidup selama ini" kata ibu. Kakak pun mulai menceritakan bagaimana ia kabur, lalu bertemu orang tua angkatnya sampai bertemu ku sekarang. "Berarti kamu sekarang tinggal dengan orang tua angkat mu?" tanya papa. "Iya benar, jika papa sama mama gak keberatan aku ingin berganti an hari tinggal nya" kata kakak. "Kak aku mau tanya, terus nama kakak jadinya gimana? Apakah kakak akan mengubah ktp kakak? atau pake nama ini? Atau gimana?" tanyaku


"Itu aku bingung juga sih" kata kakak, "tidak apa-apa nak kamu pakai nama itu. Karena pasti sangat ribet ngurus ke pemerintah nya." kata papa. "Baiklah pa" kata kakak, setelah kami pun berbincang-bincang. "Oh ya pa, ma aku balik dulu ya. Aku mau ngomong dulu sama orang tua angkat ku, mungkin mulai besok aku bisa tinggal disini bergantian dengan disana" kata kakak. Setelah kakak pamit, aku pun mengantar kakak sampai ke mobil nya. "Kakak hati-hati ya dijalan" kataku, "iya sampai bertemu besok" kata kakak. Setelah itu ia pun pergi, aku pun segera masuk ke rumah dan mandi, sehabis itu aku pun tiduran di kasur. Dan aku segera menyimpan no kakak yang waktu itu sempat aku hapus dari kontak. Aku sangat senang menemukan kakakku, walau sebenarnya aku bersalah karena mengacuhkannya. Aku bisa membayangkan betapa sedihnya kakak saat aku dingin kepada nya.


Dan kulihat lagi riwayat chat kakak selama ini yang aku abai kan. Selama ini kakak berusaha berkomunikasi dengan ku, tapi aku malah bersikap dingin kepada nya. Andaikan waktu berputar kembali, aku tidak akan bersikap dingin kepada nya. Saat aku klik kembali, kulihat riwayat chat kevin. Ia sama sekali belum men chat ku membuatku sedih. Aku ingat perkataan hans tentang orang yang memberi idenya itu. Aku mempunyai firasat kalau itu adalah perbuatan kirana. Tapi tidak mungkin ia sejahat itu, kalau misalnya beneran iya pasti ia sudah gila. Kini aku hanya berharap kalau kevin bisa menggunakan kesempatan terakhir nya yang diberikan oleh kakak. Aku harap ia tidak akan terhasut lagi dengan ide jahat semacam itu.

__ADS_1


__ADS_2