
Ku baringkan badanku dikasur, kupeluk erat gulingku. "Aku beneran pacaran sama kevin." masih teringat aku saat kevin menyatakan lagi perasaan nya kepada ku ditaman. Apakah ini benar-benar mimpi? Kucubit pipiku untuk memastikan ini bukan mimpi. "Aaww..sakit, ternyata bukan mimpi" entah bagaimana menjelaskan perasaan ini, aku benar-benar senang. Tring...tring..aku baru menyadari ada beberapa chat masuk. Kevin, cika, hans, no tidak aku save mungkin itu kak dave, dan.."Kirana?". Jujur kirana dan aku kadang memang chatan, kami lumayan dekat juga. Hanya saja perasaan ganjal tentang kirana tadi masih terpikir kan olehku.
Mereka semua sedang online chat, lebih baik aku buka chat kevin dulu.
"Hey belum tidur?"
Kulihat jam di hp, ternyata jam 22.30.
"Belum๐ "
"Tidurlah, biar kondisi mu cepat pulih๐"
"Iya nanti๐"
"Yaudah jangan kemalaman tidurnya, aku tidur dulu ya. Selamat malam๐๐ฅฐ"
"Selamat malam juga๐ฅฐ"
Entah kenapa chat kita jadi agak kaku, apakah ini namanya kecanggungan pertama pacaran?
Sudahlah aku buka chat vika aja.
"Sella gimana?"
"Gimana apanya?๐ค"
"Kamu dan kevin๐"
"Iya, itu kami jadian๐"
"Ciiee..pj nya jangan lupa๐"
"Apaan sih? udah udah tidur aja daripada ngelantur jomblo๐"
"Sombong ya..๐ค Udahlah aku tidur aja๐"
"Wkwkwkwk..๐คฃ๐คฃ"
vika ini memang ada ada aja, untung aja anaknya gak baperan.
Aku lihat beberapa chat yang belum kubuka, aku memutuskan membalas chat hans.
" Hey aku dengar kamu jadian ya sama kevin? Selamat ya... semoga langgeng ๐"
" Iya, terimakasih hans๐ Oh ya waktu aku belum berterima kasih sama kamu."
"Oh itu tidak masalah, sesama teman kita saling membantu"
Ya teman ya tentu saja, teman kevin sekarang menjadi temanku juga.
"Iya terimakasih ya teman๐๐ป๐๐ป"
__ADS_1
"๐"
โ๐"
dan chat kami berakhir bergitu saja
Diantara kirana dan kak dave aku gak tau mana yang lebih baik aku bales chatnya. Tapi firasatku mengatakan lebih baik membalas kak dave.
"Hey gadis pemanjat..๐Hey..๐๐ปhey..๐๐ปhey..๐๐ปbales chatku ...๐Helloo..๐๐ป๐คhey. ๐๐ปhey๐๐ป hey...๐๐ปKalau kamu gak balas chat malam ini, kita jadian๐"
Ngawur nih orang, nih orang minta ditinju kayaknya.
"Iya apa kak?"
"Gak apa apa ..mau chat aja๐"
"Oh"
"Gitu banget balesnya, judes amat"
"Biarin"
"Diihh.."
Aku pun memutuskan untuk tidak menghiraukan chat kak dave, daripada chatnya ngawur.
Lalu aku melihat chat kirana yang masih aku belum buka, dan ia masih online. Aku pun memutuskan untuk membalas chatnya.
"Iya ada apa?"
" Iklan pertama ku akan rilis di tv giga 3 menit lagi, aku pertama kali memberitahu kan kepada mu loh๐๐"
Jika aku tidak mendengar perkataan nya seperti itu, mungkin aku mengira ia menganggap ku sebagai teman dekatnya sehingga aku yang pertama di kasih tau. Tapi tidak ada yang tahu kan dia benar atau enggak, lebih baik aku berpura-pura senang aja.
"Benarkah? Selamat ya, kamu pasti cantik di iklan itu๐"
" Hehehehe.. terimakasih ๐ jangan lupa liat ya"
"Ok๐๐ป๐๐ป"
Sebenarnya apa tujuan mu kirana? Lebih baik aku melihat iklannya, jaga jaga ia menanyakan nya.
Aku segera ke ruang tamu, dan menyalakan tvnya. "Malam gini ngapain sih nyalain tv" tanya ibuku, "gak apa apa mau nonton aja" aku berbohong kepada ibuku karena jika aku bilang karena iklan yang ada kirana rilis pasti ia akan membandingkan nya dengan diriku. Mulailah iklannya, itu adalah iklan rokok. Kulihat kirana sedang berjalan, dan ada seorang lelaki menunggu nya lalu mengaitkan lengannya. Mereka yang tiba di pesta, diperlihatkan kemewahan pesta itu. By the way itu sepertinya pesta elit, kirana berjalan ke arah jendela melihat pemandangan di kota saat malam hari. Lalu muncul lah nama merek rokok itu, benar-benar seperti iklan pada umumnya
Aku pun mematikan tvnya, "gak jadi nonton?" tanya ibuku. "Enggak bu, saya salah liat jadwal." jawabku lalu ke kamar. Esoknya, aku kembali kerja seperti biasanya. Dan hari ini aku bank untuk ambil rekening koran. Jadi aku ke navier untuk uang print rekening nya. Lalu aku segera pergi ke bank, untungnya disana tidak terlalu ramai. "Akhirnya selesai juga " aku memandang langit yang sangat cerah. " Andaikan jalan hidup ku selalu cerah seperti ini. Kurasakan telepon ku bergetar, dan kevin menchatku.
" Kau sedang apa?"
" Sedang mau menuju kantor, aku lagi di bank habis ambil rekening koran."
"Mau aku antar"
__ADS_1
"Gak usah, lumayan dekat kok. Jalan kaki juga bisa. Kamu sendiri sedang apa?"
"Sedang chat kamu sambil rebahan hehehehe..."
"Oalaahh.."
Kevin merupakan anak seorang direktur perusahaan entah apa, aku tidak tanya ke dia lebih lanjut nya. Bisa dibilang Kevin merupakan anak yang terlahir dengan sendok perak di mulutnya. Jadi ia tidak seperti aku kerja sambil kuliah, hanya saja satu pertanyaan ku mengapa ia memilih berkuliah di Kampus Mak Lampir? Bahkan motor nya itu honda gold wing yang pasti harganya sudah jauh dari jumlah uang kuliah per semester.
"Sella apakah nanti mau berangkat kampus bareng?"
"Iya boleh kok"
"Yess..ok kalau begitu"
Aku tersenyum sendiri melihat respon kevin dichat, aku membayangkan bagaimana ekspresi nya. Tanpa terasa waktu berlalu, dan sudah waktu jam pulang kerja. Aku membereskan barang ku, lalu segera keluar untuk menemui kevin yang telah menunggu ku.
"Sella.." kevin memanggil ku sambil melambaikan tangannya. " Kamu sudah lama menunggu?" tanyaku, "enggak kok" jawab kevin. Kami pun berangkat ke kampus, kevin kadang beberapa kali melaju cepat motor nya. Tapi aku mengingat kan kevin agar tidak mengebut karena bahaya, ia pun menurut. Akhirnya kami sampai di kampus, "Kev aku duluan ke kelas ya. Soalnya masih agak canggung buatku kalau kita bareng ke kelas" kataku setelah turun dari motornya. "Yaudah gak apa apa" kata kevin sambil mengusap kepala ku dengan lembut. Aku sebenarnya belum siap kalau langsung terlihat oleh lain, pasti mereka ya begitulah ada yang nyinyir gitu.
Setibanya di kelas, kulihat kelas sudah ramai. Pasti karena mereka sudah liat iklannya kirana. Aku menuju tempat vika dan duduk disebelahnya. "Kamu tidak duduk sama Kevin?" tanya vika dengan berbisik kepada ku. "Enggak dulu kayaknya, masih belum berani aku" vika mengangguk mendengar jawaban ku. "Kevin! Gimana udah liat iklannya?" tanya kirana pada kevin yang baru memasuki kelas. "Sudah" jawab kevin, "Wow..ada apa ini? Kalian ada sesuatu ya?" tanya kiko iseng. Kulihat kirana seperti malu malu kucing, membuat kesal melihat nya. Yang lain pun menggoda nya, bahkan ada yang bilang kalau mereka pasangan serasi. Aku menjadi panas mendengar nya, ku coba tenangkan diriku.
"Hentikan lah, aku udah ada pacar kok" setelah mengatakan itu, kevin menghampiri ku "vika maaf, boleh ambil sella? Aku ingin duduk disampingnya." pinta kevin ke vika, "tentu saja boleh" jawab vika. Lalu kevin duduk di depan meja vika dan meminta ku pindah. Aku tanpa bicara langsung pindah ke sebelah dia. Oh ya mungkin kalian bingung soal meja+kursi kampusku. Kampus Mak Lampir merupakan kampus menengah ke bawah, jadi meja+kursi kampus seperti sekolahan yang satu meja berdua kecuali kursinya yang bangku kayu. Seperti yang kuduga, mereka kaget mengetahui aku dan kevin berpacaran.
"Sejak kapan kalian pacaran? Kami tidak melihat kalian dekat, kapan pdktnya?" tanya gogo. "Rahasia" jawab kevin, " sella kok kamu gak kasih tau kalian pacaran? Padahal kan kita lumayan dekat" tanya kirana. "Ah...maaf aku seperti nya lupa" hanya itu jawaban aman yang bisa kuberikan. Aku tidak tau apa yang dia pikirkan dengan bertanya seperti itu. Sekarang aku lebih berhati lagi dalam menghadapi setiap perkataan atau apa yang dilakukan kirana. Seketika suasana yang tadi ramai membahas kirana, berganti dengan hubungan ku dan kevin. Suasana mulai tenang saat dosen datang, walau tidak yang berbicara lagi kecuali dosen yang menerangkan aku merasakan tatapan mereka memperhatikan kami.
"Akhirnya selesai juga"kataku, setidaknya aku bisa bernafas setelah keluar kelas. Kevin lagi-lagi mengusap kepalaku dengan lembut, "kamu pasti sangat lelah" kata kevin. "Eheem...jangan bikin yang jomblo iri dong" kata vika menyilang kedua tangannya melihat kami. Aku tersenyum geli melihat tingkah nya, "apa senyum-senyum, ngejek ya?" tanya vika cemberut. "Enggak kok vika" jawabku, "yaudah sana cari pacar gih" vika terlihat kesal mendengar nya. "Sella cowok mu nyebelin ya, udah ah aku pulang aja. Jadi nyamuk disini" kata vika. " Yaudah vika hati-hati dijalan" vika pun pulang. "Sekarang mau kemana?" tanya kevin, "pulang" jawabku singkat.
"Yaudah aku antar ya" aku mengangguk menerima tawaran nya. "Eitss. mau kemana rosella?" tanya kak dave menghalangi. "Ya mau pulang lah" jawabku dengan dingin, "aku an..", "Gak boleh" sela kevin. "Memang nya kamu siapa melarang nya?" tanya kak dave ke kevin. "Saya pacarnya" jawab kevin, kulihat kevin tersenyum kecil. "Kalau pacar memang nya kenapa? Belum suami juga kan, kan pacaran juga belum tentu nikah" kevin melotot kesal mendengarnya. Lalu kak dave manatapku, "Perasaan manusia kan bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Dan aku yakin kalau aku bisa mengikis perasaan itu." aku langsung memegang tangan kevin yang sudah bergetar kesal mendengar perkataan kak dave.
" Oh" aku sengaja merespon perkataan kak dave dengan satu kata itu, karena semakin direspon ia semakin berulah. "Yuk kev, kita pulang" aku dan kevin pergi meninggalkan kak dave. Di parkiran ku lihat kevin masih terlihat kesal karena kak dave. Aku memegang kedua tangannya dengan lembut, "kevin udah jangan dipikirkan soal perkataan kak dave, kalau kamu pikirkan berarti kamu setuju dong dengan perkataan nya." kevin mendengar perkataan ku menghela nafas, sepertinya rasa kesalnya mulai reda. "Kamu benar" bales kevin, " lagipula emang orangnya rada rada" kevin tersenyum kecil mendengar nya "terimakasih" kata kevin.
"Haah..hari ini sangat melelahkan" kuletakkan tasku dirak. Tadi benar-benar menguras energi ku secara mental dan fisik. Sepertinya aku berpacaran dengannya menjadi sebuah kejadian yang tidak mereka duga atau mustahil. Karena secara logika aku jarang terlihat dekat dengan kevin di kampus, apalagi latar kami. Kevin berasal dari kalangan atas, sementara aku berasal dari kalangan menengah. Berbeda jika itu kirana, mereka tidak akan heran. Karena selain kevin terlihat dekat dengannya, kirana juga merupakan anak yang terlahir dengan sendok perak di mulutnya. Makanya tak jarang mereka sering di anggap copule kampus yang sempurna, dengan kabar aku jadian sama kevin menghancurkan ekspetasi mereka.
"Lagipula ngapain mereka main ship an segala" kataku dengan kesal. Sebenarnya aku penasaran, kirana apa yang dia pikirkan? Aku yakin ada alasan nya kirana waktu itu tidak sengaja berkata itu. Dan perkataan kak dave tentang kirana gadis bertopeng mengusik ku. Apakah kirana benar-benar gadis bermuka dua? Hal negatif tentang nya hanya satu yang waktu itu, selebihnya belum aku temukan. Ya memang tidak ada hal aneh lagi, jadi seiring waktu berlalu aku sudah tidak memikirkan nya lagi. Hingga suatu hari, aku sedang jalan bersama vika. ia yang meminta ku jalan karena katanya bosan, aku tak bisa menolak nya lagi karena ia sampai memohon kepada ku. Dan ia mengajak ku jalan ke Star park, entah kenapa dia senang banget jalan di mall.
"Sella, coba lihat restoran itu" vika menunjukkan ke sebuah restoran di mall itu, mataku terbelalak melihat kevin dan kirana!! Walau mereka tidak berdua seperti nya bersama orang tua mereka. "Ada apa ini sella? Kok ada kirana disitu?" tanya vika. Aku tidak berkata apa-apa karena aku tidak tau. Kulihat suasana mereka tidak akrab malah terlihat kaku. Wajah kevin seperti nya sangat terpaksa, entah apa yang mereka bicarakan. Tapi kevin dan orang tua nya sangat emosional. "Lebih baik kita pergi saja" kataku ke vika. Vika pun setuju, saat kulihat lagi secara tidak sengaja mata ku dan kevin bertemu. Aku segera menarik vika pergi dari situ, aku mempercepat jalanku dengan vika.
" Sella, sepertinya kita udah jauh dari mereka" kata vika, aku masih diam memikirkan tadi. "Vika aku butuh informasi dari seseorang" kataku. "Siapa ?" tanya vika, satu orang yang bisa kutanyakan tentang yaitu hans. Aku harus segera menemui nya, ku ambil hpku ditas kulihat kevin menelepon ku. Aku menutup teleponnya, dan langsung aku telepon hans. "Hans bisa kita bertemu sekarang? Aku ingin bertanya sesuatu tentang kevin"
" Iya bisa, memang ada apa mau tanya tentang kevin?"
" Nanti aku jelaskan kita ketemu sekarang di ropang gabut"
"Baiklah"
Setelah itu aku tutup telepon ku, "kamu mau ketemu disana?" tanya vika, aku mengangguk .
Beberapa lama kemudian kami sampai di ropang gabut. Kami pun menunggu hans, "Apa kamu mau memesan sesuatu buat tenangin diri?" tanya vika. "Minum aja vika" jawabku, kepalaku sangat pusing. Setelah minumnya datang, aku segera minum untuk memperbaiki moodku. "Maaf menunggu lama" kata hans baru saja datang. "Iya gak apa apa" kataku, "Hans kamu tau hubungan keluarga kevin dan kirana?" aku terkejut dengan vika yang langsung to the point. "Kenapa kau menanyakan itu?" tanya hans, aku bingung bagaimana menjelaskan nya. "Tadi kami melihat hans bersama keluarga nya dan kirana bersama keluarga nya di restoran di mall star park" jelas vika membantu ku.
Hans terdiam sebentar lalu menghela nafas, "aku tidak tau harus mulai darimana" kata hans. "Jadi sebenarnya keluarga kevin dan kirana sangat dekat. Mereka juga di jodohkan sejak kecil, hanya saja kevin menolaknya daridulu. Aku dengar dari kevin, tidak tau kenapa mereka mau ditunangkan oleh keluarga nya." aku mendengar nya terdiam, jadi walau ia dijodohkan dengan kirana kevin tetap mau jadian sama aku? Aku punya dugaan kenapa mereka secara tiba-tiba akan ditunangkan, tadi tidak mungkin kirana selicik itu kan? Tidak mungkin saja karena hal bisnis seperti yang terjadi di keluarga kolongmerat.
"Rosella jangan khawatir, kevin sedang berusaha menolak pertunangan ini." kata hans mencoba menenangkan diriku. "Gila ya, masa di zaman modern sekarang masih aja ada perjodohan sejak kecil. Memang nya zaman kerajaan apa" kata vika. Kepalaku pusing memikirkan ini semua, "maaf sepertinya aku mau pulang" kataku. "Hans kamu bisa antar sella gak? Aku takut dia oleng kayak waktu itu" kata vika mengkhawatirkan ku. "Gak usah, aku baik baik saja" kataku walau sebenarnya kepala ku pusing. "Tidak apa apa, aku antar saja" kata hans, kulihat mereka sangat khawatir kepadaku . Aku pun tidak bisa menolak lagi.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang aku dan hans diam saja. Aku tenggelam dalam pikiran ku memikirkan tentang kevin dan kirana. Apakah kami bisa melewati ini semua? Apakah Kevin berhasil menolak pertunangan nya? "Kevin benar-benar sangat menyayangi mu rosella" kata hans. " Sekarang ia sangat berjuang mempertahankan hubungan kalian, percayalah kepada nya" jelas hans."Iya hans terimakasih" kata ku, sesampainya dirumah aku segera ke kamar ku. Aku segera mandi, sehabis itu kuhempaskan badanku ke kasur. Kepalaku memikirkan tentang perjodohan Kevin dan Kirana, "apa apaan semua drama ini" aku tidak tau kenapa banyak drama banget dikehidupan ku ini. Sekarang aku harus bagaimana?