
Namaku adalah kirana, untuk masa laluku aku tidak mengingatnya. Aku mengalami amnesia setelah kecelakaan kebakaran di panti asuhan. Ya aku anak yatim-piatu, begitulah kata mereka. Ya mereka para pengurus panti asuhan. Setelah keluar dari rumah sakit, kehidupan ku di panti sangat pahit. Tidak ada yang mau berteman denganku. Makanan kami para anak panti kadang tidak layak, walau sudah banyak yang menyumbang dana untuk panti itu. Bahkan untuk kebutuhan sekolah benar-benar sangat sulit. Suatu hari, aku akhirnya di angkat anak oleh seorang direktur perusahaan. Aku pikir hidupku akan berubah bahagia dengan keluarga baru, tapi ternyata aku salah besar.
Awalnya tidak apa-apa, namun di hari itu aku dibawa ke suatu ruangan oleh ayah angkat ku. Betapa mengejutkan nya ku lihat ada orang yang seperti nya habis disiksa meringkuk kesakitan. "Ayah apa ini?"tanya ku ketakutan melihat orang itu. Ia memberi ku sebuah pistol, "bunuh dia" perintah ayah padaku. Aku menggeleng kan kepala dan menangis. Ayah memaksaku memegang pistolnya, dan Dooorr!!. peluru menembus ke kepala nya. Darah mengalir dari kepalanya, aku gemetaran menangis sambil melihat orang terbujur kaku di depanku. Lalu ayah menggendong ku, dan berbisik "jika ingin bertahan disini, berhenti cengeng dan lakukan apa yang ku suruh".
Aku yang masih berumur 6 tahun, mau tidak mau menuruti keinginan ayahku. Aku mengalami latihan keras, seperti melakukan pelatihan fisik, beladiri, teknik racun bahkan teknik pembunuh. Mental ku pun lama kelamaan terkikis. Tidak ada lagi masa anak-anak normal untuk ku. Selain diriku ada lagi yang mengalami pelatihan semacam ini yaitu dimas dan vika. Walau tidak sama seluruh nya, karena aku anak bosnya dan mereka anak ajudan ayahku. Saat aku melakukan kesalahan, aku hanya akan dimarahi. Kalau mereka melakukan kesalahan mereka akan dicambuk atau dipukul. Aku tidak bisa berbuat apa-apa jika itu terjadi. Oh untuk pendidikan, aku dan dua anak itu menjalani home schooling.
Singkatnya pada umurku 10 tahun, ayahku memanggil ku keruangan nya. "Mulai besok kamu akan menjadi asisten resmi tuan muda kevin" kata ayah ku. Ya tuan muda, ayah ada atasan yaitu orang yang memimpin organisasi gelap ini. Aku dengar ia memiliki anak seumuran denganku. "Baik ayah" jawabku, lalu aku keluar ruangan. Di ruang latihan, aku berlatih dengan vika. Hasilnya lagi-lagi aku seimbang dengan dia. " Vika bukankah kamu dan dimas tangan kanan bos tinggi (sebutan ayah kevin)?" tanyaku. Dibanding diriku, vika dan dimas sudah duluan ditugaskan. Aku tidak tau kenapa mereka ditugaskan lebih dulu, baiklah kalau dimas aku tau dia lebih tua dariku, tapi vika kan seumuran dengan ku.
"Iya emang ada apa?" tanya balik vika. "Kalau gitu kamu pernah bertemu tuan muda kevin?" tanyaku. "Iya tentu saja pernah" jawab vika, "Kalau begitu bagaimana orang nya?" tanyaku lagi. Vika berpikir sejenak, "Hhhmm.... sulit dikatakan, kamu nanti akan tau"jawabnya. Aku cemberut mendengar jawaban yang tidak membantu. Esoknya aku diperkenalkan secara resmi, "tuan muda perkenalkan ini anak saya kirana, yang akan jadi asisten anda" kata ayahku. Kulihat tuan muda itu tersenyum kecil memandang ku. "Terlihat bodoh!" aku sangat kesal mendengarnya, namun aku hanya bisa menahan diri.
Singkatnya untuk status palsu, aku menjadi teman kecil tuan muda. Dan aku mulai disekolah kan dengan tempat yang sama sebagai murid baru. Oh ya aku baru tau, ternyata kalau vika dan dimas bertugas mengawasi sekaligus membantu tuan muda. Tapi mereka di perintah tidak secara langsung berhubungan. Dimas menjadi kakak kelas kami, dan vika pun akan dekat dengan murid lainnya. Jadi aku satu-satunya yang terlihat dekat dengannya.
Tuan muda selama ini belum minta yang aneh hingga, saat itu ada seorang anak yang menyukainya. Memang sih tuan muda populer dengan penampilan nya. "Hey singkirkan" bisik tuan muda kepada ku. "Dengan cara apa kevin?"tanyaku dengan tidak formal ala anak seperti biasa agar tidak ketara. "Hapus" jawab kevin, ya itu kode untuk kami. Lambaikan berarti abaikan, tulis berarti hanya berikan ancaman, dan hapus berarti mengenyahkan dari pandangan dia selamanya. Itu membuat ku terdiam, bagaimana bisa aku melakukan hapus pada anak kecil? Ah, iya hapus bukan berarti hanya membunuh. Bisa saja aku hanya perlu mengeluarkan nya dari sekolah ini. "Baiklah, ok" jawabku menyanggupi, aku menjawab kekanakan agar tidak ada yang curiga.
__ADS_1
Aku pun kembali ke tempat ku, dan memasang jepitan dengan hiasan apel. Vika yang melihat mengerti, bahwa ia harus menyebarkan rumor. Tak lama tersebar lah rumor kalau aku teman kecilnya kevin. "Halo, kamu temannya kevin kan?" tanya gadis kecil itu dengan manis. "Ah iya benar" jawabku, "kamu tau kevin suka apa?" tanya nya. "Kevin sangat suka hewan, terutama anjing"jawabku. "Ah gitu ya, baiklah" kata gadis itu lalu pergi dengan riang. Aku tau sifat dasarnya anak kecil, biasanya jika bertanya apa yang disukai berarti ia akan membawanya. Dan kebetulan disekolah kami, ada anjing pemburu yang belum jinak.
Tak lama kemudian, sekolah mulai ribut. Aku dengar bahwa ada anak yang digigit anjing itu. Ya anak itu adalah gadis kecil tadi. Salah satu guru pun bergegas membawa gadis itu ke rumah sakit. Esoknya, saat pulang aku mendengar dari pembicaraan ibu-ibu bahwa gadis itu selamat tapi tentu saja jadi cacat. Orang tua gadis itu menuntut tanggung jawab sekolah. "Bagus sekali kirana" kata kevin dengan riang. Aku hanya diam, setidaknya gadis itu masih hidup. Aku merasa bersalah? Tidak! itu hal paling berguna untuk kami.
Setelah itu kevin belum pernah memberi perintah hapus lagi. Bahkan saat smp, aku hanya menerima lambaikan dan tulis. Hingga ada suatu keanehan, kevin beberapa kali menghilang atau dibilang melarikan diri. Aku tidak tau kenapa ia sangat enggan sekolah. Berkat itu aku kena marah bos tinggi. "Bagaimana bisa kalian tidak sebecus itu! Sudah keberapa kalinya ini!" kata bos tinggi dengan marah. " Maafkan kami tuan bos" kataku, ya hanya itu yang bisa dilakukan.
Seberapapun kami berusaha memperketat penjagaan, ia selalu saja lolos. "Mau sampai anda seperti ini? Kau tau betapa susahnya kami" kataku dengan menahan semua amarahku. Kevin mendekati ku dan berbisik, "Bukan urusan ku" katanya dingin lalu ia berlalu pergi. Anak itu andaikan saja dia bukan tuan muda, sudah kuhajar babak belur. Aku pun melampiaskan kemarahan ku pada samsak yang ada di ruang latihan. "Aaaaaaarrgghh.." aku memberi pukulan yang sangat keras. Ini benar-benar membuatku sangat emosional. Seseorang menyodorkan botol minum kepada ku, ku tengok orang itu adalah dimas.
"Sudah tenang?" tanya dimas, aku mengangguk kan kepalaku. "Bersabarlah, orang seperti kita pasti akan berhadapan lebih dari ini nanti" ucap dimas. "Ya kau benar" ucapku, aku akan menjalani ini seumur hidup dan aku harus terbiasa. Untung nya setelah itu kevin tidak kabur-kabur lagi. Namun, saat sma kevin mulai memberi perintah hapus lagi. Dan targetnya adalah seorang siswi bernama anggrek. Ia memang terlihat menyukai kevin dan mengejar-ngejarnya. Mungkin itu membuat kevin merasa terganggu.
Anggrek terdiam lalu tertawa, "tentu saja ketampanan nya berbahaya" canda anggrek. Aku memandang nya dengan serius menandakan aku tidak bercanda. "Kevin yang kamu liat bukan yang sebenarnya. Ia akan melenyapkan orang yang mengganggunya." kataku. "Darimana kamu tau itu? Mungkin saja itu hanya sebuah rumor" aku menghela nafas mendengar omongan anggrek. "Itu karena aku bawahannya, ia menyuruhku untuk melenyapkan mu" sekarang anggrek terdiam dan mundur melihatku dengan ketakutan. Aku pun segera meninggalkan dia, semoga saja ia mendengarkan ku.
Esoknya, aku sangat terkejut melihat nya masih masuk sekolah. Sebelum bel berbunyi aku menarik tangannya ke suatu tempat, "apakah kau gila? Aku tidak tau apa kau berani atau bodoh, kau..." perkataan ku terhenti melihat matanya berkaca-kaca. "Ya aku memang bodoh, karena mendengar perkataan bodoh mu kemarin. Semua perkataan mu adalah bohong! Mana mungkin kevin seperti itu, aku yakin itu kamu cemburu denganku!" Aku tidak percaya mendengar nya. "Hahahaha... baiklah terserah. Aku gak peduli lagi kalau kamu mati" ucapku dengan emosi, kelak aku akan menyesal perkataan ku. Saat istirahat makan siang, anggrek bunuh diri dengan melompat dari atap.
__ADS_1
Aku hanya tersenyum kecil dengan pahit, pada akhirnya ia mati karena tidak mendengarkan ku. Tapi aku gak tau kenapa sekarang ling lung. Apakah aku merasa shock atas kematian anggrek? "Harusnya kau melakukannya dengan benar, bisa-bisanya aku sampai turun tangan" aku menoleh mendengar vika. Aku mengepalkan tanganku dengan amarah dan pergi dari tempat itu. Waktu pun berlalu, hingga sampai lulus. Kevin kadang mengikuti perintah ayahnya untuk pekerjaan gelapnya. Dan ia tidak keinginan kuliah, walau ayahnya mengomel untuk berkuliah.
Hingga akhirnya saat itu kevin memutuskan kuliah. Ia mau berkuliah di tempat dimas kuliah. Sebenarnya sangat mengherankan, selain perubahan keputusan nya, tempat dimas adalah kampus yang murah. Aku tidak mengerti mengapa ia memilih tempat itu. Seperti biasa aku dan vika diperintahkan untuk mengawasi kevin, jadi kami ikut juga berkuliah disini. Saat di kampus untuk persiapan ospek. Aku mulai menyadari mengapa kevin memilih tempat ini. Waktu itu aku melihat tatapan nya yang berbeda memperhatikan seseorang wanita. Parasnya yang cantik walau badannya berisi dan penampilan tidak terawat. Wanita itu bernama rosella, membuatku bertanya-tanya apakah ia target kevin? Atau alasan kevin berada disini?
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like dan komen🙃