Cantik (The Queen Of Power)

Cantik (The Queen Of Power)
Cantik (Bab XXIII) {Kirana 3}


__ADS_3

Kupandangi map coklat yang sedari tadi kupegang, setelah menghela nafas aku pun membuka amplop itu. Ku ambil kertas di dalamnya, tertera disana hasil tes DNA dengan kecocokan 99,999%. Ya benar setelah mendengar perkataan pak david, aku yang menduga rosela adalah adikku dengan berbagai cara kulakukan untuk mendapat sample untuk tes dna nya. “Ternyata rosela benar-benar adikku” gumamku, aku senang sekaligus khawatir. Jujur aku hanya mengetahui bahwa keluargaku bukanlah orang biasa yang mempunyai banyak musuh. Mengetahui alasan aku dan rosela yang menjadi alasan pak david berada di kampus itu, berarti apakah keluarga adalah bagian nostra atau hades.


“Woi!! Ngapain bengong”kejut kevin, tunggu dulu apa yang dilakukannya. Sepertinya ia berusaha untuk berakting akrab denganku. Kadang ini harus kita lakukan agar terlihat bahwa aku dan kevin memang teman dari kecil. Aku pun menyesuaikannya dengan membalas candaannya, ini benar-benar membuatku muak. Kevin menghentikan senda guraunya dan menoleh, aku pun ikut menoleh terlihat rosela dengan raut wajah sedihnya berbalik badan. Sial! Jadi b*jingan ini sengaja terlihat akrab untuk dilihat rosela, aku menahan kekesalanku dengan mengepalkan tanganku.


“Pak david!”terdengar teriakan dari ruang dosen, semua segera ke ruang dosen termasuk rosela. Saat aku ingin kesana juga, kevin menahan ku lalu berbisik “berkat tindakan mu yang mencurigakan, setidaknya aku bisa menyingkirkan seorang nostra”. Setelah mengatakan itu, kevin mempercepat langkahnya dan menangkap rosela yang hampir ambruk. Terlihat raut muka rosela yang shock,kevin yang khawatir terus menenangkan keadaan nya walau tidak di respon. Aku melihat itu sangat marah dengan perilaku kevin, muslihat yang ia perlihatkan pada rosela. Aku yang sangat kesal memutuskan untuk berbalik pergi, perlahan air mataku mengalir.


Keesokan harinya, aku menghadiri pemakaman pak david dan ini membuatku sesak melihat bagaimana keluarganya begitu sangat sedih kehilangannya. Aku sangat menyadari kevin lebih berbahaya dari kubayangkan. Bagaimana ia tidak ragu menghabisi orang yang menurutnya sangat berbahaya, sial! Aku harus benar-benar berpikir keras untuk menyelamatkan rosela dari kevin. “Apa kau mau pulang?” tanya salah satu mahasiswi sejurusan ku entah namanya siapa aku lupa. “Ah iya soalnya saya ada urusan lain”jawabku lalu beranjak pergi.


Saat ini aku tidak akan melakukan apa-apa, karena kevin dalam keadaan seperti ini akan menyadari apapun tindakan kecil yang kulakukan. Hanya saja secara tidak kuduga dave dan hans sepertinya tertarik dengan rosela. Untuk hans aku mengenalnya ia adalah sahabat tuan kevin. Hanya saja berbalik banding dengan kevin, ia pria yang baik dan tidak berurusan sama sekali dengan dunia bayangan. Ya walau ayah dan adiknya sih yang berurusan, hanya saja entah kenapa mereka tidak mau melibatkan hans. Mungkin saja jika rosella benar-benar dalam bahaya aku bisa meminta bantuannya


.

__ADS_1


Lalu dave merupakan seniorku yang tindakan nya sangat tidak mengerti, dan aku tidak tau kenapa ia terlihat sangat tidak menyukaiku. Sangat bersikap dingin jika berinteraksi denganku, aku sangat ragu dengan dirinya. Hanya saja tanpa sengaja melihat nya masuk ke kelas yang akan kami gunakan, tak lama kemudian rosela datang. Aku pun mencoba menguji dave bagaimana reaksinya jika aku mengganggu rosela, walau ini akan membuat hubunganku dengan rosella akan renggang. Dan reaksi dave yang menggertakku membuatku lega sekaligus tertegun. Lega karena ia tulus dengannya, serta membuatku tertegun wajahnya sangat mirip dengan romeo. Tidak mungkin dave itu romeo kan? Adikku kembarku yang hilang itu?


Tidak! Setauku ia adalah anak dari pasangan pengusaha sukses. Aku yang gelisah pun mencari tau tentang dave. Betapa terkejutnya saat ku tau dave adalah anak angkat, kemungkinan besar dia adalah romeo. Ini benar-benar membuatku gelisah, bagaimana caranya melindungi mereka dari kevin? Tenang kirana, jangan sampai membuat kevin curiga. Aku harus perlahan memikirkan caranya. Hingga kevin melakukan tindakan diluar perkiraan ku, yang membuat identitas dave terkuak begitu saja. Dan juga membuat adikku rosella menangis seperti itu, kukepalkan tangan menahan amarahku.


“Kevin br*ng**k” ucapku dengan amarah saat di rumah nya, vika segera menghalangiku menatapku dengan tajam. “Kenapa kau marah hingga kau berani berkata kasar dengan tuanmu?” tanya kevin menatap tajam. “Apa tujuan mu melakukan itu kepada rosela? Padahal ia sudah tulus terhadapmu!” kevin tersenyum sinis mendengar pertanyaanku.”Sekali lagi aku tanya kenapa kau marah? Padahal aku melakukannya kepada rosela?”tanya kevin sambil mendekatiku. Aku hanya bisa terdiam karena tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya.


Kevin mendekati ku dan berbisik, “ apa karena rosella itu adikmu?”. Belum sempat dengan terkejutan ku, ia menarik paksa diriku dan mendorong ke sofa dengan dirinya yang menimpaku. Vika yang berada disitu langsung memalingkan muka, wajah kevin mendekat dan kembali berbisik,”Kau terlindungi oleh perjanjian, sementara adikmu tidak. Lebih baik kau tidak menyayangi orang yang akan mati”. Aku menyingkirkan badan kevin dan dengan amarah aku memukul nya, namun dihentikan oleh vika.


“Awas aja kalau kau berani menyentuh rosela, aku akan membunuhmu kevin!!” kevin tertawa kecil mendengar ancamanku.”Mulai sekarang kirana bukanlah kaki tanganku, ia akan berada dalam pengawasan.” Setelah hari itu, aku tidak seperti biasanya yang mengikuti apa dan yang akan dilakukan kevin. Setiap langkah serta yang kulakukan selalu dalam pengawasan, ini benar-benar membuatku gila. Memikirkan apa yang akan dilakukannya terhadap rosella. Dan rosella sejak kejadian itu tidak terlihat, juga nomor nya sepertinya telah diganti.


Ditengah lamunanku, sebuah chat masuk dari nomor yang tidak aku kenal yang berbunyi:“Ini aku rosella, bisakan kita bertemu sebentar? Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan.”

__ADS_1


Aku pun segera menyetujui untuk bertemu dengannya, tiba-tiba saja kevin duduk disampingku lalu “Jangan macam-macam jika ingin kematian adikmu tidak dipercepat” ancam kevin kepadaku. Aku menatap kevin dengan geram, setelah mengancamku ia pun tersenyum lalu pergi begitu saja. Seketika diriku pun ragu untuk menemui rosela, setelah berapa lama pertimbangan akhirnya kuputuskan untuk menemuinya.


“Tentu saja bisa, kita mau bertemu dimana? Kapan?”


“ Bagaimana di cafe dekat kampus? Untuk waktunya kamu selesai jam berapa selesai kelasnya hari ini? “


“Boleh di sana saja. Aku sudah selesai sekarang, ayo sekarang aja”


“Ok”


Aku langsung bergegas pergi ke cafe yang dimaksud, setelah sampai disana aku memilih tempat dan menunggu rosela.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian rosela datang, kami saling menyapa kemudian hening dengan suasana yang canggung. “Eheemm…hhmm, itu apa yang ingin kamu bicarakan?” tanyaku membuka pembicaraan. Rosela menatapku dengan serius, “ Apa hubunganmu dengan kak dimas?” tanya balik rosela. Aku sebenarnya sudah menduga kemungkinan penyerangan itu perbuatan kevin, hanya saja aku cukup terkejut ia menanyakan tentang dimas. “Kami hanya berteman saja, emang ada apa?”tanya ku lagi. Setelah penyerangan itu kakakku dan hans bekerja sama mencari jejak orang itu, dan hasilnya jejak terakhirnya berada di lingkungan apartemen kak dimas. Oh ya tentang itu tempat tinggalnya kak dimas, aku udah konfirmasi sama kevin….”


“Hah!!”teriakku spontan, rosela menatapku dengan heran. Terkejut,takut,khawatir itu yang kurasakan. Aku tidak tau apa yang akan dilakukan kevin setelah mengetahui mereka sudah menyelidiki sejauh itu. Bagaimana ini rosela dan dave benar-benar dalam bahaya.”Kau tidak apa-apa? Wajahmu sangat pucat” tanya rosela. “Aku tidak apa-apa, hanya saja aku teringat kalau ada janji penting. Kalau gitu aku pergi dulu, maaf kita hanya bisa bertemu sebentar” segera ke kasir dan bergegas pergi. Namun, aku berbalik badan dan memeluk rosela dengan erat. Aku tidak bisa menahan air mata ketakutanku apa yang akan terjadi nanti.


__ADS_2