Cantik (The Queen Of Power)

Cantik (The Queen Of Power)
Cantik (Bab XI) { Romi } 2


__ADS_3

"Ada apa nak? Kau sepertinya sedang banyak pikiran" tanya ibu angkat ku. "Tidak apa-apa bu" jawabku dengan tersenyum. "Kalau kamu bilang tidak apa-apa, pasti ada sesuatu." kata ayah angkat ku memang orang sangat peka dibandingkan ibu angkat dan aku. "Aahh..itu.."Aku tidak tau apakah tepat memberitahu kannya sekarang atau enggak. "Sebenarnya aku menemukan saudari kembar ku" orang tua angkat ku terkejut mendengarnya. "Aahh..jadi kamu sudah menemukan keluargamu, baguslah. Selama ini kau sangat merindukan mereka" kata ayah angkat ku. "Sebenarnya hanya saudari kembarku ayah" orang tua angkat ku kebingungan mendengar penjelasan ku. "Maksudnya bagaimana nak?" tanya ibuku, aku agak bimbang apa aku harus menceritakan semuanya.


Mungkin lebih baik aku menceritakan nya, daripada memendamnya. Lalu aku mulai dari pertama aku menemukan nya sampai ia terkait dengan kirana. Tidak lupa juga aku menceritakan soal kirana. Dulu saat SMA dia emang dikenal dewi sekolah. Hanya saja dibalik wajahnya itu, dia sebenarnya dalang penyebab salah satu murid di SMA. Waktu itu aku tidak sengaja melihat nya berdua mengobrol, hanya gadis itu wajahnya suram. Aku pikir bukan apa-apa, namun keesokan nya saat kebetulan istirahat. Gadis itu melompat dari gedung, semua tentu shock. Saat itu aku tidak sengaja melihat arah kirana, ia tersenyum tipis lalu dengan cepat berubah shock. Sejak itu aku menyadari bahwa kirana adalah gadis berbahaya.


"Aku takut kalau kirana akan melakukan sesuatu yang membahayakan untuk rosella" kataku. Orang tua angkat ku terdiam mendengar nya, mereka tidak mengira masalah nya akan serumit ini. "Kamu bilang ia putri dari direktur Giga Corp?" aku mengangguk mengiyakan pertanyaan ayah. "Kamu ingin sekarang ayah tarik?" aku terkejut mendengar pertanyaan nya. "Tidak ayah, ini hanya jaga-jaga kalau ia sampai melakukan nya" kataku. "Sekarang aja gak apa apa nak" kata ayah angkatku. "Tidak ayah, belum saatnya." kataku, bisa-bisanya ayah angkat ku mengabulkan segampang itu. "Baiklah kalau begitu" kata ayahku. Setelah menceritakan itu semua, aku merasa lega seperti tidak ada beban lagi.


Selain soal rosella dengan kirana, aku juga kepikiran soal perjodohan kevin dengan kirana. Bisa-bisanya ia mendekati rosella saat dia sudah dijodohkan. Sudah dari awal aku memang tidak menyukainya, mungkin itu alasan chatnya ceklis satu. Kukira rosella memblokir no ku sehingga ceklis satu, tapi ternyata karena masalah ini. Apa yang dilihat rosella hingga ia tahu perjodohan ini? Tidak itu tidak penting, yang terpenting apakah itu benar-benar membuatnya shock? Sehingga mematikan hpnya ? Berbagai pertanyaan berputar di kepalaku, ini benar-benar membuatku depresi.


Aku pun iseng memeriksa chat, dan aku liat chat rosella ceklis dua plus sedang on. Aku pun segera menchatnya.


"Gadis pemanjat 🐒 Akhirnya hp mu nyala juga, kenapa baru nyala? Apa kamu amnesia sehingga lupa cara menyalakan hp?"


"Bukan urusan kak dave"


"Judes banget sih"


"Biarin"


"Udah, saya mau serius nih karena kamu sudah liat kirana membuka topengnya"


"Maksudnya kak dave apa ya?"

__ADS_1


"Aku dengar semuanya tadi pembicaraan mu dengan kirana."


"???"


"Tadi aku lagi dikelas itu, awalnya aku mau kejutin kamu tapi saat aku lihat kirana datang aku ngumpet di meja dosen."


"Lalu?"


"Lebih baik kamu waspada dengannya, karena yang kamu liat tadi di kelas hanya sedikit kelicikan dia. Kirana wanita yang lebih berbahaya dari yang kamu duga"


" Baik kak dave terimakasih infonya, aku udahan dulu ya chatnya. Aku capek mau istirahat"


Sebenarnya aku masih ingin chat lagi dengannya. Tapi lebih baik aku membiarkan nya istirahat, ia sudah mengalami hal yang berat. "Little berry, kakakmu akan berusaha melindungi mu" aku memikirkan bagaimana caranya. "Apa aku hack saja ya?" aku langsung terbangun. Kenapa aku gak kepikiran cara ini ya? Benar aku hack aja hpnya, memang ini kejahatan sih. Tapi tidak ada cara lagi aku melindunginya. Aku pun menyiapkan link untuk hacknya. Memang tidak terlalu susah, 15 menit saja link itu udah siap. Aku tinggal mengirimkan nya besok pas makan siang. Sebenarnya ini bukan hack biasa, karena link ini berhubungan dengan apps spy, jadi aku bisa mengetahui keberadaan nya.


"Tidak mungkin" ku bandingkan salah satu simbol ditanda tangan dengan di foto profil nya. Hans Canovus Kang? Jadi si little berry berteman dengan penulis itu. Wah..luar biasa, aku pun mencarinya saja tidak ketemu apa pun. Aku sangat suka membaca, terutama untuk karya hans canovus kang. Aku sudah lama mencari untuk mengetahui dia itu seperti apa. Dia sangat terkenal, tapi tidak ada yang tau rupanya gimana. Jika ada yang bisa mendampingi rosella, setidaknya orang itu hans. Bukan tidak ada alasan memilih nya, tapi selama aku mencari info tentang nya kebanyakan yang aku dapat bahwa dia suka memberi bantuan bagi yang tidak mampu. Itu pun dengan nama anonim, jadi hampir tidak ada yang tau itu dari dia.


Keputusan ku emang tepat untuk menghack hpnya. Setidaknya aku tau kondisinya seperti apa. Mengusili dan memantaunya menjadi rutinitas ku. Wajah kesalnya terlihat lucu untuk ku. Hanya saja aku sangat kesal dimana banyak yang menjadi kan rosella jadi bahan gosip bahkan secara langsung mengganggu nya. Maka diam-diam aku membalas perbuatan mereka. Kirana sepertinya tidak melakukan apa mungkin karena ancaman ku, kalau dia masih nekat berarti namanya bunuh diri. Dan satu lagi jadi gangguanku, ada yang diam-diam mengawasi ku serta menguntit ku. Aku menebak mungkin itu suruhan kevin, entah apa tujuan nya mungkin merasa terancam. Ya mau gimana lagi, aku memang sangat tampan jadi sudah wajar ia waspada.


Jadi di hari kemudian, aku sengaja pergi ke taman dimana dulu aku dan rosella bermain. Dan yang benar saja ia masih mengikuti ku, "hey kau! Keluar dan bicara langsung, jangan cuma ngikuti saja." Ku berbalik dan orang itu muncul, orang ini sangat tinggi dan lumayan berotot. Mengenakan hoodie hitam dan masker, ia menatapku tajam. "Siapa kau?" tanyaku kemungkinan ia tidak akan menjawab nya, tapi aku tanyakan saja. "Saya adalah temannya kevin juga rosella." aku cukup terkejut ia menjawab nya. "Apakah tidak masalah langsung memberitahukan nya?" tanyaku. "Tentu saja tidak, lagipula saya tidak ada motif jahat." jawab orang itu. "Siapa yang menyuruh mu mengikuti ku?" kulihat ia tersenyum tipis mendengar pertanyaan ku.


"Kau salah, aku tidak atas perintah siapa pun. Tidak ada yang bisa memerintah ku, lebih tepatnya ini permintaan tolong seorang teman. Dan sebagai teman kevin dan rosella, kuharap kau berhenti mengganggu rosella." aku terkejut mendengar nya, kalimat bicaranya tidak ada ancaman. "Bagaimana kalau aku menolak?" tanyaku untuk memancing nya. " Sekarang aku akan balik tanya, apa kau menyukainya? Apakah kau juga menyayangi nya? Jika iya lebih baik kau mundur, karena kalau kau bersikeras itu hanya menyiksanya. Kecuali jika ia tidak bahagia dan menderita, baru kau boleh mendekati nya dengan syarat jangan menyakiti nya. Jadi aku mohon, jangan mengganggu nya lagi" untuk kedua kalinya aku terkejut mendengar jawabannya. Orang itu berbanding terbalik dengan kevin.

__ADS_1


"Siapa namamu? " tanya ku, "apa itu penting? Jadi terakhir kalinya aku mohon berhenti mengganggu nya." setelah mengatakan itu ia berbalik pergi. " Setidaknya beritahu namamu! Atau aku panggil Si pria tinggi jerapah." orang itu tidak peduli, "Maaf tapi aku tidak bisa mengabulkan permohonan mu. Karena aku udah berjanji dengan saudara kembarnya." perkataan ku membuat langkahnya terhenti dan berbalik melihat ku. " Apa maksudnya saudara kembar? Setauku dia itu anak pertama" kata orang itu. Little berry teganya kau tidak menganggap kakakmu ini. " Dia punya saudara kembar, mungkin dia tidak menceritakan nya kepada mu. Hanya saja saudara kembarnya dulu diculik saat umur mereka 6 tahun. Ia kesulitan untuk menemukan keluarga nya, dan akhirnya tanpa sengaja aku menemukan nya." kataku.


" Ia tidak bisa menemui nya sekarang karena satu alasan. Jadi ia menitipkan kepada ku agar menjaga adiknya itu." kataku. "Apa katamu bisa dipercaya?" tanyanya. "Aku tau mungkin kau tidak percaya, untuk itu nanti ia akan melakukan tes DNA entah kapan" kataku. "Baiklah kalau begitu aku mempercayai mu, kali ini aku akan membiarkan nya termasuk hack kamu di hp rosella" sudah berapa kali perkataan nya membuat ku terkejut. "Tunggu dulu, apa ada sesuatu tidak beres sehingga kau membiarkan hpnya di hack?" tanyaku. "Tidak ada " jawabnya lalu berbalik pergi. "Hei rahasiakan tentang saudara kembar rosella termasuk dia sendiri" orang itu mengangguk mengerti.


Sepertinya pria itu orang yang baik, seandainya aku tau nama nya mungkin dia adalah calon pertama yang akan jadi adik iparku. Little berry sungguh beruntung mempunyai teman seperti di.. tunggu dulu aku menyadari sesuatu. Dia bilang dia adalah temannya, dan dia adalah pria. Hanya dua pria walau beda kategori, yang pertama pria yang sangat dekat dengannya yaitu kevin. Dan yang kedua adalah pria lumayan dekat yaitu HANS!! "Aiiissh... bodohnya aku baru menyadari nya. Hans didepan ku, aku sudah mencari nya selama 2 tahun. Aarrgghh..sial! hilang sudah kesempatan ku untuk berteman dengannya." aku benar-benar kesal dengan diriku. Berkali-kali aku memaki diriku yang bodoh ini.


Esoknya aku masih memaki diriku sendiri, orang-orang melihat ku dengan aneh. "Apa !? Belum pernah liat orang tampan?" mereka memandang ku aneh dan pergi. Tanpa sengaja aku melihat rosella keluar dari toilet, wajahnya terlihat muram. Aku pun diam diam mendekati nya, "selamat malam rosella, hari yang indah ya" rosella tidak merespon ku, pandangan nya kosong. Aku pun berusaha mengajak nya bicara, tapi masih saja tenggelam dalam lamunannya. Aku pun menjetikkan dahinya dan ia baru tersadar mengaduh kesakitan. "Siapa suruh dipanggil gak nyahut" kataku, rosella yang kesal mendorong ku. "Kamu kasar ya" rosella tidak peduli dan terus berjalan. Aku berusaha mengajaknya bicara walau dia tidak menghiraukan nya. "Pantesan lama, ternyata ada serangga pengganggu toh" kata kevin. "Serangga? Saya terlalu tampan untuk menjadi serangga" kataku dengan percaya diri.


Rosella langsung merangkul mengajak nya pergi, aku tau dia melakukan nya agar aku dan kevin tidak ribut. Mungkin sebaiknya aku berhenti mengganggu nya , sepertinya ia terlihat agak depresi. Aku memang tau apa yang membuatnya agak stress, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Entah kenapa perasaanku gak tenang. Mungkin hanya perasaanku saja, sampai esoknya aku sedang dikelas. Aku sedang menenangkan pikiran ku mendengar musik, sampai ada yang mencopot earphone ku. Dan orang itu adalah vika temannya rosella. "Apaan ini tiba-tiba..tidak itu tidak penting. Sedang apa kamu disini? " tanyaku, "kak dave ayo ikut aku" katanya dengan wajah yang sangat serius.


"Baiklah" aku segera mengikutinya membawa tasku, perasaan ku semakin gak enak. Vika membawa ku bertemu dengan..Hans? Sedang apa orang itu kemari? "Ada apa? mengapa kamu disini?" tanyaku. "Apa kamu bisa melacak keberadaan rosella?" tanya hans. "Iya bisa, ada apa dengan rosella?" tanyaku dengan tegang. Hans hanya diam saja, "hans kenapa diam? kamu bilang rosella mungkin dalam bahaya." aku terkejut mendengar nya langsung menggenggam kerah hans. "Apa maksudnya ini? Mengapa rosella dalam bahaya!?" tanyaku. "Maaf harus nya aku menyadari nya, aku tidak menyangka ia akan melakukan nya. Karena putus asa dengan perjodohan nya, ia memutuskan akan menodai rosella." amarahku langsung terbakar mendengar nya. Tidak lebih tepatnya rasa takutku, ketakutan yang akan terjadi padanya.


Aku melepaskan genggaman dikerahnya, langsung aku berlari menuju mobil ku. Segera aku nyalakan hpku dan melacak keberadaan rosella. Aku segera mengemudi kan mobilku, mengikuti sensor lokasi rosella. Aku mengebut dengan kencang, agar bisa menyusulnya. Setelah beberapa lama akhirnya aku bisa menyusul nya, aku semakin mempercepat laju mobilku dan menyelak di depannya. Mobilnya yang tak siap dengan keadaan itu, menabrak mobilku sedikit. Kulihat rosella sudah tidak sadarkan diri membuat amarahku semakin meningkat. Kevin keluar dari mobilnya, aku pun segera keluar juga langsung meninju wajahnya. "Apa-apaan ini!? Apa kau sudah gila!?"bentak kevin, "Justru kau yang sudah gila b******k. Beraninya kau mau melakukan itu pada rosella" sekali kulayangkan tinju ke wajahnya.


Ku lihat kevin masih bisa tersenyum tipis, "jangan ikut campur urusan kami!" kata kevin yang juga yang akan memukulku balik yang tentu aku bisa hindari. "Dasar baj****n gila!" kataku gantian memukul nya, dan saat aku mau memukul nya lagi seseorang menghentikan ku. "Sudah hentikan" kata hans, lalu ia menoleh ke kevin " Bagaimana bisa kau melakukan ini pada rosella? Jika kau menyayangi nya, seharusnya kamu tidak akan melakukan ini" kata hans, kulihat tangannya bergetar menahan amarah. "Jika kau menjadi diriku, apa kau masih mengatakan hal yang sama?" kata kevin dengan nada bergetar. "Aku tau yang kau alami, betapa beratnya itu aku tau. Tapi ini tetap saja salah, jadi kevin sebagai teman mu aku harap kamu berpikir jernih." kata hans.


"Aku pikir kau temanmu ternyata bukan. Sepertinya kau sudah mempunyai teman baru" katanya memandang ku dengan benci. Lalu saat ia kembali ke mobil nya ia terkejut tidak ada rosella di sana. Ia menatap tajam ke arah Hans, "aku telah memindahkan nya ke mobilku, disana ada vika menjaga nya. Lebih baik kau pergi daripada aku memukulmu" kata hans, kevin pun masuk ke mobil nya dan pergi. Setelah mobil kevin menyingkir, aku baru bisa melihat mobil hans yang minggir. "Dave lebih baik kamu parkirkan mobilmu dengan benar lalu hampiri kami." kata hans. Aku pun menurut segera memakirkan mobilku ke pinggir jalan. Setelah itu aku menghampiri mereka, kulihat rosella baru saja sadar. "Dasar bodoh!! Bagaimana bisa kamu menerima minumannya" kata ku.


"Kak dave? Bagaimana bisa kak dave disini? Dan dimana kevin?" tanya rosella mencari-cari kevin, hal tentu saja membuat ku marah. "Bodoh!! Bagaimana bisa kamu dibodohi pria br*****k seperti dia!!" kata ku. "Jangan menyebut dia seperti itu" bales rosella dengan marah. Aku memegang kedua pundaknya, "akhiri hubungan mu dengan kevin sekarang! Aku tidak merestui hubungan kalian!" kataku, rosella menyingkirkan tangan ku. "Memang apa hak kak dave? Memangnya kak dave ini siapa !? Kak dave gak berhak mengatakan itu. Lebih baik kak dave pergi!!" mendengar perkataan nya membuat ku sangat sakit. Aku terdiam beberapa saat, aku pun menarik nafas sebelum melanjutkan perkataan ku.


"Apa kamu benar-benar tidak mengenalku?" tanya ku . "Tentu saja tau, kamu adalah kak dave." mendengar jawabannya aku tersenyum getir. "Ah iya aku lupa, ini sudah lama tahun berlalu tentu saja kamu lupa apalagi kamu waktu itu masih kecil" kataku. " Kak dave langsung saja to the point saja, jangan muter muter pembicaraan nya" kata rosella dengan ketus. Kutatap wajah adikku itu dengan perasaan sedih. " Kalau cuma diam saja lebih baik kak dave pergi saja" mendengar perkataan nya membuat ku menghela nafas karena sesak. Perasaan sedih, rindu yang sudah aku rasakan sejak umur 6 tahun membuat air mataku mengalir."Tunggu bentar, kok malah nangis?" kata rosella kebingungan.

__ADS_1


"Little berry" melihat nya terkejut, aku sadar ia tidak melupakan ku ini membuat ku lega. "Bagaimana bisa kau.." sepertinya ia sudah menyadari sesuatu. "Little berry, ini aku romi. Dasar anak nakal kau tidak mengenali saudaramu sendiri" kata ku lalu merentangkan tanganku. "Kakak!!" rosella memeluk ku dengan erat. Aku mengusap kepala nya dengan lembut, air mataku semakin mengalir. "Bagaimana bisa kakak baru muncul sekarang" kata rosella dengan terisak. "Aku minta maaf, benar-benar minta maaf" hanya itu yang bisa aku katakan. "Eheeemm....ada yang mau jelasin?" tanya vika.


"Biar aku bantu jelaskan" kata hans, sepertinya ia mulai mengerti. " Mungkin kamu bingung vika, kenapa aku minta menghubungi kak dave atau ya ...hhmm..kayak gitu lah. Sebenarnya agak bingung menjelaskan nya. Yang pasti identitas sebenarnya kak dave adalah kakak kembar rosella yang sudah lama hilang" jelas hans.Aku tersenyum terimakasih kepada hans. Walau ia hampir saja telat, tapi tetap saja aku berterimakasih. Karena kalau tidak, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan rosella dan aku bisa mengutuk diriku seumur hidup. Dan mulai sekarang aku akan melindungi mu rosella, adikku. Tak akan aku maafkan orang semacam kevin.


__ADS_2