Cantik (The Queen Of Power)

Cantik (The Queen Of Power)
Cantik (Bab XVII) {Hans} 3


__ADS_3

Hari ini aku akan ngumpul dengan mereka, beberapa akhir ini kami sering ngumpul bareng. Itu karena vika temannya rosella yang mewajibkan kami sering ngumpul. Kulihat rosella datang tanpa kevin, karena mengurus masalah perjodohan. Rosella pun duduk disampingku, kami berbincang-bincang santai. "Hans, menurut mu kevin kenapa?" tanya rosella berbisik sambil menunjuk chatnya. Aku terdiam melihat nya, chatnya kevin sangat janggal menurutku. Aku menjadi ingat pembicaraan waktu itu, hal itu membuat ku sangat gelisah."Oh ya sela hpmu masih bermasalah?" tanya ku. "Iya masih" aku berpikir sejenak, sepertinya langkah yang benar aku membiarkan hp ini di hack. Karena ini bukan hack biasa, ini terhubung dengan apps spy yang bisa melacak lokasi. Ini bisa menjadi rencana darurat jika kevin sampai melakukan hal gila.


Sepulangnya di rumah, aku mencoba menghubungi kevin. Namun kevin tidak mengangkat nya, ini sangat membuatku semakin khawatir. "Aaaarrghh.." aku berteriak frustasi, aku bisa gila karena kevin. Terdengar suara pintu diketuk, aku pun menenangkan diriku sebelum membuka nya. "Kakak kenapa? Tadi aku mendengar kakak berteriak" tanya jennie. "Tidak apa-apa"kataku, "Gak apa-apa gimana, baru pertama kali aku mendengar kakak berteriak seperti itu." kata jennie khawatir denganku. "Kamu belum tidur?" tanyaku mencoba mengalihkan, "Kakak!" seru jennie. Aku mengusap mukaku, aku tidak bisa menceritakan hal ini kepada jennie. "Kakak aku mohon cerita lah. Kakak selama ini selalu mendengarkan ku, sekarang giliran ku mendengar kan kakak" aku mendengar nya merasa bersalah karena membuat nya khawatir.


"Ini soal kevin" kataku, "Cckk.. sudah kuduga aku tidak menyukai anak itu sejak pertama kali bertemu. Apa dia melakukan sesuatu yang membuat kakak frustasi?" tanya jennie. "Dia belum melakukan nya, tapi mungkin akan melakukan nya. Kamu jangan khawatir, kakak akan mengurusnya." kataku mengusap kepala jennie. "Mengurus nya? Memang kakak orang tua nya apa, daridulu kakak selalu mengurusnya. Aku ngomong gini bukan iri, karena kakak pasti mengutamakan ku. Hanya saja aku takut kakak kelelahan secara fisik dan mental." aku tersenyum mendengar nya. "Aigo..adikku ini sudah dewasa sekarang mengkhawatirkan kakakmu ini. Jangan khawatir, kakak baik-baik saja. Jika kakak lelah, kakak akan istirahat." kataku mengusap kepalanya. Kulihat adikku cemberut mendengar nya, "kalau begitu sekarang istirahat lah, kakak kelihatan sangat lelah" kata jennie lalu keluar dari kamar ku. Aku tersenyum melihat adikku yang kadang terlihat ceria kekanakan atau kadang terlihat sangat dewasa seperti ini.


Esoknya aku minta izin pulang cepat kepada ibu, ia pun mengizinkan karena ini pertama kalinya aku minta izin. Aku segera pergi ke rumah kevin, " tuan kevin sedang mandi" kata pembantu nya. "Baiklah, kalau sudah selesai katakan aku menunggu nya" kataku. Waktu berlalu kulihat sekarang jam 17.05, kevin masih belum muncul juga. "Hans kamu disini nak" kata ibunya kevin menyambut ku, aku memberi salam kepada nya. "Kamu sedang apa disini?" tanya ibu kevin, "aku ingin bertemu kevin karena suatu hal" kataku. "Kevin? Ia sedang tidak ada rumah." aku terkejut mendengar nya. "Tapi kata bi inem dia sedang mandi" kataku, lalu ibu kevin memanggil pembantu itu. "Apa benar kata kevin kamu mengatakan kevin sedang mandi?" tanya ibu kevin. "Maaf bu, ini pesan tuan kepada saya. Katanya kalau tuan hans kemari katakan itu" kata pembantu itu.


Alhasil pembantu itu kena semprot ibu kevin, "bagaimana bisa kamu mematuhinya, kamu lebih tua darinya. Harusnya kamu tau itu salah." "Sudahlah tante, bibi mungkin terpaksa." kataku menenangkannya. "Maaf ya hans karena tindakan kekanakan kevin."kata ibu kevin. " Tidak apa-apa tante" kataku, " Kamu ingin bertemu kevin ada apa? Apa ia membuat masalah?" tanya ibu kevin. "Bukan tante, aku hanya ingin berbincang berdua dengannya." kataku, "Syukur lah kalau begitu. Ibu berterimakasih karena kamu telah mengurus kevin sejak dulu."kata ibu kevin. "Maaf tante, saya boleh bertanya sesuatu?" tanyaku. "Tentu saja, apa itu nak?" tanya ibu kevin. "Apa kevin pernah mau membatalkan perjodohannya?" tanyaku. "Iya, ibu tidak tau wanita macam apa yang berpacaran dengannya. Kamu tau kan kevin kayak gimana, tante takut wanita itu mempunyai sifat yang buruk" kata ibu kevin.


"Tante, boleh saya tau apa kevin meminta nya dengan emosi?" tanyaku lagi. " Iya kamu benar kev, bahkan ia sempat membentak kami" sekarang semakin jelas kenapa orang tua nya menolak. Semua permasalahan memang pada kevin. "Tante sebenarnya saya tau siapa yang berpacaran dengan kevin. Tapi menurutku wanita itu berkepribadian baik, ia seorang pekerja keras dan jujur."jelasku. "Benarkah? Jika kamu menilai seperti itu, berarti benar wanita itu baik. Hanya saja kevin masih kekanakan seperti ini, ibu masih belum bisa menerima wanita itu. Karena sifat kekanakannya belum berubah, ibu takut jika mereka menikah akan berakhir sangat buruk." jelas ibu kevin. Aku hanya menghela nafas, karena bahkan aku turun tangan saja tidak bisa membantu membatalkan nya. Seandainya saja sifat nya bisa menjadi dewasa dikit, mungkin orang tuanya akan menerimanya.


Aku pun berpamitan dengan ibu kevin, kulihat sekarang jam 17.12. Aku mencoba menelepon kevin, dan diangkat.

__ADS_1


"Halo kev, sekarang dimana?"


"Halo hans, aku memutuskan untuk melakukan nya. Aku sangat mencintai nya, aku tidak bisa kehilangan nya"


Setelah berkata seperti itu ia menutup teleponnya, aku mencoba menelepon nya lagi dan no nya sudah off. Kevin benar-benar sudah gila, sepertinya sekarang di perusahaan tempat rosella kerja. Aku mencoba menelepon rosella, sialnya aku ternyata lupa mencas hpku. Dan aku baru lihat daya di hp ku sudah 1%, otomatis hpku mati. Waktu dari kesini sampai ke tempat rosella kerja bisa memakan waktu setengah jam atau paling cepat 25 menit. Jika aku kesana sudah sangat terlambat, maka satu-satunya jalan yaitu dave. Aku haru meminta bantuannya untuk melacak rosella.


Aku segera pergi ke kampus Mak Lampir, ku percepat laju mobilku. Sesampainya di kampus, aku segera ke kelas rosella. Vika terkejut melihat kedatangan ku menghampiri, " kamu ngapain disini" tanya vika. Kulihat sepertinya ia mencoba menelepon rosella, "cepat ikutin aku" vika menurut tapi sebelumnya ia mengambil tasnya. Setelah beberapa langkah aku berbalik, "vika kamu tau dave lagi dikelas mana?" tanyaku. "Kurang tau sih, tapi kenapa cari dia?" tanya vika. "Rosella dalam bahaya, kita membutuhkan dave" vika terkejut mendengarnya. " Apa maksudmu? Bagaimana dia dalam bahaya?" tanya vika. "Tidak ada waktu menjelaskan, tolong panggil kevin segera. Aku akan menunggu di parkiran." vika mematuhi ku segera pergi memanggil kevin. Aku segera ke parkiran bersiap langsung pergi setelah dave kemari.


Dan kulihat di belakang vika dengan cepat dapat menyusul sebelum kehilangan kami. Dari kejauhan kulihat dave berhasil menyusul mobil kevin dan menyalip nya. Aku segera meminggirkan mobilku, dan menghampiri mobil kevin lalu memindahkan rosella beserta dengan tasnya ke mobilku. Setelah aku segera menghentikan dave memukul kevin"Sudah hentikan" kata hans, lalu aku menoleh ke kevin " Bagaimana bisa kau melakukan ini pada rosella? Jika kau menyayangi nya, seharusnya kamu tidak akan melakukan ini" kataku berusaha menahan amarah. "Jika kau menjadi diriku, apa kau masih mengatakan hal yang sama?" kata kevin dengan nada bergetar. "Aku tau yang kau alami, betapa beratnya itu aku tau. Tapi ini tetap saja salah, jadi kevin sebagai teman mu aku harap kamu berpikir jernih." kata ku.


"Aku pikir kau temanmu ternyata bukan. Sepertinya kau sudah mempunyai teman baru" katanya memandang dave dengan benci. Lalu saat ia kembali ke mobil nya ia terkejut tidak ada rosella di sana. Ia menatap tajam ke arah ku, "aku telah memindahkan nya ke mobilku, disana ada vika menjaga nya. Lebih baik kau pergi daripada aku memukulmu" setelah mendengar perkataan ku, kevin ke mobil nya dan pergi. Malam ini merupakan hal yang tidak dilupakan nya, rosella sangat terkejut dan kecewa dengan kevin. Walau begitu rosella memohon saudara kembarnya untuk memberikan kesempatan terakhir.


"Hans gimana menurut mu? Bukankah kamu yang lebih lama kenal dia?" aku terdiam saat dave meminta pendapat ku, "menurut ku perkataan kalian semua benar. Aku sudah mengenal kevin sejak smp. Dan menurut ku memang kevin tidak ada watak seperti itu. Sekarang tekanan mental dia masalah perjodohan, yang aku tau dia takut kehilangan rosella. Beberapa hari yang lalu saat aku berbicara pada kevin, ia pernah mengatakan ada yang memberi nya ide untuk menghamili rosella. Jika ia melakukan itu maka orang tua nya akan membiarkan ia menikah dengan rosella. Waktu aku menegurnya itu sangat buruk, dia bilang bercanda. Aku kira dia memang bercanda, hanya saja aku masih mewaspadainya dan lebih mengawasi nya lagi. Kejadian hari kelengahan ku, jadi aku minta maaf" kataku, walau aku berbohong bagian dia bilang bercanda.

__ADS_1


Aku tidak tau mengapa aku masih membela nya, mungkin aku tidak tega melihat rosella. Dengan perkataan ku dan permohonan rosella akhirnya dave memberikan kesempatan terakhir untuk kevin. Aku harap kesempatan terakhir ini digunakan kevin dengan baik. Aku harap kevin dapat berubah, dan ia dengan rosella akan akhir ending. Namun esok malamnya, aku sedang jalan-jalan dengan jennie di taman dekat rumah. "Kak lihat ada yang nangis di sana" kata jennie sambil menunjuk orang yang dimaksud. Aku terkejut ternyata itu adalah rosella. Kondisinya benar-benar kacau, kulihat kakinya pun terluka. Melihat nya menangis seperti itu membuat perasaanku sangat hancur. Sebenarnya apa yang terjadi kepada nya? Apa ini juga karena kevin? "Kakak kenapa ikut nangis juga? Kakak kenal sama wanita itu?" tanya jennie.


"Jennie, tolong dong belikan air minum 2 botol, alkohol untuk luka, betadine dan kain kasa." pinta ku sembari memberikan uangnya. "Haahh.. baiklah kak aku belikan" kata jennie pergi membeli nya. Aku melihat sekali lagi rosella, sepertinya ia telah lelah berhenti menangis dan termenung dengan pandangan mata kosong. Aku menghampirinya dan berjongkok didepannya, "Rosella? Mengapa kau menangis?" baiklah aku merasa pertanyaan ku sangat aneh. Air mata rosella mengalir lagi, aku dengan lembut mengusap air mata nya yang mengalir. "Kamu kenapa? Apa yang terjadi dengan mu?" tanya ku. Rosella hanya diam dan menangis. Aku duduk disampingnya dan memeluknya mencoba menenangkan nya, "tidak apa-apa menangis saja, semua akan berlalu" kata ku sembari menepuk punggung nya dengan lembut.


Beberapa lama kemudian, aku merasa ia sudah berhenti menangis."Apa kamu sudah lega?" tanya ku, "iya" jawab rosella dengan lemah. Setelah jennie datang, aku memberi kan air minum untuk ia minum. Lalu aku membersihkan dan mengobati luka dikakinya. Hanya ini yang bisa kulakukan, seandainya aku bisa mengobati luka di hati nya. Saat aku membuka chat, kulihat dave telepon. Mungkin ini tadi saat jennie sedang ngobrol denganku, dave menelepon makanya tidak terangkat. Aku pun menelepon nya, lewat telepon ia memberitahu ku apa yang terjadi dengan rosella. Hal ini sangat membuatku murka, beraninya ia melakukan itu.Mengingat rosella menangis seperti tadi, aku bisa membayangkan kevin memperlakukan nya. Ini membuat ku semakin ingin memiliki dan melindungi nya.


Bahkan esoknya melihat rosella terbaring lemah, membuatku sangat sedih. Juga disaat kevin datang ribut untuk menemuinya, rosella sangat tertekan. Ia menutup kuping sekeras nya hingga kuping nya memerah karena tidak ingin mendengar nya. Aku melepaskan tangannya, dan memasang headphone. "Kevin hentikan!" kataku berusaha mungkin menahan amarahku. "Hans kumohon tolong biarkan aku bertemu rosella" mohon kevin. "Kev.." belum aku berbicara ia memotongku, ia terus-menerus memohon tanpa membiarkanku bicara. " Astaga..begini kau memperlakukan yang lebih tua darimu" kata kevin. " Dave, rosella memanggil mu" kata jennie, lalu dave segera masuk. "Hans tolong bantu aku agar bisa bertemu rosella." kata kevin. "Maaf aku gak bisa kev" kevin tersenyum kecil. "Apa benar kamu teman ? Bagaimana bisa kamu tidak membantu ku?" aku benar-benar marah dengan kevin. Bagaimana bisa ia berkata seperti itu setelah apa yang telah kulakukan untuknya.


"Kevin!!" kulihat kevin terkejut dengan bentakku, tentu saja aku hampir tidak pernah membentak orang kecuali kalau sudah kelewatan. "Apa kamu mementingkan egomu dibandingkan keadaan rosella?Jika ingin bertemu dengannya jangan saat ia sakit, tapi saat dia sehat. Jika kau tetap memaksa nya, aku sendiri yang akan menghabisi mu kalau keadaan nya semakin parah." ini pertama kalinya aku berbicara dengan emosi. "Vika panggilkan dokter cepat!!" kami terkejut mendengarnya, vika langsung pergi memanggil dokter. Aku segera masuk ke ruang inap rosella, kulihat rosella sudah tidak sadarkan diri. "Bagaimana.." kevin tercekat melihat kondisi rosella, "Sekarang kau mengerti?" tanyaku, kevin terdiam melihat rosella. Dokter pun datang langsung memeriksanya. "Ayo ikut aku" kevin pun menurut mengikuti ku.


"Ini minumlah" kevin menerima air minum dariku. "Apa kau sudah tenang?" tanyaku, Kevin mengangguk mengiyakan. "Sebenarnya aku ingin memberi tahumu soal dave, hanya saja no mu tidak aktif" kataku teringat saat malam itu aku berusaha menelepon nya. "Dan juga soal perjodohan mu, aku sudah bicara dengan mereka. Alasan mereka tidak mau membatalkan nya karena dirimu. Kamu belum berubah, kamu belum dewasa membuat mereka khawatir dengan pilihan mu. Cobalah kamu bicara dengan baik-baik, aku yakin mereka akan mendengar kanmu. Karena aku sudah membantu mu untuk terakhir kalinya sebagai teman." jelasku. "Apa maksudmu untuk terakhir kalinya?"tanya kevin. "Aku mempunyai perasaan kepada rosella. Aku sudah memendamnya demi mu dan rosella. Namun, sekarang berubah karena apa yang kau lakukan padanya. Aku ingin ia bersamaku, aku ingin membuatnya bahagia. Jadi secara resmi aku nyatakan kepadamu sebagai saingan bukan teman."jelasku.


"Jadi bantuan yang kamu maksud adalah agar persaingan kita adil?" tanya kevin. "Iya benar, jadi masalah mu cuma perasaan rosella dan restu dari dave." kevin tersenyum kecil mendengar nya. "Baiklah aku terima" kata kevin. "Oh ya sebelum nya aku mau tanya, siapa yang kamu maksud yang memberi ide itu?" tanyaku, karena ini adalah biang masalahnya. " Itu kirana, dia bilang jika aku dan rosella memiliki anak mungkin orang tuaku akan luluh." Aku menghela nafas atas pikiran naif kevin. "Seriusan kirana bilang kayak gitu?" tanyaku, kevin mengangguk mengiyakan. Aku cukup terkejut kirana yang kukira gadis baik-baik, ternyata merupakan dalang semua ini. "Kamu itu b*g* atau bodoh. Bisa-bisanya kamu terhasut oleh wanita ular itu" aku terkejut dengan kemunculan dave dan perkataan nya. "Apa maksudnya?" tanya kevin, "Apa kau tidak tau kalau kirana itu berbahaya? Dia sudah mengincar rosella sejak kalian jadian. Kukira ia tidak berulah saat aku mengancamnya, ternyata ia berulah melalui orang bodoh seperti dirimu" kata dave. Aku dan kevin sangat terkejut bukan karena perkataan nya, tapi karena kemunculannya yang tiba-tiba. Sejauh manakah ia mendengar pembicaraan kami?

__ADS_1


__ADS_2