
"Hhmm.." aku terbangun di mobil, kenapa aku di mobil? Aahh.. aku ingat, aku kan tadi pingsan. Tapi ini dimana, ku tengok kulihat wajah hans terlihat serius. "Hans?", " tenang saja sella aku akan melindungi mu" kata hans ia melihat ku sangat aku tidak tau bagaimana menjelaskan nya. Pandangan seperti melihat orang yang dicintainya dalam bahaya. Entah kenapa aku merasa deja vu dengan keadaan ini. Jangan-jangan ini mimpi yang itu, apa yang terjadi. Seperti di mimpi sebelumnya sebuah truk menabrak mobil kami dari samping. Dan lagi-lagi tubuh ku terlempar dari mobil.
Aku tau selanjutnya apa yang terjadi, aku segera bangun. dan melihat ke arah mobil hans. Sama seperti mimpi sebelumnya, Hans tidak sadarkan diri dalam mobil tersebut. Dengan tertatih-tatih aku mencoba ke mobil itu untuk menyelamatkan hans. Tapi kakiku tidak bisa diajak kerjasama, baru beberapa langkah aku terjatuh. Lalu kulihat seseorang datang, aku sangat tegang jika sama seperti sebelumnya waktu itu yang datang ialah kirana. Maka kejadiannya sama akan terulang lagi. Kumohon jika ini mimpi, kumohon bangunlah. Ku mencoba memukul kepalaku agar aku bisa terbangun dari mimpi ini, tapi tidak bisa.
"Mengapa kau memukul kepala mu?" aku sangat familiar dengan suara ini, ku tengok ternyata itu kevin. Bukan kirana yang datang tapi kevin, mungkin kah mimpi kali ini berbeda? "Kevin.. kumohon tolong hans, ia ada di dalam mobil itu. Kumohon kev.."aku terhenti saat melihat pandangan matanya. Sangat mengerikan, kilatan kemarahan ada dimatanya." Jadi sepenting itukah!? " Kulihat ia mengeluarkan korek api gas, "Tidak kevin..tidaakk!!". Kevin melempar kannya ke arah mobil yang masih ada hans, sama seperti sebelumnya mobil itu meledak bersama dengan hans yang tidak sadarkan diri di dalamnya.
"Hans!" akhirnya aku terbangun, "Iya ada apa?" aku terkejut hans ada di sampingku. "Kau disini...", "Ya kami juga disini" aku menoleh ke sebelah kanan ku. Aku terkejut ada vika dan kevin juga disini, aku baru menyadari aku tidak dirumah. Kulihat tanganku di infus, "kamu ada dirumah sakit" jelas vika. " Apa? Kenapa aku bisa aku dirumah sakit? dan sudah berapa lama aku pingsan?" tanyaku. "Hans yang membawa mu ke rumah sakit untuk biaya nya dibayar sama kevin, dan kamu pingsan selama satu jam." aku terkejut mendengar nya. "Hans kenapa kamu bawa aku ke rumah sakit? Kan kamu bisa aja antar aku pulang." tanyaku.
"Tentu saja, aku bawa ke rumah sakit melihat kondisi mu kayak begitu." jawab hans. Lalu aku beralih ke kevin "Kamu kenapa membayarnya?" tanyaku, kevin hanya diam menatapku entah apa yang dipikirkan. "Sella, dokter bilang kamu kebanyakan pikiran sehingga asam lambung kamu kambuh. Selain itu sepertinya kamu ada darah tinggi, pembuluh darahmu di kepala itu hampir saja pecah. Sekarang pertanyaan ku apa yang kamu pikirkan sampai keadaan kamu jadi seperti ini?" tanya vika. "Entahlah aku juga tidak tau" jawabku, memang aku sendiri pun bingung kenapa aku bisa kayak gini.
"Yaudah kalau kamu gak bisa bilang, gak apa apa. Hanya saja bisa kah kamu jelaskan hubungan mu dengan dua pria ini?" tanya vika. "Seperti yang kamu tau vika, hans ini kenalan ku. Kami baru bertemu kemarin,..ehh..tidak dua kali bertemu. Lalu kevin kami lumayan dekat, tapi tidak terlalu dekat" jawabku. "Bagaimana bisa kamu tidak mengatakan nya kepada ku?" entah kenapa aku merasakan sedikit kemarahan pada nada bicara kevin. "Tentang apa? Memang nya apa yang harus kukatakan?" tanyaku balik. " Tentu saja semuanya, mengapa kamu tidak menceritakan apa yang terjadi denganmu? Mengapa kamu tidak mengatakan bahwa kamu sedang sakit? Mengapa kamu tidak mengatakan kamu bertemu dengan hans? Mengapa kamu tadi menolak untuk diantar untuk pulang? Mengapa kau tidak menelepon ku tapi malah menelepon Hans? Mengapa!? Mengapa!?"
Aku terkejut dengan nada pertanyaan kevin dengan sangat emosional. "Bukankah kamu sendiri yang bersikap dingin karena marah dengan ku. Lagipula memang nya kamu ini siapa aku? Sehingga aku harus mengatakannya, seolah-olah aku.." entah kenapa aku sangat sulit melanjutkan nya. Tanpa terasa air mataku mengalir, "kev kamu gila ya? Kamu malah bikin sella nangis." aku menenangkan vika. "Kevin kumohon jangan pernah bikin aku salah paham tentang perilaku mu. Aku tau kita ini teman, dan kau mengkhawatirkan ku karena kita ini teman. Kumohon jangan melebihi batas, jangan bikin aku salah paham." setelah mengatakan itu, aku mengelap air mataku. "Vika aku mau pulang, kevin aku akan gantikan uang pengobatan ku." jelasku. Aku segera mencabut infusku, sedikit sakit sih entah kenapa di drama mereka mencabut infus segampang itu.
Tiba-tiba tangan kevin memegang pundak ku, menghadap ke arahnya. " Tidak, itu bukan salah paham. Aku menyukai mu sella, aku benar-benar menyukai mu. Maaf tadi aku bersikap dingin, aku benar benar minta maaf." kulihat air matanya mengalir, entah kenapa aku air mataku semakin mengalir melihat nya. Lalu tangannya memegang tangan, "sella maukah kau pacaran dengan ku" tanya kevin. Aku tidak pernah menduga ini terjadi, aku tidak tau aku harus berbuat apa. Aku melepaskan tangannya, "Kevin maaf aku tidak yakin dengan perasaanmu karena ini terlalu mendadak untuk ku. Karena selama ini kamu tidak pernah menunjukkan nya kepadaku" kevin menunduk mendengar nya."Tapi kev jika itu benar, yakinkan aku tentang perasaan mu" kevin menatap ku mendengar nya.
"Aku mau pulang aja " kataku untuk memecah suasana gugup ini. "Sella gimana kalau kamu pulang pake mobil ku diantar sama Kevin" ucap hans, lalu ia melempar kuncinya ke kevin dan kevin menangkap nya. "Gak apa apa, aku bisa sama vika" tolakku. "Jangan, kamu pake mobil aja. Kondisimu belum baik" entah kenapa aku merasa perkataan vika ada sesuatu tersembunyi. "Tapi.." belum selesai bicara vika memotong "gak ada tapi tapian". Setelah selesai mengambil obat dan lain sebagainya. Aku sudah di mobil, kulihat kevin memberikan kunci motor nya ke hans. Lalu ia masuk ke mobil, "nih" ia memberi kan jus buah dan aku menerima nya.
Selama perjalanan kami hanya diam, aku tidak tau harus membahas apa. Mataku mulai terasa berat lagi, dan tanpa terasa aku tertidur. "Sella bangun, kita sudah sampai" kevin yang membangun kanku. "Terimakasih sudah nganterin" setelah mengatakan itu aku keluar. aku melihat jam di hp, jam 21.15 untung saja aku nyampe di jam biasa. Esoknya, kondisi ku agak membaik hanya saja badanku masih sedikit lemas. Aku menjalankan kegiatanku seperti biasa, dan kebetulan hari ini kerjaan ku banyak. "Baru aja pulih udah banyak aja nih kerjaan" aku hanya berharap agar asam lambung ku tidak kambuh lagi.
__ADS_1
Hanya saja yang berbeda entah karena kemarin, hampir setiap menit kevin menchatku. Tentu saja itu mengganggu ku, jadi kuminta kevin lanjut chatku makan siang. Udah lebih baik aku lanjut mengerjakan pekerjaan ku. Walau aku sedang mengerjakan pekerjaan ku, hanya saja pikiran ku sudah melayang ke hal lain. Entah kenapa aku memikirkan mimpi itu, mengapa aku mimpi yang hampir sama. Apakah itu sebuah petunjuk? Percaya atau tidak kadang beberapa mimpiku kenyataan. Hanya saja kemungkinan itu terjadi 30%, kadang aku merasa dejavu sendiri. Hanya saja yang menjadi pertanyaan ku, mengapa yang sama saat kecelakaan mobil itu dan meledak saat didalamnya hans yang tidak sadarkan diri? Apa arti dari semua itu?
"Rosella" panggilan navier menyadarkan ku, "ya ada apa?" tanyaku. "Kamu mikirin apa sih sampe dipanggil berapa kali gak dengar?" tanya navier, aku hanya senyum cengengesan saja. Dan aku baru menyadari satpam ada disini, "eh iya ada apa pak?" tanyaku, "ada kiriman buat bu rosella" jawabnya. Ku lihat sebuah tas belanja kain lumayan besar dibawa nya, "Terimakasih ya pak" setelah aku mengambil barang itu satpam itu keluar ruangan. Aku melihat secarik kertas" Kevin?" ternyata itu dari kevin.
Aku belikan kamu untuk cemilan dan vitamin untuk mu, agar kamu cepat sehat.
dari kevin
Ku lihat di dalamnya beberapa buah, madu dan biskuit. " Dari siapa tuh?" tanya navier, "seseorang yang dekat dengan ku. jawabku. "Ciieee..siapa tuh" sambung yang lain, wajahku memerah mendengar nya. Aku pun menchat kevin
"Kev, terimakasih ya"
"Wkwkwk..kamu jago ngegombal ya ternyata"
"Tidak juga, aku hanya bisa melakukan nya kepadamu"
Aku merasa wajahku memanas, sejak kapan ia menjadi semanis ini. Semua keraguan ku tentang perasaan nya sepertinya mau menghilang. Aku bisa merasakan kesungguhan nya untuk meyakinkan ku.
Kebetulan hari ini walau kerjaan ku banyak, kantor pulang lebih cepat. Aku pun pulang dulu untuk menaruh yang diberikan kevin ini. Lalu setelah itu aku ke kampus, sebenarnya Kevin menawarkan kepada ku untuk dijemput. Tapi aku menolak nya, karena aku tidak ingin merepotkan. Di kampus seperti nya aku kecepatan datang, jadi di kelas aku sendiri. Tidak berapa lama, kirana datang ia menghampiriku. " Rosella boleh aku duduk disampingmu" aku mengangguk membolehkan. Untuk menunggu waktu mulai kelas atau menunggu lainnya, aku pun main mobile war pang pang.
__ADS_1
Tidak lupa aku menggunakan earphone, sebenarnya agak rusak soalnya cuma sebelah saja yang keluar suara. Tapi karena ini tanggal tua, jadi aku masih memakai nya. "Rosella aku mau tanya dong, hubungan kamu sama Kevin dan kak dave apa ya?" tanya Kirana namun aku memutuskan untuk berpura-pura tidak dengar. Aku memakai earphone keduanya aku pasang, jadi tidak ada yang tau kalau cuma sebelah. Untuk sekarang aku malas pertanyaan membahas apa hubungan ku dengan kedua orang itu, walau kak dave sebenarnya bukan apa apa sih. Lagipula aku bisa kalah permainan kalau aku bermain sambil ngobrol.
"Cih, heran kenapa kak dave dan kevin tertarik kepada mu. Padahal penampilan ku jauh lebih baik." aku terkejut mendengar perkataan kirana yang baru pertama kali kudengar. Tidak lama setelah ku selesai bermain, aku mencopot earphone ku. "Oh ya kirana kamu tadi mau ngomong apa? Aku lihat kayaknya kamu tadi ajak ngomong aku, maaf ya aku gak jawab soalnya tadi aku fokus game dulu" ku tatap lekat kirana untuk lihat reaksinya. "Tadi aku tanya hubungan kamu dengan kevin dan kak dave apa? Saat kau keluar sakit tadi wajah mereka sangat khawatir." perkataan agak berbeda dengan saat aku memakai earphone, sepertinya aku pura pura gak tau saja.
"Kalau kak dave gak ada apa apa sih, hanya saja saat pemilihan aku kabur dan hampir ketangkap kak dave . Kalau kevin aku lumayan dekat sama dia." saat aku menjelaskan kak dave eskpresi wajah nya tidak terlalu banyak berubah, hanya saja aku menjelaskan kevin 5 detik wajahnya seperti tidak senang. Jika itu orang lain mungkin mereka gak menyadari nya, ia benar-benar menjaga ekspresi wajahnya. Apakah ia menyukai kevin? "Seberapa dekat?" tanya kirana, "hhmm.. entahlah"jawabku. Untung saja saat kirana mau melanjutkan pertanyaan nya, yang lain sudah datang dan ia menyapa mereka.
"Halo rosella" lagi lagi kak dave muncul, entah apa ulah yang dia akan lakukan. "Bagaimana sudah baikan?" tanya kak dave, "iya" jawabku dengan singkat. Lebih baik aku fokus ke hpku daripada menghiraukan dia. Saat aku membuka kunci hpku, kak dave mengambil hpku. "Kak dave ngapain sih!?" tanyaku kesal, aku berusaha mengambil hpku tapi dihalangi. Kulihat ia menelepon, dan ternyata misscall ke hpnya. " Aku udah simpan no ku di hpmu, jangan lupa chat ya" kata kak dave mengedipkan matanya. Aku merinding melihat nya, lebih baik aku melihat aksi boneka annabel daripada kedipan matanya.
"Cieee..rosella" aku yang kesal mendengar nya hanya diam saja. Aku segera mencari no di kontrakku, astaga dia menyimpan nya dengan "Dave si ganteng " betapa narsis nya dia. Aku segera menghapusnya, takut ada virus menyebalkan. Tidak lama kevin dan vika sudah datang, vika duduk di depan ku sementara kevin duduk dibelakang ku. Waktu pun berlalu, kelas pun selesai, baru saja aku keluar sebuah tangan menarik ku. Itu adalah kak dave, lalu kevin menahanku dan melepaskan tanganku dari kak dave. "Apa-apaan ini narik tangan orang seenaknya!?"nada bicara kevin terdengar kesal.
"Memang nya apa urusanmu? " tanya kak dave, "tentu saja urusanku" jawab kak dave. "Apakah kalian berpacaran?" tanya kak dave. "Apa urusanmu bertanya seperti itu?" tanya balik kevin. Tanpa mereka sadari, aku perlahan berjalan mundur lalu menarik tangan vika untuk pergi dari keributan mereka. Aku pergi ke pintu keluar yang satu lagi, "bentar sella, kamu gak lerai mereka" tanya vika. "Tidak, buat apa lerai? Mereka kan gak sekonyol itu" jawabku. "Ciiee..direbut dua cowok, dua duanya sama kaya dan tampan lagi." goda vika, aku mendelik kesal. Entah kenapa firasat ku mungkin mereka akan mencari ku, kemungkinan mereka akan rusuh 50%. Dan sekarang aku butuh bantuan vika untuk menolong ku kabur.
Ku pegang dengan tatapan memohon, "vika tolong dong". Vika memahami maksud ku, "tidak" aku semakin memasang muka memelas ku. "Baiklah, aku tolong" kata vika, aku pun tersenyum kepadanya. Aku memakai helm dan naik ke motor, vika yang sudah bersiap pun melaju kan motornya. Kami keluar gerbang tanpa hambatan, "terimakasih ya vika" ucapku. "Iya sama-sama, kamu mau sampe mana?" tanya vika. "Sampe angkot biasa" jawabku. Tiba-tiba sebuah motor menklakson kami, ternyata itu kevin. Kami segera menepi, "sella mari aku antar pulang" tawar kevin. Vika memberi tanda agar aku pulang saja dengan kevin, aku menyerahkan helm ke vika lalu ke kevin.
"Yaudah aku balik dulu ya" kata vika, "iya hati-hati dijalan" balesku. Setelah vika pergi, aku memakai helm yang dikasih kevin dan naik ke motor nya. Dalam perjalanan kami hanya diam, suasana canggung kurasakan saat ini. Kevin menambahkan kecepatan laju motor nya, sebelah tangan ku memegang jok belakang motor agar tidak jatuh, sebelah lagi aku memegang tasku. Laju motor kevin semakin kencang, hingga aku terpaksa memegang bajunya agar tidak terjatuh. Dan aku menyadari kevin membawa ku Taman Caesar. Setelah kevin memarkirkan motornya, ia memegang tangan ku membawa ke dalam taman.
Ia membawa ku ke salah satu bangku di taman itu, kami pun duduk di bangku itu. "Sella sudah lama sekali aku ingin membawa mu kesini" aku hanya diam mendengarnya. " Aku mempunyai sebuah cerita tentang ku. Dulu saat aku smp aku berbeda dengan sekarang. Waktu itu aku tidak tampan, bahkan banyak yang mengejekku. Dan aku sering bolos kesini karena jenuh dengan suasana sekolah. Hingga aku bertemu seorang perempuan yang seumuran ku. Ia menasehati ku agar tidak bolos, walau sendiri nya juga sama. Hingga akhirnya ia berkata baik mulai sekarang kita jangan membolos lagi seperti pengecut, kita kuat kita pasti bisa" entah kenapa saat mendengarnya aku merasa familiar dengan kalimat itu.
"Dan kata-kata itu menguatkan ku, sebelum berpisah aku menanyakan namanya. Nama perempuan itu adalah rosella lavender anggraini" aku terkejut mendengar nya. Jadi aku pernah bertemu kevin sebelumnya? Kevin memegang kedua tangan ku dan memandang ku, "Sella kau adalah kekuatan dan cahaya ku, maukah kau menjadi kekasih ku seumur hidup?" mengharukan tapi kata-katanya agak berlebihan. Aku bisa merasakan ketulusan dalam pandangan matanya. "Baiklah aku menerima nya" kevin yang senang mendengar nya langsung memeluk ku. Malam ini adalah awal kisah kami, dimana perasaan kami mulai terikat. Tanpa kami ketahui sebuah badai siap menerpa kami, tidak menerpaku. Sebuah kesalahan yang akan terjadi, yang tidak akan aku lupakan.
__ADS_1