
"Apa kau tau rosella?" sepertinya ada yang membicarakan ku lagi, yang mengherankan mengapa pada suka ngegosip di toilet ya? Sebenarnya aku ke toilet karena panggilan alam, tapi malah aku mendengar pembicaraan tentang ku lagi. " Pacarnya kevin?" tanya yang lain, "iya, heran dia ngerayu kevin gimana sih? Cantik aja enggak" aku mengepalkan tangan mendengar nya lagi-lagi penampilan ku dikaitkan. "Oh ya kalian tau gak sebenarnya kevin dan kirana dari pas sd dekat?" tanya lainnya, tunggu sepertinya aku kenal suara itu. Tapi siapa ya? Aku baru ingat dia senior yang dekat sama kirana namanya tina, ia satu semester dan jurusan dengan kak dave.
"Emang iya?" tanya yang lain nya, "iya, dulu sebelum kevin pacaran, aku dengar dari kirana kalau ia sudah lama kenal kevin dari sd" memang tidak salah sih, karena mereka emang dipertemukan sejak kecil untuk dijodohkan nanti sd. " Menurut kalian kalau udah selama itu, mana mungkin kan gak ada apa apa kan? Pasti mereka ada rasa gimana gitu. Dan aku dengar kirana itu lumayan dekat sama rosella, aku kemarin iseng tanya gimana menurut dia tentang jadian kevin dengan rosella. Dia sempat terdiam gitu, lalu dia kayak ngehindar jawab gitu" lanjut kak tina. "Kasihan banget kirana" kata orang itu. "Iya kasihan banget ditusuk dari belakang sama temannya" sahut yang lainnya, seandainya mereka tau mukanya Kirana sebenarnya mungkin mereka tidak akan kasihan lagi.
"Lagipula apa sih yang buat kevin tertarik sama gadis seperti itu!? Cantik aja enggak, buluk, otak biasa aja, hidup lagi!" yang lain tertawa mendengar nya, tapi tidak dengan ku yang hanya diam mendengarnya. Setelah mereka puas berbicara seperti itu, mereka pergi barulah aku bisa keluar dari toilet. Sejak aku jadian, entah kenapa aku jadi diperhatikan orang-orang. Tidak jarang tanpa sengaja aku mendengar mereka membicarakan ku, membandingkan ku dengan kirana dan di akhir pembicaraan menghina penampilan ku. Juga kadang beberapa ada yang berani menyindir penampilan ku, bahkan ada yang sengaja pura-pura gak sengaja menabrak ku. Untuk sekarang aku hanya diam saja, selama menurut ku tidak melebihi batas kesabaran ku.
Kalau boleh jujur, aku semakin tidak betah berada di kampus. Aku lebih baik berada ditempat kerja untuk lembur daripada disini. Kalau tidak ada kevin dan vika, mungkin aku gak akan bertahan dengan semua hal yang menyebalkan disini. Dan sebenarnya kalau jujur ada yang mengganjal pikiran ku, kirana tidak melakukan sesuatu. Aku pikir setelah dia melakukan itu saat itu, ia akan melakukan sesuatu lagi untuk mengganggu ku. Tapi ternyata tidak, kirana hanya bersikap seperti biasa walau tidak berbicara denganku. Ini membuat ku gelisah, biasanya jika orang seperti kirana tenang pasti ada sesuatu. Entah apa itu, tapi semoga saja perkiraan ku salah. Sudah lebih baik aku tidak memikirkan nya lagi, dan fokus menjalankan hidupku ini.
"Aakkhh..Iiisshh..!!" kepalaku sakit dijentikan kak dave yang entah kapan ada disini. "Siapa suruh dipanggil gak nyahut" kata kak dave. Entah kenapa beberapa hari ini kak dave sering mengganggu ku, tidak jarang ia hampir berkelahi sama kevin karena sering mengganggu ku. Aku menatap nya kesal, lalu aku segera pergi namun dihalangi kak dave. Dengan kesal aku mendorong jauh kak dave, "kasar juga ya kamu" aku tidak memperdulikan perkataan nya dan terus berjalan. Kak dave terus mengikuti sambil berbicara yang pasti tidak aku hiraukan. "Pantesan lama, ternyata ada serangga pengganggu toh" kata kevin. "Serangga? Saya terlalu tampan untuk menjadi serangga" perkataan kevin membuatku merinding. Aku segera merangkul kevin untuk mencegah pertengkaran yang akan terjadi.
"Udah yu kev " aku segera membawa nya pergi menjauh dari kak dave. "Kalian lama banget sih!! Ayang bebku dan kevin udah disana, mereka udah lumayan lama loh nunggunya." orang yang dia maksud itu adalah valentino. Aku lumayan terkejut saat mereka jadian, karena mereka kan baru pdkt akhi-akhir ini. Dan juga vika membuat grup chat yang berisikan aku, kevin, vika, hans, dan valentino. Dan kami beberapa kali bertemu di ropang gabut. " Oh ya sela, aku ada urusan keluarga mendadak. Kamu sama vika kesananya, nanti pulang nya kamu sama hans aja. Ingat jangan naik angkot, sama hans aja." aku mengangguk, kevin tersenyum mengusap kepalaku.
Sebenarnya ada kejadian tidak mengenakan saat aku naik angkot. Waktu itu aku berangkat kerja naik angkot, aku kena pelecehan. Awalnya jarinya kena badan ku, aku kira tidak sengaja yaudah aku geser tempat duduk ku. Tapi setelah itu, aku masih berasa jari kena yaudah aku geser lagi sampe sementoknya. Dan tiba-tiba tangan nya ada dibelakang punggung ku, segera aku hentikan angkot nya. Saat aku turun kulihat tatapan nya masih ke arah ku walau angkot nya jalan membuat ku merinding. Aku pun menceritakan kejadian itu digrup, tentu saja semua naik darah. Sejak setelah kejadian itu, kevin melarang ku naik angkot. Dan mereka segrup kecuali valentino, sepakat ngantar/jemput aku. Aku sudah menolaknya karena gak enakan, karena mereka tetap bersikeras akhirnya aku mengalah.
"Vika aku bareng kamu ya" vika mengerutkan keningnya, "emang kevin kemana?Dia gak ikut?" tanya vika. "Enggak ikut, soalnya ada urusan keluarga" jawabku. " Pasti soal urusan perjodohan, kapan sih dia bisa selesaikan?" aku menggeleng kepala." Tidak tahu" jawabku, "semoga selesai ya" kata vika. "Iya terimakasih" ucapku, "yaudah yok" ajak vika. Kami pun berangkat ke ropang gabut, beberapa lama kemudian kami pun sampai. Disana sudah ada valentino dan hans sesuai ucapan vika. " Halo ayang beb, pasti sudah lama menunggu" kata vika memeluk valentino, aku bergidik mendengar nya. Bukannya apa, cuma aku aja sama kevin gak kayak gitu dan kami gak mau juga karena terlalu berlebihan.
"Oh ya hans, kamu gak usah pindah duduk soalnya kevin gak kesini" kataku duduk disebelahnya, hans mengangguk mengerti. Kami pun memesan makanan lalu berbincang ringan, hanya saja yang paling sering ngomong itu vika. "Kalian ingin tau gak kisah gimana kita jadian?" tanya vika, "Tidak terimakasih" jawab aku dan hans secara kompak. Tidak hanya sekali ia membahas bagaimana mereka jadian, bahkan berkali-kali sampai kami bisa kenyang dengan kisah mereka. Ddrrtt.. kulihat kevin me chatku
"Sela?"
"Iya apa?"
__ADS_1
"Apa kau mencintaiku?"
"tentu saja"
"Apakah kau memberikan semua nya untuk ku?"
"Iya tentu saja🥰"
"🥰"
Aku keheranan dengan chat kevin yang tidak biasa.
"Hans, menurut mu kevin kenapa?" tanyaku berbisik sambil menunjuk chatnya. Hans terdiam melihat nya lalu mengangkat bahunya menandakan ia tidak tahu. "Oh ya sela hpmu masih bermasalah?" tanya hans. Dari beberapa hari yang lalu, entah kenapa hp baterenya cepat habis dan lemot. Aku curiga hpku kena hack, setelah diperiksa hans menurut dia itu bukan hack. Itu masalah pada software nya, kemungkinan karena banyak aplikasi. Memang appsku banyak, dan semua nya tidak ada yang bisa dihapus. "Iya masih" hans berpikir sejenak, "kalau gitu hapus aja apps kamu yang jarang dipake" kata hans. "Iya nanti aku pikir dulu mana yang jarang aku pake" kataku. Sangat sulit untuk ku menentukan mana yang dihapus.
"Sella nanti bolos yuk😁"
"Diihh..ngapain bolos?🙄"
"Aku mau mengajak mu ke suatu tempat"
"Kemana?"
__ADS_1
"Ada deh😁"
"????🤔"
"Pokoknya kamu siap-siap ya"
Aku mengira-ngira kemana kevin mengajak ku. Apa mungkin ke taman? Apa mungkin ke star park? Entahlah kemana aja, aku ikut aja.
"Rosella?" aku tersadar navier memanggil ku, "Iya ada apa?" tanyaku. "Kamu gak pulang?"tanya navier, kulihat jam ternyata sudah jam 17.30. Sepertinya aku terlalu tenggelam dalam pikiran ku sampai tidak terasa waktu berlalu. " Oh ya... ini mau pulang" kataku segera menyimpan data pekerjaan ku. Kulihat kevin sudah menunggu ku diparkir an dalam mobil nya. Hhmm..tumbenan dia bawa mobil biasanya motor. Aku mengetuk jendela mobilnya, kevin turun lalu membukakan pintu untuk ku. "Maaf menunggu lama" kataku, "Iya gak masalah kok. Pasti kamu banyak pekerjaan" kata kevin, seandainya dia tau aku tenggelam dalam pikiran ku sehingga tidak memperhatikan waktu.
"Kita akan kemana?" tanyaku, "kemana ya?" coba kamu tebak" kata kevin. "Hhhmm..ke taman?" tebak ku, "bukan, coba tebak lagi" kata kevin. "Ke star park?" tebakku lagi, kevin menggeleng kan kepalanya. Aku pun terus menebak lagi, tapi tidak ada yang benar. "Udahlah nyerah, kamu kasih tau aja " kataku. " Jawaban nya yaitu aku akan mengajakmu bertemu orang tuaku." perkataan kevin membuatku terdiam karena terkejut. "Ketemu orang tua mu? Sekarang?" tanyaku setelah sadar dari rasa terkejut ku. "Yups benar, aku yakin mereka pasti akan berubah pikiran setelah aku memperkenalkan mu" jelas kevin. Aku begitu gugup membayangkan bertemu dengan orang tuanya.
"Jangan begitu gugup, santai aja " kata kevin. "Bagaimana bisa santai, ini soal ketemu orang tua kamu loh" kevin tertawa mendengar nya. Aku merasakan hpku bergetar sepertinya ada yang menelepon ku. Baru aku mau mengambil hpku di tas, kevin memegang tangan ku lalu mencium tangan ku. "Kevin?" aku kebingungan dia kayak gitu, kevin hanya tersenyum. "Sella aku beliin kamu minuman kesukaan mu, minumlah" kata kevin menunjuk minuman didepanku. Itu adalah sari buah strawberry kesukaanku, "thanks kev" aku pun meminumnya. Aku merasakan hpku bergetar lagi, "jangan angkat aku yakin itu vika" kata kevin mencegah ku mengambil hpku ditas.
Aku kebingungan dengan tingkahnya memandang meminta penjelasan. "Aku tadi sudah mengatakan kepada vika kita bolos, dan dia ngomel-ngomel jadinya. Kamu mau dengan omelannya" kata kevin. Memang vika kalau mengomel bisa memakan setengah jam paling cepat. " Yaudah deh" aku pun membiarkan hpku bergetar. Entah kenapa aku merasa mengantuk, apa aku terlalu kelelahan ya? Memang semalam aku kurang tidur, tapi hanya saja rasa kantukku tidak tertahankan. "Kenapa kamu ngantuk?" tanya kevin, aku mengangguk mengiyakan. "Yaudah kamu tidur saja, nanti kalau udah sampai aku bangunin" kata kevin. Aku pun mengubah kursiku agak kebelakang agar aku bisa rileks tidurnya. Dalam hitungan detik aku pun tertidur.
"Sella ! Sella bangun!" aku mendengar suara vika memanggil ku. Ku merasakan cipratan air diwajahku, aku pun membuka mataku. "Vika ?" aku kebingungan dengan vika yang ada didepan ku. Aku terkejut melihat dia menangis, "kamu kenapa menangis?" tanyaku. Lalu aku tersadar aku tidak di mobil kevin. "Kamu tidak apa apa" tanya hans. Aku baru tersadar sedang ada di mobil hans, ini membuat ku benar-benar kebingungan. Terakhir aku ingat ada di mobilnya kevin... tunggu dimana dia? "Apa yang terjadi? Dimana kevin? Terakhir aku ingat sedang bersama kevin dalam perjalanan untuk bertemu orang tuanya. "Dasar bodoh!! Bagaimana bisa kamu menerima minumannya" kata kak dave di belakang vika dengan wajah sangat kesal yang membuat ku terkejut dengan keberadaan nya.
"Kak dave? Bagaimana bisa kak dave disini? Dan dimana kevin?" tanyaku mencari-cari Kevin dan aku tidak melihat keberadaan nya. "Bodoh!! Bagaimana bisa kamu dibodohi pria br*****k seperti dia!!" kata kak dave. "Jangan menyebut dia seperti itu" balesku, aku benar-benar marah kak dave mengatai kevin. Kak dave memegang kedua pundak ku, wajah nya terlihat memerah. "Akhiri hubungan mu dengan kevin sekarang! Aku tidak merestui hubungan kalian!" aku menyingkirkan tangan kak dave. "Memang apa hak kak dave? Memangnya kak dave ini siapa !? Kak dave gak berhak mengatakan itu. Lebih baik kak dave pergi!!" kataku dengan marah, menurut ku ia sudah kelewat batas dalam ikut campur hubungan ku dengan kevin.
Kulihat kak dave terdiam, wajahnya mulai terlihat sedih. "Apa kamu benar-benar tidak mengenalku?" tanya kak dave. "Tentu saja tau, kamu adalah kak dave." jawabku. "Ah iya aku lupa, ini sudah lama tahun berlalu tentu saja kamu lupa apalagi kamu waktu itu masih kecil" aku bingung dengan perkataan kak dave. " Kak dave langsung saja to the point saja, jangan muter muter pembicaraan nya" kataku dengan ketus. Kulihat wajah kak dave sangat serius, ekspresi yang hampir tidak pernah aku lihat. " Kalau cuma diam saja lebih baik kak dave pergi saja" kataku, kulihat ia menghela nafas. Tiba-tiba saja air matanya mengalir, aku terkejut melihat nya "Tunggu bentar, kok malah nangis?". Apa aku terlalu keras ya bicara nya? Tapi masa iya cuma karena itu dia nangis.
__ADS_1
"Little berry" aku terkejut dengan panggilan kak dave, sebutan panggilan yang sudah lama tidak aku dengar. Ini tidak mungkin, yang hanya memanggil ku seperti hanya satu orang. "Bagaimana bisa kau.." aku menyadari sesuatu. "Little berry, ini aku romi. Dasar anak nakal kau tidak mengenali saudaramu sendiri" kata kak dave lalu ia merentangkan tangannya. "Kakak!!" aku memeluk kak dave dengan erat. Kak dave adalah kak romi merupakan fakta yang mengejutkan untuk ku. "Bagaimana bisa kakak baru muncul sekarang" kataku dengan terisak. Kak dave..bukan kak romi, ia mengusap kepalaku dengan lembut. "Aku minta maaf, benar-benar minta maaf" kata kak romi.
"Eheeemm....ada yang mau jelasin?" tanya vika. "Biar aku bantu jelaskan" kata hans, aku terkejut dia mengetahui nya. " Mungkin kamu bingung vika, kenapa aku minta menghubungi kak dave atau ya ...hhmm..kayak gitu lah. Sebenarnya agak bingung menjelaskan nya. Yang pasti identitas sebenarnya kak dave adalah kakak kembar rosella yang sudah lama hilang" jelas hans. Vika tentu saja terkejut mendengar nya, karena aku tidak pernah menceritakan kepada siapapun tentang kak romi. Saudara kembar ku yang diculik karena menyelamatkan ku.