Cantik (The Queen Of Power)

Cantik (The Queen Of Power)
Cantik (Bab XVI) {Hans} 2


__ADS_3

Saat ini aku sedang berkumpul dengan keluarga ku, kami sedang berbincang ringan. Hal ini kegiatan rutin kami, agar kami mempunyai waktu bersama keluarga. "Hans apa yang kamu pikirkan? Ibu lihat kamu seperti banyak pikiran" tanya ibu. Sebenarnya aku tidak tau mengapa, tapi aku memikirkan rosella. "Ah..itu hhmm..bukan apa-apa bu" jennie memandang ku curiga mendengar nya, aku mengalihkan mataku dan meminum teh yang ibu sediakan. " Kayaknya kakak mikirin cewek bu" celetuk jennie yang membuat ku tersedak. "Eh.. benar ya? padahal aku ngasal tebak loh kak" kata jennie tersenyum geli. "Benarkah itu nak?" tanya ayahku, "tidak ayah" jawabku. "Benar pun tidak apa-apa, sudah lama ibu menantikan calon menantu" kata ibu. "Beneran enggak bu" kata ku, pandangan mereka menjadi antusias.


Kudengar hpku berdering, tenyata itu rosella.


"Halo hans"


" Iya halo, suara kamu kenapa lemas ?"


Kudengar suaranya terdengar sangat lemas. Lalu terdengar suara orang lain.


" Halo, tolong dong antar si rosella mau pingsan nih."


"Ini siapa?"


" Aku sahabat dekatnya, udah cepetan dia beneran lemas banget"


Aku terkejut mendengar kondisi rosella, perasaanku menjadi tidak tenang.


" Baiklah saya akan kesana, shareloc tempat kalian berada."

__ADS_1


"Ok"


Orang itu langsung menutup teleponnya, dan ia mengirim share loc kepada ku. "Rosella siapa itu kak?" tanya jennie, namun aku tidak ada waktu untuk menghiraukan nya. "Maaf Bu, yah, ada suatu masalah. Aku pergi dulu ya" setelah pamit aku segera pergi menuju kesana. Ku laju cepat mobil ku ini, perasaanku sangat tidak tenang.


Sesampainya disana ku lihat rosella dipapah oleh temannya. Aku segera meminggirkan mobilku, baru saja keluar dari mobil kulihat rosella pingsan. Aku segera berlari menghampirinya, tak lama kemudian kevin datang. Aku langsung membawanya ke mobilku, dan segera pergi ke rumah sakit. Ternyata rosella mempunyai asam lambung dan ia sepertinya juga mempunyai darah tinggi. Melihat rosella terbaring lemah seperti itu membuat ku sedih. " Aku mau bayar dulu ya biaya pengobatan nya" kata kevin. " Apa tidak masalah?" tanyaku, "tidak apa-apa" walau Kevin berkata seperti itu aku masih saja khawatir. Kevin belum kerja, dan uang dia pakai berasal dari orang tua nya. Yang kutakutkan adalah uang yang dia pakai bisa menjadi pertanyaan orang tuanya. Dan itu bisa saja menjadi masalah nanti, baik itu ke kevin atau rosella.


"Hhmm.." kulihat rosella sangat gelisah, mungkin ia sedang bermimpi buruk. Kevin sudah kembali setelah membayar, ia menghampiri rosella dan menggenggam tangan nya. "Hans!!" aku terkejut rosella memanggil ku, kulihat wajah cemburu kevin. Dan mulailah pertengkaran kevin dengan rosella. Hingga akhirnya kevin mengungkapkan perasaannya. Walau rosella tidak mengatakan nya tapi dimataku terlihat ia juga mempunyai perasaan yang sama dengannya. Harusnya aku senang bahwa kevin tidak bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa aku merasa sesak. Sebuah perasaan yang tidak pernah aku rasakan. Aku pun mengajukan kevin mengantarkan rosella.


"Ini kuncinya" kataku memberikan kunci mobilku, dan ia memberikan kunci motor nya. "Thanks ya hans" kata kevin, "Oh ya ini, berikan jus ini. Dalam kondisi seperti itu ia butuh vitamin" jelasku sambil menyelipkan jus ke tangan nya. "Ok, thanks untuk kedua kalinya" kata kevin, setelah mereka pergi aku pun segera pulang. "Oh..kakak ternyata sudah pulang. Masalahnya udah selesai? Emang ada masalah apa kak?" tanya jennie. "Masalah teman" kataku lalu segera masuk ke kamar. Perasaanku menjadi buruk karena masih mengingat tadi. "Astaga...kenapa aku kayak gini" aku mengacak rambutku dengan frustasi. Tanpa sengaja aku melihat bayangan ku di cermin, aku teringat saat bersama rosella dan saat tadi. Kemudian aku menyadari, bahwa aku mempunyai perasaan dengan rosella.


Aku pun memutuskan untuk tidak terlibat semua berkaitan denga rosella. Aku tidak mempunyai perasaan pada orang yang temanku cintai. Namun takdir berkata lain, suatu hari hubungan kevin dan kirana dipertanyakan. Aku pun menjelaskan tentang perjodohan mereka. Kulihat ekspresi wajahnya yang sangat kecewa dan sedih. Dalam perjalanan pulang mengantar nya, aku menghiburnya bahwa kevin sedang menolak perjodohan itu. Walau sebenarnya aku tidak tau apakah kevin beneran melakukan itu atau tidak. Dibandingkan kemarin, aku sangat sedih melihat ekspresi muramnya. Seandainya bisa aku ingin memeluk menghiburnya. Hal ini benar-benar menyiksaku.


"Tapi setidaknya kamu kasih tau dong" kata kevin. Rosella merangkul tangan kevin, "sudahlah kev jangan dibahas lagi" kata rosella dengan senyum. Ia pun mengajakku untuk bergabung dengan mereka. Kami berbincang seperti tak ada masalah apapun. Perasaan senang ku muncul ditengah rasa cemburu, senyumannya sangat berharga. Sepertinya aku harus menyerah pada perasaan ini, asal ia bahagia itu sudah cukup untuk ku. Esoknya saat malam, aku dengar dari kevin bahwa ia sudah jadian dengan rosella. Walau getir aku mengucapkan selama padanya tidak lupa dengan rosella. Aku berharap mereka akan bahagia selamanya, jadi setidaknya perasaanku yang dikorbankan tidak sia-sia.


"Hans bolehkah aku minta tolong?" tanya hans yang datang ke kantor ku. "Minta tolong apa lagi? Sampai kapan kamu mau kayak gini? Sudahlah aku tidak mau" tolakku. "Hans, kumohon sekali ini saja. Tolong awasin senior kampus aku namanya kak dave. Dia selalu mengganggu rosella" mohon kevin. "Memang ganggu seperti apa?" tanya ku dengan sabar. "Ia selalu mencoba mendekati rosella" mendengar jawaban kevin membuatku menghela nafas. "Apa kamu tidak mempercayai rosella ? Menurutku ini tidak perlu, seharusnya kamu percaya dengan rosella. Sudahlah aku mau melanjutkan kerjaku, kamu pulang saja" kataku. "KAU TIDAK TAHU BETAPA PUTUS ASA NYA AKU!!! Aku sudah mencoba untuk membatalkan nya, tapi orang tua ku tidak mau menerimanya. Aku terlalu takut untuk kehilangan nya." aku terdiam mendengar nya.


Aku tahu tanpa orang tuanya memberi tahu ku alasan perjodohannya itu karena ketidakdewasaannya. Seandainya kevin merubah sifat kekanakannya, aku yakin mereka menerima permintaan pembatalan perjodohannya. Tapi dengan sifat dan perilaku nya seperti ini, menurutku wajar orang tua nya tidak mempercayai pilihan putranya. "Apa aku coba saja idenya ya? Jika aku dan rosella mempunyai anak, mungkin orang tuaku menerima nya." kata kevin. "Kevin!!! Apa kamu sudah gila!? Beraninya kamu berpikir seperti itu." bentak ku yang sudah kehilangan kesabaran ku. "Ah..maaf, sepertinya aku kehilangan akal sehat ku." kata kevin. "Baiklah sekali ini saja, ini yang menjadi terakhir." kataku.


Aku pun mengawasi orang yang bernama dave itu. Tidak ada yang aneh dengannya, bahkan aku menyamar jadi mahasiswa di kampus itu tidak menemukan hal yang berlebihan. Sudah kuduga dave lah yang berlebihan disini. Yang dilakukan pria itu hanyalah menggoda nya. Walau yang aneh itu pandangan matanya, sangat tulus tapi tidak seperti memandang sebagai pria. Aku tidak tau itu apa, yang pasti itu tidak berbahaya. Sampai rosella chat aku.

__ADS_1


"Hans?"


"Iya ada apa?"


"Aku curiga hpku di hack , soalnya batere hpku cepat habis dan hpku jadi lama. Aku dengar dari kevin mungkin kau bisa membantu ku."


"Baiklah aku akan cek hp kamu"


"Ok, kita ketemu di ropang gabut ya setelah pulang kerja. Terimakasih ya hans, maaf merepotkan."


Singkat cerita kami pun bertemu di ropang gabut, dan aku membawa laptop ku.


"Halo hans, terimakasih ya udah bantu aku" kata rosella. "Tidak masalah" jawabku, lalu duduk di hadapannya dan membuka laptopku. Rosella pun memberikan hpnya untuk diperiksa. Dan benar hpnya telah di hack, aku pun segera mencari tahu siapa dalang nya. Aku pun menemukan dalangnya itu adalah dave. Baiklah aku tarik perkataan ku soal kevin berlebihan, hanya saja entah kenapa aku ragu melepaskan hacknya setelah mengingat padangan matanya ke rosella. Firasat ku mengatakan mungkin nanti ini akan berguna. Tapi tentu saja aku tidak mempercayai firasaku, aku memutuskan untuk berbicara dengan orang itu. "Bagaimana hans?" tanya rosella, "Aman sih, hpmu gak dihack." jawabku, aku menyembunyikan rasa gak enakku karena berbohong.


Setelah bertemu dengan rosella, aku pergi ke kampus nya. Saat ia keluar aku mengikutinya, aku sengaja menunjukkan sedikit bahwa aku mengikutinya. "Hey kau! Keluar dan bicara langsung, jangan cuma ngikuti saja." aku pun keluar dan menghampirinya. "Siapa kau?" tanya dave. "Saya adalah temannya kevin juga rosella." kulihat ia nampak terkejut. "Apakah tidak masalah langsung memberitahukan nya?" tanya dave. "Tentu saja tidak, lagipula saya tidak ada motif jahat." jawab ku. "Siapa yang menyuruh mu mengikuti ku?" aku hanya tersenyum tipis mendengarnya. "Kau salah, aku tidak atas perintah siapa pun. Tidak ada yang bisa memerintah ku, lebih tepatnya ini permintaan tolong seorang teman. Dan sebagai teman kevin dan rosella, kuharap kau berhenti mengganggu rosella." kataku. "Bagaimana kalau aku menolak?" tanya dave aku merasa ia sedang memancing ku entah apa tujuannya.


" Sekarang aku akan balik tanya, apa kau menyukainya? Apakah kau juga menyayangi nya? Jika iya lebih baik kau mundur, karena kalau kau bersikeras itu hanya menyiksanya. Kecuali jika ia tidak bahagia dan menderita, baru kau boleh mendekati nya dengan syarat jangan menyakiti nya. Jadi aku mohon, jangan mengganggu nya lagi" aku mengatakan itu dengan sungguh-sungguh. "Siapa namamu? " tanya dave, "apa itu penting? Jadi terakhir kalinya aku mohon berhenti mengganggu nya." setelah mengatakan itu aku berbalik pergi. " Setidaknya beritahu namamu! Atau aku panggil Si pria tinggi jerapah." aku tidak memperdulikan nya, "Maaf tapi aku tidak bisa mengabulkan permohonan mu. Karena aku udah berjanji dengan saudara kembarnya." perkataan nya membuat langkah ku terhenti dan berbalik melihat nya. " Apa maksudnya saudara kembar? Setauku dia itu anak pertama" tanyaku. " Dia punya saudara kembar, mungkin dia tidak menceritakan nya kepada mu. Hanya saja saudara kembarnya dulu diculik saat umur mereka 6 tahun. Ia kesulitan untuk menemukan keluarga nya, dan akhirnya tanpa sengaja aku menemukan nya." aku terkejut mengetahui hal ini.


" Ia tidak bisa menemui nya sekarang karena satu alasan. Jadi ia menitipkan kepada ku agar menjaga adiknya itu." kata dave. "Apa katamu bisa dipercaya?" tanyaku, sebenarnya aku mempercayai nya karena di matanya tidak ada kebohongan. "Aku tau mungkin kau tidak percaya, untuk itu nanti ia akan melakukan tes DNA entah kapan" kata dave. "Baiklah kalau begitu aku mempercayai mu, kali ini aku akan membiarkan nya termasuk hack kamu di hp rosella" kulihat ia sangat terkejut, mungkin ia tidak mengira bahwa aku mengetahui nya. "Tunggu dulu, apa ada sesuatu tidak beres sehingga kau membiarkan hpnya di hack?" tanya dave dengan curiga. "Tidak ada " jawabku lalu berbalik pergi. "Hei rahasiakan tentang saudara kembar rosella termasuk dia sendiri" aku mengangguk mengerti.

__ADS_1


Sekarang semua teka-teki telah terkumpul, mengapa ia mengganggu rosella. Pandangan matanya melihat rosella tidak seperti ketertarikan pada wanita. Alasan mengapa dave meng hack nya, serta ia mengatakan bahwa mendapat amanah untuk menjaga rosella. Bisa ku simpulkan bahwa dave adalah saudara kembar rosella. Dari perkataannya aku menemukannya itu, hanya keluarga yang bisa memastikannya. Walau bisa saja aku salah, tapi sebesar 80% aku yakin benar. Dan jika itu benar maka kevin nanti akan kesulitan karena pasti ia tidak akan mendapatkan restu darinya. Aku ingin memberitahunya tapi aku sudah berjanji merahasiakannya. Sepertinya sekarang aku diposisi yang serba salah dalam pilihan pertemanan atau janji.


__ADS_2