Cantik (The Queen Of Power)

Cantik (The Queen Of Power)
Cantik (Bab XVIII) {Romi 3}


__ADS_3

Setelah dokter memeriksa rosella, aku menitipkannya kepada vika dan jennie. Aku keluar mencari si kevin cecunguk s*al*n itu, aku harus memberinya pelajaran. Dan aku berhasil menemukan mereka, "Oh ya sebelum nya aku mau tanya, siapa yang kamu maksud yang memberi ide itu?" tanya hans, kebetulan aku mendengar nya jadi memutuskan untuk diam di belakang mereka menunggu jawaban kevin. " Itu kirana, dia bilang jika aku dan rosella memiliki anak mungkin orang tuaku akan luluh." perkataan kevin membuat ku terkejut, kirana ternyata kau dalang sebenarnya. Ternyata ia masih bernyali juga menantangku. "Seriusan kirana bilang kayak gitu?" tanya hans, kevin mengangguk mengiyakan. "Kamu itu b*g* atau bodoh. Bisa-bisanya kamu terhasut oleh wanita ular itu" kataku dengan emosi. "Apa maksudnya?" tanya kevin, "Apa kau tidak tau kalau kirana itu berbahaya? Dia sudah mengincar rosella sejak kalian jadian. Kukira ia tidak berulah saat aku mengancamnya, ternyata ia berulah melalui orang bodoh seperti dirimu" kataku dengan geram.


Baiklah lebih baik aku menenangkan diriku, kulihat wajah hans dan kevin kikuk. "Ada apa dengan kalian?" tanyaku, "ah itu sejak kapan kau disini ?" tanya hans. "Sejak kalian membahas soal kirana" jawabku. "Tadi maksud mu mengancam kirana itu, memang kamu mengancam apa?" tanya hans. "Aku mengancam akan meminta ayah angkat ku menarik investasi di perusahaan ayahnya kirana, kalau ia berani macam-macam dengan rosella. Sepertinya aku akan melakukannya karena kirana seperti ini." jelas ku. "Itu ide yang bagus, cukup membuat nya jera"kata kevin. "Itu hal yang konyol" aku terkejut mendengar perkataan hans. "Apa maksudmu?" tanya ku, " Menarik investasi? Apakah menurutmu segampang itu kah? Jika ayah angkatmu mengikuti kemauan mu, itu sangat tidak profesional. Jangan campurkan urusan bisnis dengan pribadi" kata hans.


"Ini aneh kamu yang hanya seorang penulis berkata ini hal yang konyol. Tapi ayahku adalah seorang investor beberapa perusahaan, tidak mengatakan ini hal yang konyol. Ia menyetujui pendapat ku, bahkan jika aku tidak cegah ia akan melakukannya saat mendengar kepribadian Kirana." hans mendengar perkataan ku menghela nafas. " Apa bedanya kamu dengan kevin, kalian sama-sama kekanakan. Aku tidak tau berapa persen saham yang dimiliki ayah angkat mu itu, tapi dari perkataanmu kemungkinan minimal mencapai 50% dimiliki nya. Memang jika ia menarik sahamnya, perusahaan akan mengalami krisis karena mereka harus mengembalikan dana dalam jumlah besar. Namum krisis itu, tidak hanya dirasakan oleh kirana dan keluarga nya saja. Itu juga berdampak pada karyawan disana juga. Dampak menengahnya akan bermasalah dengan gaji mereka, dan yang terburuk adalah terjadinya PHK besar-besaran. Apa kau tidak memikirkan sampai ke karyawan nya? Mereka tidak tahu apa-apa kena imbas juga." aku terdiam mendengar perkataan hans.


Aku tidak memikirkan sampai situ, karena awalnya aku hanya memikirkan ganjaran yang pantas untuk kirana. Jika hans tidak mengatakan nya, aku tidak pernah akan menyadarinya. "Lalu sekarang harus bagaimana? Tidak mungkin kirana dibiarkan begitu saja, ia dia harus di beri pelajaran." kataku. "Kalau itu lebih baik kamu serahkan kepada rosella, karena ia adalah korbannya." sepertinya aku menyetujui perkataan hans. Aku yakin little berry tahu apa yang harus dilakukan."Romi" ku menoleh dan ternyata mamaku yang memanggil. "Eehh..ma pa, kalian kesini. Kenapa gak telepon? Kan bisa romi jemput" kataku. "Tidak usah, kan kamu juga lagi menjaga rosella" kata papa. Memang aku tau mereka akan kesini, tapi aku gak tau kalau malam ini. "Mereka siapa kak?" tanya angela melihat hans dan kevin. "Itu temannya rosella, ini hans dan yang ini kevin." kataku memperkenalkan mereka. Hans dan kevin pun memberi salam kepada orang tua ku.

__ADS_1


"Mama, papa sama jennie duluan aja ke depan lift nanti romi susul" kataku. Setelah mereka kesana, "Kalian sekarang pulang lah, soal kirana nanti aku jelaskan ke rosella." kataku. Lalu aku menyusul ke lift, sebelumnya aku menchat vika agar mereka tidak membahas apapun dulu. Karena mereka tidak tahu apa-apa masalah sebenarnya. Ini juga permintaan rosella agar menyembunyikan masalah ini. Atau bisa dibilang rosella menyembunyikan hubungan sosialnya kepada keluarga. Sebenarnya tanpa sengaja aku menemukan diary rahasia di hpnya. Rosella ternyata selama ini tertekan oleh sikap mereka. Selain itu aku juga mendengar dari orang tua ku dan adik bungsu ku kalau rosella sangat tertutup kepada mereka. Jadi bisa disimpulkan mereka mengalami permasalahan dengan komunikasi mereka. Mengetahui ini membuatku bingung harus bagaimana.


"Romi apakah tanpa sepengetahuan kami, rosella mempunyai pacar?" tanya papa. "Tidak pa." sangkal ku, kulihat sepertinya papa masih curiga. Kalau aku jadi papa memang aku curiga. Sepertinya firasat tajamku menurun dari papa. Singkatnya kami sudah di ruang rawat inapnya, vika dan jennie berpamitan pulang. Orang tuaku meminta ku pulang istirahat bergantian jaga dengan mereka. Aku pun setuju agar memberikan mereka waktu bersama dengan rosella. Esoknya aku pergi ke kampus untuk memindahkan rosella dari kelas karyawan ke kelas reguler lalu pergi ke perusahaan nya memberikan surat resign. Mungkin ini agak berlebihan, namun ini adalah salah satu sumber yang membuat rosella stress. Aku ingin rosella memulihkan kesehatan nya, dan segala apapun biaya yang keluar aku akan tanggung asalkan ia bisa sehat total. Ya walau aku harus bersiap kemungkinan rosella akan mengamuk kepadaku.


Sepertinya rosella akan lebih mengamuk, karena saat aku tiba wajahnya dalam tidak mood. Sebelum aku masuk ruangan, kulihat wajahnya cerah dengan sedikit kikuk karena baru pertama kali sekeluarga berbincang hangat. Ternyata keputusan ku tepat membiarkan orang tuaku dan adik bungsuku disini bersama rosella. "Halo..aku datang" kataku, dan seketika disambut dengan ekspresi wajah kesal rosella denganku. "Romi kau bawa apa?" tanya mamaku. "Ini aku bawa buah, madu dan biskuit ma" kataku. "Ini terlalu banyak" keluh rosella, " Iya romi, ini terlalu banyak." kata ayahku menyetujui nya. "Gak apa-apa kan bisa dibawa pulang" kataku. "Oh ya papa, mama sama angela sudah makan?" tanyaku. "Belum nak" jawab ibuku. "Aku gak ditanya kak?" tanya rosella, " kamu gak usah ditanya pasti udah karena disediakan oleh rumah sakit." rosella cemberut mendengar nya.


"Ada apa kak? Apa ada hal yang mau dibicarakan?" tanya rosella. " Apa maksudmu? Kakakmu ini kan memang ingin bersama mu" kataku. "Yakin? tidak hal lain lagi?" tanya rosella. "Sebenarnya ada sih, aku gak tau apa kamu siap dengan pembicaraan ini" kataku. Aku menghela nafas masih bingung apakah tepat membicarakan tentang kirana sekarang. "Apaan kak?" tanya rosella, "Dalang nya adalah kirana, apa yang kevin lakukan adalah ulah kirana." rosella terdiam mendengar nya. Kulihat percikan kemarahan dimatanya, tangannya mengepal dan aku memegang menenangkan nya. "Kakak, aku memang salah apa? Kenapa dia melakukan itu kak? Hanya karena aku dan kevin berpacaran, hanya karena perasaan cemburunya...dia..sampai segitunya mau menghancurkan ku!" kata rosella dengan suara bergetar. Kulihat air matanya tergenang dan perlahan mengalir. "Dasar kirana br****ek, dan kevin bodoh!!!" dan masih banyak lagi umpatannya yang membuatku ternganga.

__ADS_1


Aku pernah mendengar jangan pernah membuat orang lugu dan naif benar-benar marah kehabisan batas kesabaran. Jika itu terjadi, mereka akan berubah mengerikan. Mungkin itu yang terjadi dengan rosella, kulihat ia masih mengumpat kirana dan kevin. "Wow..aku baru mendengar kamu mengumpat" kata jennie yang baru saja datang disertai dengan hans dibelakang nya yang terkejut melihat rosella. " Hans apa kau mengetahui hal ini?" tanya rosella. "Tidak, aku baru mengetahui nya semalam" jawab hans. Rosella menghela nafasnya, ia memegang kepalanya. "Kenapa kau pusing?" tanyaku, rosella mengangguk. "Makanya jangan berlebihan" kataku sembari menuangkan air ke gelas dan memberikan nya kepada rosella untuk minum. "Kalau gitu apa yang akan kamu lakukan kepada kirana setelah mengetahui ini?" tanyaku. "Tentu saja membalasnya, dan satu-satunya cara membalasnya adalah menghancurkan apa yang paling berharga bagi nya." kata rosella.


"Maaf rosella, tapi bukankah itu tidak bagus? Aku tau dia salah, tapi kalau kamu dendam sampai menghancurkan nya bukannya kamu saja dengan dia? Aku punya saran, bagaimana kalau menjadikan dirimu lebih baik? Menurutku daripada menghancurkan, membuat mu lebih unggul dari dia akan membuat dia lebih tertekan lagi." kata hans. Entah kenapa aku menyetujui perkataan hans. Aku bisa membayangkan dengan sifat kirana seperti itu, jika rosella lebih unggul darinya maka membuat nya sangat depresi. Karena hal itu pernah terjadi saat SMA, waku itu aku tahun terakhir. Lagi-lagi aku melihat tingkah nya, saat ia mencoba menjatuhkan siswi yang tidak dia suka. Namun siswi itu tidak terpengaruh, malah ia menjadi lebih unggul dari dia. Kulihat betapa depresi nya menghadapi kenyataan bahwa dia kalah dengan siswi itu.


"Bagaimana dengan menjadi model di agensi ku?" tanya jennie. "Sempat-sempatnya ya jennie" kataku dengan kesal. "Enggak seriusan, karena aku dengar saat menyelidiki tentang kirana. Ya waktu itu aku menyelidiki nya karena heran kenapa ia bisa menjadi model dengan penampilan nya itu. Dan aku menemukan kalau kirana tidak mengikuti prosedur model seperti biasanya, karena ia langsung masuk begitu saja di agensi itu. Aku langsung curiga kirana memakai koneksi." aku terkejut mendengar nya. Ternyata sebagai model saja dia menggunakan cara licik seperti itu. "Apakah ada buktinya? Maaf bukannya aku gak percaya. Hanya saja di dunia seperti ini, jika tidak ada bukti maka itu hanya sebuah rumor." jennie menghela nafas mendengar perkataan rosella. Lalu mengambil ipad di tasnya dan memeriksa sesuatu.


"Sebenarnya ini termasuk urusan bisnis, tapi khusus untuk mu aku tunjukkan." kata jennie sembari memberikan ke rosella, aku pun ikut melihatnya. "Sebenarnya kirana pernah mencoba mendaftar menjadi calon model di agensi kami. Hanya saja karena menurutku tidak sesuai standar, tentu saja aku menolak nya. Namun tidak terduga ternyata ia menjadi model di agensi Starlight. Lalu letak keanehannya, kirana tidak pernah mendaftar dan ikut tes di agensi itu. Dan bisa kamu lihat seorang calon model yang lulus. Seharusnya ia yang masuk, tapi ternyata ia tidak ada malah yang masuk kirana. Aku mencoba menemukan calon model itu tapi tidak ditemukan."jelas jennie. Aku sependapat dengan jennie, ini jelas janggal dan sangat aneh kirana menjadi model dengan semua data terlihat ini.

__ADS_1


"Baiklah aku mau menjadi model AceVega. Kumohon buat aku lebih bersinar dari kirana"kata rosella, terlihat dimatanya sebuah terkad yang kuat. Kulihat jennie tersenyum tipis lalu ia mengulurkan tangannya, "Selamat datang di AceVega". Melihat rosella bertekad menjadi model untuk mengalahkan kirana, membuatku juga bertekad untuk mendukung dan melindungi nya dari si ular itu. Karena aku mempunyai firasat bahwa kirana akan melakukan sesuatu untuk mengganggu rosella. Aku sebagai kakaknya akan melindungi gangguan itu. Oleh karena itu rosella, aku harap daripada balas dendam sakit hatinya. Dengan rosella menjadi model, ia bisa menemukan kebahagiaan nya apapun itu.


__ADS_2