
Aku datang ke kampus lebih awal dari yang lain. Karena aku punya firasat kalau kevin akan menghampiri ku ke kantor. Aku dan kevin sampai sekarang belum berkomunikasi sejak kemarin, karena aku mematikan hpku sampai saat ini. Aku bukan marah atau tidak mengerti, hanya saja aku butuh waktu sendiri. Memang tanpa hp sangat sulit, jadi aku berbohong kepada keluarga ku dan rekan kerja ku kalau hpku sedang error gak bisa nyala. Aku bahkan berbohong izin untuk pulang lebih awal untuk pergi memperbaiki hp. Memang ini tidak benar, hanya saja sekarang aku benar-benar butuh waktu sendiri.
"Rosella kamu sudah datang" ternyata itu kirana, "iya" jawabku singkat. "Rosella bisa kita bicara sebentar?" tanya kirana. "Bicaralah disini tidak ada orang" jawabku. "Ini soal kemarin.."lalu ia menengok memastikan tidak ada orang disini. "Apa yang kamu lihat itu menjelaskan hubungan kami sebenarnya, aku dan kevin dijodohkan sejak kecil" aku mencoba menebak arah pembicaraan ini. Apa aku coba pancing saja ya berpura lugu? "Ah..kau pasti khawatir aku akan salah paham kan? Kalian dijodohkan karena keinginan orang tua kalian, terimakasih sudah mencoba menjelaskan kesalah pahaman ini."kirana melihat ku tidak percaya. "Sepertinya kamu bodoh" aku berpura-pura terkejut dengan responnya, bagus karakter aslinya mulai keluar.
" Ini bukan salah paham, perjodohan ini memang awalnya keinginan orang tua. Hanya saja seiring berjalannya waktu, ini menjadi keinginanku juga. Dan sebentar lagi kami akan bertunangan, jadi lebih baik kau mundur. Karena aku dan kevin dari dulu sudah bersama, dan kau seperti pelakor yang merebut nya." aku tersenyum kecil mendengar nya. "Sepertinya sifat aslimu telah keluar." balesku. "Jika iya kau mau mengatakannya ke semua? Lagipula tidak ada yang mempercayaimu. Mana yang lebih mereka percaya aku sang dewi kampus atau kamu yang bukan apa-apa." kirana mengatakan itu dengan percaya diri, aku yakin ia ada maksud dengan melakukan ini. Jadi aku hanya diam tanpa menatap nya tajam, tanpa terlihat kesal hanya tenang melihatnya yang terkejut aku tidak menunjukkan respon apapun.
"Apa ? Kau ingin aku merespon apa ? Menurutku ini bukan apa-apa, karena aku lebih mempercayai kevin daripada dirimu" lalu aku mendekati Kirana dan membisiknya "bagiku kau ini sangat menyedihkan" setelah mengatakan itu aku keluar kelas. Setelah beberapa langkah dari kelas, aku mempercepat langkah kakiku menuju toilet wanita. Kucuci tangan ku dengan cepat, lalu sampai tenang aku menghentikan nya dan mengeringkan dengan tissue. "Sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanyaku kepada diriku melihat bayangan diriku dikaca. Apakah aku akan tetap ikut kelas, tapi aku sekarang membutuhkan waktu untuk sendiri memikirkan apa yang nanti kemungkinan terjadi kedepannya. Kirana wanita yang sangat licik yang tidak aku duga sebelumnya, pasti akan melakukan sesuatu.
Ku tatap diriku di kaca lekat-lekat, Kemudian aku menyadari sesuatu. "Bodoh! Kenapa aku baru sadar!? Ini kan yang diinginkan kirana", kirana tau aku melihatnya lalu hari ini mengatakan itu kepada ku tujuannya hanya satu yaitu membuat ku terpukul. Yang kirana tau aku adalah anak yang tidak percaya diri, penakut, lugu/naif dan emosional. Dengan memanfaatkan sifat ku itu ia ingin membuat ku terpukul atau sakit hati, sehingga peluang untuk memisahkan ku dengan kevin sangat besar. "Kirana kau sangat licik", dia benar-benar wanita berbahaya, baru kali ini aku menemui orang semacam dia. Aku segera menuju ke kelas, kali ini aku tidak membiarkan rencananya berjalan dengan lancar.
"Kevin duduk sini saja, tadi rosella sempat kesini tapi dia pulang lagi. Katanya asam lambung dia kambuh." kata kirana, sepertinya aku masuk ke kelas disaat yang tepat . "Sella " seru vika yang melihatku, "oh sella kamu gak jadi pulang? Bagaimana asam lambung kamu?" kata kirana yang terkejut tadi cepat sekali mengubah ekspresi mukanya menjadi sangat khawatir dengan ku. "Tadi saat di toilet setelah muntah, aku meminum obatnya. Sekarang sih agak mendingan, gak terlalu sakit. By the way terimakasih ya udah khawatirin aku" jawabku tentu saja ku pasang senyum palsuku. "Tentu saja sebagai teman pasti aku khawatir" ternyata bisa juga ia membalas ku. Aku pun duduk di meja kosong belakang vika dan kevin tentu saja duduk disebelah ku.
Sekarang aku berhadapan dengan tatapan vika dan kevin yang meminta penjelasan ku. "Maaf hpku mati karena agak error" ku terpaksa berbohong karena ini masih dikelas walau sebenarnya aku juga gak berani bilang sebenarnya. "Baiklah kau jelaskan nanti selesai nih matkul" kata vika, aku hanya mengiyakan. "Teman-teman dosennya lagi gak ada, jadi hari ini absen aja." kata debi. Baiklah sepertinya aku benar-benar sial, disaat aku berharap dosennya datang malah gak ada giliran gak diharapkan malah datang. Sepertinya aku gak waktu mempersiapkan diri untuk kasih penjelasan nanti. Setelah tandatangan absen, mereka segera membawa ku ke tempat dimana kita bertiga bisa bicara.
"Baiklah sekarang kau jelaskan, karena mana mungkin hpmu mati pas pasan yang kemarin itu" kata vika. Belum aku menjelaskan kevin tiba-tiba memelukku. "Apa kau marah karena kemarin kau melihat aku bersama kirana? Maaf karena membuat mu kecewa, tapi itu semua bisa aku jelaskan" kata kevin. Aku melepaskan pelukan kevin, "Aku tau apa hubungan mu dengan kirana. Vika kamu gak bilang kalau kita tanya hans ?" vika menggeleng kan kepala nya, sepertinya ia lupa mengatakan nya. "Baiklah, pertama aku tau kalian dijodohkan. Kedua aku mematikan hpku karena aku sementara butuh waktu sendiri untuk mencerna semuanya, jadi maaf aku membuat kalian khawatir. " kataku dengan penyesalan, aku menyesal melakukan nya karena aku bodoh bisa terbawa perasaan. "Jadi kevin, aku mempercayai mu. Ya kalau boleh jujur sih, aku memang sempat kecewa karena kamu tidak mengatakan nya sehingga aku harus mencari sendiri informasi nya" kevin menunduk mendengar penjelasan ku.
"Yaudah sella kamu jangan kayak gitu lagi, kita khawatir banget kamu kenapa-kenapa" jelas vika, "Iya maaf" balesku. "Udah sekarang kalian lapar gak?" tanya vika mencoba mencairkan suasana. "Iya aku lumayan lapar" jawabku, "kalau gitu aku traktir ya" tawar kevin, "Ok kamu traktir" jawabku serempak dengan vika. "Astaga..kalian ini" kata kevin menggeleng kan kepala, dan kami pun tertawa. Beberapa waktu kemudian kami bertiga sudah sampai di ropang gabut. Disana tanpa sengaja aku lihat hans ada disana, ia melihat ku langsung menghampiri. "Rosella kamu gak apa apa? Kenapa no mu gak aktif?" tanya hans dengan wajah khawatir. " Aku tidak apa apa, maaf hpnya aku matiin karena aku butuh waktu sendiri." jelasku, kulihat hans terlihat lega. "Kamu kenapa kau tidak kasih tau kalau rosella tanya ke kamu?" tanya kevin menatap hans. "Itu karena hal seperti ini lebih baik kalian langsung bicara, daripada aku memberitahu kalian" jawab hans.
"Tapi setidaknya kamu kasih tau dong" kata kevin, terlihat sekali kevin terlihat kesal. Aku merangkul tangan nya, "sudahlah kev jangan dibahas lagi" kataku dengan senyum. "Yaudah kalau begitu" kata kevin tersenyum lalu mengusap kepalaku dengan lembut. "Eheeem.... hormati yang jomblo dong" kata vika. "Siapa suruh ngejomblo" bales kevin, "Cowok kamu ngeselin banget ya" kata vika dengan kesal. "Udahlah kita duduk malu dilihat yang lain, hans yuk gabung sama kami" aku segera ke meja favoritku. Vika duduk di samping ku, kevin duduk didepan ku dan hans duduk disebelah kevin. Kami pun memesan makan, sembari menunggu kami berbincang ringan. "Sella aku udah pdkt dong sama si itu" aku kebingungan apa yang dimaksud vika.
__ADS_1
"Yang mana?" tanyaku, vika menunjukkan nya kepada ku foto seseorang. "Tunggu, kamu ngehalu ya?" tanyaku, "enggak, ini beneran" tegas vika. Lalu ia menunjukkan dmnya dengan orang itu. "Bahkan kita udah tuker nomor, kadang kita vcall loh" lalu ia menunjukkan ss vcalnya. "Kayaknya lebih ganteng disini dah daripada di fotonya" jelasku. "Enggak kok, dua duanya ganteng" kata vika. "Emang siapa sih kalian bahas" tanya kevin entah kenapa nada bicaranya seperti sedang kesal. "Itu Valentino audrelius aries, vika lagi suka sama dia" jelasku. "Tunggu dia bukan nya selebgram ya?" tanya hans, "Iya benar dia selebgram" jawabku. Makanya aku kaget saat tau vika sedang pdkt sama dia, tidak heran juga sih karena vika juga cantik. "Kayaknya masih gantengan saya" kata kevin dengan pdnya, "iya benar" kata hans menyetujui perkataan kevin.
Ku akui perkataan kevin memang benar, ia memang lebih tampan daripada valentino. Hanya saja lebih baik aku diam saja, karena wajah vika terlihat sangat kesal. "Apaan sihh!! Narsis banget jadi orang" kata vika kesal. "Emang benar kok, bahkan hans setuju" kata kevin. " Baiklah kita tanya satu orang lagi, sella menurutmu gantengan yang mana?" tanya vika. Mereka menatap ku menunggu apa jawaban ku, "menurutku dua-duanya ganteng kok" jawabku yang menurut ku ini jawaban teraman. "Iishh.. sella gak seru nih" gerutu vika, aku hanya tersenyum melihat tingkah nya. Pesanan kami pun tiba, kami pun segera makan. Kadang sesekali berbincang, diselingi dengan canda tawa. Malam ini benar-benar indah, aku harap kebahagiaan ini tidak hilang. "Ayo kita foto" ajak vika kami pun ambil pose, "lumayan juga, aku kirim ya. Oh ya hans kamu bisa minta fotonya ke kevin" kata vika. " Aku langsung kirim aja ke kamu, hans" kata kevin, "Ok"jawab hans.
Tanpa terasa waktu sudah jam 20.45, kami pun segera membayar. Bukan kami sih, kevin yang bayar padahal kami bercanda soal traktir. Walau kami menolak, kevin tetap bersikeras membayar nya. Kami pun pulang, aku diantar pulang sama kevin. Sepanjang perjalanan kami hanya diam, aku hanya memeluk kevin(biasanya aku pegang belakang dudukan, sejak jadian kevin meminta ku untuk peluk saja dia pas boncengan alasannya takut aku jatuh). Sampai akhirnya kami sampai dekat rumah (beberapa ratus meter dari rumah), "Hhmm..bye kev" hanya itu yang aku pikirkan, aku gak tau harus ngomong apa lagi. "Kaku banget sih" kata kevin sambil mengusap kepalaku. "Aku pulang ya bye, oh ya jangan lupa nyalakan hpnya" kata kevin lalu ia pergi pulang.
" Haah.. hari yang melelahkan." aku berbaring dikasurku, oh ya aku sudah mandi ya seperti yang pernah aku katakan kalau dari luar aku gak mandi aku tidak akan ke kasur. "Sepertinya ada yang aku lupakan" aku baru teringat aku belum menyalakan hpku. Aku pun mengambil hpku dan menyalakan nya, begitu dinyalakan banyak notif chat masuk dan misscall. Kebanyakan notifnya itu dari vika, kevin, hans, wina, lalu kak dave? Juga kirana, khusus kirana tanpa aku buka chatnya pasti negatif. Aku membuka semua chat, kebanyakan yang sangat khawatir padaku. Kalau kak dave aku gak yakin dia khawatir atau apa, karena bahasa chatnya kebanyakan ada jokesnya. Lalu kirana chatnya hanya berisikan berawal dari khawatir yang pasti itu palsu hingga ia meminta bertemu dengan ku. Ternyata ia sangat berhati-hati makanya ia tidak sembarang kirim chat ke aku.
Tadi aku tidak mengatakan soal kirana ke mereka, alasannya ya aku tidak ada bukti. Jadi persoalan kirana sepertinya aku simpan sendiri saja. Tring...tring.. kulihat ada notif chat dari kak dave.
"Gadis pemanjat 🐒 Akhirnya hp mu nyala juga, kenapa baru nyala? Apa kamu amnesia sehingga lupa cara menyalakan hp?"
"Judes banget sih"
"Biarin"
"Udah, saya mau serius nih karena kamu sudah liat kirana membuka topengnya"
Aku terkejut dengan chat kak dave, apa ia mendengar percakapan aku dengan kirana? Perasaan waktu itu gak ada orang.
__ADS_1
"Maksudnya kak dave apa ya?"
"Aku dengar semuanya tadi pembicaraan mu dengan kirana."
Aku mencoba mengingat lagi, sekeras apa aku mengingat tapi aku yakin tidak ada kak dave tadi.
"???"
"Tadi aku lagi dikelas itu, awalnya aku mau kejutin kamu tapi saat aku lihat kirana datang aku ngumpet di meja dosen."
Pantesan ia bisa dengar harusnya aku pergoki aja dia, tapi entahlah menguntungkan atau tidak kalau ada yang dengar pembicaraan ku dengannya.
"Lalu?"
"Lebih baik kamu waspada dengannya, karena yang kamu liat tadi di kelas hanya sedikit kelicikan dia. Kirana wanita yang lebih berbahaya dari yang kamu duga"
" Baik kak dave terimakasih infonya, aku udahan dulu ya chatnya. Aku capek mau istirahat"
Aku langsung menyudahi chatku dengan kak dave.
__ADS_1
Sebenarnya yang membuat ku penasaran, apakah kak dave mengetahui sesuatu tentang kirana? Sehingga chat aku hanya untuk memperingatkan, hal ini sangat membuatku pusing. Aku jadi teringat saat kak dave menyebut kirana gadis bertopeng, apakah sudah lama ia mengetahui wanita seperti apa kirana itu? "Kirana sebenarnya kamu ini apa?" aku langsung mengingat mimpi yang pernah dua kali menghantuiku, sekali itu kirana muncul aura negatif ada disekelilingnya. Tidak mungkin kan itu sebuah pertanda? Pertanda atau bukan yang pasti aku lebih waspada kepada kirana.