
Happy reading.
"KADAL."ketus Kinan dengan ekpresi kaget nya
" TIKUS."ucap Abhi kaget melihat gadis bodoh dihadapannya itu.
"Hay Tuan, Nama saya itu Kinan K-I-N-A-N(Kinan)bukan tikus,paham anda." ucap gadis itu menekankan dan mengeja namanya di hadapan Abhi.
"Hey tikus nama saya Abhi A-B-H-I (Abhi) bukan KADAL."ucap Abhi ikut-ikutan gaya bicara Kinan.
Jack yang melihat kedua orang bertengkar di hadapan nya itu hanya bisa menahan tawa dan Jack baru ingat jika semalam yang nulis (KADAL buntung) itu sudah bisa di tebak orang nya.
"Ngapain kamu ada di kantor ini?"tanya Abhi dengan tatapan mengintimidasi Kinan
"Hello.. tuan Abhimana yang terhormat, apa anda tidak bisa baca yang ada di baju saya ini? Cs (Cleaning servis) saya kerja disini mulai hari ini, minggir."ucap Kinan tanpa sadar seakan jabatannya itu paling tinggi dan pergi dari hadapan Abhi.
"Cih... ternyata bekerja sebagai cleaning servis?ayo Jack, buang-buang waktu ku saja."
"Sombong amat... huhh."ejek Kinan dan kembali melakukan pekerjaan nya.
"Wh.. tunggu-tunggu, itu KADAL ngapain ya disini? jangan bilang dia karyawan disini? hahahah... gaya selangit ekonomi nya sulit,, tapi terserah lah masa bodo." setelah menertawakan Abhi Kinan pun kembali fokus bekerja.
*******
Didalam ruangan direktur.
"Jack, suruh cleaning servis baru itu buat kan aku kopi sedikit gula, harus dia yang antar kesini jangan yang lain."perintah Abhi dengan akal licik nya sedangkan Jack hanya bisa melihat dan menjalankan tugasnya dengan baik sesuai perintah.
__ADS_1
" Siapa tuan? Kinan?"Jack sebenarnya tau siapa yang di maksud namun ia hanya mencoba mendengarkan langsung dari dalam mulut tuan nya itu.
"Ya terserah siapapun namanya itu, pokoknya suruh tikus itu yang antar."ucap Abhi lagi.
" Siap, Tuan.saya permisi dulu."Jack pun keluar dari dalam ruangan menuju pantry yang ada di perusahaan itu.
*******
"Asisten Jack, mau kemana?"tanya Kania sekertaris ceo di perusahaan itu.
"saya mau menemui cleaning servis baru untuk membuat kan kopi untuk tuan muda Abhimana. " kata Jack seperti biasa dengan wajah datarnya.
"Biar saya saja asisten Jack yang buatkan kopi untuk tuan muda Abhi, biasa nya dia hanya mau minum kopi buatan saya." ucap Kania penuh percaya diri.
Memang benar apa yang di ucapakan wanita bernama Kania itu karna selama ini hanya kopi buatan dirinya lah yang pas di lidah Abhi.
" Tumben."batin Kania sambil berfikir.
*****
"Hey,, kau kemarilah." panggil Jack kepada Rara
"Saya, Tuan?"
"Terus siapa lagi kalau bukan kau? disini selain kau dan aku apakah ada orang lain?"ketus Jack dengan wajah dingin nya.
Karna Jack adalah kaki tangan tuan muda dikantor ini maka siapa pun itu karyawan termasuk Rara mereka harus mendengarkan ucapan tersebut atau perintah tersebut.
__ADS_1
"Oh iya, ada apa tuan memanggil saya?"ucap Rara gugup.
"Kau suruh teman mu yang baru saja jadi cleaning servis itu buat kan kopi untuk tuan muda Abhi sedikit gula dan antarkan cepat. "perintah Jack dan langsung pergi tanpa mendengarkan ucapan Rara.
" Duh... gawat jangan sampai Kinan buat masalah nanti disana."Rara pun langsung mencari keberadaan temannya itu.
"Kamu yakin, Ra? aku yang antar ini kopi?" tanya Kinan seakan tak percaya.
"Iya kamu yang antar, udah cepetan jangan sampai Tuan Muda Abhi menunggumenunggu, dan ingat jangan buat masalah di hari pertama kamu kerja kin, dan jangan sampai ini menjadi hari terakhir mu, paham?"ucap Rara memperingati temannya itu.
Rara berani bicara seperti itu karna gadis itu tau bahwa temannya itu suka ceroboh.
"Siap Nona manis, saya pergi dulu."ucap Kinan cengengesan sambil pergi dari sana.
Tok... tok.... tok...
" Masuk."perintah Abhi dari dalam ruangan.
Karna mendengar perintah dirinya masuk, Kinan pun masuk, Abhi yang masih sibuk dngan banyak nya berkas di mejanya langsung melirik kearah Kinan yang membawa kan kopi untuk nya itu.
"Wait... dia bos disini, jadi dia bos? jangan bilang ini hari terakhir saya kerja disini, mampus kau Kinan kenapa tadi mengatai dia, duh gimana ini?" Saat Kinan mengangkat wajahnya ia anget dan langsung dengan cepat menundukan pandangan nya.
"Ini, Tuan kopinya."ucap Kinan dan hendak pergi dari sana namun seketika Abhi mengatakan sesuatu.
" Tunggu.. "
Bersambung....
__ADS_1