
Happy Reading
♥♥♥♥♥
Mata Abhi seketika membulat bahkan laki-laki itu menelan saliva nya begitu susah "Apa-apaan wanita ini? apa dia mau menggoda ku?"batin Abhi
Yah Kinan memakai kemeja Abhi berwarna biru laut dan panjang nya di atas lutut, dan hanya kemeja itu lah yang sedikit panjang dari kemeja lainnya yang Kinan temukan tadi, Kinan terpaksa memakainyamemakainya, tapi tanpa disadari malah membuat gadis itu makin cantik dan seksi dengan rambutnya yang basar terurai panjang.
"Kau mau makan?" tanya Abhi dengan wajah dingin dan cuek nya
Ya aku lapar sekali, apa kau menyimpan makanan di rumah mu ini semacam mie instan atau telur yang bisa saya makan? tapi saya tidak mau permen seprti supir datar mu itu tadi kasih, saya tidak mau dan karna itu tidak mengenyangkan. "ucap gadis bernama Kinanti itu dengan wajah dan nada bicara sebal dan kesal nya dia.
"Melihat dia seperti ini kok jadi sangat menggemaskan? ehh... aku kenapa? tidak tidak... ayoalh Abhi dia bukan selera mu." batin abhimana melihat Kinan
"Oke ayo kita kedapur, mau makan kan?" tanya Abhi dan Kinan pun menganggukan kepalanya , Lalu Abhi pun berjalan menuju ke dapur mereka sedangkan Kinan mengekori laki-laki itu dari belakang.
"Cepetan tikus kau lama sekali jalannya." ketua Abhi kesal karna gadis bernama Kinanti itu terlalu lambat jalan nya.
__ADS_1
"Hey Tuan, aku punya nama dan nama ku itu bagus sekali KINANTI LESTARI, enak saja anda bilang saya tikus, dasar kadal." ucap Kinan kesal
"Kau bilang aku apa? KADAL?"ucao Abhi mulai terpancing emosi karna dirinya di samakan dengan hewan bernama KADAL tersebut.
Perang pun di mulai....
KADAL vs TIKUS
"Kau tau siapa aku?" ketus Abhi masih menahan amarahnya karna baru kali ini da wanita yang berani dengannya.
Abhi pun mendekat ke arah Kinan semakin dekat, Kinan yang melihat Abhi mendekat ke arah nya langsung memundurkan langkahnya, abhi puns smakin dekat dan Kinan pun sudah terbentur dengan kitchen set di dapur dan dirinya tidak bisa mundur lagi. Abhi pun kini semakin dekat dengan Kinan bahkan jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa senti saja, dan seketika nyali Kinan ciut, ia merasa takut tiba-tiba.
"Tuan, kau mau apa?"Tanya Kinan dengan wajah nya yang begitu gugup
"Karna kau sudah berani dengan Tuan Muda Abhimana dan sudah berani menyebut Tuan Muda dengan sebutan KADAL, maka kau harus mendapatkan hukuman."ucap Abhi dengan tersenyum jahat di hadapan gadis itu.
"Hukuman? maksud Tuan ? Kan anda duluan yang mencari masalah dengan menyebut saya TIKUS kenapa jadi saya yang." belum selesai Kinan berbicara tiba-tiba
__ADS_1
Cup....
Abhi pun langsung mengecup bibir gadis itu yang begitu cerewet, Kinan membulatkan bola matanya kaget. Abhi pun dengan pelan menggigit bibir bawah gadis itu agar wanita itu membuka mulutnya, dan akhirnya Kinan pun membuka mulutnya dan dengan cepat Abhi pun langsung memasukan lidahnya dan bermain dan memilin-milin kan lidah nya didalam rongga terdalam gadis itu. Kinan yang masih kaget mencoba mendorong Abhi namun rubuh Abhi yang besar juga kekar membuat Kinan tak punya tenaga begitu banyak, melihat Kinan seakan kehabisan oksigen Abhi pun melepaskan ciuman mereka.
"Ini adalah hukuman untuk tikus nakal seprti mu." ucap Abhi begitu santai nya seakan tak terjadi apa-apa antara mereka
"Sialan, kau mencuri ciuman pertama ku yang seharusnya itu untuk calon suami ku nanti ." ucap Kinan dengan amarah,sambil memegang bibirnya yang terasa sakit ulah gigitan Abhi tadi.
"Wah.. berarti aku beruntung dong."kata Abhi lagi begitu tersenyum penuh kemenangan dan tanpa merasa bersalah sama sekali," Ayo makan, kita makan roti ini saja ya."seru abhi sambil mengoles roti dengan selai
Kinan pun duduk dengan wajah cemberut nya "Hey jangan pasang wajah seprti itu, Apa tadi enak? apa kau mau aku hukum lagi?" tanya abhi dengan senyum menyeringai.
Langsung saja gadis itu memainkan akting nya dan langsung tersnyum di hadapan Abhimana"Dasar otak mesum."ketus Kinan dengan tatapan membunuhnya.
"Kenapa tadi aku malah menciun gadis ini? kenapa aku tidak bisa mengontrol bibir ini? rasa apa ini?" batin Abhi bertanya-tanya.
Bersambung.....
__ADS_1