
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Kantor Aditama group
"Kau ingin membalas perbuatan mantan OG mu tapi kau suruh aku semua yang menggarap seluruh tugas mu tuan," rutuk Jack
tok... tok...
"Masuk." imbuhnya
"Tu,,, tuan ini kopi pesanan anda." ucap Rara sedikit gugup bertemu Jack sangat asisten bos besar itu, yang bisa berbuat segalanya kepada siapapun itu karyawan. Rara teman Kinan memang selalu takut jika berhadapan dengan orang yang tidak sepadan atau beda kasta dengan dirinya, ia seakan mempunyai phobia takut akan mereka yang menggunakan kekuasaannya , berbeda dengan Kinan yang tak takut dan siap membasmi lawan-lawannya yang suka menindas dirinya juga Rara.
Jack memperhatikan Rara dari ujung kaki hingga ke kepalanya, membuat Rara semakin tidak berani dan gugup dengan tatapan tersebut.
"Letakan saja di meja sana."titah Jack dengan suara ciri khas nya yang begitu jutek
Rara pun meletakan kopi tersebut dimeja yang sesuai perintah dari tangan kanan bos perusahaan tersebut.
"Saya permisi tuan," ucap Rara
"hmm."
******
"KADAL?" Abhi mengulangi sebutan yang di ucapan Kinan barusan
"Kau mengatai ku Kadal?"tanya Abhi sambil memicingkan matanya ke arah Kinan
__ADS_1
"oh itu, bukan tuan..he.. bukan tuan, mana berani saya mengatai tuan dengan sebutan Kadal."kata Kinan berbagai alasan untuk menyelamatkan dirinya.
" Terus siapa yang kau katakan kadal?"tanya Abhi kembali dan menatap begitu intens bola mata Kinan mencari kebenaran di sana.
"please otak berfikir, berfungsi dong... aku lagi dalam masalah besar ini.. ayolah." batin Kinan
"Kadal ya Tuan?" kembali bertanya
"Iya kadal, siapa yang kau katai kadal seperti itu?"tanya nya dengan nada tinggi
"Owh itu, bukan ngatain Tuan tapi tapi saya itu sudah lama tidak memakan kadal, ah ya,, apalagi kalau itu kadal jantan terus dia tampan, ehmm tambah nikmat saya memakan nya."ucap Kinan ngasal sambil membayangkan memakan ayam goreng dan menjilati sedikit ujung jarinya.
" Nikmat."ucap Kinan
"Kau... kau makan kadal?" tanya Abhi kaget mendengar nya.
"iiihhh geli, dasar cewe aneh."Abhi pun langsung pergi dari kamar dan menuju kedapur sampai di dapur pun ia langsung meneguk segelas air putih.
"ihhh." Abhi seketika bergidik ngeri membayangkan tikus kecil bernama Kinan itu memakan kadal, "HUEEEKKK." Abhi serasa mau muntah dan kembali minum air putih.
Kinan yang masih berada didalam kamar tuan muda nya itu tertawa terbahak-bahak begitu puas dan bahagia nya dia bisa mengerjai tuan arogan tersebut.
"Hahah... gak salah-salah seketika otak bodoh ku bekerja dengan baik dan berubah pintar seketika, good job."celoteh Kinan
"Cwo arogan itu gampang sekali dibodohi, hahaha...eoihat ekpresi tuan arogan itu tadi bikin sakit perut ku saja."Kinan masih terbahak-bahak didalam kamar.
********
"Bu, kenapa Kinan tidak pernah mengunjungi kita ya?" tanya Ayah Kinan kepada istrinya
__ADS_1
"Udahlah yah, gak usah di fikirin anak yang tidak tau diri itu lagi."ketus ibu Kinan
"Tapi bu, ayah rindu sekali sama Kinan. ayah takut Kinan ga makan diluaran sana,"ucap Ayah
" Hanya karna ayah dan ego ayah, ayah menampat kin bu."ucap Ayah menyesali Perbuatannya.
"Ya udah sabar aja, nasi udah jadi bubur juga yah." ucap Ibu
Ibu yang tau jika Kinan pernah bekerja di kantor tempat dimana Kania anak pertama mereka menjadi sekertaris tak memberitahu suaminya jika putri bungsu mereka tersebut bekerja sebagai OG disana waktu ituitu, ibu memilih bungkam.
********
"Tuan, kenapa?" tanya Kinan yang baru turun dari lantai atas menyusul tuan nya di dapur.
"laper, tapi kamu ga masak."ketus Abhi mengeluh
"Mau masak apa tuan? sedangkan di dalam kulkas anda tidak ada apa-apa, sayuran nggak ada, telur, daging, dan lain-lain nya juga ga ada tuan."jelas Kinan sambil matanya melirik kearah lemari es tersebut dimana Abhi pun ikut arah pandang gadis itu.
Namun setrika Abhi langsung menarik tangan Kinan.
" Eh.. eh... mau kemana tuan?"kaget karna tangan nya langsung di genggam Abhi.
"Kita ke supermarket sekarang belanja keperluan dapur, aku tidak mau mati konyol ataupun kelaparan di dalam apartemen ini."jelas Abhi dengan kesal, Kinan melihat cara bicara dan ekpresi tuannya itu seketika tertawa kecil.
"Kenapa kamu?" tanya Abhi sambil menaiki satu alisnya curiga.
"ehm... gak papa tuan, ayo."ajak Kinan dan akhirnya mereka pun pergi ke supermarket terdekat untuk belanja.
Bersambung....
__ADS_1