
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Minggu pagi itu seperti biasanya Kinan bekerja dan kembali pusing akan apa yang dia ingin masak hari ini, bahkan dia berfikir dan selalu berfikir akan menu masakan untuk bayi besar nya itu.
"Ayo lah Kin, mau masak apa? pikir ayo fikir." gumam Kinan bingung.
"Bisakah aku keluar dari kekonyolan ini? merawat bayi besar, ah menyebalkan."umpat nya lagi begitu kesal.
" Masak pun aku harus mikir, bisa gondok ini lama-lama."dengus nya lagi
"Ada apa?" suara serak khas bangun tidur itu mengagetkan Kinan dari lamuannya.
"Oh.. ehmm Tuan, kau sudah bangun? cepat sekali?"ucap Kinan, Abhi yang mendengarkan itu semua langsung memicingkan matanya ke arah Kinan.
" Jadi kau inginkan aku tidur sampai sore? bukan kah ini sudah jam sembilan pagi? biasanya aku bangun jam delapan kenapa tidak kau bangunkan?"Abhi langsung menghujam Kinan dengan sejumlah pertanyaan kepada Kinan dengan tatapan mengintimidasi nya.
"Owh ehm.. itu,,, iya saya lupa untuk membangunkan mu tuan, say kira karna hari ini ada libur bekerja jadi saya tidak berminat untuk mengganggu tidur atau istirahat anda."jawab Kinan beralasan ngasal .
"Masih masuk akal, aku maafkan."lirih Abhi.
__ADS_1
" Sarapan apa aku pagi ini?"tanya Abhi lagi
"Roti mau?" gumam Kinan dan senyum sopan nya dihadapan tuan muda arogan itu.
"Jangan tersenyum begitu padaku, kau ingin mnggoda ku hm... "ucap Abhi sambil memasukan sebuah roti kedalam mulut nya
"Dasar tak waras, siapa yang mau menggoda mu tuan? pengen ku tampal itu mulut pake lakban,kalau ngmng kok suka bener eh salah maksudnya kalau ngomong kok suka nggak bener, "batin Kinan
"Kau mengumpat ku?"tanya Abhi langsung menatap tajam wajah Kinan
" Tidak."jawab nya cepat.
"Aku mengumpat dirimu pun kau bisa tau, ah."batin Kinan bisa pasrah saja.
"Kalau kau mau mandi, ya silakan mandi tuan ku."ujar Kinan sambil tersenyum ramah.
"Aku mau mandi Kinan siapkan aku air untuk ku mandi." ketus Abhi dengan suaranya naik satu oktaf.
"Dasar nggak peka." umpat nya kesal lalu pergi dari sana masuk ke dalam kamar nya.
"Mandi pun harus aku yang siapkan, apa kau tidak punya kaki dan tangan tuan?
__ADS_1
kenapa hidup mu hobi sekali menyusahkan orang lain?"Kinan ikut mengumpat bayi besarnya itu lalu mengekori Abhi ke kamar nya.
Sedang asik mengekori tuannya tiba-tiba ponsel Kinan berdering, membuat langkah kaki Abhi berhenti saat itu juga.
Kinan mengangkat satu alisnya melihat nomor yang menelpon nya itu, lalu gadis itu mengangkat telpon tersebut
"Hallo,, Kinan."suara Dava dari ujung telpon begitu nyaring menyebut nama Kinan.
" Oh tuan Dava, maaf tuan Dava saya selalu sibuk tiap hari bahkan saya tidak ada LIBUR KERJA."ucap Kinan menekankan kata-kata nya maksud hati untuk menyindir bayi besar nya itu karna tidak ada memberikan dirinya libur sama sekali, namun Abhi yang mendengar itu smeja langsung terkekeh.
"Apa kau tidak libur kerja? ini kan hari weekend, kita jalan yuk." ajak Dava kepada Kinan sama ilmu bertanya.
"Sayang nya saya bekerja dengan orang yang tak berperasaan tuan Dava, jadi gak ada nama nya hari weekend dan Ngomong-ngomong mau ajak saya jalan-jalan kemana tuan Dava?"tanya Kinan kepada Dava sambil tatapan matanya tak lepas dari Abhi.
"Bisa panggilan tuannya sedikit dirubah misalnya mas."titah Dava
" Mas?"lirih Kinan
Abhi yang mendengar Kinan memanggil Dava dengan sebutan mas seketika itu juga Abhi mengambil ponsel Kinan lalu membanting nya.
"Tuan, no."
__ADS_1
bersambung...
🙏🙏🙏🥰🥰