Ceo Arogan BUCIN

Ceo Arogan BUCIN
Keputusan


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


hari itu hari di mana seharusnya mereka akan berangkat honeymoon lagi-lagi Abi mengurungkannya karena melihat tingkah aneh dan bodoh istrinya itu,'' sini kau.'' seru Abi sambil menarik sedikit pelan rambut Kinan agar mendekat dirinya


"Aaaakhh." Kinan sedikit merintih kesakitan saat rambutnya ditarik seperti itu.


"Tuan mau ngapain?" tanya Kinan


" cium aku, Kinan.'' desak Abi sambil meracau dan seakan itu adalah perintah.


Kinan benar-benar dibuat kebingungan, seolah menggenggam bara api.'' Ayo cium aku.'' Abi menarik baju Kinan agar semakin mendekat kepadanya dan lagi-lagi iman berkali-kali menelan ludahnya, mundur, berjalan menuju meja rias tampak berpikir keras.


" salahku apa Tuan?'' di saat Abi ingin minta dirinya dicium Kinan malah bertanya salah dirinya apa dengan sesopan mungkin meski jantungnya sudah tidak terkendali lagi, abi mencengkeram buat Pipi Kinan dengan jarinya yang besar.


"Kau tidak mau dengan Cara lembut?" tanya Abi dan Kinan masih tidak mengerti dan paham.

__ADS_1


Abhi menjauhi Kinan lalu mengambil pisau kecil lalu kembali mendekati Kinan, Kinan kaget "Kau ingin membunuhku? jangan tuan." kaget dan ketakutan


"Aku akan menghabisimu sekarang juga." ucap Abhi.


Abi langsung merobek dress Kinan dengan pisau kecil yang dia ambil dari atas meja tadi, lalu ia merobeknya dengan brutal, sampai ujung mata pisau itu mengenai kulitnya. Meninggalkan goresan sedikit, Kinan bertanya salahnya apa dia tidak mau menjawab dan rambutnya sedikit dijambak'' Dengarkan Aku! Aku tidak suka wanita banyak bertanya sepertimu.''


Hanya menyisakan heels yang masih Setia dikaki Kinan, Kinan kaget bukan main karna dirinya kini tak memakai apapun ditubuhnya, Abi lagi-lagi tampak kesal karena kurang pekanya seorang Kinan dan Abi langsung memopong Kinan ranjang.


" lepaskan saya tuan.'' kembali Kinan bersuara


" banyak sekali bicara.'' Abi membuka seluruh pakaian yang dia kenakan dengan cepat, pimpinan tidak mau melihatnya. Abi langsung mengecup bahu kita lebih dulu dengan cepat membuat gadis itu kegelian bukan main. Abi memeluk Kinan sangat erat sambil menji lati semua lehernya, dan kita rasa dialah singanya yang akan menerkam dia saat ini juga.


Kinan anggap sebagai angin lalu, bualan belaka. tidak mungkin sikap orang yang menyayangi seperti Abi yang selalu mengatai dirinya bodoh dan lebih lagi tadi merobek dressnya dengan pisau.


"Apakah masih sakit?" tanya Abhi lembut


Kinan diam saja, Kinan masih shock bahkan mulutnya tidak berhenti bergetar. sifat macam apa itu? tiba-tiba seperti setan, tiba-tiba salah lembut.

__ADS_1


"Jawab aku! kenapa diam saja?" bentak Abhi


"Kembali seperti setan." batin Kinan


"Aku sangat merindukan mu, Kinan." ucap Abi lagi dengan lembut, dan Abi mengusap anak rambut yang menutupi dahi Kinan. iya harus jawab, Apa iya harus diam? Lebih baik diam saja, itu juga bukan pertanyaan yang harus dijawab.


abimanapun kembali menghirup leher Kinan dalam dalam, kinanpun sungguh geli dibuatnya. siapa saja pasti layar itu adalah area sensitif, dan pasti banyak setuju dengan pendapat imam Kalau leher adalah area sensitif setelah telinga.


telinga Kinan pun tidak ketinggalan dijilatinya''Ahh tuan cukup. " Kinan bilang cukup namun Abi semakin gencar melakukannya. Merinding, geli, seperti ribuan syaraf Kinan bereaksi secara bersamaan.


" Aku sungguh merindukan aroma ini.''ucap Abhi membuat Kinan berfikir keras


"Dia kenapa?"


Abi pun menatap Kinan dari jarak dekat, mau apa lagi dia? Kinan sudah lelah, dan menahan sakit dari tadi. jangan bilang dia akan melakukannya lagi.


"Tuan, apa boleh saya bertanya?" mood-nya sedang baik, lebih baik Kinan bertanya saat ada kesempatan bagus ini sebelum mereka melakukan semuanya. tanggapannya hanya anggukan saja'' Tuhan jika kita melakukan itu terus bagaimana nanti jika saya hamil?'' adanya Kinan dari tadi gelisah hal itu semua.

__ADS_1


" jika hamil, gugurkan saja. Aku tidak suka anak-anak.'' ucap Abi dengan santainya, Kinan terdiam dan sungguh terkejut dengan keputusan itu.


Bersambung.....


__ADS_2