
Happy reading.
🌹🌹🌹🌹🌹
"APA? " Kinan membulatkan bola matanya melihat apa yang tertulis di bagian bawa kertas yang ia pegang saat ini.
Dimana jika Kinanti menolak bekerja dengan tuan muda Abhimana makan Abhi pun akan menarik semua saham nya di perusahaan ayah Kinan, tanpa Kinan ketahui dan Abhi pun tidak segan-segan memecat Kania sang sekertaris yang di ketahui Kania adalah kakak dari Kinanti, dan bukan Kinan namannya jika ia begitu tega melihat kakak satu-satunya dipecat ulah dirinya. Dan yang ketiga Tuan Muda Abhimana pun akan memberhentikan Rara sahabat Kinan yang bekerja dengan nya, dan saat itu juga mata Kinan terbelalak, rara adalah sahabat sekaligus keluarga bagi Kinan, disaat keluarga nya membenci dan mengusirnya hanya Rara lah tempat Kinan mengaduh dan menumpang selama ini.
dengan segala pertimbangan dan dengan berat hati Kinanti pun akhirnya menerima pekerjaan tersebut "toh cuma tiga bulan, tidak lah lama." batin Kinan menganggap sepele.
"Baiklah tuan, hanya tiga bulan kan?" ucap Kinan setuju membuat Abhi tersenyum penuh kemenangan.
Flashback on
"Jack, buatkan aku surat kontrak kerja untuk gadis bodoh itu sesuai yang aku perintahkan tadi." titah Abhi kepada asistennya.
"Tuan Yakin?" Jack kembali bertanya karena dirinya merasa sedikit aneh dalam isi kontrak yang di inginkan bos nya itu
"Lakukan saja." perintah Abhi lagi
Sebenarnya Abhi tidak mau dan tidak ingin mengancam gadis bernama Kinan tersebut, namun Abhi tau betul dan sadar gadis ini berbeda dari wanita pada umumnya, dimana wanita lain rela menyodorkan dirinya pada Abhi namun tidak dengan wanita bernama Kinanti ini, wanita berani membuat Abhi penasaran akan wanita tersebut.
"Tikus" itulah julukan yang ia berikan kepada Kinan
Flashback Of
"Tuan saya pamit pulang." ucap Kinan kepada Abhi
__ADS_1
"Tunggu." Abhi menghentikan Kinanti
"Ada apa lagi, Tuan?" tanya Kinan begitu lelah seharian full ini dirinya menahan emosi
"Biar saya yang antar."ucap Abhi Hendra berdiri dari duduk nya
"Tidak usah tuan, terimakasih." Kinan langsung menolak nya , sudah cukup seharian penuh ini ia berurusan dengan tuan Arogan tersebut dan menuju pulang ia ingin tenang dan damai.
"Jangan membantah dan cepat kita keluar dan masuk ke dalam mobil ku."titah Abhi kepada Kinan
" Ya, baiklah tuan."ucap Kinan dengan wajah malas nya.
Abhi pun tersenyum kecil melihat wajah terpaksa gadis di hadapan nya itu.
*******
"Kin, kamu kemana? gara-gara aku kamu jadi dipecat dan sekarang kamu ga pulang-pulang, aku cemas Kin." batin Rara begitu sedih karna sahabatnya belum juga pulang sampai sekarang.
Tak berselang lama mobil Abhi pun berhenti di depan kost Rara, Kinan pun turun dari dalam mobil dan langsung berlalu pergi meninggalkan Abhi tanpa basa-basi atau embel-embel terimakasih sekali pun.
Abhi hanya bisa geleng-geleng kepalanya melihat sikap gadis bernama Kinanti itu.
"Kinan, darimana aja kamu dari tadi aku tungguin? aku tu khawatir, gara-gara aku kamu dipecat, maaf."ucap Rara begitu sangat menyesali apa yang terjadi dan menundukan wajah nya.
"Ini bukan salah kamu ko Ra, ini sudah keputusan aku, dan mulai besok aku udah dapat pekerjaan baru kok."ucap Kinan tersenyum bahagia seolah-olah di memang bahagia dengan pekerjaan yang ia dapatkan itu.
" Kamu beneran, kinkin? kerja apa dan berapa gajinya?"tanya Rara begitu kepo dan semangat nya.
__ADS_1
"Jadi babysitter dan gajinya dih lumayan lima juta sebulan." jawab Kinan santai.
"Bener sih gajinya lumayan gede, tapi kok aku ga yakin kamu jadi babysitter, secara kamu ga pernah ngasuh bayi atau balita apalagi anak orang." ragu Rara akan pekerjaan temanya itu.
"Ini bayi bajang Rara eh salah bayi besar." batin Kinan mengelus dada nya.
"Udah ah pokoknya aku tu kerja, dah ah tanya terus aku mau tidur, ngantuk... bye."
*******
"Ibuu..... "panggil Kania kepada ibunya.
"Ada apa?" tanya Ibu karna melihat putri nya itu seakan ada yang tidak beres.
"Ibu tau gak? Kinan kerja di kantor ku bu." ucap Kania dan seketika ibunya pun kaget.
"Kau serius, sayang?" tanya ibunya.
"Iya bu, dia bekerja sebagai cleaning servis di tempat kania. tapi sayang." Kania menahan tawa mengejek nya.
"Kenapa?" tanya Ibu
"Hari pertama kerja Kinan tu bu sok jadi pahlawan kesiangan terus buat ulah dengan pacarnya CEO dan berakhir hari pertama itu menjadi hari terakhir Kinan bekerja, alias dia dipecat bu." ucap Kania tertawa mengejek.
Dua orang wanita yang beda usia itu seketika tertawa bahagia atas apa yang di timpah Kinan saat ini, seakan mereka sedang menertawakan lawan mereka padahal itu anak dan saudara kandung.
Bersambung...
__ADS_1