
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️❤️
"PERNIKAHAN?" kaget Kinan saat membaca ulang pesan singkat di ponsel butut nya itu di kost dari nomor Tuan menyebalkan nya itu.
"Ada apa sih, Kin?"tanya Rara sambil menutup telinga nya mendengar pekikak melengking nya Kinan.
" Oh... eh... itu, emm.. nggak ada, aku mengantuk mau tidur dulu."ucap Kinan beralasan kepada Rara lalu membaringkan tubuhnya di kasur empuk mereka berdua dan memunggungi Rara temannya.
"Menikah? apa bayi besar itu sudah gila?manis sekali." batin Kinan
Rara hanya bisa menduga-duga akan sikap temannya itu sedikit aneh dan berlebihan itu.
"Baiklah waktu nya tidur, berhenti berfikir sejenak."gumam Kinan lagi dan dia pun mencoba untuk tidur menenangkan pikirannya.
*******
Di apartemen Abhimana yang begitu sangat bahagianya mengirim pesan singkat kepada gadis bernama Kinan itu, dan pria itu mengukir senyum diwajahnya dan dirinya sangat suka sekali membaut Kinan kesusahan dadan kerepotan.
"Rasanya aku tidak sabar menunggu hari besok dimana wajah sebal nya itu sangat menggemaskan, tapi masih membuat dirinya
terlihat sok imut dan kuat padahal ketitiran."Gumam Abhi bermonolog sendirian dikamarnya.
Lalu Abhi pun berbaring di atas kasur nya mencoba memejamkan matanya untuk tidur, entah apa maksud dirinya mau menikahi gadis bernama Kinan itu? hanya dia lah dan Tuhan nya yang tau maksud tersebut.
__ADS_1
Pagi pun tiba.....
"Hooooaaammm" Kinan pun baru bangun dari tidurnya dan meregangkan setiap otot-otot ditubuhnyaditubuhnya, menggerakan badan kekiri dan ke kanan nya. jam enam pagi bagi Kinan waktu untuk membersihkan dirinya lalupergi bekerja ketempar tuan menyebalkan nya itu dan sok berkuasa.
Setelah bersih-bersih Kinan pun sudah rapi dengan pakaian biasa dan santainya."Kin tunggu, bareng aja berangkatnya."seru Rara dari dalam kamar kost
"Ya ya... cepatlah ibu ratu." ejek inan kepada sahabatnya itu, Rara hanya tertawa geli mendengar ejekan temannya itu.
"Kin, apa kau sudah mendengar bahwa perusahaan ayahmu benar-benar di ambang kebangkrutan?" tanya Rara kepada sahabat nya itu
Kinan pun tampak diam seketika dan berfikir, dan detik kemudian dia sadar "Biarkan lah, biar mereka merasakan bagaimana menjadi seperti diriku lontong lantung tak karuan arah."ucap Kinan terdengar sangat egois karna mengingat kedua orang tuanya tega ingin menukarkan putri mereka dengan perusahaan mereka, namun disisi lain anak mana yang begitu tega membiarkan dan mendengar orang tuanya kesusahan? namun Kinan hanya bisa diam dan melihat tanpa bisa membantu apapun.
"Yang sabar ya Kinan." ucap Rara menyemangati sahabat nya agar tetap kuat dan tegar
dan akhirnya mereka menyudahi percakapan itu dan hendak menaiki angkutan umum, namun saat dia orang gadis itu hendak naik ke atas angkut tiba-tiba berhentilah didepan mereka mobil mewah berwarna hitam, Kinan dan Rara pun saling tatap dan pandang. "siapa ya?" ucap mereka bersamaan.
" Ganteng."batin Rara takjub
"Mas Dava."ucap Kinan
"Ayo." Ajak Dava lagi yang tak sengaja saat sedang mengendarai mobilnya melihat Kinan dipinggir trotoar seperti sendang menunggu angkutan umum.
"Tapi.. " Kinan menggantungkan ucapannya.
"kalau bayi besar itu tau bagaimana ya? eh tunggu dulu, emangnya dia siapa mau amrah-marah, emak ku juga bukan , iya kan?" batin Kinan sedang berdebat.
__ADS_1
"Tapi apa? ayo nanti kalian telat."ucap Dava lagi
Kinan yang sedang sibuk dengan lamunan nya seketika di senggol Rara " Woy sadar."pekik Rara membuat Kinan mengusap-usap telinganya.
Akhirnya mereka berdua pun memilih diantarkan Dava, menghemat ongkos pun jauh lebih baik bagi mereka berdua "Hehe"
Saat itu Dava sudah mencari informasi antara hubungan Abhi dan Kinan dan ternyata informasi yang Dava bahwa Abhi dan Kinan hanya lah Tuan dan Asisten jadi Dava paham sekarangsekarang, namun tidak dengan Rara yang tidak tau sama sekali.
Akhirnya Kinan diantar Dava di depan apartement dan Kinan juga dava turun dari dalam mobil namun saat yang tidak tepat Abhi pun yang hendak masuk kedalam mobilnya miaht langsung Kinan turun dari dalam mobil yang sangat familiar diingatan Abhi.
entah mengapa membuat Abhi mengepal kan tangannya "S h i t." umpat Abhi kesal
"Jack, handle semua pekerjaan ku pagi ini."
ketus Abhi kepada Jack namun tatapan nya begitu tajam kearah Kinan yang masih sibuk mengobrol di depan mobil dengan Dava. sedangkan Jack ikut arah pandi anta Tuan nya itu.
"Huhffssssss.... sudah ku duga."dengus Jack yang merasa dimana kali ini dirinya menjadi korban Tuan nya itu lagi yang suka seenaknya saja.
" Berhentilah menduga-duga Jack? apa mau gajimu bulan ini aku potong?"sinis Abhi menatap Jack dan kembali masuk kedalam apartemen kembali.
"Ah sial... dia selalu menggunakan kelemahan ku."umpat Jack
Setelaj perdebatan panjang itu akhirnya Kinan pun masik kedalam apartemen bayi besar nya itu namun saat membuka pintu
" Kau?"
__ADS_1
Bersambung....