Ceo Arogan BUCIN

Ceo Arogan BUCIN
Diantar pulang


__ADS_3

Happy reading


💕💕💕💕💕


siang itu Kinan benar-benar dibuat mati kutu oleh sahabatnya Rara melihat laki-laki tampan juga kaya membuat wanita bernama Rara itu khilaf mata bahkan melupakan temannya, yang tadinya Kinan hendak bercerita akan ketakutan yang ya pikirkan namun harus mendapati kenyataan sebaliknya di mana Rara yang tadinya selalu ada di pihaknya sekarang berbanding terbalik.


" tadi kamu mau cerita apa sih Kin? " ucap Rara langsung menatap wajah Kinan dengan tersenyum, Kinan mendengus kesal menarik nafasnya panjang melihat Rara dengan malasnya.


" sudah lupakan, mood ku sudah hilang.'' ucap Kinan dengan wajah juteknya membuat Rara menahan senyumnya melihat wajah temannya seperti itu, Rara pun berdiri lalu menatap Kinan.


" Kinan, Apa kau tidak takut dengan kedepannya bagaimana nanti tanda tanya sedangkan aku dan kamu tahu kan siapa Pak Abimana dan Siapa wanita yang dekat dengannya.'' ucap Rara dengan wajah takut kepada Kinan dan kembali Kinan mendengus kesal.


" itu yang ingin aku bicarakan tadi sama kamu Rara tapi kamu sibuk mikir tampan kaya tampan kaya, gimana sih?'' Ketus Kinan sedikit jengkel melihat temannya itu Sedangkan Rara hanya terkekeh kecil.


" tunggu-tunggu, apa kamu Mencintainya? " tanya Rara seakan mengintrogasi Kinan.


"Nggak." Jawab Kinan cepat lalu memalingkan wajahnya.


"Lah, terus kenapa ngga kamu tolak aja Kin?" ucap Rara lagi.


"Nah itu masalah nya Ra, aku udah nolak tapi dia banyak sekali akan licik nya dan dia sudah menyiapkan semuanya, dia ngancem keluarga ku bahkan..." Kinan hendak meneruskan ucapan nya melihat wajah sahabatnya itu Kinan pun mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Bahkan apa?"tanya Rara.


" Bahkan dia mengancam akan memecatmu, Ra."Batin Kinan ia ucapkan dalam hati dengan perasaan begitu sedih.


"Ah sudah lah pokoknya ga usah di bahas lagi lah, nasi sudah jadi bubur juga." ucap Kinan melupakan apa yang terjadi.


"Tapi Kin, kok aku jadi takut kamu nanti kenapa-napa?pasalnya dia itu CEO dan bisa berbuat segalanya." ucap Rara dan Kinan mencoba mencerna kata-kata sahabat nya itu .


"Takutnya... ehm... takutnya... habis manis.. " Rara tak meneruskan ucapan nya karna melihat Kinan begitu serius mendengarkan perkataan nya dan Rara tak ingin membuat sahabatnya itu berfikiran yang tidak tidak.


"Kin.." Namun tiba-tiba Asisten Jack datang menemui Kinan dan Rara.


Rara pun langsung menatap Kinan dan mereka pun memberi kode dengan tatapan mata untuk pamitan.


" Baiklah."ucap Rara lalu keluar dari kamar itu dan menuju lantai utama untuk diantarkan pulang oleh Asisten Jack.


Diperjalanan pulang mengantar Rara, Asisten Jack dan Rara hanya saling diam tak ada pembicaraan sama sekali , mereka berdua bagaikan penumpang yang tak saling kenal.


Namun saat kesunyian itu berlangsung tiba-tiba ponsel Rara berdering....


Dreettt.... dreeetttt....

__ADS_1


Rara pun langsung mengambil ponselnya yang ada didalam saku celana depan nya dan terterah nomor sang ibu nya lah yang menelpon, Rara pun menatap asisten Jack untuk meminta persetujuan mengangkat telepon dari ibunya dan asisten Jack pun mengagukkan kepalanya pelan.


saat Rara mengangkat telepon itu asisten Jack tak sengaja melirik ke arah ponsel wanita yang ada di sampingnya itu dengan layar yang begitu pecah wanita itu masih bisa menggunakan ponsel tersebut membuat asisten Jack benar-benar menggelengkan kepalanya.


"Hallo ibu.. " ucap Rara


"Ehmm... iya ibu dua hari lagi Rara gajian, nanti Rara kirim. ibu pinjem dulu uang sama bibi nanti Rara yang ganti." ucap gadis itu pelan menahan malu agar tidak begitu terdengar oleh asisten Jack disebelah nya.


"Ya sudah ibu,Ara matiin ya telponnya." ucap Rara menyudahi panggilan tersebut Rara pun langsung kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana dan mencoba fokus menatap ke arah jalan namun tiba-tiba asisten Cat berbicara tanpa melirik gadis itu" Kenapa orang tuamu? " tanya asisten Jack tanpa melihat Rara sama sekali .


" Oh itu ibuku nunggu uang kiriman jadi ya aku bilang aja dua hari lagi." ucap Rara sambil tersenyum manis namun banyak orang tidak tahu dibalik senyum gadis itu banyak beban yang harus ia tanggung. .


asisten Jack diam seakan ada yang ia pikirkan.


Lalu asisten Jack dengan mengendarai pelan mobilnya melihat wajah Rara yang seakan sedang berfikir panjang "Apa yang kau pikirkan?"tanya Jack.


Rara langsung memiringkan kepalanya "Bagaimana ya cara mentransfer uang dipikiran kita ke rekening Bank?" ucap Rara membuat asisten Jack bengong.


"??"


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2