
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️
"Suara yang dirindukan"
Kinan dan Abhi saat tiba di apartemen sibuk dengan kesibukan masing-masing, Abhi memilih pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya sedangkan Kinan disibukan dengan mengotak atik ponsel barunya itu.
Saat gadis itu ingin menuliskan nomor sang ayah yang masih sangat ia ingat dengan jelas di otak nya namun berapa kagetnya Kinan melihat nomor dan nama dipanggilan keluar ponsel baru nya itu "Suamiku."
"What?"pekik Kinan kaget
Abhimana yang berada didalam kamae mandi pun tertawa puas terbahak-bahak membayangkan wajah gadis pembangkang itu yang ia buat kesal barusan.
"Suamiku? apa pria itu memang benar-benar gila ? menikah saja belum? sinting, pria gila. .. aghkkk."teriak Kinan kesal namun tanda ia sadari Kinan menyenggol panggilan memanggil nomor ayah nya yang baru saja ia ketik tadi.
" Hallo... siapa ini?"tanya Ayah Ki di ujung telpon
Kinan baru sadar bahwa dirinya baru saja menghubungi ayahnya, gadis itu pun mencoba mendekatkan ponselnya itu ke telinga, Ada rasa rindu terhadap laki-laki tua yang selalu membuat dirinya bahagia itu.
__ADS_1
"Hallo ini siapa?"tanya Ayah lagi karna tidak mendapat jawaban tetapi mendengar suara hembusan nafas dan sedikit isakan tangis di ujung telpon nya.
Kinan hanya bisa diam mendengar suara orang yang membuat dia selama ini selalu bahagia bahkan dialah cinta pertama bagi anak gadis seperti Kinanti.
"Ki... " panggil Ayah Herman di ujung telpon
Kinan yang mendengar ayahnya menyebutkan nama dirinya langsung menangis lirih "Hihksss.... hihksss... "pelan namun masih bisa di denger oleh ayah Herman. Ayah yang mendengarkan suara tangisan putri nya itu ada rasa ingin memeluknya saat ini juga.
" Ki, dimana kau nak? apa kau baik-baik saja?pulang lah nak, ayah sangat merindukan mu. "imbuh ayah begitu tulus terdengar oleh Kinan di balik telpon itu.
Ada rasa tersentuh dan harus didalam hati nya, saat ayahnya menanyakan dirinya walaupun tidak dengan ibu juga kakaknya.
"Pulang lah nak, ayah tidak akan menjodohkan kamu lagi, dan ayah sekarang tidak mementingkan perusahaan ayah lagi, Ayah hanya butuh dan rindu dengan putri ayah yang sydah berani membantah ayah nya sendiri waktu itu."ujar Ayaah dibalik telpon sambil tersenyum.
"Maaf ayah, ki tidak bisa. Ayah dengar, Cinta pertama anak perempuan itu adalah laki-laki yang berjuluki sebagai seorang ayah jadi dengar ya ayah dimanapun Ki berada cinta Ki hanya untuk ayah , Ki akan buat ayah bahagia suatu hari nanti,, bye ayah." ucap Kinan panjang lebar lalu mematikan ponsel sepihak.
Ayah Herman yang mendengar penuturan putri nya sedikit kecewa karna tak mau pulang tetapi ada rasa tersentuh dan bahagia dengan ucapan terakhir putrinya itu.
Saat Kinan mematikan panggilan nya dengan ayah Herman dan saat berbalik ke arah sofa langkah kakinya terhenti "Kau menguping?" tuding Kinan langsung memicingkan kedua matanya kearah Abhi.
__ADS_1
"Tidak." jawab Abhi santai.
"Tapi."
"Tapi apa?"tanya Kinan langsung penasaran.
"Tapi tak sengaja dengar."ujar Abhi tanpa dosa
" Cih... itu sama saja."ketus Kinan berwajah sinis
"Ternyata kau manis juga jika sedang menangis, ayo menangis lagi aku suka lihat wajah mu itu."goda Abhi bercandai Kinan tetapi tidak di anggap oleh gadis itu.
"Aku mau ganti baju, dimana kamar ku?" tanya Kinan malas ngeladenin bayi besar itu.
"Tuh."tunjuk Abhi kearah kamar miliknya
" APA?"
bersambung....
__ADS_1