
Happy reading
❤️❤️❤️❤️
Hari itu Kinan tidak memperdulikan dan memilih tidak memikirkan pernikahan yang bikin kepalanya ingin pecah itu, ia lebih memilih masak didapur berharap keajaiban datang padanya esok hari.
Siang itu Abhimana memilih pulang ke apartemen nya karna ia ingin makan di apartemen nya saja, saat abhi masuk ke apartemen seperti biasa tanpa diketahui Kinan karna dirinya memiliki kunci serep lainnya.
"Bir kau gendut pipi mu bulatbulat tetap ku suka padamu.... perut mu buncit palak mu botak tetap ku cinta padamu..."Teriak Kinan sedang bernyanyi sambil loncat-loncat terkekeh sendirian didalam apartemen seakan lagu yang entah apa judulnya itu membuat dirinya sangat terhibur. Namun tanpa Kinan sadari sedari tadi ada sepasang mata memperhatikan dirinya.
"Apa seperti ini selera gadis ini? cih... memang gila."gumam Abhi lalu laki-laki itu berjalan mendekati Kinan
" Eggehmm... "suara deheman Abhi sedikit terdengar begitu keras membuat Kinan tersentak kaget dan membalikan tubuhnya.
" Sial, kenapa tuan penguasa ini datang?apa belum puas dia ngomel-ngomel pagi tadi, apa mau marah-marah lagi?"batin Kinan mengumpat bayi besar nya itu.
"Ada apa Tuan?" tanya Kinan dengan menundukan wajahnya , ia begitu malas untuk menatap bola mata tuannya itu yang begitu menyeramkan jika marah.
"Aku mau makan siang, apa ada yang bisa aku makan?"ketus Abhi seperti biasa menatap Kinan begitu intens nya.
"Ya kau Tuan nya sudah pasti aku harus menyiapkan apa yang minta."gerutu Kinan yang hanya bisa didengar oleh hatinya saja.
__ADS_1
Bola mata Kinan yanga menunjukkan makanan yang ada diatas meja makan dan Abhi pun mengikut arah pandang mata gadis itu.
" Makanan apa ini? bahkan aku tak selera untuk memakan nya."Suara Abhi mengejek,sangat terdengar jelas jika ia mengejek masakan Kinan.
"Jika ku bukan Tuan penguasa sudah aku cabik-cabik mulut mu itu, bedebah."gumam Kinan pelan sambil mengepalkan tangannya.
Abhi pun langsung menarik tangan Kinan ke arah keluar apartemen "Eh... mau kemana Tuan?" tanya Kinan reflek dirinya kaget saat tangannya ditarik menuju mobil Abhi.
"Temani aku makan diluar dan ya aku akan menggantikan ponselmu yang rusak jadi hari ini kau adalah ratunya jadi pilihlah sesukamu."jelas Abhi tanpa menatap Kinan dan langsung masuk kedalam mobilnya.
Kinan yang mematung masih mencoba mecernah perkataan bayi besarnya itu "Wow, apa dia lagi lupa ingatan? ah lupakan nikmati dulu hari ini."ujar Kinan lalu naik dan duduk di bangku belakang pengemudi di dalam mobil itu.
Baru Kinan hendak duduk dibelakang suara bariton dan meningginya Abhi pun keluar dan menggelegar bak suara petir di dalam mobil itu "Turun." ketus nya
"Tuan kenapa anda menyuruh ku turun?"belum sempat ia protes
"Baru ku kasih sedikit kau kemewahan udah mulai ngelunjak ya? turun dan duduk di sebelah ku, kau kira aku supir mu apa?"ucap Abhi penuh penegasan.
Kinan yang mendengarkan ucapan Tuan nya itu baru sadar, saat ini mereka tidak ada asisten TN(Tanpa Nama) atau asisten Jack si muka tembok.
Kinan pun terkekeh.
__ADS_1
"Maaf."lirihnya , lalu Kinan pun turun dari dalam mobil dan kembali masuk dan duduk disamping Abhi yang mengemudi kan mobilnya.
•••••••••••
" Hey kau kenapa lama sekali buat kopinya?"ketus Jack memarahi OG wanita yang ada di hadapan nya saat ini yang tak lain adalah Rara.
"Maaf Tuan tadi pekerjaan saya banyak sekali." bela Rara pada dirinya.
"Berhenti menjawab, badan mu saja mungil tapi mulut mu itu."ucap sinis Jack terhenti malas meneruskan nya membuat mood nya semakin tidak baik saja nantinya.
lebih lagi teman dari OG ini nanti nya akan menjadi istri dari bos nya sudah Jack pastikan mulutnya jauh lebih pedas dari Rara.
"Hahhh." Jack menge hela nafas berat.
"Sudah sana pergi." usir Jack pada Rara dengan menggerakan tanganya.
"Baik Tuan," Rara pun beranjak pergi dari hadapan asisten menyeramkan itu.
""""""""""
Di restoran khusus ruangan VVIPitu pun hanya ada Abhi dan Kinan perdebatan pun selalu saja ada diantara keduanya yang tak sepemikiran itu.
__ADS_1
"Kau ini." protes yang tertunda.
Bersambung....