Ceo Arogan BUCIN

Ceo Arogan BUCIN
Ponsel baru


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


"Kau." geram Kinan, ia pikir seharian ini dirinya benar-benar jadi ratu dalam sehari namun ternyata lebih para dari seorang ratu, dirinya merasa di kerjai habis-habisan oleh manusia laknat berkedok tuan nya itu.


"Berhentilah ngomel-ngomel telinga ku sakit, lebih baik kau suapkan aku benar." ujar Abhi masih sibuk mengunyah makanan yang di suapkan Kinan tadi didalam mulut nya sambil memainkan ponselnya.


Kinanti yang baru saja mendengarkan ucapan tuan besar nya itu hampir saja terpancing emosi nya namun seperkian detik kemudian ia mengontrol kembali dirinya agar tetap waras.


"Cih... menyuapimu di aku gak masalah bedebah,tapi cara makan dan mengunyah kau itu lama sekali." umpat Kinan di dalam hatinya.


"Tuan bisa kah kau mengunyah makanan tersebut dengan benar?maksudku baru dia suap hampir memakan waktu sepuluh menit kau mengunyah nya."protes Kinan dengan wajah melembut dan menahan emosi sedari tadi.


Sebenarnya itu semua memang disengaja Abhi untuk menghukum gadis itu "Pembangkang."


Kinan hanya memutar bola mata nya "Jengah."


"""""""""""""


"Bu, apa ada kabar dari Kinan?" tanya Ayah yang sedang duduk disofa sambil memikirkan perusahaan yang benar-benar mengalami ke brangkutan.

__ADS_1


Padahal ada maksud tertentu kenapa ayah memilih putri bungsu nya menikah dengan pemilik perusahaan terbesar dan sekaligus yang akan menyuntikan dana ke dalam perusahaan tapi dirinya tidak ingin ada kecemburuan dari salah satu putri nya yang lain.


"Tidak ada yah, ibu rasa anak itu sudah mendengarkan kebangkrutan kita. tapi sampai saat ini anak itu acuh dan tidak mau menemui kita."kata ibu sedikit kesal


Ayah Herman pun mencoba tetap tenang, dirinya akan turun tangan sendiri untuk mencari putri nya itu.


Dia bingung saat anaknya tidak mau menerima perjodohan itu taoi perusahaan Aditama group mau menyuntikkan dana ke perusahaan kecil miliknya, tapi dengan tiba-tiba dan tak ada penjelasan mereka menyetop dan menarik semuanya.


"Kin, dimana kau nak?" batin ayah


""*********""


"Suap yang benar."


"Jangan ngomel-ngomel atau ku gigit nanti bibir mu."


"Jangan coba-coba mengumpat diriku ya." Abhi tak henti-hentinya mengancam Kinan.


Dan pada akhirnya acara suap menyuap kan makanan kepada bayi besar itu Kinan harus duduk di pangkuan Abhi dan sudah pasti Abhi lah yang mentitahnya.


Setelah selesai makan siang mereka pun berjalan menuju toko penjual ponsel di Mall khusus kalangan orang kaya itu, Kinan hanya mengebor tuan nya itu dari belakang sambil ngedumel.

__ADS_1


"Pria gial, sinting, kau bilang aku jadi ratunya hari ini, tapi apa? apa ini? lebih tepatnya kaulah yang menjadi ratu dan raja disini."ketus Kinan mengumpat bos nya itu.


"Oh Tuhan kenapa hidupku serumit ini? bahkan keluarga ku pun tidak memperdulikan aku , padahal aku sangat menyayangi mereka."batin Kinan meratapi nasibnya.


Mereka pun tiba di toko ponsel tersebut dan Abhi pun disibukan dngan memilih-milih ponsel disana untuk Kinan, sedangkan Kinan tampak cuek dan tak memperdulikan Tuan menyebalkan nya itu , dirinya sibuk memikirkan nasib perusahaan ayahnya.


Abhi pun selesai memilihkan ponsel keluaran terbaru untuk Kinan dan telah memasang kartu dan menyimpan nomornya di ponsel Kinan.


"Ini ambilah." Abhi memberikan paper bag berisi ponsel dan kotaknya kepada Kinan.


"mulai malam ini kau tidak perlu tidur di kost teman mu itu , mulai malam ini kau tidur di apartemen ku. dan besok pagi kita akan menikah." ucap abhi begitu tegas dengan apa yang ia bicarakan.


"Wait? kau benar-benar serius ingin menikahi ku Tuan?" pekik Kinan kaget membuat orang-orang yang ada disekitar mereka kepada Kinan.


Abhimana yang melihat ekpresi kaget gadis bernama Kinan itu ingin sekkai ia tertawa terbahak bahak melihat wajah gemas nya gadis itu.


Abhi langsung menarik tangan Kinan masuk ke dalam lift.


"Ekpresi mu di kondisi kan, norak banget."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2