
***
" aku tahu cinta kamu masih buat aku dan aku tidak menyalakan kamu tentang hubungan kamu dengan laki laki itu karena aku tahu ini semua salah aku."
..." Bryan menggenggam tangan cinta dia berharap cinta bisa memaafkan kesalahannya dan mereka bisa bersama lagi walaupun itu sangat sulit."...
..." Bryan mendekatkan wajahnya pada cinta semakin dekat dan tak ada penolakan dari cinta dan cup satu kecupan mendarat di bibir merah cinta."...
" aku merindukanmu."
" aku juga."
..." Bryan tersenyum saat perasaannya mendapatkan balasan dari cinta dan kali ini bukan hanya kecupan yang Bryan berikan pada cinta, Bryan mencium mesra bibir cinta bahkan memberikan *******."...
" jangan pergi lagi aku benar benar tidak bisa kalau harus kehilangan kamu."
" tapi aku."
" aku akan bantu kamu menjelaskan semuanya pada dia."
" tapi."
" aku gak bisa kalau harus berbagi hati dengan orang lain."
..." Bryan menarik cinta ke dalam pelukannya, bryan benar benar rindu saat dia memeluk cinta seperti ini."...
***
..." Maudy begitu terkejut saat dia membuka pintu karena sekarang Axel berada tepat di hadapannya dan Maudy tersadar saat mendengar suara Livi berteriak."...
" papa."
__ADS_1
" sayang."
..." Axel menciumi pipi gembul Livi dia benar benar gemas dengan gadis cantik yang sekarang telah dia gendong."...
..." sedangkan Maudy di buat terpaku dengan kedekatan Axel dan Livi yang begitu cepat sekali dekat padahal mereka baru tadi pagi bertemu."...
" livi sayang turun dia bukan papa kamu."
" gak mama bohong Livi benci sama mama."
" livi cantik gak boleh marah marah kayak gitu nanti cantiknya hilang dan Livi gak cantik lagi, lihat papa Livi gak boleh jadi anak yang jahat."
" livi gak akan marah marah lagi dan jadi anak yang jahat asal papa jangan pergi lagi."
" papa akan selalu di sisi Livi dan mama papa janji."
" tolong jangan memperlakukan anak aku seperti itu aku gak mau dia terluka nantinya, kak Axel sudah memiliki anak jadi lebih baik kak Axel urus anak kak Axel sendiri dan jangan pedulikan kita."
" aku gak setuju."
" kenapa?."
" karena kak Axel tidak punya hak apapun dengan Livi dia itu anak aku jadi aku yang berhak untuk mengurus apa yang terbaik buat dia."
" dia juga anak aku."
" sudah berapa kali aku bilang dia bukan anak kak Axel."
" terus kenapa Livi yakin kalau aku papanya?."
" livi itu masih kecil dia tidak tahu apa apa."
__ADS_1
" karena Livi masih kecil jadi dia berkata dengan jujur."
" sebenarnya mau kak Axel itu apa? aku mohon jangan usik kehidupan aku dan Livi karena kita sudah cukup bahagia selama ini."
" aku cuma ingin kita bersama lagi."
" aku gak bisa karena aku sudah punya suami."
... " axel tersenyum mendengar apa yang Maudy katakan."...
" kenapa tersenyum? memang ada yang lucu?."
" ketahuan banget kalau kamu bohong."
" aku gak bohong, kak Axel mau ngapain?."
" mulai hari ini aku akan tinggal bersama kalian."
" apa ? lelucon apa ini?."
" kita masih sah sebagai pasangan suami istri jadi gak ada yang akan marah kalau aku tinggal bersama kalian."
" aku akan secepatnya urus surat perceraian kita."
" terserah yang jelas hari ini kamu masih sah sebagai isti aku bahkan seandainya pun aku minta hak aku sebagai suami kamu kamu harus mau melakukan nya."
" apa?."
" sayang antar papa ke kamar kamu ya?
" iya pa."
__ADS_1
..." Axel berjalan meninggalkan Maudy yang masih terkejut dengan apa yang baru saja Axel katakan."...