
***
" Maudy di minta kak Aurel buat minuman dua."
" emang ada tamu?."
" pacarnya kak Aurel."
" dia kesini?."
" iya dia ganteng banget."
" aku jadi penasaran seperti apa pacar kak Aurel."
" udah kamu buatin minumnya dulu terus anter kesana."
***
" Maudy sini."
..." betapa terkejutnya Axel saat Aurel menyebut nama Maudy dan reflek Axel melihat pintu dan dia semakin terkejut karena orang yang selama ini dia cari sekarang ada di depannya. Maudy pun tak kalah terkejut dia sekarang bingung harus bagaimana menghadapi orang yang selama ini dia hindari."...
" sayang kenalin ini Maudy."
" kamu hamil? sama siapa?."
" pertanyaan apa itu?."
" kalian saling kenal?."
" kak Axel Kaka aku."
" serius sayang?."
" kamu belum Jawab pertanyaan aku, kamu hamil sama siapa? tinggalkan kita berdua."
" yaudah kalian sepertinya perlu bicara."
__ADS_1
" kenapa kamu menghilang? kamu tahu gimana pusingnya kita semua cari kamu?."
" maaf."
" cerita kan semua kenapa kamu bisa hamil? siapa orang yang sudah hamilin kamu?."
..." Maudy benar benar kecewa dengan pertanyaan Axel apa dia lupa kalau dia yang sudah melakukan semua ini."...
" suami aku."
" kamu sudah menikah? kenapa kamu tidak memberitahukan kita semua?."
" buat apa?."
" apa kita semua gak penting buat kamu? aku mau bertemu dengan suami kamu."
" dia sibuk."
" kamu gak sedang berbohong kan?."
..." Axel benar benar kecewa saat mengetahui Maudy sudah menikah dan sekarang sedang mengandung ternyata selama ini dia sendiri yang tersiksa karena Maudy sama sekali tidak mencintainya."...
" aku kira kejadian malam itu akan menjadi bukti bahwa kita saling mencintai ternyata aku salah."
" kejadian malam itu sama sekali tidak berarti buat aku."
" terus apa maksud dari buku diary yang aku baca?."
" semua hanya masa lalu sekarang aku sudah menikah dan hamil dan bukannya kak Axel sudah pacaran sama kak Aurel? jadi mari kita lupakan semua kita mulai semua dari awal."
***
" aku masih tidak percaya kalau Maudy adek kamu?."
" apa benar dia sudah menikah?."
" iya dia menikah dengan adek aku Vero."
__ADS_1
" bujuk dia buat pulang karena mama harus tahu semua ini."
" nanti akan aku coba semoga dia mau."
" kabarin aku kalau dia mau pulang."
" iya."
***
" kak makasih karena sudah bilang sama kak Axel kalau aku sudah nikah."
" aku mau melakukan semua itu karena aku gak mau kamu jelek di mata keluarga kamu karena hamil diluar nikah."
" aku benar benar makasih."
" aku gak tahu ada masalah apa kamu dengan keluarga kamu? sampai kamu pergi dari rumah waktu itu tapi yang jelas kamu harus pulang kamu harus menjelaskan semua kepada orang tua kamu dan kasih tahu mereka siapa papa dari anak kamu, nanti aku akan telpon Vero karena dia harus ikut sama kamu."
" sampai kapan pun aku gak akan pernah bisa jujur sama mereka tentang siapa papa dari anak ini."
" kenapa? kamu takut dia marah dan gak bertanggung jawab?."
" aku belum bisa cerita."
" mau sampai kapan kamu begini?."
" aku gak tau kak."
" kamu gak mau cerita sama aku? seenggaknya kasih tahu aku siapa orang yang sudah menghamili kamu."
" maaf kak."
" anak kamu butuh papanya gak mungkin kamu egois seperti ini terus."
" makasih kak Aurel sudah perduli sama aku selama ini dan tidak benci sama aku karena aku hamil tanpa suami."
" karena aku percaya kamu gak salah."
__ADS_1