
***
" dia sudah pulang."
" yaudah makasih nad."
" bry cinta nitip pesen."
" apa?."
" jawaban yang kamu ingin kan katanya tidak."
" kamu punya alamat rumahnya?."
" maaf aku gak bisa kasih tahu."
" aku mohon."
" serius aku gak bisa kasih tahu."
***
" mbak cinta gak masuk mas."
" kalian punya alamat rumahnya?."
" maaf mas saya gak bisa kasih tahu karena saya gak mau dapat masalah."
" kira kira besok dia kesini jam berapa?."
" gak tentu mas kadang datang kadang gak datang."
" makasih."
..." setelah kepergian Bryan cinta keluar."...
" makasih."
" iya mbak."
" kamu bisa lanjut kerja."
..." cinta tidak mau lagi bertemu dan berurusan lagi dengan Bryan karena dia gak mau perasaannya akan semakin dalam kalau sampai dia selalu bertemu dengan Bryan."...
***
" bukanya kamu sudah punya pacar? kenapa kamu masih main main sama perempuan lain?."
" dia itu sangat membosankan aku cinta sama dia tapi dia tidak bisa di ajak seperti ini."
" tapi bagaimana kalau dia tahu kamu di tempat seperti ini bersama cewek cewek."
__ADS_1
" dia gak akan tahu kalau kalian tidak bilang."
bruak
..." axel benar benar marah saat tahu Maudy hanya di permainan sama laki laki brengsek di depannya ini."...
" apa apaan ini? kamu Kakaknya maudykan?."
" kalau kamu bosan sama Maudy tinggalkan dia dan jangan pernah muncul lagi di hidupnya."
" kak aku bisa jelaskan kita sama sama laki laki pasti kamu ngerti."
bruak
..." Axel memukul lagi dewa Axel tidak habis pikir bisa bisanya Maudy pacaran dengan laki laki seperti ini."...
" jangan pernah muncul lagi di hidup Maudy kalau kamu gak mau hidup kamu hancur."
***
" ma kak Axel kapan pulang?."
" mama gak tahu sayang coba kamu tanya sendiri sama kakak kamu."
" cinta sudah telpon tapi gak di angkat, ma cinta mau nyusul kak Axel ke semua."
" terus kuliah kamu bagaimana?."
" kalau kamu dan kakak kamu gak di rumah papa dan mama akan kesepian."
" harusnya papa dan mama bahagia karena papa dan mama bisa puas berduaan."
" dasar anak kecil."
" bercanda ma."
***
" Maudy."
" kenapa kak Axel pukulin dewa?."
" jadi dia bilang sama kamu?."
" tolong jangan ikut campur urusan aku."
" dewa gak pantas buat kamu."
" terus siapa orang yang pantas buat aku?."
" kamu tahu tadi malam aku bertemu dia di diskotik dia sedang bersenang senang dengan wanita penghibur."
__ADS_1
" haruskah aku percaya sama kakak?."
" Dy aku gak mau kamu jadi mainan dia, aku gak mau kamu terluka."
" makasih kak Axel sudah perduli tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan."
" tinggalkan dia aku mohon."
" ini pertama dan terakhir kejadian seperti ini kalau sampai kak Axel melukai dewa lagi aku akan sangat benci dengan kakak."
" Dy tunggu."
" tolong jangan seperti ini."
..." Axel gak mungkin dia saja melihat Maudy di permainan laki laki brengsek seperti dewa, Axel akan buktikan pada Maudy kalau dewa tidak pantas buat dia."...
" kak Axel."
" cinta."
" aku kangen sama kak Axel makanya aku nyusul kesini."
" terus kuliah kamu gimana?."
" aku ambil cuti."
" dasar tadi dari rumah jam berapa? sudah makan?."
" pertanyaan nya satu satu aku bingung mau jawab yang mana dulu."
" kamu itu."
" tadi sepertinya aku lihat kak Maudy disini bener kan kak?."
" iya."
" terus gimana?."
" apanya?."
" hubungan kalian?."
" dia sudah punya pacar."
" gak apa-apa sebelum janur kuning melengkung kak Axel masih punya kesempatan."
" anak kecil sok ngajarin."
" anak kecil kayak gini tapi yang kalau ngomong selalu benar."
" iya percaya."
__ADS_1