
***
" sayang gimana tadi?."
" gimana apanya?."
" mama sudah susah payah lho buat cinta mau datang kesini agar kalian bisa bertemu."
" kenapa mama melakukan semuanya? bukannya mama selama ini tidak pernah suka sama hubungan kita."
" sekarang mama sadar kalau kamu begitu mencintai dia dan gak seharusnya mama menentang hubungan kalian."
" dia cinta pertama Bryan ma dan Bryan gak bisa kalau harus kehilangan dia."
" maafkan mama karena selama ini telah menentang hubungan kalian."
" ma seandainya suatu saat nanti bryan tidak ada di sisi cinta lagi Bryan berharap mama bisa menganggap cinta seperti anak kandung mama cintai dia seperti mama mencintai Bryan."
" sayang kamu ngomong apasih? mama gak suka dengarnya."
" mama mau janji kan sama Bryan."
" asal kamu bahagia mama akan akan melakukannya."
" makasih ma bryan sayang sama mama."
" sayang tadi kakak kamu telpon katanya dia kangen sama kamu."
" Bryan juga kangen sama kak Dave."
" mama sebenarnya berharap kakak kamu mau tinggal di Indonesia dia sudah cukup lama tinggal di luar."
__ADS_1
" kak Dave punya jalan hidup yang dia pilih sendirian ma."
***
... " Maudy tengah sibuk mencuci piring tiba-tiba dia di kagetkan dengan sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya."...
" apa yang kak Axel lakukan? lepas."
" jangan teriak nanti livi bangun."
" lepas."
" kenapa tangan kamu gemetar? kamu grogi karena aku memelukmu?."
" mana mungkin sudah lepas."
... " Axel melepaskan pelukannya tapi detik berikutnya dia memutar tubuh Maudy agar menghadap ke arahnya."...
" apa kamu tidak merindukan aku?."
" buat apa aku merindukan suami orang."
... " Axel tersenyum dengan jawaban yang Maudy berikan."...
" kenapa tidak aku memang suami orang dan itu adalah kamu suami dari dokter Maudy."
" ini sama sekali gak lucu cepat minggir kalau tidak aku akan membuat kak Axel menyesal."
" aku juga bisa membuat kamu menyesal kalau kamu terus menerus seperti ini sama aku."
" mau kak Axel sebenar apa? kenapa kak Axel berbuat seperti ini? tolong biarkan aku dan anak aku bahagia dan kak Axel juga bisa bahagia bersama keluarga baru kak Axel."
__ADS_1
" kebahagiaan aku ada sama kamu dan livi."
" kak sudah cukup aku muak dengan semuanya."
" aku tanya apa yang membuat kamu seperti ini? padahal jelas-jelas aku yakin kamu masih cinta sama aku tapi kenapa sikap kamu seperti ini sama aku "
" kak Axel masih pura pura tidak tahu padahal sudah jelas kenapa aku seperti ini sama kak Axel."
" aku bukan pura pura tapi aku memang benar benar tidak tahu."
" minggir."
" Maudy mendorong Axel cukup keras dan kali ini Maudy berharap pergi dari dekat Axel."
***
... " dari balik pintu Maudy melihat Axel tidur di samping Livi seketika air mata mengalir di pipi Maudy."...
" andai kak Axel belum menikah dan memiliki anak aku berharap kita bisa bersama lagi agar ada senyum di pipi Livi setiap hari karena dia mendapatkan kasih sayang seorang papa."
... " Maudy meninggalkan axel dan Livi di kamar dan dia beranjak hendak tidur di kamar sebelah sampai pintu bel mengagetkannya dan betapa terkejutnya Maudy siapa yang ada di depannya sekarang."...
" mama."
" mama boleh masuk?."
... " Maudy salah tingkah dia benar benar takut kalau mamanya Axel tahu kalau Axel ada di dalam bersama Livi."...
" ma kita bicara di tempat lain saja."
" kenapa?."
__ADS_1
" Maudy ingin makan di luar bersama mama."