
****
" makasih buat malam ini aku bahagia sekali."
..." Maudy tidak menjawab dia benar benar lelah sekali karena ulah Axel malam ini."...
" kamu capek? maaf aku kasar ya tadi?."
" aku gak mau bahas itu."
" kamu malu? lihat aku ini bukan kali pertama kita melakukannya jadi kamu gak perlu malu."
" gimana bisa seperti itu."
" yaudah kamu tidur pasti kamu capek sekali."
" aku mau ke toilet dulu."
" aku temenin ya?."
" kak."
" bercanda."
..." Maudy masih tidak percaya dengan apa yang Axel lakukan malam ini dia sama sekali tidak di berikan waktu buat istirahat tapi kemudian Maudy tersenyum sejujurnya Maudy juga menyukainya."...
***
" aku kangen sama kamu."
" aku juga."
" aku pengen ajak kamu liburan ke Bali kamu mau kan?."
" kenapa mendadak?."
" sebenarnya rencana ini sudah lama karena ini acara kantor dan aku ingin mengajak kamu."
" kapan?."
" Minggu depan."
" berapa hari?."
__ADS_1
" sekitar 2 hari."
" aku harus cari alasan apa sama Davin kalau dia tanya?."
" bilang saja kamu ada urusan pekerjaan sama teman kamu."
" dia gak mungkin begitu saja percaya."
" kamu takut?."
" aku takut kalau sampai Davin tahu tentang hubungan kita aku."
..." cinta menghentikan ucapannya cinta benar benar takut kalau Davin tahu kalau dia pacaran sama Bryan."...
" tidak akan terjadi apa apa jadi gak ada yang harus kamu takutkan karena aku akan secepatnya menyelesaikan masalah ini agar hubungan kita berjalan dengan semestinya."
" yang kita lakukan sekarang salah kak."
" salah dari mana? kita sama sekali belum putus jadi secara tidak langsung kita masih pacaran jadi dalam hal ini seharusnya dia sadar kalau dia orang ketiga dalam hubungan kita."
" tapi."
" kamu tenang saja semuanya akan baik-baik saja."
***
" ini jam berapa?."
" jam 9."
" apa?."
" kamu mau kemana?."
" livi harus sekolah."
" aku sudah mengantarkannya ke sekolah tadi."
" seharusnya kak Axel membangunkan aku."
" sepertinya kamu sangat kelelahan aku gak tega kalau harus membangunkan kamu."
" kak Axel gak kerja?."
__ADS_1
" aku ambil cuti kamu sendiri?."
" untung saja hari ini aku masuk malam."
" mumpung kita punya banyak waktu luang gimana kalau kita buat adek untuk Livi."
" kak."
" aku hanya bercanda, makasih sudah memberikan aku kesempatan."
" maaf karena selama ini aku terlalu bodoh untuk menyadari semua."
" kamu gak perlu minta maaf karena kamu gak salah, aku mau tanya kenapa tiba-tiba kamu berubah sikap sama aku? padahal sebelumnya kamu menjaga jarak sama aku."
" kemarin mama kesini saat kak Axel dan Livi sedang berdua dan mama menceritakan semuanya."
" jadi kalau mama gak cerita semuanya kamu masih tetap salah faham tentang perasaan aku? dan aku tetap gak mau jujur tentang papa kandung Livi."
" maaf aku memang bodoh."
" hai kamu gak bodoh mana orang bodoh bisa jadi dokter?."
" aku bodoh dalam hal cinta."
" kata siapa buktinya kamu bisa membuat aku tergila-gila sekarang."
" pasti Livi bahagia sekali karena dia sudah bertemu papanya."
" aku janji akan menjaga kalian walaupun nyata taruhannya."
" kak Axel bicara apasih?."
" laki-laki yang antar livi kerumah sakit itu siapa?."
" dia kak Victor orang yang selama ini ada di saat aku dalam kesusahan."
" aku cemburu sama dia karena dia telah merebut dua wanita yang paling berharga dalam hidup aku."
" aku sudah menganggapnya sebagai kakak aku."
" tapi sepertinya dia suka sama kamu."
" itu gak mungkin."
__ADS_1