
***
" makasih kak Axel sudah nganterin aku."
" nanti pulang sekolah aku jemput."
" gak usah kak aku bisa pulang sendiri."
" yaudah sana masuk belajar yang benar jangan mikirin hal lainnya."
" iya."
***
..." nada berjalan sendirian tapi tiba-tiba nada ditarik seseorang untuk masuk ke dalam ruangan."...
" lepas mau kamu apa?."
..." betapa terkejutnya nada saat tahu siapa yang telah menarik dirinya masuk sebuah ruangan itu."...
" mau kamu apa?."
" menurut kamu?."
" minggir aku mau keluar."
..." Bryan terus menatap nada dan itu berhasil membuat nada ketakutan."...
" kamu fikir setelah kejadian kemarin aku akan lepasin kamu begitu saja dan kamu bisa melakukan sesuka kamu."
" aku gak ngerti kamu ngomong apa."
" kamu sudah membuat aku semalaman gak bisa tidur dan sekarang pagi pagi kamu sudah membuat aku marah."
" apa hubungannya sama aku kalau kamu gak bisa tidur."
..." nada mendorong Bryan agar Bryan menyingkir dari hadapannya tapi Bryan malah mengunci pintunya dan menyimpan kuncinya disaku."...
" apa yang kamu lakuin kemarikan kuncinya."
__ADS_1
" kalau mau ambil sendiri."
" mana mungkin aku ambil sendiri kunci itu."
" kenapa gak mungkin?."
" kamu sengaja kan lakuin semua ini."
" kalau iya kenapa?."
" kamu itu."
..." nada hendak memukul Bryan tapi tangannya di pegang oleh Bryan."...
" lepas."
" aku gak akan lepasin kamu."
..." nada memberontak tapi tetap saja dia tidak berhasil lepas dari bryan tapi tiba-tiba kepala nada pusing dan semua terasa gelap."...
" hai kamu kenapa?."
***
..." Bryan masih setia menemani nada di UKS walaupun nada belum sadar dari siumannya."...
kring kring
" hello."
" bry kamu dimana? kenapa gak ikut pelajaran jam pertama?."
" aku ada urusan."
" pak Dion nyariin kamu katanya kamu ditunggu di ruang guru sekarang."
" yaudah aku kesana."
..." Bryan menatap wajah nada kenapa Bryan merasa ada kesedihan pada perempuan didepannya ini wajahnya sangat pucat itu yang ada dipikiran Bryan sekarang, kemudian bryan berjalan keluar dan pergi ke ruang guru. sepeninggal Bryan nada perlahan membuka mata dia merasakan kepalanya masih terasa pusing dia melihat sekeliling dia meng ingat ingat apa yang terjadi dan dia baru ingat terakhir dia di sebuah ruangan berdua dengan laki laki menyebalkan itu kemudian kepalanya terasa pusing dan dia gak ingat lagi, nada buru buru keluar dari UKS dia ingin secepatnya sampai ke kelas "...
__ADS_1
***
" nad kamu baik baik saja kan?."
" iya."
" aku pesenin bakso ya?."
" boleh."
... " dari jauh bryan memperhatikan nada tapi nada sama sekali tidak tahu bahkan tidak perduli dengan keberadaan Bryan."...
" pesanan nya datang kita makan dulu."
... " tiba-tiba Chelsea datang dan mendorong bakso pesanan nada membuat semau baksonya jatuh berantakan."...
" maaf aku gak sengaja."
... " nada cuma diam karena dia gak mungkin berani melawan adiknya sendiri."...
" berhenti."
" kak Bryan."
" minta maaf sama dia."
" tapi kak."
" kenapa kamu diam saja bakso kamu sengaja di tabrak sama dia?."
" itu bukan urusan kamu."
" kenapa kalau sama orang lain kamu di giniin diam saja tapi kalau sama aku kamu berani melawan?."
" karena aku benci sama kamu."
" apa kamu bilang?."
... " nada menaruh uang buat bayar bakso di meja kantin kemudian nada pergi begitu saja tanpa memperdulikan Bryan disana."...
__ADS_1
" berani beraninya dia melakukan ini sama aku."