
***
" tapi bukannya Vero sudah menikah?."
" setahu saya belum mas."
" apa anda kenal Maudy?."
" mbak Maudy kenal dia sahabat mas Vero."
" bukanya mereka sudah menikah?."
" kalau mereka menikah saya pasti tahu mas."
" anda tahu alamat rumah Maudy?."
" tahu saya pernah disuruh mas Vero nganterin barang kesana."
" bisa tolong kasih tahu saya alamatnya?."
***
" Dy ada yang harus aku katakan sama kamu."
" apa?."
" sebenarnya udah dari lama aku suka sama kamu dan aku ingin melamar kamu untuk jadi istri aku yang sesungguhnya bukan cuma pura pura."
" ver kamu tahukan aku cuma anggap kamu sebagai sahabat tidak lebih."
__ADS_1
" apa ini karena kakak kamu? Dy dia udah sama kak Aurel bentar lagi mereka akan menikah jadi aku mohon lupakan dia, kamu gak kasian sama anak dalam kandungan kamu? dia butuh sosok seorang papa dan aku ikhlas kalau harus jadi papanya walaupun dia bukan anak aku."
" ver udah cukup aku gak mau bahas ini lagi."
" jangan jadi wanita egois anak kamu butuh orang tua lengkap kalau kamu gak bisa terima aku kasih tahu kak Axel kalau anak yang kamu kandung anak dia."
" ver udah cukup."
" kenapa kamu takut kak Axel tahu kalau anak yang kamu kandung adalah anak dia?."
" sebaiknya kamu pergi, kasih aku waktu 2 Minggu aku akan kasih jawaban buat kamu."
..." Vero pergi setelah Maudy memberitahu kalau dia butuh waktu 2 minggu untuk memberikan jawaban atas pertanyaan dari vero, saat Maudy ingin masuk ke apartemen betapa terkejutnya dia melihat Axel ada di hadapannya sekarang."...
" kak Axel?."
" kak kita bicara di dalam."
" bilang kalau anak yang ada dalam kandungan kamu adalah anak aku?."
" kak."
" kenapa kamu gak bisa jawab? benarkan anak yang ada dalam kandungan kamu anak aku?."
" kak Axel ngomong apa? aku beneran gak ngerti."
" kalau kamu gak jujur aku akan bilang sama Aurel kalau kita pernah melakukan hubungan suami istri."
" kak."
__ADS_1
" kenapa kamu takut Aurel tahu hubungan kita?."
" ya kak Axel papa dari anak yang aku kandung."
" terus pernikahan kamu sama Vero kebohongan?."
" aku sudah jujur sama kak Axel jadi tolong lupakan semua."
" kamu minta aku untuk jadi papa yang jahat?."
" sebentar lagi kak axel akan melamar kak Aurel aku mohon jangan sakiti dia."
" kamu minta aku untuk tidak menyakiti Aurel tapi secara tidak langsung aku nyakitin kamu dan anak aku."
" kak Axel gak usah pikirkan aku dan anak ini."
" aku lebih baik menyakiti orang lain dari pada aku harus menyakiti orang yang aku sayang dan cinta."
" aku tahu kak Axel gak sayang apa lagi cinta sama aku, kak Axel cuma merasa kasian karena aku mengandung anak kakak dan kak Axel cuma ingin bertanggung jawab."
" iya aku memang ingin bertanggung jawab dan aku ingin selalu ada buat anak aku karena aku ingin menjadi papa yang terbaik buat dia."
" makasih karena kak Axel perduli sama dia tapi sungguh itu tidak perlu aku bisa menjaganya sendiri tanpa bantuan kakak."
" aku akan tetap putusin Aurel dan membatalkan lamaran kita."
" kak aku mohon sekali ini saja tolong jangan tinggalkan kak Aurel aku benar benar mohon."
... " Maudy memohon dengan berlinang air mata dia berharap Axel bisa menuruti keinginannya."...
__ADS_1