
***
" Maudy."
..." Axel terkejut saat anak kecil di hadapannya ini menyebut nama Maudy."...
" bagaimana kamu begitu yakin kalau om adalah papa kamu?."
" Oma yang bilang."
" Oma Irma?."
" iya."
..." saat Axel dan Livi sedang berbicara dari jauh Maudy memperhatikan."...
" bagaimana bisa mereka berdua bersama?."
..." sejujurnya Maudy ragu untuk menghampiri mereka tapi Maudy harus melakukannya karena Maudy gak mungkin membiarkan Livi sendiri di depan sekolahnya."...
" mama."
..." livi berlari memeluk mamanya saat melihat mamanya turun dari mobil."...
" mama kenapa lama? livi takut."
" maaf tadi pekerjaan mama banyak dan gak bisa ditingkatkan."
" ma Livi ketemu papa."
..." begitu terkejutnya Maudy saat Livi bilang Axel adalah papanya padahal selama ini dia tidak pernah menceritakan siapa papanya pada Livi."...
" sayang dia bukan papa kamu."
" mama bohong dia papa Livi lihat ini mama dan papakan?."
..." Maudy semakin di buat terkejut saat Livi memperlihatkan foto pernikahan dirinya dan Axel."...
" kamu dapat foto itu dari siapa?."
" livi dapat dari kamar mama."
" tapi dia bukan papa kamu sayang."
__ADS_1
" apa mungkin Oma Irma berbohong sama Livi? atau kamu yang selama ini telah berbohong?."
..." Maudy semakin salah tingkah saat Axel ikut berbicara."...
" sayang kamu masuk mobil ya? kita pulang pasti kamu capek."
" jadi Livi anak aku?."
..." Maudy masih tidak menghiraukan apa yang Axel katakan."...
" ma Livi mau sama papa."
" sayang dia bukan papa kamu."
" sampai kapan kamu bohongin dia terus?."
..." livi menangis karena Maudy tidak menghiraukan apa yang dia katakan."...
" kamu ibu macam apa yang begitu tega membuat anak kamu menangis seperti ini?."
" jangan bilang aku ibu macam apa? karena kamu tidak tahu apa-apa tentang hidup aku dan anak aku."
" maaf aku gak bermaksud."
" makasih kamu sudah menolong anak aku."
" papa papa."
" kamu boleh marah bahkan benci sama aku tapi jangan sakiti Livi kasian dia masih kecil."
" aku tahu mana yang terbaik buat anakku."
" aku akan cari tahu tentang papa Livi yang sebenarnya."
" terserah."
***
" cinta."
" Tante."
" jadi ini toko kamu?."
__ADS_1
" iya Tan."
" bisa bantu Tante pilih baju?."
" Tante mau cari baju yang seperti apa?."
" Tante mau cari baju buat Bryan kira kira menurut kamu seperti apa yang cocok buat dia?."
" aku gak tahu Tan."
" masa kamu gak tahu kalian kan sudah kenal lama jadi pasti kamu tahu baju kesukaan Bryan seperti apa."
" biar di bantu karyawan aku saja Tan."
" sebenarnya Tante pengennya kamu yang bantu karena bentar lagi kan Bryan ulang tahun dan Tante ingin belikan dia baju yang bagus buat dia."
..." akhirnya dengan terpaksa cinta menolong mamanya Bryan memilih baju untuk Bryan."...
" bagaimana dengan ini Tan?."
" bagus Tante suka."
" Tante kenapa?."
" tiba-tiba kepala Tante pusing sekali."
" Tante duduk dulu aku ambilkan minum."
" Tante mau pulang saja."
" Tante kesini naik apa?."
" Tante naik mobil sendiri tapi sepertinya Tante gak bisa pulang sendiri kepala Tante pusing sekali."
" aku panggilkan taksi ya Tan jadi nanti Tante bisa istirahat di taksi."
" kalau kamu gak keberatan Tante mau kamu yang anterin Tante pulang "
" aku gak bisa Tan karena aku masih banyak pekerjaan."
" yaudah kalau kamu gak bisa Tante akan pulang sendiri saja."
... " mamanya Bryan pergi meninggalkan toko cinta dengan berjalan sempoyongan karena merasakan pusing di kepalanya."...
__ADS_1
" Tante tunggu aku akan antar Tante pulang."
... " mamanya bryan tersenyum bahagia karena akhirnya rencananya berhasil membuat cinta mengantarkannya pulang ke rumah."...