CHARM

CHARM
Bab 9


__ADS_3

POV SALMA


Malam itu di mana Salma, Geby, dan Syena janjian untuk pergi ke klub malam, Salma sudah cukup minum dengan Geby sehingga dia sudah tidak sadarkan diri, bahkan Salma tidak sadarkan Rey yang membawanya pulang.


"Salma, hei bangun" gumam Rey membangun kan Salma, tapi Salma justru tidak menggubris ucapan Rey. Salma bergeliat di dalam mobil karena kepanasan mungkin efek terlalu banyak minum di klub.


Rey yang tidak tau harus membawa Salma kemana akhirnya dia membawa Salma kembali ke hotel terdekat dengan klub. Rey juga sebenarnya sudah minum cukup banyak, hanya saja dia mempertahankan kesadaran nya. Rey langsung melajukan mobilnya menuju hotel.


Sesampainya di parkiran, Rey membopong tubuh Salma menuju resepsionis, Rey langsung memesan kamar hotel yang akan mereka menginap malam ini. Rey membawa Salma ke kamar yang telah di pesan oleh Rey.


Rey menurunkan Salma di ranjang dengan perlahan agar Salma tidak terbangun.


"Hufff, akhirnya sampai juga, tubuhnya mungil tapi kenapa sangat berat" Rey menghembuskan nafas pajang. Rey ingin berbalik untuk tidur di sofa, karena kepalanya sudah sangat berat karena efek Alkohol sudah menyerang nya.


Bruuk...


Salma menarik tangan Rey dengan kuat, sehingga tubuh Rey menindih tubuh Salma, Salma membalikkan tubuh Rey, kini Salma yang tengah menindih tubuh Rey dari atas. Salma menarik tengkuk Rey dan ******* bibirnya dengan lembut, Rey terbelalak mata ketika Salma menciumnya, Rey kini terbawa suasana dia membalikkan badan Salma sehingga Salma kini kembali di bawah kungkungan Rey.


"Uuuuggh.." Syena mendesah, kini tangan Rey sudah menyusuri bagian dada Salma, Rey adalah laki-laki normal di tambah lagi Rey kini sedang dalam efek mabuk, Rey kini tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri.


Malam itu adalah malam di mana kesucian Salma di renggut oleh Rey, bukan paksaan tapi kemauan.


◽◽◽◽◽

__ADS_1


Matahari kini semakin tinggi, matahari masuk di sela sela gorden jendela. Salma mengerjapkan kedua matanya perlahan, iya duduk dan memijat pelan pelipis nya, Salma masih merasa sedikit pusing. Mata nya menyusuri kamar hotel.


Salma merasa ini bukan rumahnya atau apartemen Syena atau Geby. Matanya beralih ke samping, Salma sangat terkejut melihat ada laki-laki asing tengah terlelap dalam tidurnya, Salma melihat ke dalam selimut, ternyata kedua dalam keadaan telanjang bulat.


Aaaaaaa.....


Salma berteriak sangat kencang, Rey yang mendengar teriakkan Salma langsung bangun dan duduk. "Brengsek, apa yang lo lakukan ke gue, dasar ********, huhuhu" Salma memaki ke arah Rey, Salma menangis dan memukuli bahu Rey sekuat tenaga.


"Heii, tunggu jangan menangis" Rey kini merasa bersalah ke Salma. "Brengsek gimana gue gak nangis, lo udah rebut mahkota gue" teriak Salma.


"Sal, lo liat ini, ini, nih, siapa yang buat kalo bukan lo, coba lo ingat lagi apa gue yang mulai duluan" ucap rey menunjukkan kiss mark yang Salma buat di tubuhnya.


Salma terdiam memperhatikan tubuh kekar Rey, dengan postur tubuh yang sexy perut seperti roti sobek. Salma terpesona dengan tubuh Rey tepat di depan matanya


Salma menelan salivanya dengan susah payah. "Eheem.." Salma berdehem untuk menormalkan perasaan nya.


"apa benar gue yang ngelakuin itu?" tanya Salma, iya memalingkan wajahnya dari tatapan Rey, karena wajahnya kini sangat merah seperti kepiting rebus.


"bukan, si kucing kecil yang melakukan nya" jawab Rey sambil menahan tawanya.


"siapa yang lo sebut kucing kecil huh.." Salma menatap tajam ke arah Rey. "dia di depanku, kucing kecil itu sangat ahli semalam" ucap Rey enteng. Salma langsung memalingkan wajahnya karena malu.


Rey sangat gemas dengan Salma, Rey langsung menarik Salma kedalam pelukannya, Salma terkejut dan memberontak.

__ADS_1


"maaf kan aku, aku memang brengsek" ucap Rey dengan nada berat. Salma kini menangis lagi di dalam dekapan Rey, "gue benci sama lo rey, gue juga benci diri gue" ucap Salma di sela-sela isak tangisnya.


"pliiss, maafin gue, gue janji apa pun yang terjadi gue gak akan lepasin lo" Rey memeluk Salma dengan erat. Salma hanya mengangguk kepala tanpa menjawab ucapan Rey. Rey mendekati telinga Salma "gue gak akan lupa desahan lo semalam" bisik Rey. Salma langsung menarik tubuhnya menjauh dari Rey, Salma menarik selimut dan berlari ke dalam kamar mandi.


"Rey Mesum" teriak Salma sebelum masuk kamar mandi, Rey terkekeh melihat Salma yang sedang malu, bagi Rey Salma terlihat sangat menggemaskan.


aku janji akan berusaha menjagamu, apa pun yang terjadi. batin Rey


Di dalam kamar mandi Salma bersandar di balik pintu, ada perasaan, suka, marah, bimbang, dan bahagia.


kenapa dia begitu mesum seperti itu. ohh astaga apa ucapannya bisa di percaya. batin Salma


▪️▪️▪️▪️▪️


"Begitu ceritanya" ucap Salma yang sudah tidak menangis lagi.


"Ooohhh,, begitu. hahahahahah" tiba-tiba Geby dan Syena tertawa terpingkal-pingkal sambil menahan perut mereka. Salma sangat kaget dengan respon kedua sahabatnya.


"Heii, aku sedang sedih sekarang, kenapa kalian malah tertawa brengsek" teriak Salma ke Syena dan Geby. Syena dan Geby berhenti menertawakan Salma, mereka mengibas wajah mereka karena terlalu tertawa, sampai air mata ikut keluar


"Sal, lo yang mulai duluan, lo juga menikmati nya, trus apa yang buat lo nangis sampe segitunya" kata Geby dengan wajah menggoda.


"Iyaa, dan dia juga pria normal, kucing di kasih ikan asin gak mungkin dia sia-siain" kata Syena.

__ADS_1


"Heii, kalian ini sahabat gue apa bukan sih, di hibur kek, ini malah di ejek" ucap Salma dengan sinis.


__ADS_2