
Next,!!
---
Syena membungkuk memeluk leher Elvano dari belakang, Elvano mendongak keatas, tercium aroma khas tubuh Syena yang sangat wangi, Elvano tersenyum melihat Syena yang sedang tersenyum manis kearahnya.
Cup
Syena mencium bibir Elvano sekilas dan meninggalkan nya ke dapur. Elvano mendengus kesal, Syena hanya terkekeh melihat Elvano yang sangat lucu.
Syena yang sedang membuat coklat panas, merasakan tangan kekar memeluknya dari belakang. Syena tersenyum melihat tangan Elvano melingkar di pinggangnya.
“sayang, sebentar yah aku akan membuat coklat panas” Elvano mengangguk mencium pipi Syena, lalu berjalan menuju meja bar mini di dapur sambil melihat Syena membuat coklat panas.
Syena yang awalnya tidak terbiasa memanggil Elvano dengan sebutan ‘sayang’ kini sudah terbiasa sejak dua bulan berpacaran.
Syena dan Elvano kembali ke depan Tv dan menikmati coklat panas yang di buat Syena.
Elvano menarik pinggul Syena dan memindahkan di pangkuannya. Vano menarik tengkuk Syena dan mencium lembut bibir Syena yang manis menurut Elvano. Syena mengalungkan tangannya di leher Vano dan membalas ciuman itu. Mereka saling menikmati ciuman yang penuh cinta.
Ciuman itu berpindah di leher jenjang milik Syena, Elvano merasakan tubuh Syena yang mulai bergetar, bibirnya kembali ******* bibir Syena, tangannya pun kini mulai menyentuh setiap inci tubuh Syena.
Syena merasakan Jony milik Elvano telah menegang di balik layar hitam, karena posisi Syena di atas pangkuan Elvano, sejujurnya dia juga menginginkan tapi dia masih mampu untuk menahan sampai pernikahan tiba.
“sayang sebentar saja,?” suara Elvano terdengar berat dan sexy di telinga Syena. Syena juga mengerti arah bicara Elvano. Syena mengangguk.
__ADS_1
Syena menggeliat, ketika bibir Vano menyesap dan ******* little pinky Syena bergantian. Elvano ******* kedua little pinky yang sangat bervolume. Syena merasakan perutnya seperti banyak kupu-kupu yang sedang menggelitiknya. Entah bagaimana pengait bra nya sudah terlepas, dan tangtop sudah terangkat.
Syena menghentikan tangan Elvano ketika melakukan lebih, Syena tidak ingin mereka melakukan terlalu jauh.
“sayang mandi lah” Syena mengelus rahang kokoh milik Elvano dan menata mata Elvano yang terdapat kekecewaan di dalamnya. Elvano mengiyakan ucapan Syena karena dia juga butuh air dingin untuk meredakan hasratnya yang sudah memuncak, sebelum pergi Elvano menyembunyikan wajahnya di celuk leher Syena dan menghirup aroma khas dari tubuh Syena yang menjadi candu untuk Elvano.
“aku akan membuat teh hangat untukmu” Syena mengecup kening Elvano dan turun dari pangkuannya, Syena mengaitkan bra nya dan memperbaiki baju nya, lalu melangkah ke dapur.
Vano keluar dari kamar mandi dengan handuk melingkar di pinggang nya dan satu handuk lagi di kepala, mengeringkan rambut. Vano mengganti bajunya yang sudah ada di lemari Syena, yah karena sudah beberapa kali menginap. Tapi selama itu mereka masih mampu menahan untuk tidak bercinta, walaupun situasi mengizinkan.
Elvano duduk di samping Syena, dengan menyerup teh yang di buat Syena.
“aku akan merindukanmu” kata Elvano dengan lirih, sambil menyandarkan kepalanya di bahu Syena.
“kau pikir itu tidak lama, aaaa rasanya aku tidak sanggup” Elvano mengangkat kepalanya dan menghadap ke arah Syena dan merengek manja.
Syena menangkup kedua pipi Elvano dan menatap nya. “kau bisa, dan aku percaya itu.” Ucap Syena dengan lembut.
Cup
Elvano mengecup bibir Syena yang selalu membuatnya candu, Syena memejamkan matanya.
“jangan keluar rumah, butuh sesuatu telpon aku” Elvano menatap Syena dengan seduh.
“aku akan menelpon mu selalu”
__ADS_1
“janji” tanya Elvano
“iya” jawab Syena.
“kau juga, jangan coba-coba menebar senyummu depan para wanita, jangan ke klub karena di sana banyak wanita sialan” kata Syena dengan posesif.
“iya nyonya posesif” Elvano terkekeh melihat Syena di landa cemburu. Syena mendengus kesal.
“jika kau berani melakukannya, aku akan keluar jalan-jalan sendiri”
“iya sayang, aku berjanji padamu” Elvano memeluk erat tubuh Syena.
“pulang lah ini sudah sangat larut” Elvano mengangguk, dan menuruti semua kemauan Syena. Seperti anak yang sedang di beri perintah oleh ibunya.
“kau cepat tidur, jangan bergadang” kata Elvano, sebelum pergi.
Syena mengangguk, Elvano mencium kening sedikit lama, rasanya tidak sanggup untuk meninggalkan Syena. Elvano melepaskan kecupannya
“masuk lah, aku akan pergi, jangan membuka pintu pada orang asing, kecuali sahabat mu”
“iya sayang, hati-hati yah”
Syena melambaikan tangan, Elvano melangkah pergi meninggalkan Syena. Syena ingin mengantar sampai lobi tapi Vano melarang nya.
Sejak hubungan mereka berjalan sebulan, Syena sudah berhenti ke klub untuk menjadi Dj, begitu juga dengan Elvano, dia sudah berhenti bermain ke klub, hanya sesekali untuk mencari hiburan, Elvano juga sudah fokus di perusahaan nya. Keduanya saling memberi perubahan untuk hubungan mereka, walaupun mereka pernah saling meragukan, tapi seiring berjalannya waktu mereka saling meyakinkan, bahwa mereka saling mencintai dan tidak mampu untuk melepaskan.
__ADS_1